Profil calon pe 2014 -prakarsa

download Profil calon pe 2014 -prakarsa

of 14

  • date post

    25-Jun-2015
  • Category

    Technology

  • view

    4.650
  • download

    0

Embed Size (px)

description

Program Kampung Energi adalah prakarsa dari Lembaga Energi Hijau untuk menjawab kerinduan masyarakat pedalaman dan terpencil akan akses listrik yang selama ini belum terjamah oleh listrik negara (PLN). Dengan slogan “Hutan Hilang – Air Pergi, Air Pergi – Listrik Mati” maka Program Kampung Energi harus dipandang sebagai pintu masuk bagi upaya penyediaan energi ramah lingkungan melalui pelestarian lingkungan dan perlindungan keanekaragaman hayati sekaligus penggerak roda kegiatan ekonomi masyarakat penerima manfaat.

Transcript of Profil calon pe 2014 -prakarsa

  • 1. Penghargaan Energi 2014 1 Penghargaan Energi 2014 KELOMPOK MASYARAKAT NAMA CALON: LEMBAGA ENERGI HIJAU KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

2. Penghargaan Energi 2014 2 Identitas Calon dan Pengusul Jenis Produk/Kegiatan: PLTMH/PROGRAM KAMPUNG ENERGI Lokasi Produk/Kegiatan: Kalimantan Barat (daerah terpencil dan kawasan perbatasan negara) Nama dan Alamat Calon: LEMBAGA ENERGI HIJAU Jl. Dr. Wahidin S, Gg. Sepakat 6. Komp. Mitra Utama 6 No. B5 Pontianak (78116) No. Telp/HP: 0561-6590021 / 081345 039 789 Nama dan Alamat Pengusul: Abang Amirulah Jl. Dr. Wahidin S, Komp. Mitra Utama 4 No. 6A Pontianak (78116) No. Telp/HP: 081345 039 789 3. Penghargaan Energi 2014 3 Kegiatan, dan Keaslian Kegiatan serta Produk Fisik a. Kegiatan Kegiatan utama adalah Program Kampung Energi : Pengembangan Model Energi Terbarukan Terapan Untuk Mendukung Pengelolaan Hutan Berkelanjutan oleh Masyarakat dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat. b. Keaslian Kegiatan Program Kampung Energi adalah prakarsa dari Lembaga Energi Hijau untuk menjawab kerinduan masyarakat pedalaman dan terpencil akan akses listrik yang selama ini belum terjamah oleh listrik negara (PLN). c. Produk Fisik 1) Jumlah unit produksi : 22 Unit 2) Jumlah unit terpasang : 15 Unit (3 kabupaten) 3) Kapasitas produk : 20 50 kW 4) Total kapasitas unit terpasang : 530 kW 5) Spesifikasi produk : PLTMH Turbin Crossflow 6) Jumlah pengguna : 6.621 Jiwa / 530 KK 7) Lain-lain : Rencana terpasang 7 unit tahun 2014 4. Penghargaan Energi 2014 4 Tingkat Keberhasilan Kegiatan/Produk a. Periode Kegiatan Inisiasi Program Kampung Energi sudah dimulai sejak tahun 2009 di Dusun Sungkung II, Desa Sungkung, Kec. Siding, Kab. Bengkayang, Kalimantan Barat yang terletak di perbatasan Malaysia. Selama 4 (empat) bulan PLTMH dibangun dengan dukungan penuh dari seluruh penduduk dusun. b. Biaya Minimal biaya awal yang dibutuhkan membangun PLTMH sekitar Rp. 350 juta ditambah swadaya masyarakat sekitar Rp. 150 - 200 juta (berupa material lokal : batu, pasir, kayu dan tenaga kerja lokal). Sumber pembiayaan bisa berasal dari : PNPM-MP, APBD, Bansos, Lembaga Donor (hibah luar negeri) dan Swadaya Masyarakat. c. Teknologi/Alat/Sarana/Prasarana PLTMH Turbin type crossflow dipergunakan untuk menghasilkan energi listrik dengan tenaga penggerak air. Skema PLTMH terdiri dari bangunan penyadap (intake), saluran pembawa, bak penenang, pipa pesat, turbin, rumah turbin dan saluran pembuang. 5. Penghargaan Energi 2014 5 Tingkat Keberhasilan dan Prospek a. Tingkat Keberhasilan PLTMH merupakan sarana dan prasarana yang tepat bagi Program Kampung Energi dengan tingkat keberhasilan yang tinggi dan sangat mudah diterima oleh masyarakat penerima manfaat. b. Prospek Pelaksanaan program yang melibatkan masyarakat penerima manfaat sejak dari perencanaan, pelaksanaan hingga pelestarian kegiatan menjadi tolok ukur prospek tingkat keberhasilannya. Dengan pengelolaan yang melibatkan langsung penerima manfaat, maka Program Kampung Energi sangat mudah untuk dikembangkan oleh masyarakat. 6. Penghargaan Energi 2014 6 Keterpaduan dan Kemandirian a. Pemrakarsa/Motivator /Kreativitas Kegiatan dan/atau Produk Program Kampung Energi diprakarsai oleh Lembaga Energi Hijau bekerja sama dengan lembaga lainnya, salah satunya adalah PRCF Indonesia (People Resources and Conservation Foundation - Indonesia) b. Organisasi Agar Program Kampung Energi berkesinambungan (sustainable) maka organisasi pengelola sudah harus terbentuk di awal-awal program guna mengawal program sejak dari perencanaan, pelaksanaan hingga pelestarian. Oganisasi yang biasa disebut Kelompok Pengelola ini terpilih melalui musyawarah secara terbuka, setelah sebelumnya disepakati kriteria-kriteria yang diinginkan masyarakat. Kelompok Pengelola akan didampingi oleh Lembaga Energi Hijau dalam Kegiatan Peningkatan Kapasitas dan Ekonomi Masyarakat melalui serangkaian pelatihan- pelatihan maupun workshop. Sehingga selanjutnya Program Kampung Energi dapat dikelola secara mandiri oleh masyarakat penerima manfaat. 7. Penghargaan Energi 2014 7 Manfaat dan Dampak a. Manfaat Dengan slogan Hutan Hilang Air Pergi, Air Pergi Listrik Mati maka Program Kampung Energi harus dipandang sebagai pintu masuk bagi upaya penyediaan energi ramah lingkungan melalui pelestarian lingkungan dan perlindungan keanekaragaman hayati sekaligus penggerak roda kegiatan ekonomi masyarakat penerima manfaat. b. Dampak 1. Perekonomian Masyarakat Sebelum dilaksanakan Program Kampung Energi, masyarakat penerima manfaat harus mengeluarkan biaya cukup besar untuk membeli BBM Solar guna mengoperasikan genset. Rata-rata dibutuhkan biaya sebesar Rp. 800.000 1.000.000 setiap bulannya per KK untuk BBM dan perawatan genset. Sementara listrik dari PLTMH hanya dikenakan iuran hingga Rp. 200.000 / bulan. Dengan adanya energi listrik alternatif berupa PLTMH, maka dana belanja BBM dapat dialokasikan untuk bidang kesehatan, pendidikan ataupun kegiatan ekonomi 8. Penghargaan Energi 2014 8 produktif lainnya. Berkurangnya pengeluaran tentu berdampak terhadap perekonomian masyarakat. Mata pencaharian masyarakat setempat umumnya adalah berladang dan sebagai petani karet. Dengan adanya listrik murah, maka kegiatan ekonomi produktif bertumbuh sebab terkait dengan waktu produksi yang panjang (bisa dilaksanakan pada malam hari). Dana iuran listrik PLTMH, selain memberikan penghasilan tambahan bagi para pengelola juga menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) sehingga dana tersebut (setelah melalui proses musyawarah desa) dapat digunakan kembali untuk kegiatan pembangunan sarana prasarana fisik di desa. 2. Sosial Masyarakat penduduk pedalaman Kalimantan secara turun temurun adalah peladang berpindah. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, maka lahan yang tersedia semakin berkurang. Akibatnya lahan- lahan di sekitar daerah aliran sungai (DAS) juga turut dibuka untuk ladang. 9. Penghargaan Energi 2014 9 Dengan adanya Program Kampung Energi, secara perlahan slogan Hutan Hilang Air Pergi, Air Pergi Listrik Mati dipahami sebagai slogan nyata dan harus diterapkan. Sehingga aturan dan sanksi mengenai pemanfaatan lahan di kawasan konservasi dibangun dengan semangat kearifan budaya lokal. Ladang berpindah mulai digantikan dengan persawahan. Di beberapa lokasi program Hukum Adat diterapkan bagi mereka yang coba- coba merambah hutan di kawasan yang sudah ditetapkan sebagai penyangga air. Pada beberapa kasus, penambangan emas tanpa izin (PETI) yang marak di daerah sepanjang sungai, pada saat di bangun PLTMH serta merta menjadi kawasan yang dilarang untuk ditambang. Begitu pula pada areal ladang berpindah tidak lagi mereka tanami dengan tanaman semusim seperti padi, melainkan diganti dengan tanaman karet atau tanaman produktif tahunan lainnya. Semangat gotong royong kembali diperkuat oleh Program Kampung Energi. Adanya swadaya masyarakat menjadi perekat keberhasilan program. Terbentuknya kelompok pengelola PLTMH merupakan model organisasi masyarakat setempat yang dapat diaplikasikan untuk kegiatan- kegiatan lainnya. 10. Penghargaan Energi 2014 10 Munculnya iuran listrik yang dibayarkan rutin setiap bulan akan menjadi pembelajaran bagi masyarakat dan kelompok pengelola dalam mengelola dana. Terjadi transfer teknologi kepada penerima manfaat. Kelompok pengelola saat ini memiliki pengetahuan baru mengenai mekanikal elektrikal. Operator dilatih untuk mengoperasikan dan memperbaiki PLTMH sendiri, pemasangan listrik baru dan perbaikan sambungan transmisi listrik. 11. Penghargaan Energi 2014 11 Pertimbangan sebagai Pendorong Perubahan (alasan Calon pantas diusulkan) Lembaga Energi Hijau sangat concern terhadap akses listrik murah masyarakat di daerah terpencil. Lembaga Energi Hijau sesuai visi dan misinya mempunyai tanggungjawab terhadap permasalahan penyediaan listrik bagi daerah-daerah terpencil sekaligus upaya-upaya pelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Secara tidak langsung Lembaga Energi Hijau juga mendukung program pemerintah dalam penghematan BBM solar, yang juga mengurangi beban subsidi BBM pemerintah, mengurangi efek global rumah kaca dan pengembangan energi ramah lingkungan. 12. Penghargaan Energi 2014 12 Data Dukung a. Foto-Foto 13. Penghargaan Energi 2014 13 Data Dukung a. Foto-Foto 14. Penghargaan Energi 2014 14 Data Dukung a. Foto-Foto http://lembagaenergihijau.blogspot.com/