Proposal Met Lit

download Proposal Met Lit

of 24

  • date post

    08-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    95
  • download

    7

Embed Size (px)

Transcript of Proposal Met Lit

BAB I PENDAHULUAN1.1 LATAR BELAKANG Seiring dengan perkembangan zaman dan semakin mudahnya informasi

dREPUBLIKA.CO.ID, BOGOR - Ketua Umum Perhimpunan Orangtua Penderita Thalasemia Indonesia (POPTI) cabang Bogor dr Djoko Setionegoro menyebutkan, tren peningkatan penyakit thalasemia dikalangan masyarakat terus meningkat setiap tahunnya.

"Peningatakan tiap tahunya mencapai 5 hingga 10 persen di Indonesia, sedangkan di Jawa Barat, setiap 3.000 kelahiran bayi, kemungkinan 300 bayi diantaranya menderita penyakit thalasemia tersebut," kata dr Djoko Setionegoro, di Bogor, Senin.

1. PENGETAHUAN KURANG

MASYARAKAT

TENTANG

THALASEMIA

MASIH

2. MENINGKATNYA KASUS THALASEMIA 5s/d 10 % PERTAHUN 3. THALASEMIA MERUPAKAN SALAH SATU PENYAKIT YANG BISA DICEGAH TETAPI TIDAK BISA DIOBATI 4. RENDAHNYA YANG BENAR 5. BANYAKNYA ANAK PENDERITA THALASEMIA YANG PUTUS SEKOLAH SEKITAR 50 % HARAPAN HIDUP PENDERITA TANPA PENANGANAN

KIMIA BAHAN ALAM

1

1.2 RUMUSAN MASALAH 1. Apa itu tanaman rosella ? 2. Bagaimana ciri ciri tanaman rosella ? 3. Apa saja kandungan dari rosella ? 4. Apa saja khasiat rosella secara empiris ? 5. Apa saja khasiat rosella secara ilmiah? 6. Bagaimana cara pengolahan rosella ? 7. Apa itu flavaonoid ? 8. Bagaimana cara mengenali flavonoid dalam suatu bahan? 9. Bagaimana cara mengisolasi flavonoid dari rosella ?

1.3 TUJUAN 1. Menjelaskan secara terperinci klasifikasi tanaman rosella. 2. Menjelaskan morfologi tanaman rosella. 3. Menjelaskan apa saja senyawa senyawa yang terkandung dalam rosella. 4. Menjelaskan penggunaan rosella secara empiris. 5. Menjelaskan rosella secara ilmiah. 6. Menjelaskan cara pengolahan rosella untuk bisa digunakan. 7. Menjelaskan tentang apa itu flavonoid. 8. Menjelaskan cara mengidentifikasi senyawa flavonoid. 9. Menjelaskan cara untuk mengisolasi flavonoid dari rosella.

KIMIA BAHAN ALAM

2

BAB II ISI2.1 TANAMAN ROSELLA 2.1.1 KLASIFIKASI TANAMAN Berdasarkan taksonomi tumbuhan rosella adalah sebagai berikut : Kingdom Subkingdom Super Divisi Divisi Kelas Sub Kelas Ordo Famili Genus Spesies Kerabat Dekat : : : : : : : : : : : Plantae Tracheobionta Spermatophyta Magnoliophyta Magnoliopsida Dilleniidae Malvales Malvaceae Hibiscus Hibiscus sabdariffa L. ( suku kapas-kapasan ) (Tumbuhan) ( Tumbuhan berpembuluh ) ( Menghasilkan biji ) ( Tumbuhan berbunga ) ( berkeping dua / dikotil )

Waru Gunung, Mrambos Merah, Kembang Sepatu, Wora-wari Gantung, Waru Gombong, Bunga Sepatu Mawar, Waru Lengis, Waru Landak, Hibiscus, Yute Jawa ( www.plantamor.com/index ) 2.1.2 NAMA DAERAH Indonesia Sunda Jawa TengahKIMIA BAHAN ALAM

: : :

Rosella, Perambos, gamet walanda , Merambas hijau3

Padang Muara Enim 2.1.3 NAMA ASING Inggris Cina India Barat Perancis Spanyol Afrika Utara Senegal Malaysia

: :

Asam jarot Asam rejang

: : : : : : : :

Roselle, red sorrel luo shen kui, luo shen hua Jamaican sorel Oseille rouge Quimbombo chino Karkade Bisap Asam susur ( Mardiah Sawarni Reki Arifah -2009 )

2.1.4 MORFOLOGI TANAMAN Merupakan tumbuhan semak, tegak, tinggi bisa mencapai 0.5 m 3 m. Memiliki akar tunggang, putih. Dengan bagian batang berbentuk bulat, tegak, dengan percabangan simpodial, berkayu, berwarna merah.

KIMIA BAHAN ALAM

4

Daun tunggal,berbentuk bulat telur dengan pertulangan menjari, ujung daun tumpul, tepi beringgit, pangkal berlekuk, memiliki panjang 6-15cm, lebar 5-8 cm, tangkai panjang 4 - 7 cm, penampang bulat, berwarna hijau.

Bunga tunggal, di ketiak daun, kelopak terdiri dari delapan sampai sebelas daun kelopak, berbulu, panjang 1 cm. pangkal berlekatan, berwarna merah. Mahkota bunga berbentuk corong, terdiri dari lima daun mahkota, dengan panjang 3-5 cm. Tangkai benang sari panjang 5 mm, putik berbentuk tabung, berwarna kuning, merah.

KIMIA BAHAN ALAM

5

Buah berbentuk kotak kerucut, berambut, dan terbagi menjadi lima ruang, merah. Dengan biji berbentuk ginjal, berbulu, panjang 5 mm, lebar 4mm, masih muda berwarna putih, setelah tua menjadi abu-abu.

( K heyne , 1987 )

KIMIA BAHAN ALAM

6

2.1.5 KANDUNGAN ROSELLA Banyak sekali pendapat tentang kandungan Rosella tersebut diantaranya : Kandungan flavonoid Kandungan asam lemak Asam formiat Asam Acetat Asam propionate Asam butirat Asam kaproat Asam pelargoat Asam palmitat Asam Oleat Asam stearat Kandungan lainnya Methyl alkohol Ethyl alkohol Isopropyl alkohol Isopentyl alkohol 2 Terpinyl acetat 2 Sitosteryl benzoate ( CH3OH ) ( CH3CH2OH ) ( (CH3)2CHOH ) ( (CH3)2CHCH2CH2OH ) ( C10H18O ) ( C6H5COOC29H49 ) ( Hong, Yuh, Ming 1982 )KIMIA BAHAN ALAM 7

anthocyanin, delphinidin

( HCOOH ) ( CH3COOH ) ( CH3CH2COOH ) ( CH3(CH2)2COOH ) ( CH3(CH2)2)6COOH ) ( CH3(CH2)7COOH ( CH3(CH2)14COOH ) ( CH3(CH2)7 CH CH (CH2)7 ) ( CH3(CH2)16COOH )

Litelatur lain menyebutkan : Antosianin yang berada dalam bentuk glukosida yang terdiri dari cyanidin 3sambubioside, delphinidin -3-glucose, delphinidin-3-sambubioside. Flavonols yang terdiri dari gossypetin, hibiscetine, quercetia Zat gizi lain diantaranya kalsium, niasin, riboflavin, besi yang cukup tinggi Protein, serat kasar, sodium, vitamin c, dan vitamin A, Komponen asam yang dominan, yaitu asam sitrat , asam malat. Asam lemak dominan yaitu asam palmitat , asam oleat dan asam linolenat. Sterol yang paling utamanya yaitu b- sitosterol ( Mardiah Sawarni Reki Arifah, 2009 ) 2.1.6 Khasiat Tradisional Rosella Secara empiris rosela berkhasiat diantaranya sebagai : Rosela berkhasiat sebagai bahan antiseptic, penambah syahwat, astringent. Tanaman ini juga banyak digunakan dalam pengobatan tradisional seperti batuk, lesu, demam, gusi berdarah dan mencegah penyakit hati. Khasiat lain dari rosela adalah dapat mengurangi kepekatan/kekentalan darah, membantu proses pencernaan, mencegah peradangan pada saluran kencing dan ginjal, penyaringan racun pada tubuh, mencegah kekurangan vitamin C, melancarkan peredaran darah, melancarkan buang air besar, menurunkan kadar penyerapan alcohol dan penahan kekejangan. Bunga rosella banyak digunakan untuk pembuatan jus, saos, sirup dan juga sebagai bahan pewarna pada makanan.

KIMIA BAHAN ALAM

8

Ekstrak dari kuncup bunganya ternyata mampu berfungsi sebagai antipasmodik (Penahan kekejangan), anthelmintik dan anti bakteri.

Daun rosela bias digunakan untuk merawat luka, penyakit kulit dari gigitan serangga. Biji rosela digunakan untuk mengobati penyakit kulit, kekurangan darah dan lesu.

( Maryani, 2005 )

2.1.7

KAJIAN ILMIAH ROSELLA Respon masyarakat umum sangat bagus sekali terhadap tanaman rosella ini,

sehingga banyak sekali peneliti baik individu maupun lembaga yang melakukan penelitian, diantaranya: NO PENGGUNAAN TRADISIONAL 1 ANTIKANKER De-Xing Hou peneliti dari Faculty of Agriculture, Kagoshima University Jepang , menemukan senyawa antosianin delphinidin 3-sambubioside dan cyanidin 3yang bekerja menghambat terjadinya PEMBUKTIAN ILMIAH

sambubioside

kehilangan membran mitokondria dan pelepasan sitokrom dari mitokondria ke sitosol sehingga ampuh mengatasi kanker darah atau leukemia. ( Mardiah Sawarni Reki Arifah, 2009 ) untuk

John Mclntosh, peneliti dari Massey University Selandia Baru, mengekstrak rosela dengan mengeringkan kelopak

KIMIA BAHAN ALAM

9

bunganya dan terbukti mengandung 24% antioksidan dan 51% antosianin. Dengan adanya antioksidan, sel-sel radikal bebas yang merusak inti sel dapat dihilangkan sehingga memiliki efek anti kanker. 1l dari sinar ultraviolet berlebih yang diserap tubuh.

(http://creasoft.wordpress.com/2008/05/04/rosella) 2 ANTIHIPERTENSI Abdul Al-Aziz Sharafdari Institute of African and Asian Studies (1962), A.H. Tarkhani dan M Haji Faraji dari Shaheed Beheshti University of Medical Scines and Health service , Teheran Iran. Maureen Willian ND seorang dokter naturopati dari Bastyr University di Seatle Amerika Serikat. Mereka semua mengemukakan sifat hipotensif ( antihipertensi ) dari rosella . Kemudian Onyenekwe ( 1999) dan Herera (2004) Meneliti LD50 dari ekstrak kelopak rosella hasilnya kandungan 9,6 mg total antosianin memiliki kemampuan menurunkan tekanan darah sama dengan 50 mg/hari captopril. ( Mardiah Sawarni Reki Arifah, 2009 )

KIMIA BAHAN ALAM

10

3

ANTIDIABETES

Adegunlove et al (1996) menemukan rosela dapat memberikan pengaruh terhadap kadar serum kreatinin , kolesterol dan glukosa, sehingga memiliki kemampuan sebagai antidiabetes. Mardiah et al (2207) melakukan percobaan penurunan kadar glukosa darah tikus pengidap diabetes dan

membuktikan bahwa rosella dapat memperbiki sen b- pada pulau langerhans sel pankreas sehingga dapat memproduksi insulin dengan baik. ( Mardiah Sawarni Reki Arifah, 2009 ) 4 ANTIKOLESTEROL Sayago-Ayerdi SG dari Department of Nutrition,

Universidad Complutense de Madrid, Spanyol melakukan penelitian kolesterol pe nurunan kadar trigliserida dan LDLdalam darah. Menurut Sayago rosela

mengandung 33,9% serat larut yang membantu meluruhkan lemak. Kendati demikian,kadar keasaman (pH) seduhan rosela mencapai 3,14 sehingga perlu diwaspadai reaksi lambung untuk pengidap maag, karena kemungkinan memiliki efek merugikan ( Anonim, 2010 )

KIMIA BAHAN ALAM

11

5

MENURUNKAN BERAT BADAN

Francisco J-Alarcon Aguilar dari Universitas Autanoma Metropolitana Iztapalapa, Meksiko Melakukan percobaan terhadap tikus gemuk dengan bobot 45 gram, diberikan 120 mg ekstrak rosela yang mengandung 33,64 mg total antosianin dan diberikan selama 60 hari dan hasilnya bobot tikus menjadi normal . Dengan efek lain penurunan tg dan kolesterol serta meningkatnya cairan ion. ( Mardiah Sawarni Reki Arifah, 2009 )

KIMIA BAHAN ALAM

12