Proses Islamisasi dan Kerajaan Islam di Sulawesi

download Proses Islamisasi dan Kerajaan Islam di Sulawesi

of 21

  • date post

    14-Aug-2015
  • Category

    Education

  • view

    62
  • download

    8

Embed Size (px)

Transcript of Proses Islamisasi dan Kerajaan Islam di Sulawesi

  1. 1. Abellia Parameswari Ega Agustesa Cahyani Indo Guna Santy Nadya Paramitha Jafari Rody Bagas Oktafiano Veronika Dexsa Nanda ISLAMISASI DI SULAWESI
  2. 2. BONE WAJO GOWA- TALLO APA SAJA YANG AKAN KITA BAHAS DI PERSENTASI INI? LETAK SUMBER SEJARAH PROSES ISLAMISASI DAMPAK ISLAMISASI NILAI YANG BISA DIPETIK NILAI YANG BISA DITELADANI
  3. 3. Ujung Padang Marcos Gowa Jeneponto Malino Pangkajane Bone Watampone Sopppeng Barru Wajo Rapang Mandar SELAT MAKASSAR TELUK BONE U LETAK KERAJAAN BONE, GOWA- TALLO, DAN WAJO
  4. 4. Makam Raja-raja Tallo di Ujung Tengah Benteng Somba Opu MASJID KATANGKA SUMBER SEJARAH
  5. 5. PERKEMBANGAN ISLAM DI GOWA TALLO BERKAITAN DENGAN PERAN DATUK RI BANDANG DARI MINANGKABAU. BERSAMA DATUK PATIMANG DAN DATUK RI TIRO, DATUK RI BANDANG MENYEBARKAN AGAMA ISLAM DI SULAWESI SELATAN. PADA TAHUN 1605 PENGUASA GOWA TALLO, KARAENG MATOWAYA MEMELUK AGAMA ISLAM DAN BERGELAR SULTAN ALAUDIN. SETELAH SULTAN ALAUDIN MEMELUK ISLAM, PROSES ISLAMISASI DI SULAWESI SELATAN BERKEMBANG PESAT. PROSES ISLAMISASI
  6. 6. KERAJAAN GOWA SEBAGAI PUSAT KEKUATAN PENGISLAMAN. KERAJAAN BUGIS SEPERTI BONE, SOPPENG, WAJO DAN SIDENRENG MENOLAK, AKHIRNYA RAJA GOWA MELAKUKAN PERANG, KARENA JUGA MENGANGGAP MEREKA MENENTANG KEKUASAAN RAJA GOWA. SETELAH TAKLUK, PENYEBARAN ISLAM DAPAT DILAKUKAN DENGAN MUDAH DI KERAJAAN BUGIS. SETELAH KERAJAAN GOWA MENERIMA ISLAM, SEMAKIN MENAPAK PUNCAK KEJAYAANNYA. DAMPAK ISLAMISASI
  7. 7. KERAJAAN GOWA TALLO MEMANFAATKAN SUMBER DAYA ALAM YANG ADA SEBAIK-BAIKNYA (TETAPI TIDAK SEWENANG-WENANG) KEGIGIHAN DAN KEBERANIAN AKAN UPAYA SULTAN ALAUDIN YANG BERUSAHA MENGISLAMKAN KERAJAAN DI SULAWESI, MESKI MENDAPAT BANYAK PERLAWANAN. KETEGASAN SULTAN HASSANUDIN YANG MENENTANG VOC DALAM MEMONOPOLI INDONESIA. SIKAP TOLERANSI YANG TINGGI YANG DITERAPKAN DI KERAJAAN GOWA TALLO SALAM HUBUNGAN DIPLOMATIK DENGAN BANGSA LAIN. SIKAP TOLERANSI SULTAN HASSANUDIN YANG MENERIMA DATANGNYA UTUSAN PORTUGIS YANG MENYEBARKAN AGAMA NASRANI. NILAI YANG DAPAT DIPETIK
  8. 8. KITA HARUS MEMANFAATKAN SUMBER DAYA ALAM DENGAN SEBAIK BAIKNYA KEGIGIHAN DAN KEBERANIAN DALAM MELAKUKAN SESUATU SIKAP TOLERANSI YANG TINGGI DALAM MASYARAKAT KETEGASAN DALAM MEMPERTAHANKAN SESUATU KERJA KERAS DALAM MELAKUKAN SESUATU NILAI YANG DAPAT DITERAPKAN
  9. 9. TEDDUNG PULLAWENG (TUDUNG EMAS) SEMBANGENG PULAWENG (SELENDANG EMAS) LA MAKKAWA (KERIS) SUMBER SEJARAH
  10. 10. PENGARUH ISLAM DI BONE MULAI BERKEMBANG PADA MASA PEMERINTAHAN RAJA BONE XI, LA TENRI PUWA (1611). KETEGUHAN HATI LA TENRI RUWA MEMELUK AGAMA ISLAM MENYEBABKAN DIA DIMAKZULKAN (DIPERBOLEHKAN) OLEH DEWAN ADAT DAN RAKYAT BONE. LA TENRI RUWA KEMUDIAN PERGI KE MAKASSAR UNTUK MENDALAMI AGAMA ISLAM. KEDUDUKAN LA TENRI RUWA DIGANTIKAN LE TENRI LO AKEPPEANG YANG TETAP MENOLAK AJARAN ISLAM. PENOLAKAN INI MENYEBABKAN BONE DISERANG KERAJAAN GOWA TALLO. AKIBAT SERANGAN INI KERAJAAN BONE TERPAKSA HARUS TUNDUK PADA KERAJAAN GOWA TALLO DAN MENGAKUIISLAM SEBAGAI AGAMA KERAJAAN. LA TENRI AKEPPEANG MENOLAK AGAMA ISLAM MENOLAK AGAMA ISLAM KARENA BELUM MENGENAL AGAMA ISLAM. PROSES ISLAMISASI
  11. 11. SETAHUN SETELAH ORANG BONE MENERIMA ISLAM, ARUMPONE LA TENRI PALE KE TALLO (MAKASSAR) MENEMUI DATO RI BANDANG. DIBERILAH NAMA ISLAM, SULTAN ABDULLAH DAN DIUMUMKAN PEMBERIAN NAMA ITU DALAM SUATU KHUTBAH JUMAT. SELAMA MASA PEMERINTAHAN LA TENRIPALE TOWAKKAPEYANG (1611-1631) PADA MASA LA MADDAREMMENG (1625 1640) MENGAMALKAN ISLAM LEBIH KETAT DIBANDING KERAJAAN LAIN DI ANTARA GEBRAKANNYA YANG TERKENAL ADALAH MENGHAPUS SISTEM PERBUDAKAN ATA, KARENA MANUSIA DILAHIRKAN TIDAK UNTUK DIPERBUDAK; JUGA MENGHUKUM BERAT PARA PENYEMBAH BERHALA ATAU MENSAKRALKAN TEMPAT DAN BENDA-BENDA TERTENTU; PELAKU ZINA; PENCURIAN; MIRAS, DAN BERBAGAI BENTUK KEMUNGKARAN LAINNYA. INILAH SEJARAH AWAL PENERAPAN SYARIAT ISLAM SECARA FORMAL DAMPAK ISLAMISASI
  12. 12. KETEGASAN RAJA BONE MENERAPKAN SUATU HAL MENGHARGAI HAK ORANG LAIN KETEGASAN DALAM MENERAPKAN SUATU HAL MENGHARGAI HAK ORANG LAIN NILAI YANG DAPAT DITERAPKAN NILAI YANG DAPAT DIPETIK
  13. 13. SUMBER SEJARAH MASJID TUA TOSORA GOA NIPPON MAKAM LASALEWANGENG TENRIRUWA
  14. 14. PERKEMBANGAN ISLAM DI KERAJAAN WAJO BERKAITAN DENGAN KEBERADAAN KERAJAAN-KERAJAAN ISLAM DI SULAWESI YANG LAIN YAITU KERAJAAN BONE DAN KERAJAAN GOWA TALLO. PADA TAHUN 1610 KERAJAAN WAJO DITAKLUKKAN KERAJAAN GOWA, SEHINGGA AGAMA ISLAM MASUK KEDALAM KERAJAAN WAJO. DALAM HIKAYAT LOKAL DITULISKAN BAHWA ISLAMISASI DI KERAJAAN WAJO DILAKUKAN OLEH DATO RI BANDANG DAN DATO SULAEMAN. KEDUA TOKOH TERSEBUT MEMBERIKAN PELAJARAN AGAMA ISLAM DAN KALAM FIKIH KEPADA RAJA DAN RAKYAT KERAJAAN WAJO. PROSES ISLAMISASI
  15. 15. GERAKAN-GERAKAN RELIGIUS YANG DIBUNGKUS DALAM KERANGKA TRADISIONAL MEMBERIKAN DAMPAK PERTAHANAN CUKUP KUAT BAGI MASYARAKAT WAJO SAAT ITU UNTUK BERTAHAN AKAN KETEGANGAN PERBEDAAN KULTUR YANG TETAP MEMPERTAHANKAN IDENTITAS DIRI SEBAGAI TO WAJO TERHADAP KOLONI. DAN SECARA TIDAK LANGSUNG PELAKU-PELAKU KOLONI PUN AKAN MENGALAMI ADAPTASI KULTUR SEHINGGA BANYAK PELAKU KOLONI PUN AKHIRNYA MENJADIKAN TO WAJO SEBAGAI IDENTITAS DIRI MEREKA. DAMPAK ISLAMISASI
  16. 16. KERJA KERAS MASYARAKAT KERAJAAN WAJO UNTUK MEMBANGUN EKONOMI YANG BAIK TETAP MEMPERTAHANKAN IDENTITAS DIRI KERJA KERAS DALAM MELAKUKAN SESUATU TETAP MEMPERTAHANKAN IDENTITAS DIRI NILAI YANG DAPAT DIPETIK NILAI YANG DAPAT DITERAPKAN