PROFIL KANTOR URUSAN AGAMA ...

download PROFIL KANTOR URUSAN AGAMA                                                                                                                    KECAMATAN CISITU KABUPATEN

of 56

  • date post

    17-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    129
  • download

    38

Embed Size (px)

Transcript of PROFIL KANTOR URUSAN AGAMA ...

  • PROFIL

    KUA KECAMATAN CISITU

    KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN CISITU

    KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN SUMEDANG

    2015

  • LOGO KEMENTERIAN AGAMA

  • MENTERI AGAMA RI

    H.LUKMAN HAKIM SAIFUDIN

  • KEPALA KANWIL KEMENTERIAN AGAMA PROV. JAWA BARAT

    Drs.H.A.BUCHORI, MM

  • KEPALA KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN SUMEDANG

    DR.H.CECE HIDAYAT,M.Si

  • KEPALA KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN CISITU

    H.ACEP ANWAR, M.Ag

  • Personil KUA Kec. Cisitu

    MOTO

    Melayani dengan ramah, cepat, tepat dan Profesional

  • KATA PENGANTAR

    KEPALA KUA KECAMATAN CISITU KABUPATEN SUMEDANG

    Segala puji hanyalah milik Allah SWT Yang Maha

    Pengasih Lagi Maha Penyayang. Sholawat dan Salam semoga

    dilimpahkan selamanya kepada Nabi Muhammad SAW,

    keluarganya dan para shabatnya Serta seluruh ummatnya yang

    setia memperjuangkan kebenaran dan menegakkan Islam secara

    konsisten sampai akhir zaman.

    Kantor Urusan Agama merupakan satu dari sekian

    organisasi yang ada di satuan kerja Kementerian Agama . KUA mempunyai

    tugas melaksanakan sebagaian tugas Kantor Kementerian Agama di bidang urusan

    Agama Islam dalam wilayah Kecamatan. Maka secara hirarkis, dalam struktur

    Kementerian Agama, KUA merupakan satuan kerja yang paling dekat dengan

    masyarakat.

    Alhamdulillah, berkat izin dan rahmat Allah SWT., kami dapat menyusun

    Profile Kantor Urusan Agama kecamtan Cisitu yang jauh dari kesempurnaan.

    Kami menyadari sepenuh hati atas segala kekurangan yang kami miliki dalam

    penyusunan profil ini. Hal ini tiada lain hanyalah karena kedhoifan dan

    keterbatasan kemampuan kami.

    Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah

    membantu kami dalam penyusunan profil ini. Semoga jasa-jasa baik semuanya

    senantiasa dib alas oleh Allah SWT. Dan menjadi amal sholeh disisi Allah SWT.

    Amiin

    Cisitu , Januari 2015 Kepala KUA kecamatan Cisitu H. Acep Anwar, M.Ag NIP. 197401171998031004

  • DATAR ISI

    Kata Pengantar Kepala KUA Kecamatan Cisitu .. I

    Daptar Isi . ii

    I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang.

    B. Dasar Hukum ..

    C. Maksud Dan Tujuan.

    1

    3

    4

    II. GAMBARAN UMUM KUA KEC. CISITU ..

    A. Letak Geografis

    B. Kependudukan

    C. Visi, Misi dan Motto

    D. Monografi Kelembagaan

    E. Potensi Keagamaan ..

    F. Administrasi Layanan ..

    G. Kegiatan Lintas Sektoral

    5

    5

    7

    9

    10

    20

    40

    44

    LAMPIRAN-LAMPIRAN BIOGRAFI KEPALA KUA

  • PROFIL KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN CISITU KABUPATEN SUMEDANG

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar belakang

    Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan merupakan unit kerja

    Kementerian Agama yang secara institusional berada paling depan dan

    menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan tugas-tugas pelayanan pelayanan

    kepada masyarakat.

    Secara historis, KUA adalah unit kerja Kementerian Agama yang

    memiliki rentang usia cukup panjang. Menurut Karel Steenbrink, bahwa KUA

    Kecamatan secara kelembagaan telah ada sebelum Departemen Agama itu

    sendiri ada. Pada masa colonial, unit kerja dengan tugas dan fungsi yang

    sejenis dengan JUA Kecamatan, telah hadir dan diurus dibawah lembaga

    Kantor Voor Islanche Zaken ( Kantor Urusan Pribumi) yang didirikan oleh

    Pemerintah Hindia Belanda. Pendirian unit kerja ini tak lain adalah untuk

    mengkoordinir tuntutan pelayanan masalah-masalah keperdataan umat Islam

    yang merupakan produk pribumi. Kelembagaan ini kemudian dilanjutkan

    oleh Pemerintah Jepang melalui lembaga sejenis dengan dengan sebutan

    shumbu.

    Pada masa kemerdekaan, KUA Kecamatan dikukuhkan melalui UU No.

    22 Tahun 1946 tentang pencatatan Nikah, Talak, Cerai dan Rujuk (NTCR).

    Undang-undang ini diakui sebagai pijakan legal bagi berdirinya KUA

    Kecamatan. Pada Mulanya, kewenangan KUA sangat luas, meliputi bukan

    hanya masalah NR saja, melainkan juga masalah talak dan cerai. Dengan

    berlakunya UU No,1 Tahun 1974 tentang perkawinan yang diberlakukan

    dengan PP No. 9 tahun 1975, maka kewenangan KUA kecamatan dikurangi

    oleh masalah talak dan cerai, dimana kedua masalah itu diserahkan kepada

    Pengadilan Agama.

  • Dalam perkembangan selanjutnya, maka Kepres No. 45 tahun 1974

    yang disempurnakan dengan Kepres No. 30 tahun 1978, mengatur bahwa

    bahwa Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan mempunyai tugas dan fungsi

    melaksanakan sebagian tugas Departemen Agama Kabupaten di bidang

    urusan Agama Islam di wilayah Kecamatan.

    Sejak awal Kemerdekaan Indonesia, kedudukan KUA Kecamatan

    memegang peranan yang sangat vital sebagai pelaksana hukum Islam,

    khususnya berkenaan dengan perkawinan. Peranan tersebut dapat dilihat

    dari acuan yang menjadi pijakannya, yaitu :

    1. UU. No, 22 Tahun 1946 tentang Pencatatan nikah, talak dan rujuk.

    2. UU. No. 22 Tahun 1946 yang kemudian dikukuhkan dengan UU No. 1

    Tahun 1974 tentang perkawinan.

    3. Keppres No. 45 tahun 1974 tentang tugas dan fungsi KUA Kecamatan

    yang dijabarkan dengan KMA No. 45 tahun 1981

    4. KMA No. 517 tahun 2001 tentang penataan struktur organisasi KUA

    Kecamatan yang menangani tugas dan fungsi pencatatan perkawinan,

    wakaf dan kemesjidan, produk halal, Keluarga sakinah, kependudukan,

    pembinaan haji, ibadah social dan kemitraan umat.

    5. KMA No. 298 tahun 2003 yang mengukuhkan kembali kedudukan KUA

    Kecamatansebagai unit kerja Kantor Departemen Agama

    Kabupaten/Kota yang melaksanakan sebagaian tugas urusan Agama

    Islam.

    Karena tugasnya berkenaan dengan aspek hukum dan ritual yang

    sangat menyentuh kehidupan keseharian masyarakat, maka tugas dan fungus

    KUA menunjukan peningkatan kuntitas dan kualitasnya. Peningkatan ini

    tentunya mendorong KUA sebagai pejabat yang bertanggung jawab dalam

    melaksanakan dan mengkoordinasikan tugas-tugas Kantor Urusan Agama

    Kecamatan untuk bersikap dinamis, proaktif, kreatif, mandiri, aspiratif dan

    berorientasi pada penegakan peraturan yang berlaku.

    Untuk lebih mendorong kualitas kinerja dan sumber daya manusia,

    Kanwil Kementerian Agama Prov. Jawa Barat berupaya melakukan yang

    efektif yang intinya selain bersifat koordinatif, juga sekaligus evaluative dalam

  • pelaksanaan tugas-tugas KUA. Salah satunya adalah penyelenggaraan

    Penilaian terhadap KUA dalam bentuk kegiatan Penilaian KUA percontohan

    yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Penilaian terhadap KUA-KUA yang

    diajukan dalam kegiatan tersebut, hasilnya dapat digunakan sebagai tolok

    ukur untuk melihat sejauhmana penjabaran visi-misi serta etos kerja yang

    telah dilaksanakan para pelaksana tugas dan fungsi KUA tersebut, apalagi

    kaitannya dengan arah dan kebijakan Pembangunan di Jawa Barat sebagai

    masyarakat yang beriman dan bertakwa, serta Provinsi termaju tahun 2021

    atau dengan visi Kabupaten Sumedang yaitu terwujudnya masyarakat

    Sumedang yang senyum manis.

    Dalam rangka memenuhi kriteria inilah profil KUA Kecamatan Cisitu

    Kabupaten Sumedang disusun dengan harapan memberikan gambaran

    singkat mengenai keadaan KUA Cisitu yang sebenarnya.

    B. Dasar Hukum

    Penyusunan profil KUA Kecamatan Cisitu yang memuat gambaran

    umum tentang pelaksanaan tugas dan fungsi KUA Kecamatan Cisitu didasarkan

    kepada :

    1. UU. No, 22 Tahun 1946 tentang Pencatatan nikah, talak dan rujuk.

    2. UU. No. 22 Tahun 1946 yang kemudian dikukuhkan dengan UU No. 1

    Tahun 1974 tentang perkawinan.

    3. Keppres No. 45 tahun 1974 tentang tugas dan fungsi KUA Kecamatan

    yang dijabarkan dengan KMA No. 45 tahun 1981

    4. KMA No. 517 tahun 2001 tentang penataan struktur organisasi KUA

    Kecamatan yang menangani tugas dan fungsi pencatatan perkawinan,

    wakaf dan kemesjidan, produk halal, Keluarga sakinah, kependudukan,

    pembinaan haji, ibadah social dan kemitraan umat.

    5. KMA No. 298 tahun 2003 yang mengukuhkan kembali kedudukan KUA

    Kecamatansebagai unit kerja Kantor Departemen Agama

    Kabupaten/Kota yang melaksanakan sebagaian tugas urusan Agama

    Islam.

  • 6. KMA No. 373 tahun 2002 tentang STOK Kantor wilayah Departemen

    agama dan Kantor Kabupaten/Kota.

    7. KMA No. 6 tahun 2005 tentang petunjuk Penilaian KUA sebagi inti

    pelayanan percontohan.

    C. Maksud dan Tujuan

    Pembuatan dalam bentuk Profil Kantor Urusan Agama (KUA)

    Kecamatan Cisitu ini dimaksudkan sebagai abhan acuan dan pertimbangan

    bagi tim penilai KUA Teladan Percontohan dalam melihat gambaran

    obyektif Kantor Urusan Agama Kecamatan Cisitu secara konprehensif

    yang meliputi perkembangan fisik bangunan, administrasi,

    penyelenggaraan tugas KUA KecamatanCisitu itu sendiri. Dengan

    gambaran konfrehensif ini diharapkan akan mempermudah dan

    memperlancar tugas penilaian yang dilaksanakan oleh tim Penilai.

    Adapun tujuan yang hendak dicapai dari penyusunan Profil ini adalah

    :

    1. Memberikan gambaran umum bagi para pelaksana Kantor Urusan

    Agama Kecamatan.

    2. Dapat mengetahui