Proposal Pkh Baru

of 26 /26
BAB I PENDAHULUAN A. Pengalaman Lembaga, terkait penyelenggaraan PKH. Secara khusus, UPT SMK Negeri 1 Rembang merupakan instansi penuh dengan potensi SDM yang berkwalitas, sehingga mampu menjadi sekolah baik (terakreditasi A) pada program teknik bangunan sekaligus dapat memberikan solusi dalam permasalahan-permasalahan tuna karya. Terbukti dengan ditunjuknya UPT SMK Negeri 1 Rembang, 2003 – 2004 sebagai tempat pembekalan ketrampilan pertukangan bagi pelajar klas 3 SMA Negeri 1 Sale Kab Rembang, dan 2004 – 2005 sebagai tempat pembekalan ketrampilan finishing melamine semprot bagi pelajar klas 3 SMA Negeri Sumber Kab. Rembang. Maksud dan tujuannya adalah upaya dini permasalahan pengangguran terhadap alumni SMA agar ada yang diperbuat jika tidak lanjut ke Perguruan Tinggi. Juga menjadi amanah yang dipercayakan kepada SDM SMK Negeri 1 Rembang beserta murid untuk selalu mewakili Karesidenan Pati dalam mengikuti lomba Promosi Ketrampilan Siswa (PKS) dan sering menjadi juara tingkat propinsi maupun tingkat nasional. Semua itu karena di dalam civitas ini terdapat komunitas teknik bangunan yang terdiri dari para praktisi ilmu atau pun teknologi, ada 2 (orang) bersertifikat uji kompetensi dan 1 (satu) orang assesor telah tersertifikasi oleh BNSP. Kondisi ini tentu akan memberikan sebuah ekosistem pendidikan yang baik jika didukung dengan sarana yang memadahi. 1

Embed Size (px)

Transcript of Proposal Pkh Baru

BAB I PENDAHULUANA. Pengalaman Lembaga, terkait penyelenggaraan PKH. Secara khusus, UPT SMK Negeri 1 Rembang merupakan instansi penuh dengan potensi SDM yang berkwalitas, sehingga mampu menjadi sekolah baik (terakreditasi A) pada program teknik bangunan sekaligus dapat memberikan solusi dalam permasalahan-permasalahan tuna karya. Terbukti dengan ditunjuknya UPT SMK Negeri 1 Rembang, 2003 2004 sebagai tempat pembekalan ketrampilan pertukangan bagi pelajar klas 3 SMA Negeri 1 Sale Kab Rembang, dan 2004 2005 sebagai tempat pembekalan ketrampilan finishing melamine semprot bagi pelajar klas 3 SMA Negeri Sumber Kab. Rembang. Maksud dan tujuannya adalah lanjut ke Perguruan Tinggi. Juga menjadi amanah yang dipercayakan kepada SDM SMK Negeri 1 Rembang beserta murid untuk selalu mewakili Karesidenan Pati dalam mengikuti lomba Promosi Ketrampilan Siswa (PKS) dan sering menjadi juara tingkat propinsi maupun tingkat nasional. Semua itu karena di dalam civitas ini terdapat komunitas teknik bangunan yang terdiri dari para praktisi ilmu atau pun teknologi, ada 2 (orang) bersertifikat uji kompetensi dan 1 (satu) orang assesor telah tersertifikasi oleh BNSP. Kondisi ini tentu akan memberikan sebuah ekosistem pendidikan yang baik jika didukung dengan sarana yang memadahi. 1. Potensi Pendukung Internal 1) Perlatan Mesin Tetap : (foto-foto terlampir) Mesin Ketam Perata Mesin Ketam Penebal Mesin Gergaji Potong Mesin Gergaji Pembelah Mesihn Bor Segi empat : 2 buah : 2 buah : 2 buah : 2 buah : 2 buah : 1 buah a. Sarana upaya dini permasalahan pengangguran terhadap alumni SMA agar ada yang diperbuat jika tidak

Mesin Bor Segi Empat Hidrolis

Mesin Bor Statis (Bundar) : 2 buah Mesin Bor Horisontal : 1 buah

1

Mesin Pelubang Rantai Mesin Tenoner Mesin Shaper Mesin Moulding Mesin Ekor Burung Mesin Jig Saw Berlengan Mesin Bubut

: 1 buah : 2 buah : 2 buah : 1 buah : 1 buah : 2 buah : 4 buah : 6 buah : 6 buah : 2 buah : 2 buah : 2 buah : 2 buah

2) Peralatan Portable : Router Planer Jig Saw Bor Tangan Mesin Amplas Mesin Lamelo 3) Peralatan Tangan : Ketam Tangan, Gergaji Pembelah, Gergaji Potong, Gergaji Punggung, Pahat Lubang, Pahat Tusuk, Siku, Siku Goyang, Roll Meter, Mistar Baja, Jangka Sorong, Busur Baja, Palu Besi, Tang, Kakatua, Obeng, Prusut, Jangka Dalam, Jangka Luar, Kraspen, Drip, dll serta peralatan Maintenance. b. Infra Struktur (Sarana prasarana)No Jenis Ruang R Bengkel Kerja Kayu R Teori Lantai I R Rapat Guru Studio Gambar Bang. Ukuran Jml 1 1 1 1 Kondisi Baik Rusak 1 1 1 1 Fungsi Ruang Ket.

1 2 3 4

12 x 25 7x8 4x8 8 x 16

Diklat Kerja Kayu Pembelajaran Teori Meeting dan administrasi Diklat Rancang Gambar

c. Tenaga Pendidik : 1) Drs. Suwarno 3) Tulus Widodo 4) Nandari SSn : sertifikat assessor : sertifikat uji kompetensi : sertifikat magang industri 2) Drs. Joni Guamianto : sertifikat uji kompetensi

2

d. Pengalaman Manajement Program Bangunan dan Instruktur. 1) Teknik Kerja Kayu adalah sebagai salah satu program keahlian bangunan di SMK Negeri 1 Rembang yang terakreditasi A periode 29 September 2007. 2) Para Instruktur, semua sarjana berpengalaman magang di industri dan sebagian besar memiliki sertifikat uji kompetensi. Para Instruktur setiap tahun mengarahkan siswa yang trampil dan minat untuk mengikuti Lomba Promosi Keterampilan Siswa (PKS), dan hasilnya siswa sering menjuarai lomba tingkat Nasional maupun tingkat Provinsi. 2. Potensi Pendukung Eksternal Lembaga SMK, yang diwakili oleh seksi Hubungan Industri memiliki staf Bursa Kerja. Dalam urusan eksternal adalah menjalin hubungan mitra kerja dengan DUDI sebagai institusi pasangan dalam program Pendidikan Sistem Ganda (PSG) maupun penempatan lulusan. Adapun hubungan mitra kerja dituangkan dalam wujud MOU. B. Tujuan Pelaksanaan Program PKH : Tujuan Pendidikan Kecakapan Hidup adalah melatih ketrampilan pemuda putus sekolah agar memiliki kompetensi khusus yang diperlukan oleh masyarakat umum/ khususnya DUDI agar mendapat kesempatan bekerja atau menciptakan lapangan kerja dengan kreatifitasnya. Kompetensi yang diarahkannya adalah : pertukangan pengrajin handy craft ahli finishing melamine semprot dan politur.

3

BAB II RENCANA AKSIPada bab ini akan disampaikan tentang permasalahan permasalahan yang mungkin muncul dan strategi-strategi yang akan diambil. A. SASARAN. 1. Sebagaimana pemahaman umum saat ini, jumlah tenaga kerja yang lebih besar dari pada lapangan kerja yang ada merupakan masalah umum di Indonesia, termasuk di wilayah Kecamatan Rembang. Sedangkan alasan yang mendasari kenapa Kecamatan Rembang yang diambil sebagai sasaran pelatihan adalah karena sangat minimnya industri di Rembang sehingga potensi pertumbuhan pengangguran memungkinkan semakin membesar disamping posisi PKH cukup dekat sehingga akan lebih efektif dan efisien dalam pembinaan. Mengingat kondisi masyarakat Kecamatan Rembang yang pragmatis (minim dalam belajar dan mendapatkan hasil riil secepatnya instan), maka perlu adanya sistem rekruitmen yang selektif. Sehingga perlu adanya sebuah komitmen dari peserta didik dan kerjasama instansi pemerintahan baik desa maupun tingkat kecamatan untuk melakukan rekruitmen tepat dan terarah. . 2. Jumlah peserta Pelatihan Program Pendidikan Kecakapan Hidup tahun 2008 SMK 1 Rembang adalah 20 (duapuluh) orang. 3. Karakteristik Sasaran peserta diklat adalah pemuda putus sekolah maupun alumni yang belum mendapatkan lapangan kerja, berdomisili di wilayah magersari dengan umur berkisar 18 s/d 30 tahun, berbadan sehat, ada minat dan berdedikasi, tidak pernah terlibat dengan narkoba serta yang semacamnya. 4. Teknik Rekruitmen. Peserta diharapkan menyerahkan persyaratan : a. Foto copy KTP yang berlaku b. Foto copy Ijasah terakhir c. Foto copy Kartu Keluarga d. Pas Photo 3 x 4 warna 2 lembar e. Daftar Riwayat Hidup f. Sertifikat/ Piagam bagi yang memiliki

4

B. Materi Pelatihan Kecakapan Hidup. a. Menyajikan hasil rancang gambar perabot kayu dan kerajinan (handy craft) dalam bentuk gambar kerja dan tabel bahan. b. Menggambar dalam rangka memberi motifasi kreatifitas rancang model perabot atau kerajinan (handy craft) sesuai minat pribadi pada kertas gambar A3. c. Melaksanakan praktek wood making peaces dalam menyikapi limbah industri menjadi barang berharga.. d. Melaksanakan pembuatan perabot tempat tidur, sketsel, dan kerajinan kayu (handy craft) sampai dengan finishing politur dan melamine semprot. C. Nara Sumber. 1. Drs. Joni Guamianto, memiliki sertifikat Uji Kompetensi. Pembimbing Siswa, yang mengikuti Lomba Promosi Ketrampilan Siswa (PKS). Prestasi terwujud jelas dibuktikan dengan seringkali siswa SMK Negeri 1 Rembang menjuarai lomba promosi ketrampilan siswa tingkat Propinsi maupun tingkat Nasional. 2. Nandari, SSn, bersertifikat magang di Industri dan hasil karya yang dicapai adalah dalam wujud Perahu Naga yang hasilnya terpampang di depan Pendopo Kab.Rembang 2. Drs. Suwarno, memiliki sertifikat assesor. Sebagai penguji kompetensi siswa SMK dan hasil karyanya banyak diminati masyarakat Sekolah. 4. Tulus Widodo, SPd. Memiliki sertifikat uji kompetensi. Sebagai sparing partner Drs. Suwarno dalam menerima pekerjaan finishing, diakui sebagai penguji kompetensi siswa SMK. Hasil karyanya juga banyak diminati masyarakat Sekolah. D. Strategi Pembelajaran dan Prosentase Pembelajaran. Strategi pembelajaran dengan menggunakan Hand Out dan Job Sheet sebagaimana pendidikan formal yang ada di SMK 1 Rembang, sehingga waktu dan strategi pembelajaran teori dan praktek dapat dipadatkan/ dioptimalkan dengan perbandingan 30% - Pembelajaran Teori dan 70 % Pembelajaran Praktek. Kemudian dilanjutkan magang 1 bulan pada DUDI. Selain itu diberikan pendampingan kepada peserta didik berupa Mesin Bubut dan Mesin Jig Saw untuk 5

mengembangkan materi Wood making peaces serta dibuka forum sharing satu minggu sekali untuk memecahkan masalah.

6

BAB III PROGRAM AKSIA. Lokasi Penyelenggaraan. Penyelenggaraan di SMK Negeri 1 Rembang, dengan perencanaan ruang yang akan digunakan diantaranya : 1. Ruang Tamu Kepala SMK 1 Rembang, sebagai tempat pertemuan antar pimpinan tamu eksternal. 2. Kantor Bursa Kerja (BK) SMK 1 Rembang, sebagai ruang pendaftaran dan seleksi peserta diklat PKH 08. 3. Ruang Instruktur Bengkel Kerja Bangunan, sebagai perencanaan, rapat dan meeting proses pelaksanaan PKH 08. 4. Bengkel Kerja Kayu SMK 1 Rembang, sebagai tempat pelaksanaan praktek peseserta diklat PKH 08. 5. Ruang Teori Bengkel Kerja Kayu Lantai I, sebagai tempat meeting pseserta diklat (bila diperlukan). 6. Studio Gambar Bangunan, sebagai tempat diklat rancang gambar peserta (bila diperlukan). B. Tahapan Pelaksanaan Tahap 1 Minggu Ke 1 - 2No

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Uraian Perencanaan Proses Teori Proses Praktek Jadual pelatihan Tahapan Evaluasi Uji teori / praktik Uji Kompetensi Pelaporan

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

Tahap 2 7

Minggu Ke 3 - 4No

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Uraian Perencanaan Proses Teori Proses Praktek Jadual pelatihan Tahapan Evaluasi Uji teori / praktik Uji Kompetensi Pelaporan

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

Tahap 3 Minggu Ke 5 - 6No

1. 2. 3. 4. 5 6.

Uraian Magang di dudi Comp. Laporan Arsip Data Jadual pelatihan Uji Kompetensi Pelaporan

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

Tahap 4 Minggu Ke 7 - 8 Uraian No 1. Magang di dudi 2. Comp. Laporan 3. Arsip Data 4. 5. 6 Jadual pelatihan Uji Kompetensi Pelaporan 1. Perencanaan.15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28

8

Perencanaan awal dimulai dari pertemuan rapat 21 April 2008 dan menghasilkan terbentuknya Struktur Organisasi Panitia Diklat PKH 08 Adapun Susunan Kepanitian tersebut direncanakan sbb : 2. Kurikulum dan Proses Pembelajaran Teori. Dasar pembelajaran menggunakan system Competensi Basic Training Dengan pemikiran bahwa penguasaan kompetensi didapat dari pembelajaran pengetahuan, ketrampilan dan sikap. Kurikulum mengggunakan silabus muatan lokal SMK Negeri 1 Rembang Tentang Teknik Pemanfaatan Limbah Industri dan Teknik Finishing Perabot (Silabus terlampir). 3. Proses Pembelajaran Praktek. Pembelajaran Praktek dilaksanakan di bengkel Kerja Kayu program keahlian Bangunan SMK N 1 Rembang lengkap/ memadai. 4. Jadual pembelajaran/ Pelatihan. Rangkaian kegiatan dirumuskan dalam susunan acara sbb : Hari Waktu Kegiatan Tempat karena disamping ruangan cukup luas, peralatan untuk mengadakan Pendidikan Kecakapan Hidup di SMK adalah

Produk Tempat Tidur Semi Bubut dan Tempat Tidur Ganda/ Sorong

Senin, 07.30 08.30 14/7/08 08.30 10.00

Pembukaan Penjelasan latar belakang, tujuan, dan materi pelatihan. 10.00 12.00 Belajar teknik membaca gambar benda yg akan diproduksi 12.00 12.30 Istirahat 12.30 13.30 Belajar membaca gambar tam pak & gambar potongan benda yang akan diproduksi. Selasa 07.30 12.00 Belajar menghitung volume 15/7/08 bahan yang diperlukan 12.00 12.30 Istirahat 12.30 13.30 Membuat tabel kebutuhan Bahan (cutting list). Rabu 07.30 12.00 Memilih bahan dan memotong 16/7/08 .sesuai kebutuhan dalam 1 unit 12.00 12.30 Istirahat 12.30 13.30 Mengetam semua bahan yang 9

R19/R Pertemuan R19/R Pertemuan Studio Gambar

Studio Gambar

Studio Gambar

Studio Gambar Studio Gambar

Studio Gambar

Kamis 17/7/08

Jumat 18/7/08 Sabtu 19/7/08

Senin 21/7/08

Selasa 22/7/08

akan dikerjakan. 07.30 12.00 Melukis sambungan papan yg akan dikerjakan & menger jakan konstruksi samb. papan 12.00 12.30 Istirahat 12.30 13.30 Mengetam semua bahan yang akan dikerjakan. 07.30 11.00 Melukis sambungan papan yg akan dikerjakan & menger jakan konstruksi samb. papan 07.30 12.00 Melukis konst. rangka perabot 12.00 12.30 Istirahat 12.30 13.30 Mengerjakan konstruksi bautbaut knock down, percobaan perakitan dan control kesikuan. 07.30 12.00 pengeleman & pengekleman 12.00 12.30 Istirahat 12.30 13.30 Panglus semua rangka perabot pengamplasan & perapihan. 07.30 12.00 Panglus semua rangka perabot 12.00 12.30 12.30 13.30 Panglus semua rangka perabot ,pengamplasan & perapihan.Pembuatan Handy Craft Jigsaw & Finishing

Bkl Kerja Kayu

Bkl Kerja Kayu Bkl Kerja Kayu

Bkl Kerja Kayu Bkl Kerja Kayu

Bkl Kerja Kayu Bkl Kerja Kayu Bkl Kerja Kayu Istirahat Bkl Kerja Kayu Bkl Kerja Kayu Bkl Kerja Kayu

Rabu 07.30 11.00 23/7/08 12.00 12.30 12.30 13.30 Kamis 07.30 12.00 24/7/08 12.00 12.30 12.30 13.30

Jumat 07.30 11.00 25/7/08 Sabtu 07.30 12.00 26/7/08 12.00 12.30

Memilih bahan dan memotong sesuai kebutuhan dalam 1 unit Istirahat Mengetam semua bahan yang akan dikerjakan Melukis sambungan papan Istirahat Melukis sambungan papan yg akan dikerjakan & menger jakan konstruksi samb. papan Melukis konst. rangka perabot

Bkl Kerja Kayu

Bkl Kerja Kayu

Bkl Kerja Kayu

Mengerjakan konstruksi rangka Bkl Kerja Kayu perabot & control kesikuan. Istirahat 10

12.30 13.30 Senin 07.30 12.00 28/7/08 Selasa 07.30 12.00 29/7/08 12.00 12.30 12.30 13.30 Rabu 07.30 11.00 30/7/08 12.00 12.30 12.30 13.30 Kamis 07.30 12.00 31/7/08 12.00 12.30 12.30 13.30 Jumat 07.30 11.00 01/8/08 Sabtu 07.30 12.00 02/8/08 12.30 13.30 12.30 13.30 Senin 07.30 12.00 03/8/08 12.00 13.00 13.00 15.00 Selasa 07.30 12.00 04/8/08 12.00 12.30 12.30 13.30 Rabu 07.30 11.00 05/8/08 12.00 12.30 12.30 13.30 Kamis 07.00 12.00 06/8/08 12.00 12.30 12.30 13.30 Jumat 17.30 11.00 07/8/08 Sabtu 07.30 12.00 08/08/08 12.00 12.30 12.30 13.30 5. Tahapan Evaluasi.

Melukis konst. rangka perabot Panglus semua rangka perabot Pengamplasan & perapihan. Pengamplasan kasar no. 120 Istirahat Pengamplasan kasar no. 120 Menggergaji jig handy craft Istirahat Penyetelan dan perakitan perakitan pengeleman Istirahat Membubut handy craft Membubut handy craft Membubut bentuk pesanan Istirahat Membubut bentuk pesanan Pengamplasan benda kerja Dengan amplas no 240 Istirahat Pengamplasan halus no. 240 Pengamplasan sedang no 240 Istirahat Menutup pori dg wood filler Pengamplasan sedang no 240 Istirahat Penyemprotan seanding sealer pengamplasan halus no 400 Istirahat Penyemprotan melamine Lack Pengamplasan halus no 400

Bkl Kerja Kayu Bkl Kerja Kayu Bkl Kerja Kayu Bkl Kerja Kayu Bkl Kerja Kayu Bkl Kerja Kayu Bkl Kerja Kayu Bkl Kerja Kayu Bkl Kerja Kayu Bkl Kerja Kayu Bkl Kerja Kayu Bkl Kerja Kayu Bkl Kerja Kayu

Bkl Kerja Kayu Bkl Finishing Bkl Finishing Bkl Finishing Bkl Finishing Bkl Finishing Bkl Finishing Bkl Finishing

Penyemprotan melamine Lack Bkl Finishing (penebalan/ perataan) Istirahat Bkl Finishing Penyemprotan melamine Lack Bkl Finishing

Evaluasi/ penilaian melalui 4 tahap yakni : 11

a. Proses Kerja b. Hasil c. Keselamatan Kerja d. Laporan Kerja

30% 50% 10% 10%

6. Uji penguasaan teori dan praktek. Uji teori dan praktek berupa lembar penilaian tersendiri dengan aspek yang diamati : a. Kognitif b. Proses/ prosedur c. Produk. 7. Uji Kompetensi Bagi peserta yang mengikuti PKH akan mendapatkan kesempatan melakukan Uji Kompetensi di bidang ketrampilan dengan keberadaan Tempat Uji Kompetensi ditempat DUDI dimana peserta didik itu magang.sehingga petugas/ team yang akan melaksanakan pengujiannya. akan mempermudah oleh peserta uji. 8. Sertifikasi Peserta pelatihan Program Kecakapan Hidup yang telah menyelesaikan pelatihan sampai tuntas, maka kepadanya akan mendapatkan sertifikat dari SMK 1 Rembang sendiri dengan alasan sudah memiliki Asesor Finishing atas nama Drs. Suwarno (sertifikat terlampir). Penguji kompetensi juga sudah memiliki Sumber daya yang bersertifikat uji kompetensi atas nama Drs. Joni Guamianto dan Tulus Widodo, S. Pd (Sertifikat terlampir). Begitu juga kompetensi perabot atas nama Nandari, S. Sn dan Drs. Joni Guamianto. (Sertifikat terlampir). Oleh karena itu pelaksanaan kompetensi teknik pemanfaatan limbah industri dengan kode kompetensi TPF.MLK.001 s/d 004 dan Teknik Finishing Perabot dengan Kode Kompetensi TPF.PLK012 dapat dilaksanakan sendiri dari mulai pelaksanaan kompetensi, uji kompetensi sampai dengan sertifikasi.

Pelaksanaan ujian akan dilaksanakan per unit kompetensi yang telah dikuasai

12

BAB IV RENCANA TINDAK LANJUT A. PENEMPATAN. 1. Penempatan tenaga kerja adalah bagi yang lulus dan benar-benar kompeten dalam bidang teknik perkayuan sebagaimana pengamatan dan penilaian oleh DUDI. Namun bila ketrampilan tidak memenuhi standar kompetensi, DUDI bersedia merekruit menjadi tenaga kerja tidak tetap (tenaga kerja borong) yakni apabila pekerjaan tidak teratasi oleh karyawan tetap. Kepada karyawan tidak tetap, diberikan kesempatan kepadanya untuk mengolah limbah kayu yang melimpah untuk dijadikan barang berharga. Tentu saja tetap merupakan kesempatan berharga bagi seorang tuna karya karena dapat menerapkan hasil PKH 08 dari jenis pendidikan Wood Making Peaces dengan memanfaatkan limbah menuju barang yang berharga sebagai tabungan modal jika memang mampu berkarya dan berkreasi. 2. Pendampingan dalam hal ini adalah bekal peralatan Mesin Tetap dari jenis mesin pengolah limbah menjadi barang yang berharga kepada setiap satu rombongan peserta diklat sebagai milik infentaris bersama peserta diklat (tiap rombel). Ada 2 rombel yang masing-masing akan kami bekali : a. Mesin Bubut beserta seperangkat pahat bubut. b. Mesin Jigsaw berlengan beserta gergaji jig. c. Peralatan Tangan lain yang diperlukan (menyesuaikan kondisi keadaan harga barang yang tidak stabil) Adapun barang tersebut untuk satu rombel sudah mencapai Rp 4.000.000,-. Dengan hal demikian, maka modal usaha tidak diperlukan bagi lulusan peserta diklat jika ingin berproduk karena dengan bekal mesin dan limbah industri harus dapat kreatif dan tumbuh mengupayakan kebutuhan hidup walau dari sedikit demi sedikit.

13

B. PEMBINAAN LULUSAN. Pembinaan digolongkan menjadi 2 macam : 1. Pembinaan rutin, diberlakukan wajib lapor tiap minggu atas perkembangan usahanya & kendalanya, sebaliknya pengamatan/catatan rutin kepada lulusan perlu diadakan untuk mengetahui keadaan langsung yang benar-benar nyata/ kelapangn. 2. Pembinaan ulang, jika peserta diklat merasa kurang percaya diri dalam ketrampilannya yang dimiliki dan ingin memperdalam lagi maka kami selaku Instruktur tidak keberatan dalam bidang keilmuannya.

14

BAB V INOVASI YANG DIUNGGULKAN Dapat menunjukkan kemampuan nalar adalah yang diharapkan muncul dari peserta diklat atau dalam arti kata kreatif. Karena dalam keadaan iklim dunia usaha dan dunia industri yang tidak menentu dan sulit dibaca akan kestabilan kejayannya maka kreatifitas dan selalu dapat berinovasi adalah tuntutan jaman. Apalagi dunia meubel adalah selalu ada tuntutan kreasi baru dan yang tidak membosankan. Pada tingkatan yang tinggi, orang yang kreatif dapat menolong dirinya sendiri dari sempitnya lapangan pekerjaan yakni dengan kemampuannya menunjukkan nalar dari kreatifitas. Maka pada pendidikan kecakapan hidup disini pada materi wood making peaces kami unggulkan walau punya kesan dari bahan yang paling minimalis, namun dari pembelajaran itu kami berharap awal dari kemauan berpikir untuk selalu berinovasi pada hal-hal yang selalu baru sebagaimana job yang kami sajikan pada gambar terlampir.

15

BAB VI INDIKATOR HASIL Kompetensi yang diadakan terdiri dari 3 macam kompetensi, yakni : A. Pertukangan B. Handy craft. C. Finishing Perabot. Indikator keberhasilan yang terbaik tentu saja apabila semua kompetensi dapat dicapai dengan hasil yang memuaskan. Namun kami simpulkan indikator peserta berhasil apabila menguasai 2 ketrampilan yakni handy craft terhadap salah satu perabot. diantara kompetensi pertukangan atau dengan kompetensi ahli finishing

Adapun maksud tersebut dengan alasan apabila ahli pertukangan yang dilengkapi sifat kreatif atau ahli finishing yang ditambah punya dasar kreatif akan lebih bersifat istimewa dalam menghadapi pekerjaannya. Sedangkan penentuan keberhasilan tentu saja bukan dari hasil akhir saja namun atas dasar proses pengerjaan dan pengamatan. Pengamatan tersebut tentu saja sebagaimana prosedur penilain yang telah dibahas dalam bab depan/ uji penguasaan teori dan praktek, serta uji kompetensi di industri akhir melaksanakan program magang.

16

BAB VII RENCANA ANGGARAN

17

BAB VIII PENUTUP Pendidikan Kecakapan Hidup adalah merupakan suatu upaya yang terpuji apalagi pelaksanaannya pada masa yang memang sedang terjadi keterpurukan dalam banyak hal. Kemauan kami melaksanakan yang pertama adalah atas dasar panggilan sebagai makhluk sosial yang senantiasa saling tolong menolong dan saling membutuhkan. Tidak dapat menganggap mudah pelaksanaannya walaupun sarana peralatan kami mendukung dan instruktur yang memadai karena mungkin harga bahan yang terkadang bisa berubah diluar perencanaan. Begitu juga dari faktor peserta diklat yang mungkin tidak memiliki skill yang mendasar pada bidang yang diadakan ini dan faktor penghambat yang lain. Namun semua yang terlaksana walau sudah melalui proses pembelajaran dan pangamatan yang cermat, keberhasilan tidak bisa divonis saat itu juga (dari hasil penilaian) karena terkadang ketrampilan membutuhkan waktu dan pengalaman. Kami berharap pihak Satker BP-PNFI senantiasa mengevaluasi pihak-pihak yang melaksanakan dan menyampaikan kembali kepada kami sebagai bahan perbaikan dimasa yang akan datang.

18