Proposal Pkh Baru

of 26 /26
BAB I PENDAHULUAN A. Pengalaman Lembaga, terkait penyelenggaraan PKH. Secara khusus, UPT SMK Negeri 1 Rembang merupakan instansi penuh dengan potensi SDM yang berkwalitas, sehingga mampu menjadi sekolah baik (terakreditasi A) pada program teknik bangunan sekaligus dapat memberikan solusi dalam permasalahan-permasalahan tuna karya. Terbukti dengan ditunjuknya UPT SMK Negeri 1 Rembang, 2003 – 2004 sebagai tempat pembekalan ketrampilan pertukangan bagi pelajar klas 3 SMA Negeri 1 Sale Kab Rembang, dan 2004 – 2005 sebagai tempat pembekalan ketrampilan finishing melamine semprot bagi pelajar klas 3 SMA Negeri Sumber Kab. Rembang. Maksud dan tujuannya adalah upaya dini permasalahan pengangguran terhadap alumni SMA agar ada yang diperbuat jika tidak lanjut ke Perguruan Tinggi. Juga menjadi amanah yang dipercayakan kepada SDM SMK Negeri 1 Rembang beserta murid untuk selalu mewakili Karesidenan Pati dalam mengikuti lomba Promosi Ketrampilan Siswa (PKS) dan sering menjadi juara tingkat propinsi maupun tingkat nasional. Semua itu karena di dalam civitas ini terdapat komunitas teknik bangunan yang terdiri dari para praktisi ilmu atau pun teknologi, ada 2 (orang) bersertifikat uji kompetensi dan 1 (satu) orang assesor telah tersertifikasi oleh BNSP. Kondisi ini tentu akan memberikan sebuah ekosistem pendidikan yang baik jika didukung dengan sarana yang memadahi. 1

Transcript of Proposal Pkh Baru

Page 1: Proposal Pkh Baru

BAB IPENDAHULUAN

A. Pengalaman Lembaga, terkait penyelenggaraan PKH.

Secara khusus, UPT SMK Negeri 1 Rembang merupakan instansi penuh

dengan potensi SDM yang berkwalitas, sehingga mampu menjadi sekolah baik

(terakreditasi A) pada program teknik bangunan sekaligus dapat memberikan solusi

dalam permasalahan-permasalahan tuna karya. Terbukti dengan ditunjuknya UPT

SMK Negeri 1 Rembang, 2003 – 2004 sebagai tempat pembekalan ketrampilan

pertukangan bagi pelajar klas 3 SMA Negeri 1 Sale Kab Rembang, dan 2004 – 2005

sebagai tempat pembekalan ketrampilan finishing melamine semprot bagi pelajar klas 3

SMA Negeri Sumber Kab. Rembang. Maksud dan tujuannya adalah upaya dini

permasalahan pengangguran terhadap alumni SMA agar ada yang diperbuat jika tidak

lanjut ke Perguruan Tinggi.

Juga menjadi amanah yang dipercayakan kepada SDM SMK Negeri 1 Rembang

beserta murid untuk selalu mewakili Karesidenan Pati dalam mengikuti lomba Promosi

Ketrampilan Siswa (PKS) dan sering menjadi juara tingkat propinsi maupun tingkat

nasional. Semua itu karena di dalam civitas ini terdapat komunitas teknik bangunan

yang terdiri dari para praktisi ilmu atau pun teknologi, ada 2 (orang) bersertifikat uji

kompetensi dan 1 (satu) orang assesor telah tersertifikasi oleh BNSP. Kondisi ini tentu

akan memberikan sebuah ekosistem pendidikan yang baik jika didukung dengan sarana

yang memadahi.

1. Potensi Pendukung Internal

a. Sarana

1) Perlatan Mesin Tetap : (foto-foto terlampir)

Mesin Ketam Perata : 2 buah

Mesin Ketam Penebal : 2 buah

Mesin Gergaji Potong : 2 buah

Mesin Gergaji Pembelah : 2 buah

Mesihn Bor Segi empat : 2 buah

Mesin Bor Segi Empat Hidrolis : 1 buah

Mesin Bor Statis (Bundar) : 2 buah

Mesin Bor Horisontal : 1 buah

Mesin Pelubang Rantai : 1 buah

1

Page 2: Proposal Pkh Baru

Mesin Tenoner : 2 buah

Mesin Shaper : 2 buah

Mesin Moulding : 1 buah

Mesin Ekor Burung : 1 buah

Mesin Jig Saw Berlengan : 2 buah

Mesin Bubut : 4 buah

2) Peralatan Portable :

Router : 6 buah

Planer : 6 buah

Jig Saw : 2 buah

Bor Tangan : 2 buah

Mesin Amplas : 2 buah

Mesin Lamelo : 2 buah

3) Peralatan Tangan :

Ketam Tangan, Gergaji Pembelah, Gergaji Potong, Gergaji

Punggung, Pahat Lubang, Pahat Tusuk, Siku, Siku Goyang, Roll

Meter, Mistar Baja, Jangka Sorong, Busur Baja, Palu Besi, Tang,

Kakatua, Obeng, Prusut, Jangka Dalam, Jangka Luar, Kraspen, Drip,

dll serta peralatan Maintenance.

b. Infra Struktur (Sarana prasarana)

No Jenis Ruang Ukuran JmlKondisi

Fungsi Ruang Ket.Baik Rusak

1 R Bengkel Kerja Kayu 12 x 25 1 1 Diklat Kerja Kayu

2 R Teori Lantai I 7 x 8 1 1 Pembelajaran Teori

3 R Rapat Guru 4 x 8 1 1 Meeting dan administrasi

4 Studio Gambar Bang. 8 x 16 1 1 Diklat Rancang Gambar

c. Tenaga Pendidik :

1) Drs. Suwarno : sertifikat assessor

2) Drs. Joni Guamianto : sertifikat uji kompetensi

3) Tulus Widodo : sertifikat uji kompetensi

4) Nandari SSn : sertifikat magang industri

2

Page 3: Proposal Pkh Baru

d. Pengalaman Manajement Program Bangunan dan Instruktur.

1) Teknik Kerja Kayu adalah sebagai salah satu program keahlian

bangunan di

SMK Negeri 1 Rembang yang terakreditasi A periode 29 September

2007.

2) Para Instruktur, semua sarjana berpengalaman magang di industri dan

sebagian besar memiliki sertifikat uji kompetensi. Para Instruktur setiap

tahun mengarahkan siswa yang trampil dan minat untuk mengikuti

Lomba Promosi Keterampilan Siswa (PKS), dan hasilnya siswa sering

menjuarai lomba tingkat Nasional maupun tingkat Provinsi.

2. Potensi Pendukung Eksternal

Lembaga SMK, yang diwakili oleh seksi Hubungan Industri memiliki

staf Bursa Kerja. Dalam urusan eksternal adalah menjalin hubungan mitra kerja

dengan DUDI sebagai institusi pasangan dalam program Pendidikan Sistem

Ganda (PSG) maupun penempatan lulusan.

Adapun hubungan mitra kerja dituangkan dalam wujud MOU.

B. Tujuan Pelaksanaan Program PKH :

Tujuan Pendidikan Kecakapan Hidup adalah melatih ketrampilan pemuda

putus sekolah agar memiliki kompetensi khusus yang diperlukan oleh masyarakat

umum/ khususnya DUDI agar mendapat kesempatan bekerja atau menciptakan

lapangan kerja dengan kreatifitasnya. Kompetensi yang diarahkannya adalah :

pertukangan

pengrajin handy craft

ahli finishing melamine semprot dan politur.

3

Page 4: Proposal Pkh Baru

BAB II

RENCANA AKSI

Pada bab ini akan disampaikan tentang permasalahan – permasalahan yang mungkin

muncul dan strategi-strategi yang akan diambil.

A. SASARAN.

1. Sebagaimana pemahaman umum saat ini, jumlah tenaga kerja yang lebih besar

dari pada lapangan kerja yang ada merupakan masalah umum di Indonesia,

termasuk di wilayah Kecamatan Rembang. Sedangkan alasan yang mendasari

kenapa Kecamatan Rembang yang diambil sebagai sasaran pelatihan adalah

karena sangat minimnya industri di Rembang sehingga potensi pertumbuhan

pengangguran memungkinkan semakin membesar disamping posisi PKH

cukup dekat sehingga akan lebih efektif dan efisien dalam pembinaan.

Mengingat kondisi masyarakat Kecamatan Rembang yang

pragmatis (minim dalam belajar dan mendapatkan hasil riil secepatnya –

instan), maka perlu adanya sistem rekruitmen yang selektif. Sehingga perlu

adanya sebuah komitmen dari peserta didik dan kerjasama instansi

pemerintahan baik desa maupun tingkat kecamatan untuk melakukan

rekruitmen tepat dan terarah. .

2. Jumlah peserta Pelatihan Program Pendidikan Kecakapan Hidup tahun 2008

SMK 1 Rembang adalah 20 (duapuluh) orang.

3. Karakteristik Sasaran peserta diklat adalah pemuda putus sekolah maupun

alumni yang belum mendapatkan lapangan kerja, berdomisili di wilayah

magersari dengan umur berkisar 18 s/d 30 tahun, berbadan sehat, ada minat dan

berdedikasi, tidak pernah terlibat dengan narkoba serta yang semacamnya.

4. Teknik Rekruitmen.

Peserta diharapkan menyerahkan persyaratan :

a. Foto copy KTP yang berlaku

b. Foto copy Ijasah terakhir

c. Foto copy Kartu Keluarga

d. Pas Photo 3 x 4 warna 2 lembar

e. Daftar Riwayat Hidup

f. Sertifikat/ Piagam bagi yang memiliki

4

Page 5: Proposal Pkh Baru

B. Materi Pelatihan Kecakapan Hidup.

a. Menyajikan hasil rancang gambar perabot kayu dan kerajinan (handy craft)

dalam bentuk gambar kerja dan tabel bahan.

b. Menggambar dalam rangka memberi motifasi kreatifitas rancang model

perabot atau kerajinan (handy craft) sesuai minat pribadi pada kertas

gambar A3.

c. Melaksanakan praktek wood making peaces dalam menyikapi limbah

industri menjadi barang berharga..

d. Melaksanakan pembuatan perabot tempat tidur, sketsel, dan kerajinan kayu

(handy craft) sampai dengan finishing politur dan melamine semprot.

C. Nara Sumber.

1. Drs. Joni Guamianto, memiliki sertifikat Uji Kompetensi.

Pembimbing Siswa, yang mengikuti Lomba Promosi Ketrampilan Siswa (PKS).

Prestasi terwujud jelas dibuktikan dengan seringkali siswa SMK Negeri 1

Rembang menjuarai lomba promosi ketrampilan siswa tingkat Propinsi maupun

tingkat Nasional.

2. Nandari, SSn, bersertifikat magang di Industri dan hasil karya yang dicapai

adalah dalam wujud Perahu Naga yang hasilnya terpampang di depan Pendopo

Kab.Rembang

2. Drs. Suwarno, memiliki sertifikat assesor. Sebagai penguji kompetensi siswa

SMK dan hasil karyanya banyak diminati masyarakat Sekolah.

4. Tulus Widodo, SPd. Memiliki sertifikat uji kompetensi. Sebagai sparing partner

Drs. Suwarno dalam menerima pekerjaan finishing, diakui sebagai penguji

kompetensi siswa SMK. Hasil karyanya juga banyak diminati masyarakat

Sekolah.

D. Strategi Pembelajaran dan Prosentase Pembelajaran.

Strategi pembelajaran dengan menggunakan Hand Out dan Job Sheet

sebagaimana pendidikan formal yang ada di SMK 1 Rembang, sehingga waktu dan

strategi pembelajaran teori dan praktek dapat dipadatkan/ dioptimalkan dengan

perbandingan 30% - Pembelajaran Teori dan 70 % Pembelajaran Praktek.

Kemudian dilanjutkan magang 1 bulan pada DUDI. Selain itu diberikan

pendampingan kepada peserta didik berupa Mesin Bubut dan Mesin Jig Saw untuk

5

Page 6: Proposal Pkh Baru

mengembangkan materi Wood making peaces serta dibuka forum sharing satu

minggu sekali untuk memecahkan masalah.

6

Page 7: Proposal Pkh Baru

BAB III

PROGRAM AKSI

A. Lokasi Penyelenggaraan.

Penyelenggaraan di SMK Negeri 1 Rembang, dengan perencanaan ruang

yang akan digunakan diantaranya :

1. Ruang Tamu Kepala SMK 1 Rembang, sebagai tempat pertemuan antar

pimpinan tamu eksternal.

2. Kantor Bursa Kerja (BK) SMK 1 Rembang, sebagai ruang pendaftaran dan

seleksi peserta diklat PKH – ’08.

3. Ruang Instruktur Bengkel Kerja Bangunan, sebagai perencanaan, rapat dan

meeting proses pelaksanaan PKH – ’08.

4. Bengkel Kerja Kayu SMK 1 Rembang, sebagai tempat pelaksanaan praktek

peseserta diklat PKH – ’08.

5. Ruang Teori Bengkel Kerja Kayu Lantai I, sebagai tempat meeting pseserta

diklat (bila diperlukan).

6. Studio Gambar Bangunan, sebagai tempat diklat rancang gambar peserta (bila

diperlukan).

B. Tahapan Pelaksanaan Tahap 1

No UraianMinggu Ke 1 - 2

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

1. Perencanaan                              

2.   Proses Teori                                

3.  Proses Praktek                                

4. Jadual pelatihan                                

5. Tahapan Evaluasi                                

6. Uji teori / praktik                                

7. Uji Kompetensi                                

8.  Pelaporan                                

7

Page 8: Proposal Pkh Baru

Tahap 2

No UraianMinggu Ke 3 - 4

17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

1. Perencanaan                          

2. Proses Teori                            

3. Proses Praktek                            

4. Jadual pelatihan                            

5.Tahapan Evaluasi                            

6.Uji teori / praktik                            

7. Uji Kompetensi                            

8. Pelaporan                            

Tahap 3

No UraianMinggu Ke 5 - 6

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

1. Magang di dudi                          

2. Comp. Laporan                            

3. Arsip Data                            

4. Jadual pelatihan                            

5 Uji Kompetensi                            

6. Pelaporan                            

Tahap 4

No UraianMinggu Ke 7 - 8

15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28

1. Magang di dudi                          

2. Comp. Laporan                            

3. Arsip Data                            

4. Jadual pelatihan                            

5. Uji Kompetensi                            

6 Pelaporan                            

1. Perencanaan.

8

Page 9: Proposal Pkh Baru

Perencanaan awal dimulai dari pertemuan rapat 21 April 2008 dan

menghasilkan terbentuknya Struktur Organisasi Panitia Diklat PKH ’08

Adapun Susunan Kepanitian tersebut direncanakan sbb :

2. Kurikulum dan Proses Pembelajaran Teori.

Dasar pembelajaran menggunakan system Competensi Basic Training

Dengan pemikiran bahwa penguasaan kompetensi didapat dari pembelajaran

pengetahuan, ketrampilan dan sikap. Kurikulum mengggunakan silabus muatan

lokal SMK Negeri 1 Rembang Tentang Teknik Pemanfaatan Limbah Industri

dan Teknik Finishing Perabot (Silabus terlampir).

3. Proses Pembelajaran Praktek.

Pembelajaran Praktek dilaksanakan di bengkel Kerja Kayu program keahlian

Bangunan SMK N 1 Rembang karena disamping ruangan cukup luas,

peralatan untuk mengadakan Pendidikan Kecakapan Hidup di SMK adalah

lengkap/ memadai.

4. Jadual pembelajaran/ Pelatihan.

Rangkaian kegiatan dirumuskan dalam susunan acara sbb :

Hari Waktu Kegiatan Tempat

Produk Tempat Tidur Semi Bubut dan Tempat Tidur Ganda/ Sorong

Senin, 07.30 – 08.30 Pembukaan R19/R Pertemuan

14/7/08 08.30 – 10.00 Penjelasan latar belakang, R19/R Pertemuan

tujuan, dan materi pelatihan.

10.00 – 12.00 Belajar teknik membaca gam- Studio Gambar

bar benda yg akan diproduksi

12.00 – 12.30 Istirahat

12.30 – 13.30 Belajar membaca gambar tam Studio Gambar

pak & gambar potongan benda

yang akan diproduksi.

Selasa 07.30 – 12.00 Belajar menghitung volume Studio Gambar

15/7/08 bahan yang diperlukan

12.00 – 12.30 Istirahat

12.30 – 13.30 Membuat tabel kebutuhan Studio Gambar

Bahan (cutting list).

Rabu 07.30 – 12.00 Memilih bahan dan memotong Studio Gambar

16/7/08 .sesuai kebutuhan dalam 1 unit

12.00 – 12.30 Istirahat

12.30 – 13.30 Mengetam semua bahan yang Studio Gambar

9

Page 10: Proposal Pkh Baru

akan dikerjakan.

Kamis 07.30 – 12.00 Melukis sambungan papan Bkl Kerja Kayu

17/7/08 yg akan dikerjakan & menger

jakan konstruksi samb. papan

12.00 – 12.30 Istirahat

12.30 – 13.30 Mengetam semua bahan yang Bkl Kerja Kayu

akan dikerjakan.

Jum’at 07.30 – 11.00 Melukis sambungan papan Bkl Kerja Kayu

18/7/08 yg akan dikerjakan & menger

jakan konstruksi samb. papan

Sabtu 07.30 – 12.00 Melukis konst. rangka perabot Bkl Kerja Kayu

19/7/08 12.00 – 12.30 Istirahat

12.30 – 13.30 Mengerjakan konstruksi baut- Bkl Kerja Kayu

baut knock down, percobaan

perakitan dan control kesikuan.

Senin 07.30 – 12.00 pengeleman & pengekleman Bkl Kerja Kayu

21/7/08 12.00 – 12.30 Istirahat

12.30 – 13.30 Panglus semua rangka perabot Bkl Kerja Kayu

pengamplasan & perapihan.

Selasa 07.30 – 12.00 Panglus semua rangka perabot Bkl Kerja Kayu

22/7/08 12.00 – 12.30 Istirahat

12.30 – 13.30 Panglus semua rangka perabot Bkl Kerja Kayu

,pengamplasan & perapihan. Bkl Kerja KayuPembuatan Handy Craft Jigsaw & Finishing

Rabu 07.30 – 11.00 Memilih bahan dan memotong Bkl Kerja Kayu

23/7/08 sesuai kebutuhan dalam 1 unit

12.00 – 12.30 Istirahat

12.30 – 13.30 Mengetam semua bahan yang Bkl Kerja Kayu

akan dikerjakan

Kamis 07.30 – 12.00 Melukis sambungan papan

24/7/08 12.00 – 12.30 Istirahat

12.30 – 13.30 Melukis sambungan papan Bkl Kerja Kayu

yg akan dikerjakan & menger

jakan konstruksi samb. papan

Jum’at 07.30 – 11.00 Melukis konst. rangka perabot Bkl Kerja Kayu

25/7/08

Sabtu 07.30 – 12.00 Mengerjakan konstruksi rangka Bkl Kerja Kayu

26/7/08 perabot & control kesikuan.

12.00 – 12.30 Istirahat

10

Page 11: Proposal Pkh Baru

12.30 – 13.30 Melukis konst. rangka perabot Bkl Kerja Kayu

Panglus semua rangka perabot Bkl Kerja Kayu

Senin 07.30 – 12.00 Pengamplasan & perapihan. Bkl Kerja Kayu

28/7/08

Selasa 07.30 – 12.00 Pengamplasan kasar no. 120 Bkl Kerja Kayu

29/7/08 12.00 – 12.30 Istirahat

12.30 – 13.30 Pengamplasan kasar no. 120 Bkl Kerja Kayu

Rabu 07.30 – 11.00 Menggergaji jig handy craft Bkl Kerja Kayu

30/7/08 12.00 – 12.30 Istirahat

12.30 – 13.30 Penyetelan dan perakitan Bkl Kerja Kayu

Kamis 07.30 – 12.00 perakitan pengeleman Bkl Kerja Kayu

31/7/08 12.00 – 12.30 Istirahat

12.30 – 13.30 Membubut handy craft Bkl Kerja Kayu

Jum’at 07.30 – 11.00 Membubut handy craft Bkl Kerja Kayu

01/8/08

Sabtu 07.30 – 12.00 Membubut bentuk pesanan Bkl Kerja Kayu

02/8/08 12.30 – 13.30 Istirahat

12.30 – 13.30 Membubut bentuk pesanan Bkl Kerja Kayu

Senin 07.30 – 12.00 Pengamplasan benda kerja Bkl Kerja Kayu

03/8/08 Dengan amplas no 240

12.00 – 13.00 Istirahat

13.00 – 15.00 Pengamplasan halus no. 240 Bkl Kerja Kayu

Selasa 07.30 – 12.00 Pengamplasan sedang no 240 Bkl Finishing

04/8/08 12.00 – 12.30 Istirahat

12.30 – 13.30 Menutup pori dg wood filler Bkl Finishing

Rabu 07.30 – 11.00 Pengamplasan sedang no 240 Bkl Finishing

05/8/08 12.00 – 12.30 Istirahat

12.30 – 13.30 Penyemprotan seanding sealer Bkl Finishing

Kamis 07.00 – 12.00 pengamplasan halus no 400 Bkl Finishing

06/8/08 12.00 – 12.30 Istirahat

12.30 – 13.30 Penyemprotan melamine Lack Bkl Finishing

Jum’at 17.30 – 11.00 Pengamplasan halus no 400 Bkl Finishing

07/8/08

Sabtu 07.30 – 12.00 Penyemprotan melamine Lack Bkl Finishing

08/08/08 (penebalan/ perataan)

12.00 – 12.30 Istirahat Bkl Finishing

12.30 – 13.30 Penyemprotan melamine Lack Bkl Finishing

5. Tahapan Evaluasi.

Evaluasi/ penilaian melalui 4 tahap yakni :

11

Page 12: Proposal Pkh Baru

a. Proses Kerja 30%

b. Hasil 50%

c. Keselamatan Kerja 10%

d. Laporan Kerja 10%

6. Uji penguasaan teori dan praktek.

Uji teori dan praktek berupa lembar penilaian tersendiri dengan aspek yang

diamati :

a. Kognitif

b. Proses/ prosedur

c. Produk.

7. Uji Kompetensi

Bagi peserta yang mengikuti PKH akan mendapatkan kesempatan

melakukan Uji Kompetensi di bidang ketrampilan dengan keberadaan Tempat

Uji Kompetensi ditempat DUDI dimana peserta didik itu magang.sehingga

akan mempermudah petugas/ team yang akan melaksanakan pengujiannya.

Pelaksanaan ujian akan dilaksanakan per unit kompetensi yang telah dikuasai

oleh peserta uji.

8. Sertifikasi

Peserta pelatihan Program Kecakapan Hidup yang telah menyelesaikan

pelatihan sampai tuntas, maka kepadanya akan mendapatkan sertifikat dari

SMK 1 Rembang sendiri dengan alasan sudah memiliki Asesor Finishing atas

nama Drs. Suwarno (sertifikat terlampir). Penguji kompetensi juga sudah

memiliki Sumber daya yang bersertifikat uji kompetensi atas nama Drs. Joni

Guamianto dan Tulus Widodo, S. Pd (Sertifikat terlampir). Begitu juga

kompetensi perabot atas nama Nandari, S. Sn dan Drs. Joni Guamianto.

(Sertifikat terlampir).

Oleh karena itu pelaksanaan kompetensi teknik pemanfaatan limbah

industri dengan kode kompetensi TPF.MLK.001 s/d 004 dan Teknik

Finishing Perabot dengan Kode Kompetensi TPF.PLK012 dapat dilaksanakan

sendiri dari mulai pelaksanaan kompetensi, uji kompetensi sampai dengan

sertifikasi.

12

Page 13: Proposal Pkh Baru

BAB IV

RENCANA TINDAK LANJUT

A. PENEMPATAN.

1. Penempatan tenaga kerja adalah bagi yang lulus dan benar-benar kompeten

dalam bidang teknik perkayuan sebagaimana pengamatan dan penilaian oleh

DUDI.

Namun bila ketrampilan tidak memenuhi standar kompetensi, DUDI bersedia

merekruit menjadi tenaga kerja tidak tetap (tenaga kerja borong) yakni apabila

pekerjaan tidak teratasi oleh karyawan tetap.

Kepada karyawan tidak tetap, diberikan kesempatan kepadanya untuk

mengolah limbah kayu yang melimpah untuk dijadikan barang berharga. Tentu

saja tetap merupakan kesempatan berharga bagi seorang tuna karya karena

dapat menerapkan hasil PKH ’08 dari jenis pendidikan Wood Making Peaces

dengan memanfaatkan limbah menuju barang yang berharga sebagai tabungan

modal jika memang mampu berkarya dan berkreasi.

2. Pendampingan dalam hal ini adalah bekal peralatan Mesin Tetap dari jenis

mesin pengolah limbah menjadi barang yang berharga kepada setiap satu

rombongan peserta diklat sebagai milik infentaris bersama peserta diklat (tiap

rombel).

Ada 2 rombel yang masing-masing akan kami bekali :

a. Mesin Bubut beserta seperangkat pahat bubut.

b. Mesin Jigsaw berlengan beserta gergaji jig.

c. Peralatan Tangan lain yang diperlukan (menyesuaikan kondisi keadaan

harga barang yang tidak stabil)

Adapun barang tersebut untuk satu rombel sudah mencapai Rp 4.000.000,-.

Dengan hal demikian, maka modal usaha tidak diperlukan bagi lulusan

peserta diklat jika ingin berproduk karena dengan bekal mesin dan limbah

industri harus dapat kreatif dan tumbuh mengupayakan kebutuhan hidup walau

dari sedikit demi sedikit.

13

Page 14: Proposal Pkh Baru

B. PEMBINAAN LULUSAN.

Pembinaan digolongkan menjadi 2 macam :

1. Pembinaan rutin, diberlakukan wajib lapor tiap minggu atas perkembangan

usahanya & kendalanya, sebaliknya pengamatan/catatan rutin kepada lulusan

perlu diadakan untuk mengetahui keadaan langsung yang benar-benar nyata/

kelapangn.

2. Pembinaan ulang, jika peserta diklat merasa kurang percaya diri dalam

ketrampilannya yang dimiliki dan ingin memperdalam lagi maka kami selaku

Instruktur tidak keberatan dalam bidang keilmuannya.

14

Page 15: Proposal Pkh Baru

BAB V

INOVASI YANG DIUNGGULKAN

Dapat menunjukkan kemampuan nalar adalah yang diharapkan muncul

dari peserta diklat atau dalam arti kata kreatif. Karena dalam keadaan iklim dunia usaha

dan dunia industri yang tidak menentu dan sulit dibaca akan kestabilan kejayannya

maka kreatifitas dan selalu dapat berinovasi adalah tuntutan jaman.

Apalagi dunia meubel adalah selalu ada tuntutan kreasi baru dan yang tidak

membosankan. Pada tingkatan yang tinggi, orang yang kreatif dapat menolong dirinya

sendiri dari sempitnya lapangan pekerjaan yakni dengan kemampuannya menunjukkan

nalar dari kreatifitas.

Maka pada pendidikan kecakapan hidup disini pada materi wood making

peaces kami unggulkan walau punya kesan dari bahan yang paling minimalis, namun

dari pembelajaran itu kami berharap awal dari kemauan berpikir untuk selalu

berinovasi pada hal-hal yang selalu baru sebagaimana job yang kami sajikan pada

gambar terlampir.

15

Page 16: Proposal Pkh Baru

BAB VIINDIKATOR HASIL

Kompetensi yang diadakan terdiri dari 3 macam kompetensi, yakni :

A. Pertukangan

B. Handy craft.

C. Finishing Perabot.

Indikator keberhasilan yang terbaik tentu saja apabila semua kompetensi

dapat dicapai dengan hasil yang memuaskan. Namun kami simpulkan indikator peserta

berhasil apabila menguasai 2 ketrampilan yakni handy craft terhadap salah satu

diantara kompetensi pertukangan atau dengan kompetensi ahli finishing perabot.

Adapun maksud tersebut dengan alasan apabila ahli pertukangan yang dilengkapi sifat

kreatif atau ahli finishing yang ditambah punya dasar kreatif akan lebih bersifat

istimewa dalam menghadapi pekerjaannya.

Sedangkan penentuan keberhasilan tentu saja bukan dari hasil akhir saja

namun atas dasar proses pengerjaan dan pengamatan. Pengamatan tersebut tentu saja

sebagaimana prosedur penilain yang telah dibahas dalam bab depan/ uji penguasaan

teori dan praktek, serta uji kompetensi di industri akhir melaksanakan program magang.

16

Page 17: Proposal Pkh Baru

BAB VII

RENCANA ANGGARAN

17

Page 18: Proposal Pkh Baru

BAB VIII

PENUTUP

Pendidikan Kecakapan Hidup adalah merupakan suatu upaya yang terpuji

apalagi pelaksanaannya pada masa yang memang sedang terjadi keterpurukan dalam

banyak hal. Kemauan kami melaksanakan yang pertama adalah atas dasar panggilan

sebagai makhluk sosial yang senantiasa saling tolong menolong dan saling

membutuhkan.

Tidak dapat menganggap mudah pelaksanaannya walaupun sarana

peralatan kami mendukung dan instruktur yang memadai karena mungkin harga bahan

yang terkadang bisa berubah diluar perencanaan. Begitu juga dari faktor peserta diklat

yang mungkin tidak memiliki skill yang mendasar pada bidang yang diadakan ini dan

faktor penghambat yang lain.

Namun semua yang terlaksana walau sudah melalui proses pembelajaran

dan pangamatan yang cermat, keberhasilan tidak bisa divonis saat itu juga (dari hasil

penilaian) karena terkadang ketrampilan membutuhkan waktu dan pengalaman. Kami

berharap pihak Satker BP-PNFI senantiasa mengevaluasi pihak-pihak yang

melaksanakan dan menyampaikan kembali kepada kami sebagai bahan perbaikan

dimasa yang akan datang.

18