Proposal Sistem Informasi Persewaan Lapangan Futsal

download Proposal Sistem Informasi Persewaan Lapangan Futsal

of 55

  • date post

    11-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    132
  • download

    11

Embed Size (px)

description

Proposal Sistem Informasi Persewaan Lapangan Futsal

Transcript of Proposal Sistem Informasi Persewaan Lapangan Futsal

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG Perkembangan teknologi informasi yang terjadi pada era saat ini, mempermudah pengguna teknologi informasi dalam menyelesaikan pekerjaannya yang berhubungan dengan teknologi informasi. Sangat wajar apabila sudah banyak perusahaan ataupun organisasi dan instansi pemerintah maupun badan usaha yang memanfaatkan perkembangan teknologi informasi. Salah satunya dengan menggunakan sistem terkomputerisasi yang digunakan dalam membantu kebutuhan proses pekerjaan sehingga mempermudah dan mempercepat dalam penyelesaian pekerjaannya.

Proses pengolahan data dalam beberapa kasus yang apabila jumlah data yang akan diolah cukup banyak dan pengolahan data tersebut dilakukan secara rutin ataupun berkala dana masih manual seperti contohnya setiap hari atau satu bulan sekali, tentu pekerjaan tersebut harus terselesaikan dengan tepat waktu dan mungkin akan memakan tenaga dan waktu yang banyak. Maka dari itu dibutuhkan cara pemrosesan data yang mudah dan cepat tanpa melupakan ketepatan dan keakuratan dari hasil pengolahan data tersebut.

Dunia persepakbolaan saat ini sedang banyak digandrungi oleh banyak orang khususnya para remaja, olahraga yang dipilih bermacam-macam tetapi olah raga yang sangat populer dan banyak diminati salah satunya futsal. Futsal menjelma menjadi salah satu olah raga yang paling digemari masyarakat Indonesia. Seiring dengan kemajuan jaman futsal menjadi trend ke berbagai usia mulai dari anak-anak, remaja sampai orang tua.

Namun kebanyakan lapangan futsal yang masih menggunakan sistem dengan proses-proses manual. Dengan perkembangan teknologi saat ini maka penulis mencoba merancang Sistem Informasi berbasis desktop yang berfungsi untuk membantu dalam meningkatkan keefektifitasan proses booking lapangan futsal, dengan dibuatnya Sistem Informasi berbasis desktop ini diharapkan dapat memberikan kemudahan menangani masalah pemesanan lapangan dan pengaturan penjadwalan Ini yang mendorong saya untuk mencoba membuat sistem informasi peersewaan lapangan futsal dengan menggunakan bahasa pemograman Java Net Beans lalu akan di hubungkan dengan database ORACLE.

1.2 PERMASALAHAN

Permasalahan-permasalahan yang terjadi dari beberapa kajian latar belakang diatas ditemukan beberapa aspek permasalahan yang muncul, maka dari itu penulis mengidentifikasikan permasalahan yang ada diantaranya sebagai berikut :

1. Pengolah transaksi penyewaan masih dilakukan secara manual yaitu menggunakan kwitansi yang mengakibatkan sewaktu waktu kemungkinan ada penyewa lapangan dalam waktu yang sama.

2. Kesulitan dalam melihat kembali data-data penyewa dan transaksi penyewaan, karena data-data tersebut masih berupa arsip pada kwitansi yang sewaktu-waktu bisa hilang atau rusak. 3. Pembuatan laporan penyewaan harus berdasarkan kwitansi sehingga dalam pembuatan laporan akan begitu lama sehingga kadang akan menghambat kinerja.

1.3 TUJUAN

Tujuan dari penulisan proposal yang telah dilakukan oleh penulis adalah:

1. Untuk mempermudah kelancaran para pegawai dalam mengolah database konsumen dalam menyewa lapangan futsal.

2. Dapat memberikan informasi pemesanan lapangan dan penjadwalan futsal. 3. Untuk mempermudah konsumen dalam hal pemesanan lapangan futsal.1.4 BATASAN MASALAH

1. Sistem Informasi ini hanya berfungsi sebagai pelayanan dalam hal booking dan pembayaran saja.2. Program desktop dibuat dengan menggunakan Netbeans dan Oracle sebagai database. 1.5 METODOLOGIMetode penelitian dalam pembuatan sistem informasi puskesmas adalah :

1. Penelusuran mengenai perkembangan sistem informasi persewaan lapangan futsal yang ada2. Software pendukung agar pegawai mudah menjalankan software tersebut.

3. Analisis kemampuan pegawai bidang komputerisasi.

4. Implementasi pembuatan program menggunakan Neatbeans dan database Oracle.1.6 SISTEMATIKA PENULISAN

Sistematika atau susunan penulisan proposal ini dibagi dalam bentuk bab-bab,dan pada setiap bab membahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan proposal yang kami buat.

Bab-bab tersebut berisi antara lain :

BAB 1 PENDAHULUAN

Pada bab ini berisi tentang latar belakang,perumasan masalah, batasan masalah tujuan,metedologi dan sistematika penulisan.

BAB II

LANDASAN TEORI

Pada bab ini berisi tentang teori yang mendukung yang digunakan perancangan sistem informasi.

BAB IIIPERANCANGAN SISTEM

Pada bab ini berisi tentang metode dan aplikasi yang digunakan dalam menyelesaikan Sistem Informasi tersebut.

BAB IVIMPLEMENTASI SISTEM

Pada bab ini berisi tentag uaraian implementasi dari Sistem Informasi tersebut.BAB II

LANDASAN TEORI2.1 KONSEP DATABASE Database adalah kumpulan data operasional yang saling berkaitan dengan kerangkapan minimal atau file-file yang saling memiliki keterkaitan antara satu dengan yang lainnya sehingga membentuk suatu kesatuan data untuk menghasilkan suatu informasi yang digunakan bersama oleh beberapa aplikasi atau perusahaan. Perancangan database merupakan salah satu aktivitas yang harus dilakukan di dalam pengembangan sistem informasi untuk menciptakan informasi yang handal.

1.1.1. Key dalam Database

Terdapat 3 macam key yang dapat digunakan dalam pembuatan database, yaitu :

1. Primary Key

Key yang mengindentifikasikan bahwa setiap record pasti unique. Dalam sebuah tabel hanya diperbolehkan satu primary key, tidak lebih. Misalnya adalah tabel MURID, tidak ada murid yang memiliki NIS (Nomor Induk Siswa) yang sama dalam keadaan real, kemudian diimplementasikan dalam bentuk tabel dengan diberikan primary key pada kolom NIS.

2. Foreign Key

Key yang dihasilkan dari primary key dari tabel lain sebagai bentuk referensi dari tabel lain tersebut. Misalnya adalah tabel BELAJAR, dalam proses pembelajaran dibutuhkan kelas, guru dan apa yang dipelajari alias mata pelajaran, maka diimplementasikan dalam sebuah tabel bahwa dalam tabel BELAJAR terdapat foreign key (key asing) dari tabel KELAS, GURU dan MATA_PELAJARAN. Dari definisi key ini kita dapat mengetahui istilah MASTER-DETAIL.3. Alternate Key (Unique Key) : key ini sebenarnya hampir sama dengan fungsi primary key yaitu berjenis unique key. Maksudnya adalah mungkin saja primary key yang kita buat pada suatu tabel adalah merupakan autonumber (angka yang bertambah terus-menerus ketika proses insert data, sehingga tidak dimungkinkan terdapat nilai yang sama), dikarenakan tidak diperbolehkan ada dua primary key maka dapat dibantu oleh alternate key ini sebagai penanda unique-nya sebuah record dengan record lain. Dalam sebuah tabel diperbolehkan lebih dari satu alternate key.

Seperti sudah disinggung diatas, key baik Primary maupun Unique, haruslah unik. Selain unik, nilai Primary key tidak boleh null (kosong, tidak diketahui, tidak dapat ditentukan). Unique key boleh null. Perlu dipahami, bahwa suatu nilai null tidak pernah sama dengan nilai null yang lain, bahkan tidak pernah sama dengan dirinya sendiri. Jadi, disuatu tabel sejumlah data (row) Unique key-nya boleh lebih dari satu yang, atau semuanya, memiliki nilai null.

1.1.2. Normalisasi

Normalisasi adalah suatu proses untuk mengubah suatu tabel yang memiliki masalah tertentu ke dalam dua buah tabel atau lebih, yang tidak lagi memiliki masalah tersebut. Masalah tersebut biasanya merupakan suatu ketidakkonsistenan (tidak normal) apabila dilakukan penghapusan (delete), pengubahan (update) dan pembacaan (retrieve) pada suatu basis data.

Bentuk normalisasi adalah suatu aturan yang dikenakan pada tabel-tabel dalam basis data dan harus dipenuhi oleh tabel-tabel tersebut pada level-level normalisasi. Ada macam-macam bentuk normalisasi, diantaranya adalah bentuk tidak normal, bentuk normal pertama, bentuk normal kedua dan bentuk normal ketiga. Aturan-aturan dalam masing-masing bentuk normalisasi tersebut adalah sebagai berikut:

a. Bentuk tidak normal

Bentuk ini merupakan kumpulan data yang akan disimpan, tidak ada keharusan mengikuti suatu format tertentu, dapat saja data tidak lengkap atau terduplikasi dan data dikumpulkan apa adanya.b. Bentuk normal pertama

Suatu tabel dikatakan dalam bentuk normal pertama (1NF) bila setiap kolom bernilai tunggal untuk setiap baris. Ini berarti bahwa nama kolom yang berulang cukup diwakili oleh sebuah nama kolom (tidak perlu ada indeks dalam memberi nama kolom).

Aturan :

Tidak adanya atribut multi-value, atribut komposit atau kombinasinya.

Mendefinisikan atribut kunci.

Setiap atribut dalam tabel tersebut harus bernilai atomic (tidak dapat dibagi-bagi lagi).

c. Bentuk normal kedua

Suatu tabel berada dalam bentuk normal kedua (2NF) jika tabel berada dalam bentuk normal pertama, semua kolom bukan kunci primer tergantung sepenuhnya terhadap kunci primer. Suatu kolom disebut tergantung sepenuhnya terhadap kunci primer jika nilai pada suatu kolom selalu bernilai sama untuk suatu nilai kunci primer yang sama.

Aturan :

Sudah memenuhi dalam bentuk normal kesatu (1NF).

Semua atribut bukan kunci hanya boleh tergantung (functional dependency) pada atribut kunci.

Jika ada ketergantungan parsial maka atribut tersebut harus dipisah pada tabel yang lain.

Perlu ada tabel penghubung ataupun kehadiran foreign key bagi atribut-atribut yang telah dipisah tadi.d. Bentuk normal ketiga

Suatu tabel berada dalam bentuk normal ketiga (3NF) jika tabel berada dalam bentuk normal kedua, setiap kolom bukan kunci primer tidak memiliki ketergantungan secara transitif terhadap kunci primer.

Aturan :

Sudah berada dalam bentuk normal kedua (2NF).

Tidak ada ketergantungan transitif (dimana atribut bukan kunci tergantungpada atribut bukan kunci lainnya).

Tabel-tabel yang memenuhi kriter