Proposal Edi

download Proposal Edi

of 46

  • date post

    29-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    217
  • download

    1

Embed Size (px)

description

Proposal untuk kelulusan PCR

Transcript of Proposal Edi

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangKemajuan zaman dan kebutuhan hidup saat ini menuntut manusia untuk dapat bekerja ekstra. Seringkali orang disibukkan oleh pekerjaan dan rutinitasnya, sehingga sulit untuk memantau kondisi rumah pada saat berada di luar rumah.Dengan teknologi pengontrolan rumah yang ada saaat ini, pemilik hanya dapat sekedar mengontrol peralatan rumah tangga tanpa bisa memantau kondisi rumah pada saat itu.Berdasarkan hasil survey online tentang kebutuhan akan sistem pemantauan dan pengontrolan peralatan rumah yang dilaksanakan dari tanggal 25 November 2010 sampai dengan tanggal 6 Desember 2010 di http://survey.gubukilmu.com diperoleh 77 suara. Sebanyak 46 suara mengatakan bahwa sistem pemantauan kondisi dan pengontrolan peralatan rumah sangat diperlukan, 29 suara mengatakan cukup diperlukan, 1 (satu) suara mengatakan kurang diperlukan, dan 1 (satu) suara mengatakan tidak diperlukan. Dari data yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa sistem tersebut dibutuhkan oleh masyarakat.Dengan dukungan teknologi informasi saat ini, maka dapat dibangun sebuah sistem pemantauan kondisi dan pengontrolan peralatan rumah berbasis internet protocol, di mana pemilik rumah akan dipermudah dalam memantau kondisi dan mengontrol peralatan rumah. Dengan demikian, pemilik rumah akan tenang meninggalkan rumahnya dan tenang dalam bekerja, karena kondisi rumah dapat dimonitor kapan saja dan di mana saja asalkan terhubung ke jaringan internet.Pemilik rumah dapat mengetahui berbagai informasi mengenai kondisi rumah melalui sistem ini. Seperti suhu di dalam rumah, kadar gas LPG (untuk memastikan apakah ada kebocoran LPG), dan keadaan lampu rumah yang di hubungkan ke sistem ini. Pemilik rumah juga bisa mengetahui apakah terjadi kebakaran atau tidak, melalui informasi yang diberikan oleh sistem ini. Informasi tentang kebakaran yang diberikan oleh sistem ini tentunya informasi yang telah diolah dengan mempertimbangkan beberapa aspek atau faktor penyebab kebakaran, seperti asap dan suhu di dalam rumah. 1.2 TujuanBeberapa tujuan dari pembuatan Sistem Pemantauan Kondisi dan Pengontrolan Peralatan Rumah Berbasis Internet Protocol dengan Web sebagai Antarmuka adalah sebagai berikut :1. Merancang dan membangun sistem komunikasi berbasis internet protocol yang diterapkan pada microcontroller.2. Membangun sebuah sistem pengontrolan dan pemantauan kondisi rumah yang bermanfaat bagi masyarakat umum.

II.PERUMUSAN MASALAH DAN RUANG LINGKUP2.1 Perumusan MasalahDalam pembuatan sistem ini, terdapat beberapa perumusan masalah yang menjadi perhatian khusus, diantaranya :1. Bagaimana membuat sebuah Embedded System yang mampu berkomunikasi melalui jaringan yang berbasis Internet Protocol.2. Bagaimana membuat sistem pemantauan dan pengontrolan rumah yang bisa di akses melalui web.3. Bagaimana membuat sebuah sistem pemantauan rumah yang bisa memberikan peringatan kebakaran berupa alarm, serta dapat mengirimkan pesan peringatan kebakaran melalui SMS dengan menggunakan modem GSM / ponsel.

2.2 Ruang LingkupProyek akhir ini diberikan batasan ruang lingkup dalam penulisannya, dikarenakan luasnya masalah yang ada dan terbatasnya waktu dan data dalam penyusunan. Berikut batasan ruang lingkup sistem yang akan dibuat :1. Sistem ini dapat memantau kadar gas LPG, suhu, dan kadar asap di dalam rumah.2. Sistem ini dapat mengontrol 3 buah lampu dan 1 pompa air.3. Sistem ini dapat memberikan peringatan kebakaran melalui SMS dan alarm kebakaran apabila mendeteksi suhu dan kadar asap di atas kondisi normal di dalam rumah.4. Sistem ini dibuat menggunakan pemograman web PHP, pemrograman desktop VB .Net, dan pemrograman microcontroller BASCOM-AVR. 5. Menggunakan MySQL sebagai database sistem.6. Menggunakan gammu sebagai aplikasi SMS yang merupakan fitur dari sistem ini.7. Menggunakan modul TCP/IP Wiznet Wiz110sr sebagai jembatan komunikasi antara komputer dengan microcontroller dalam jaringan berbasis Internet Protocol.8. Sensor yang digunakan adalah sensor gas LPG TGS 6812, sensor suhu SHT11, dan sensor gas AF-30.

III.MANFAATDengan dibuatnya sistem ini diharapkan dapat memberikan beberapa manfaat sebagai berikut :1. Memudahkan pemilik rumah dalam memantau keadaan rumah meskipun sedang berada di luar rumah.2. Memberikan rasa tenang kepada pemilik rumah selama meninggalkan rumah karena rumah dapat dipantau.3. Memberikan informasi mengenai kebakaran sehingga pemilik rumah dapat mengambil tindakan dengan cepat.4. Mengurangi resiko kebakaran yang diakibatkan oleh kebocoran tabung gas LPG.

IV.TINJAUAN PUSTAKA4. Review Penelitian TerdahuluSistem pemantauan dan pengontrolan ini memiliki beberapa referensi, diantaranya yaitu referensi dari review penelitian terdahulu terhadap penelitian / tugas akhir (TA) sebelumnya. Review tersebut berguna untuk memberikan masukkan dan ide untuk TA yang akan dibuat. Tugas akhir yang menjadi bahan penelitian terdahulu adalah Pemanfaatan Layanan GPRS Untuk Sistem Pengontrolan Peralatan Gedung Melalui Aplikasi Web Mobile yang disusun oleh Andi, angkatan 2003 Teknik Telekomunkasi Politeknik Caltex Riau. Dalam tugas akhir tersebut memiliki perbedaan dengan tugas akhir yang akan dibuat. Adapun perbedaan-perbedaan tersebut dapat dilihat dari tabel 4.1 berikut.Tabel 4.1 Tabel Review Penelitian Terdahulu

4. Sistem Kontrol4.2.1Definisi Sistem KontrolSistem kontrol merupakan sekumpulan komponen yang bekerja sama di bawah pengarahan suatu kecerdasan sebuah piranti untuk melakukan suatu aksi tertentu. Pada umumnya, rangkaian elektronika menghasilkan kecerdasan, dan komponen-komponen elektromekanik, seperti sensor dan motor, yang bertindak sebagai interface (antarmuka) dengan dunia fisik. Contohnya saja mobil modern. Berbagai sensor yang terdapat pada mobil tersebut dapat memberikan informasi tentang kondisi mesin kepada komputer yang terpasang di mobil (on-board computer). Dengan adanya sistem tersebut, komputer dapat menghitung jumlah bahan bakar yang tepat untuk di-injeksikan ke dalam mesin dan menyesuaikan waktu pengapian (iginition timing). Bagian-bagian mekanik dari sistem termasuk mesin, transimisi, roda, dan berbagai komponen lainnya yang terdapat pada mobil modern tersebut. Untuk merancang, mendiagnosis, atau memperbaiki sistem yang canggih ini diperlukan suatu keahlian khusus di bidang pengontrollan (Sistem kontrol). (Arif, 2003, hal. 1).Suatu sistem kontrol pada awalnya dipahami sebagai proses yang dapat mengontrol suatu sistem baik dengan rangkaian elektronika analog, maupun dengan rangkaian yang memakai saklar (switch), relay, dan timer. Pengertian tersebut dipahami pada zaman yang masih belum terdapat teknologi canggih. Di zaman serba teknologi canggih ini, seiring dengan kemajuan mikroprosesor, pengimplementasian sistem kontrol terhadap dunia nyata semakin meluas. Dengan adanya mikroprosesor, sistem kontrol dapat dilakukan dengan cepat, tepat, dan canggih, serta terdapatnya fitur-fitur yang baru. Sistem kontrol dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :1. Sistem kontrol secara manual (Open Loop Controls)2. Sistem kontrol otomatis (Closed Loop Controls)

4.2.2Sistem Kontrol Manual (Open Loop Controls)Sistem kontrol secara manual (Open Loop Controls), proses pengaturannya dilakukan secara manual oleh operator dengan mengamati keluaran secara visual, kemudian dilakukan koreksi variabel-variabel kontrolnya untuk mempertahankan hasil keluarannya. Sistem kontrol itu sendiri bekerja secara open loop, artinya sistem kontrol tidak dapat melakukan koreksi variabel untuk mempertahankan hasil keluarannya. Perubahan ini dilakukan secara manual oleh operator setelah mengamati hasil keluarannya melalui alat ukur atau indikator.

Gambar 4.1 Diagram Blok Sistem Kontrol Open Loop

4.2.3Sistem Kontrol Otomatis (Closed Loop Controls)Sistem kontrol otomatis dapat melakukan koreksi variabel-variabel kontrolnya secara otomatis, karena pada sistem ini terdapat untai tertutup (Closed Loop) sebagai umpan balik (feedback) dari hasil keluaran menuju ke masukan setelah dikurangkan dengan nilai setpoinnya. Pengaturan secara untai tertutup ini, tidak memerlukan operator untuk melakukan koreksi variabel-variabel kontrolnya karena dilakukan secara otomatis dalam sistem kontrol itu sendiri. Dengan demikian, keluaran akan selalu dipertahankan berada pada kondisi stabil sesuai dengan setpoin yang ditentukan. Contoh dalam rumah tangga adalah kulkas, seterika automatik, pompa automatik, dan sebagainya.

Gambar 4.2 Diagram Blok Sistem Kontrol Closed Loop4.2.4Komponen Sistem KontrolKomponen-komponen dasar sistem pengontrollan adalah sebagai berikut :1. Proses2. Sensor, disebut juga elemen primer (primary element).3. Transduser4. Transmitter5. Kontroler (otak dari sistem kontrol)6. Elemen kontrol akhir7. Recorder

Komponen-komponen di atas melakukan tiga operasi dasar yang harus ada di setiap sistem kontrol. Adapun operasi-operasi tersebut adalah sebagai berikut :1. Measurement (M) atau pengukuran, yakni mengukur variabel yang dikontrol dengan mengkombinasikan sensor dan transmitter.2. Decision (D) atau keputusan, berdasarkan pada pengukuran, kontroler harus memutuskan apa yang harus dilakukan untuk menjaga variabel tersebut pada harga yang diinginkan.3. Action (A) atau aksi, sebagai hasil dari keputusan kontroller, biasanya dilakukan oleh elemen kontrol akhir.

4. PHP Hypertext Preprocessor (PHP)4.3.1Sejarah PHPPHP (akronim dari PHP: Hypertext Preprocessor) adalah bahasa pemrograman yang berfungsi untuk membuat website dinamis maupun aplikasi web. PHP ditulis (diciptakan) oleh Rasmus Lerdorf, seorang software engineer asal Greenland sekitar tahun 1995. Pada awalnya PHP digunakan Rasmus hanya sebagai pencatat jumlah pengunjung pada website pribadi beliau. Karena itu bahasa tersebut dinamakan Personal Home Page (PHP) Tools. Tetapi karena perkembangannya yang cukup disukai oleh komunitasnya, maka beliau pun merilis bahasa PHP tersebut ke publik dengan lisensi open-source. Saat ini, PHP