Proposal Icha

download Proposal Icha

If you can't read please download the document

  • date post

    24-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    35
  • download

    2

Embed Size (px)

description

PROPOSAL PENELITIAN

Transcript of Proposal Icha

BAB I44PROPOSAL PENELITIANPENGGUNAAN STRATEGI PEMBELAJARAN TIPE AKTIF CARD SORT TERHADAP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP N 2 CANDUNGOLEH :ANNISA YELSY UTAMI2411.015DOSEN PEMBIMBING:M. IMAMUDDIN, MpdPROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKAJURUSAN TARBIYAHSEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)SJECH M.DJAMIL DJAMBEK BUKITTINGGI2013 PENDAHULUANLatar BelakangPendidikan merupakan kebutuhan yang sangat esensial dan mesti dijalani oleh seseorang untuk dapat menjadi manusia yang sempurna, dimana ilmu pengetahuan dan teknologi mampu menunjang serta menduduki peranan penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik dalam segi intelektual, sosial, spiritual dan potensial.Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan semua pihak dapat memperoleh berbagai informasi, cepat dan mudah untuk didapatkan. Dengan demikian siswa harus memiliki kemampuan memperoleh, memilih dan mengelola informasi untuk bertahan pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti dan kompetitif. Kemampuan ini membutuhkan pemikiran kritis, sistematis, logis, kreatif dan kemauan bekerjasama yang efektif. Cara berfikir seperti ini dapat dikembangkan melalui belajar matematika, karena matematika memiliki struktur dan keterkaitan yang kuat dan jelas antar konsepnya sehingga memungkinkan siswa terampil berfikir rasional. Depdiknas, Kurikulum 2004. (Jakarta: Depdiknas.2003) Mengingat pentingnya peranan matematika tersebut, tidak berlebihan jika diharapkan siswa mempunyai pemahaman yang baik tentang matematika.Matematika memegang peranan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan, karena dengan bantuan matematika semua ilmu pengetahuan mengalami kemajuan pesat. Besarnya peranan matematika tersebut telah menjadikan matematika dipelajari secara luas mulai dari pendidian dasar sampai ke pendidikan tinggi.Mengingat betapa pentingnya peranan matematika, berbagai usaha telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan matematika. Usaha yang telah dilakukan pemerintah adalah malakukan perubahan kurikulum. Dari kurikulum 1994 menjadi Kurukulum Berbasis Kompetensi (KBK) pada tahun pelajaran 2004/2005. Kurikulum tersebut juga akhirnya di ubah menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada tahun pelajaran 2006/2007. Di samping usaha yang dilakukan pemerintah, guru sebagai pengajar juga mengubah pendekatan dan strategi mengajar. Walaupun berbagai usaha telah dilakukan pemerintah, namun hasil yang diperoleh belum maksimal. Hal ini dapat diketahui dari rendahnya hasil belajar matematika siswa. Sebagai contoh rendahnya hasil belajar matematika dapat dilihat dari persentse ulangan harian matematika yang diperoleh siswa kelas VIII SMP N 2 canduang Tahun Pelajaran 2013/2014.Tabel 1. Persentase ujian semester Matematika Siswa kelas VIII SMP N 2 canduang tahun ajaran 2012/2013Nilai SiswaPersentase Nilai siswaX1X2X3 6077%73%9%< 6023%27%81% Sumber : Guru Bidang Studi Matematika SMP N 2 candunagDengan demikian dapat dilihat persentase nilai ulangan harian siswa masih banyak di bawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yaitu 60. Jika nilai siswa masih di bawah KKM maka nilai siswa tersebut belum dikatakan tuntas. Dan jika hal ini dibiarkan berlanjut maka siswa akan lebih sulit untuk melanjutkan materi ke yang lebih tinggi, karena materi satu dengan yang lainnya saling terkait.Belum tuntasnya siswa belajar matematika dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Secara umum faktor tersebut dapat terbagi atas dua kelompok, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri siswa dan faktor yang berasal dari luar diri siswa. Salah satu faktor yang berasal dari luar diri siswa adalah faktor yang menyangkut pembelajaran matematika di sekolah, misalnya guru, materi pelajaran dan metode pembelajaran yang dilaksanakan guru.Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan siswa dan guru matematika VIII SMP N 2 canduang yang disimpulkan menyatakan bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit dan proses pembelajaran lebih terpusat pada guru. Guru dianggap sebagai gudang ilmu dan mendominasi kegiatan belajar, sedangkan siswa hanya mendengar, memperhatikan dan mencatat selama proses pembelajaran berlangsung. Apabila hal ini tidak ditanggulangi, dikhawatirkan akan berdampak serius terhadap hasil belajar mereka. Salah satu usaha yang dapat dilakukan guru dalam rangka meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika adalah strategi belajar aktif. Kegiatan belajar aktif, siswa akan mengupayakan sesuatu. Dia menginginkan jawaban atas sebuah pertanyaan, membutuhkan informasi untuk memecahkan masalah, atau mencari cara untuk mengerjakan tugas. Melvin Silberman, Active Learning 101 Cara Belajar Siswa Aktif, (Bandung: Nusa Media Nuansa. 2006) h.28 Jadi, pembelajaran tidak hanya melihat dan mendengar atraksi guru yang kemudian mencatat dan mengerjakan latihan. Siswa harus diberi kesempatan melakukan sesuatu dari informasi yang didapatkannya, agar pembelajaran menjadi lebih aktif dan bermanfaat. Untuk meningkatkan keaktifan seluruh siswa dibutuhkan suatu strategi yang dapat melibatkan siswa secara aktif dalam setiap proses pembelajaran. Strategi pembelajaran aktif merupakan suatu cara yang dapat mengajak siswa belajar secara aktif, karena:Dengan belajar aktif siswa diajak untuk turut serta dalam semua proses pembelajaran, tidak hanya mental akan tetapi juga melibatkan fisik. Dengan cara ini biasanya siswa akan merasakan suasana yang lebih menyenangkan sehingga hasil belajar dapat dimaksimalkan. Hisyam Zaini dkk, Strategi Pembelajaran Aktif. (Yogyakarta.2004). h.17 Ada beberapa tipe strategi belajar aktif, salah satunya adalah tipe Card Sort (pemilihan kartu). Strategi tipe Card Sort merupakan aktivitas colaborative yang dapat mengajak siswa untuk terlibat kedalam materi pelajaran. Strategi ini menumbuhkan kerjasama tim, berbagi pengetahuan dan belajar secara langsung, tetapi penekanannya lebih kepada suatu proses pembelajaran yang melibatkan proses komunikasi secara menyeluruh, serta membantu siswa menemukan sendiri arti belajar yang sesungguhnya secara aktif.Pada strategi belajar tipe card sort, guru memberikan kartu yang berisi informasi atau pernyataan yang sama, bagi siswa yang memperoleh kartu dengan informasi atau pernyataan yang sama, mereka mendiskusikan informasi atau pernyataan tersebut dan mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas. Dengan adanya proses ini maka guru dapat mengetahui apakah siswa telah atau belum menguasai meteri yang sudah disampaikan. Berdasarkan uraian di atas, penulis melakukan penelitian dengan judul: Penggunaan Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Card Sort Dalam Pembelajaran Matematika Siswa Kelas VIII SMP N 2 canduang Identifikasi MasalahBerdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan di atas, maka penulis mengidentifikasikan beberapa permasalahan pokok yaitu:Pembelajaran matematika terpusat pada guru dan cenderung satu arahHasil belajar matematika siswa masih rendah.Aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar matematika masih kurang.Kurangnya motivasi siswa dalam mengerjakan soal matematik Batasan MasalahAgar penulisan ini tidak keliru dan mengingat keterbatasan penulis dari segi ilmu, waktu, tenaga dan dana maka penulis perlu melakukan batasan masalah.Batasan masalahnya sebagai berikut:Hasil belajar matematika siswa rendah Siswa kurang aktif dalam pembelajaran Guru menerapkan strategi belajar aktif tipe card sort Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang yang dikemukakan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:Apakah strategi pembelajaran aktif tipe Cart Sord dapat meningkatakan aktivitas siswa?Apakah hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran aktif tipe Cart Sord lebih baik dari pada hasil belajar siswa yang diajar menggunkan pembelajaran konvensional pada siswa kelas VIII SMP N 2 canduang.AsumsiPenelitian ini dilaksanakan dengan berpegang pada beberapa asumsi yaitu:Guru mampu menerapkan strategi belajar aktif tipe Card Sort pada pembelajaran matematikaHasil tes yang diperoleh pada akhir penelitian mencerminkan kemampuan akademis matematikaPertanyaan PenelitianPertanyaan penelitian ini adalah: Apakah penggunaan strategi belajar Aktif Tipe Card Sort dapat mempengaruhi Hasil Belajar dan aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika ? Defenisi OperasionalAgar tidak terjadi kesalahpahaman dalam memahami variabel ini maka penulis mencoba menjelaskan istilah-istilah berikut: Strategi adalah cara atau kiat yang digunakan guru dalam pembelajaran sehingga tujuan yang diinginkan tercapai dengan baik. Belajar aktif adalah usaha dalam menjadikan siswa sebagai subjek dalam pembelajaran.Dapat disimpulkan bahwa Strategi Belajar Aktif adalah suatu kiat yang digunakan oleh guru atau guru menpraktekkan cara belajar dan membawa peserta didik turut serta didalamnya atau menjadikan siswa sebagai subjek pembelajaran agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.Card Sort adalah kegiatan kerajasama yang bisa digunakan untuk mengajarkan konsep, karakteristik klasifikasi dan menilai informasi. Kegiatan ini membantu menggairahkan siswa yang jenuh dalam belajar matematika.Menurut Melvin L Silberman, strategi card sort merupakan kegiatan kolaboratif yang biasa digunakan untuk mengerjakan konsep, penggolongan sifat, fakta tentang suatu objek, atau mengulangi informasi. Strategi ini juga menekankan terhadap gerakan fisik, yang diutamakan dapat membantu untuk memberi energi kepada suasana kelas yang mulai jenuh, karena aktifitas pembelajaran yang sangat padat.Card sort sebagai strategi, menciptakan kondisi pembelajaran yang bersifat kerjasama, saling menolong dan tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas yang diberikan lewat permainan kartu. Melvin L Silberman, Active Learning, (Yogyakarta: YAPPENDIS, 2002). Hasil belajar adalah perolehan pengetahuan atau hasil yang dicapai siswa setelah mengikuti proses belajar. Aktivitas adalah suatu kegiatan yang dilakukan siswa berdasarkan materi pelajaran pada saat pembelajaran.Tujuan PenelitianPenelitian ini bert