Promkes PHBS

Click here to load reader

  • date post

    30-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    317
  • download

    14

Embed Size (px)

description

berisikan tentang materi PHBS

Transcript of Promkes PHBS

1) Indikator PHBS di Institusi PendidikanIndikator PHBS di institusi pendidikan/sekolah meliputi (Depkes, 2008):1. Mencuci tangan dengan Air yang Mengalir dan Menggunakan Sabun Siswa dan guru mencuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir sebelum makan dan sesudah buang air besar. Perilaku cuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun mencegah penularan penyakit seperti diare, kolera, disentri, typus, cacingan, penyakit kulit, hepatitis A, ISPA, flu burung, dan lain sebagainya. WHO menyarankan cuci tangan dengan air mengalir dan sabun karena dapat meluruhkan semua kotoran dan lemak yang mengandung kuman. Cuci tangan ini dapat dilakukan pada saat sebelum makan, setelah beraktivitas diluar sekolah, bersalaman dengan orang lain, setelah bersin atau batuk, setelah menyentuh hewan, dan sehabis dari toilet. Usaha pencegahan dan penanggulangan ini disosialisasikan di lingkungan sekolah untuk melatih hidup sehat sejak usia dini. Anak sekolah menjadi sasaran yang sangat penting karena diharapkan dapat menyampaikan informasi kesehatan pada keluarga dan masyarakat.

2. Mengkonsumsi Jajanan Sehat di Kantin SekolahDi Sekolah siswa dan guru membeli atau konsumsi makanan/jajanan yang bersih dan tertutup di warung sekolah sehat. Makanan yang sehat mengandung karbohidrat, protein, lemak, mineral dan vitamin. Makanan yang seimbang akan menjamin tubuh menjadi sehat. Makanan yang ada di kantin sekolah harus makanan yang bersih, tidak mengandung bahan berbahaya, serta penggunaan air matang untuk kebutuhan minum.

3. Menggunakan Jamban yang Bersih dan SehatJamban yang digunakan oleh siswa dan guru adalah jamban yang memenuhi syarat kesehatan (leher angsa dengan septictank, cemplung tertutup) dan terjaga kebersihannya. Jamban yang sehat adalah yang tidak mencemari sumber air minum, tidak berbau kotoran, tidak dijamah oleh hewan, tidak mencemari tanah di sekitarnya, mudah dibersihkan dan aman digunakan.

4. Olahraga yang Teratur dan TerukurAktivitas fisik adalah salah satu wujud dari perilaku hidup sehat terkait dengan pemeliharaan dan peningkatan kesehatan. Kegiatan olah raga di sekolah bertujuan untuk memelihara kesehatan fisik dan mental anak agar tidak mudah sakit. Dalam rangka meningkatkan kesegaran jasmani, perlu dilakukan latihan fisik yang benar dan teratur agar tubuh tetap sehat dan segar. Dengan melakukan olahraga secara teratur akan dapat memberikan manfaat antara lain: meningkatkan kemampuan jantung dan paru, memperkuat sendi dan otot, mengurangi lemak atau mengurangi kelebihan berat badan, memperbaiki bentuk tubuh, mengurangi risiko terkena penyakit jantung koroner, serta memperlancar peredaran darah.

5. Memberantas Jentik NyamukKegiatan ini dilakukan dilakukan untuk memberantas penyakit yang disebabkan oleh penularan nyamuk seperti penyakit demam berdarah. Memberantas jentik nyamuk dilingkungan sekolah dilakukan dengan gerakan 3 M (menguras, menutup, dan mengubur) tempat-tempat penampungan air (bak mandi, drum, tempayan, ban bekas, tempat air minum, dan lain-lain) minimal seminggu sekali. Hasil yang didapat dari pemberantasan jentik nyamuk ini kemudian di sosialisasikan kepada seluruh warga sekolah.

6. Tidak Merokok di SekolahSiswa dan guru tidak ada yang merokok di lingkungan sekolah. Timbulnya kebiasaan merokok diawali dari melihat orang sekitarnya merokok. Di sekolah siswa dapat melakukan hal ini mencontoh dari teman, guru, maupun masyarakat sekitar sekolah. Banyak anak-anak menganggap bahwa dengan merokok akan menjadi lebih dewasa. Merokok di lingkungan sekolah sangat tidak dianjurkan karena rokok mengandung banyak zat berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan anak sekolah.

7. Menimbang Berat Badan dan Mengukur Tinggi BadanSiswa menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan. Kegiatan penimbangan berat badan di sekolah untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan anak serta status gizi anak sekolah. Hal ini dilakukan untuk deteksi dini gizi buruk maupun gizi lebih pada anak usia sekolah.

8. Membuang Sampah pada Tempatnya.Tindakan yang dapat dilakukan untuk menjaga agar lingkungan selalu terjaga dari sampah adalah sebagai berikut: 1) Guru memberi contoh pada siswa-siswi membuang sampah selalu pada tempatnya, 2) Guru wajib menegur dan menasehati siswa yang mebuang sampah di sembarang tempat, 3) Mencatat siswa-siswi yang membuang sampah di sembarang tempat pada buku/kartu pelanggaran, dan 4) Membuat tata tertib baru yang isinya tentang pemberian denda terhadap siswa-siswi yang membuang sampah di sembarang tempat.

2) Indikator PHBS di Tempat Umum1) Menggunakan air bersih.a) Alasan harus menggunakan air bersihAir yang kita pergunakan sehari-hari untuk minum, memasak, mandi, berkumur, membersihkan lantai, mencuci alat-alat dapur, mencuci pakaian dan sebagainya haruslah air bersih, agar kita tidak terkena penyakit atau terhindar dari sakit.b) Syarat-syarat air bersihAir bersih secara fisik dapat dibedakan melalui indera (dapat dilihat, dirasa, dicium dan diraba) antara lain : Air tidak boleh berwarna harus bening / jernih. Air tidak boleh keruh, harus bebas dari pasir, debu, lumpur, sampah, busa dan kotoran lainnya. Air tidak boleh berasa, harus bebas dari bahan kimia beracun, tidak berasa asin, tidak berasa asam, tidak payau, dan tidak pahit. Air tidak boleh berbau seperti bau amis, anyir, busuk atau bau belerang. Air tersebut segar, artinya suhu air tidak melebihi suhu udara luar.c) Manfaat menggunakan air bersih Terhindar dari gangguan penyakit seperti Diare, Kolera, Disentri, Thypus, kecacingan, penyakit mata, penyakit kulit atau keracunan. Terhindar dari gangguan teknis seperti pipa air tersumbat, pipa berkarat, bak air berlumut, lantai kamar mandi berkarat dan berlumut. Masyarakat pengunjung di tempat-tempat umum terpelihara kebersihan dirinya.d) Sumber air bersih Mata air Air sumur atau air sumur pompa. Air ledeng / perusahaan air minum. Air hujan Air dalam kemasan.e) Cara menjaga kebersihan sumber air bersih Jarak letak sumber air dengan jamban minimal 10 meter. Sumber mata air harus dilindungi dari bahan pencemar. Sumur gali, sumur pompa, kran umum dan mata air harus dijaga bangunannya agar tidak rusak seperti lantai sumur tidak boleh retak, bibir sumur harus diplester. Harus dijaga kebersihannya seperti tidak ada genangan air sekitar sumber air, tidak ada bercak-bercak kotoran pada lantai-dinding sumur. Ember / gayung pengambil air tidak berlumut, harus tetap bersih dan tidak diletakan di lantai (ember/gayung digantung di tiang sumur).f) Mengapa air bersih harus dimasak mendidih bila ingin diminum? Meski terlihat bersih, air belum tentu bebas kuman penyakit. Kuman penyakit dalam air mati pada suhu 100oC (saat mendidih).

2) Menggunakan jamban.a) Pengertian jambanJamban adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas pembuangan kotoran manusia yang terdiri atas tempat jongkok atau tempat duduk dengan leher angsa atau tanpa leher angsa (cemplung) yang dilengkapi dengan unit penampungan kotoran dan air untuk membersihkannya.b) Jenis jamban Jamban cemplungJamban yang penampungannya berupa lubang berfungsi menyimpan dan meresapkan cairan kotoran / tinja ke dalam tanah dan mengendapkan kotoran ke dasar lubang. Untuk jamban cemplung diharuskan ada penutup agar tidak berbau. Jamban tangki septik / leher angsaJamban berbentuk leher angsa yang penampungannya berupa tangki septik kedap air yang berfungsi sebagai wadah proses penguraian / dekomposisi kotoran manusia yang dilengkapi dengan resapannya.c) Alasan harus menggunakan jamban Menjaga lingkungan bersih, sehat dan tidak berbau. Tidak mencemari sumber air yang ada disekitarnya. Tidak mengundang datangnya lalat atau serangga yang dapat menjadi penular penyakit Diare, Kolera, Disentri, Thypus, kecacingan, penyakit infeksi saluran pencernaan, penyakit kulit dan keracunan.d) Syarat jamban sehat Tidak mencemari sumber air minum (jarak antara sumber air minum dengan lubang penampungan minimal 10 meter). Tidak berbau. Kotoran tidak dapat dijamah oleh serangga dan tikus. Tidak mencemari tanah disekitarnya. Mudah dibersihkan dan aman digunakan. Dilengkapi dinding dan atap pelindung. Penerangan dan ventilasi cukup. Lantai kedap air dan luas ruangan memadai. Tersedia air, sabun dan alat pembersih.e) Cara memelihara jamban sehat Lantai jamban hendaknya selalu bersih dan tidak ada genangan air. Bersihkan jamban secara teratur sehingga ruang jamban dalam keadaan bersih. Di dalam jamban tidak ada kotoran yang terlihat. Tidak ada serangga (kecoa, lalat) dan tikus yang berkeliaran. Tersedia alat pembersih (sabun, sikat dan air bersih). Bila ada kerusakan, segera diperbaiki.f) Menggunakan jamban dengan benar Ada dua model jamban yaitu jamban jongkok dan duduk. Bila kita menggunakan jamban duduk jangan berjongkok karena kaki kita akan mengotori jamban apalagi bila kita memakai alas kaki. Perilaku kita sangat merugikan pengguna jamban berikutnya. Buang air besar dan buang air kecil haruslah di jamban untuk mencegah penularan penyakit, karena tinja dan urine (air kencing) banyak mengandung kuman penyakit. Menyiram hingga bersih setelah buang air besar atau buang air kecil. Buanglah sampah ditempatnya, agar jamban tidak tersumbat dan penuh dengan sampah. Pengelola Tempat-tempat Umum untuk mengawasi dan memastikan bahwa jamban yang tersedia selalu dalam keadaan bersih.

3) Membuang Sampah pada Tempatnya.a) Definisi Sampah Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun alam.b) Jenis-Jenis Sampah Sampah anorganik/kering, yang tidak dapat mengalami pembusukan secara alami, contoh : logam, besi, kaleng, plastik, karet, atau botol. Sampah organik/basah, yang dapat mengalami pembusukan secara alami, contoh : sampah dapur, sampah restoran, sisa sayuran, rempah-rempah atau sisa buah. Sampah berbahaya, contoh : batere, botol racun nyamuk, atau jarum suntik bekas.c) Akibat membuang sampah sembarangan Sampah menjadi tempat berkembang biak dan s