Profil Badan KBPMPP Kab. Sleman BAB IV

download Profil Badan KBPMPP Kab. Sleman BAB IV

of 54

  • date post

    13-Apr-2016
  • Category

    Documents

  • view

    239
  • download

    1

Embed Size (px)

description

Data 2011 - 2015

Transcript of Profil Badan KBPMPP Kab. Sleman BAB IV

BAB IVDATA DAN INFORMASI PEMBANGUNAN4.1 DATA DAN INFORMASI HASIL PEMBANGUNAN4.1.1 Hasil Kegiatan Badan KBPMPP

A. Pelaksanaan Kegiatan Tahun 2015

Tahun Anggaran 2015, Badan KBPMPP memiliki sebanyak 6 urusan, 23 program dan 70 kegiatan dengan total anggaran Rp. 11.606.816.373,-. Adapun hasil pelaksanaan beberapa kegiatan yang bernilai strategis adalah sebagai berikut :1. Nama kegiatan : Pemberdayaan Kelembagaan DesaDasar pelaksanaan kegiatan adalah UU Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa, Peraturan Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi no 4 Tahun 2015 Tentang BUMDES dan Perda Kab. Sleman Nomor 3 Tahun 2013 Tentang BUMDES. Hasil keluaran dari kegiatan ini adalah terbentuknya 17 BUMDES. BUMDES merupakan Badan Usaha Milik Desa untuk menampung seluruh kegiatan perekonomian desa untuk meningkatkan pendapatan masyarakat baik perekonomian yang berkembang menurut adat istiadat maupun perekonomian sosialnya. Adapun yang melatarbelakangi adalah untuk mendorong kegiatan perekonomian desa. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pendapatan asli desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Mekanisme pelaksanaan kegiatan Pemberdayaan Kelembagaan Desa adalah :

Pemerintah Desa menentukan unit usaha desa yang akan dikelola BUMDES

Pemerintah Desa menyertakan modal untuk BUMDES Pembentukan BUMDES dengan peraturan Desa.

Kendala yang ditemui pada waktu pelaksanaan kegiatan adalah kurangnya SDM Desa, desa belum berpengalaman dalam melakukan kegiatan usaha serta masalah pendanaan (modal).Desa yang sudah terbentuk BUMDES dan memiliki Peraturan Desa adalah sebagai berikut : Desa Trihanggo Kecamatan Gamping, Desa Sendangrejo Kecamatan Minggir, Desa Margodadi dan Desa Trimulyo Kecamatan Sleman, Desa Banyurejo Kecamatan Tempel, Desa Jogotirto Kecamatan Berbah, Desa Purwomartani, Desa Tamanmartani dan Desa Selomartani kecamatan Kalasan, Desa Wedomartani Kecamatan Ngemplak, Desa Donokerto dan Desa Wonokerto Kecamatan Turi, Desa Hargobinangun Kecamatan Pakem, Desa Argomulyo dan Desa Wukirsari Kecamatan Cangkringan Sedangkan tindak lanjut untuk tahun depan adalah mekanisme kegiatan yang dilakukan agar disosialisasikan lebih awal serta perlunya pelatihan bagi aparat desa tentang pengelolaan dana desa.2. Nama kegiatan : Penyelenggaraan PNPM Mandiri Perdesaan

Dasar pelaksanaan kegiatan adalah UU No 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Hasil keluaran dari kegiatan ini adalah pembinaan dan pendampingan desa untuk keberlanjutan kegiatan dan pemeliharaan aset setelah pasca program. Adapun yang melatarbelakangi kegiatan ini adalah menumbuhkan pemberdayaan masyarakat serta kemandirian desa dan tujuan dari kegiatan ini untuk pendampingan bagi desa membangun dan desa sebagai subyek pembangunan. Mekanisme pelaksanaan kegiatan Penyelenggaraan PNPM Mandiri Perdesaan adalah lokasi kecamatan / desa yang mendapatkan alokasi dana PNPM Perdesaankemudian melakukan musyawarah kecamatan/desa untuk membentuk UPK sebagai Pengelola Keuangan, kemudian menentukan jenis kegiatan sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan.

Kendala yang ditemui adalah dengan berakhirnya program tidak ada lagi pendampingan dana dari pemerintah pusat, sehingga diperlukan tindak lanjut adalah pembinaan agar keberlanjutan kegiatan dan pemeliharaan aset tetap baik. 3. Nama kegiatan : Pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan berbasis masyarakat desa

Dasar pelaksanaan kegiatan adalah UU Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah, Permendagri Nomor 13 Tahun 2007 tentang Pendanaan Perlombaan dan Desa, UU nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Hasil keluaran dari kegiatan ini adalah Terlaksananya evaluasi lomba desa 86 desa serta Koordinasi dan monitoring kegiatan pemberdayaan masyarakat. Adapun yang melatarbelakangi adalah Lomba desa dapat diartikan sebagai evaluasi terhadap pembangunan secara menyeluruh karena di dalamnya terkandung nilai nilai pembinaan dari berbagai aspek kegiatan, sedangkan hakekat dari pembangunan adalah proses peningkatan kesejahteraan menuju kearah yang lebih baik dan tujuan dari kegiatan ini untuk Memberikan motivasi bagi desa, dalam meningkatkan pelayanan bagi masyarakat dalam pembangunan menuju kesejahteraan, Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan, Pelaksanaannya pembinaan dan evaluasi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Mekanisme pelaksanaan kegiatan Pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan berbasis masyarakat desa adalah Lomba desa dilaksanakan memulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, propinsi dan nasional. Adapun pemenang lomba desa tahun 2015 adalah Desa Triharjo Kecamatan Sleman. Kendala yang ditemui pada waktu pelaksanaan kegiatan adalah Belum semua desa bisa berperan aktif mengikuti. Sedangkan tindak lanjut untuk tahun depan adalah untuk meningkatkan peran dan motivasi desa untuk mengikuti perlu ditingkatkan hadiahnya dalam rangka mendukung pasca lomba desa.4. Nama kegiatan : Pemberdayaan lembaga dan organisasi masyarakat perdesaan

Dasar pelaksanaan kegiatan UU nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.Hasil keluaran dari kegiatan ini adalah Meningkatnya kapasitas (Bintek Kader Pemberdayaan Masyarakat). Adapun yang melatarbelakangi adalah Pembinaan kelembagaan desa digunakan sebagai sarana sederhana untuk menjadikan peran lembaga lebih aktif, dalam sumplementasi pembangunan di tingkat desa. Tujuan kegiatan adalah sebagai langkah strategi dalam penguatan kelembagaan, forum menggali pemikiran dalam rangka penyusunan kebijakan pembangunan dalam upaya pemberdayaan masyarakat, membentuk persatuan persepsi dan komitmen.

Mekanisme pelaksanaan kegiatan pemberdayaan lembaga dan organisasi masyarakat perdesaan adalah pembinaan bagi anggota lembaga desa dan pembinaan bagi KPM. Sedangkan tindak lanjut untuk tahun depan adalah Sosialisasi peran dan fungsi lembaga desa dan pembinaan KPM agar anggota KPM atau lembaga desa tentang fungsi dan tugasnya terhadap desa.5. Nama kegiatan : Pembinaan Bina Keluarga Sejahtera (BKS) Dasar pelaksanaan kegiatan Undang undang Nomor 52 / 2009 tentang Perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga, Dokumen Pelaksanaan Anggaran Nomor : 24/1.12.01/Kep.ka.DPKAD/DPA-SKPD/2015. Hasil keluaran dari kegiatan ini adalah Meningkatnya kualitas keluarga Adapun yang melatarbelakangi adalah Meningkatkan peran serta masyarakat dalam 8 fungsi keluarga. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan peran & partisipasi masyarakat sdan kualitas keluarga Mekanisme pelaksanaan kegiatan Pembinaan Bina Keluarga Sejahtera (BKS) adalah Sosialisasi, oreintasi, pelatihan, dan monitoring evaluasi. Kendala dalam pelaksanaan kegiatan adalah kemampuan kader yang masih terbatas, loyalitas kader, dan jadwal pelaksanaan lomba / evaluasi yang menyesuaikan dengan even propinsi / nasionalyang waktunya terkadang berubah dengan rencana awal. Sedangkan tindak lanjut untuk tahun depan adalah erlunya peningkatan baik koordinasi dalam pelaksanaan maupun anggaran di tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi dan nasional.6. Nama kegiatan : Pelayanan KRR bagi Kelompok Remaja dan Kelompok Sebaya di Luar Sekolah

Dasar Pelaksanaan Kegiatan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Nomor : 24/1.12.01/Kep.ka.DPKAD/DPA-SKPD/2015. Hasil keluaran dari kegiatan ini adalah penyuluhan HIV / AIDS, penyuluhan penundaan usia pernikahan dan terlatihnya pendidik sebaya dan konselor sebaya. Adapun yang melatarbelakangi adalah meningkatnya angka pernikahan dini, meningkatnya kasus penderita HIV / AIDS di Kab. Sleman yang meningkat serta penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja meningkat. Tujuan kegiatan adalah memberikan pemahaman kepada remaja tentang perencanaan keluarga bagi remaja dan bahaya narkoba / HIV AIDS.

Mekanisme pelaksanaan kegiatan Pelayanan KRR bagi Kelompok Remaja dan Kelompok Sebaya di Luar Sekolah diawali dengan koordinasi dan sosialisasi program Generasi Berencana bagi remaja, dilanjutkan dengan pelatihan bagi pendidik sebaya serta konselor sebaya bagi remaja, setelah itu dilakukan pembinaan yang dilanjutkan dengan evaluasi terhadap kelompok PIK R dan diakhiri dengan jambore kelompok PIK R tingkat Kabupaten Sleman.

Kendala dalam pelaksanaan kegiatan adalah kuantitas dan kualitas kelompok PIK R di Kabupaten Sleman belum merata. Sedangkan tindak lanjut untuk tahun depan adalah pelatihan dan pembinaan terhadap pendidik sebaya dan konselor sebaya perlu ditingkatkan lagi, membentuk kelompok PIK R / M, dan sosialisasi PIK R di sekolah dan perguruan tinggi.7. Nama kegiatan : Pelatihan Tenaga Pendamping Kelompok Bina Keluarga di Kecamatan

Dasar Pelaksanaan Kegiatan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Nomor : 24/1.12.01/Kep.ka.DPKAD/DPA-SKPD/2015. Hasil keluaran dari kegiatan ini adalah pembinaan kelompok UPPKS. Adapun yang melatarbelakangi adalah penanganan kemiskinan di Kabupaten Sleman. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pendapatan keluarga.

Mekanisme pelaksanaan kegiatan Pelatihan Tenaga Pendamping Kelompok Bina Keluarga di Kecamatan diawali dengan koordinasi kegiatan kepada kelompok UPPKS dan dilanjutkan dengan pembinaan dan ekspose hasil kelompok binaan, setelah itu diadakan monitoring dan evaluasi agar dapat menjaring hambatan hambatan yang dihadapi kelompok UPPKS.

Kendala dalam pelaksanaan kegiatan adalah pemasaran produk UPPKS ke pangsa pasar serta adanya tunggakan pinjaman dana penguatan modal. Sedangkan tindak lanjut untuk tahun depan adalah pelatihan keterampilan anggota UPPKS serta perlunya meningkatkan intensitas monitoring dan pembinaan terhadap kelompok UPPKS.8. Nama kegiatan : Pengembangan Sistem Informasi Gender dan Anak Dasar Pelaksanaan Kegiatan adalah :

Undang undang Nomor 4 Tahun 1979 Tentang Kesejahteraan Anak

Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak yang sudah di ubah menjadi Nomor 35 Tahun 2014

Peraturan Menteri PPPA Nomor : 14 Tahun 2011 Tentang Panduan Evaluasi Kabupaten Layak Anak Per