PROFIL AKBID SAKINAH

download PROFIL AKBID SAKINAH

of 31

  • date post

    16-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    4.502
  • download

    8

Embed Size (px)

description

PROFIL AKADEMI KEBIDANAN SAKINAHJl. Raya Surabaya – Malang KM.42 Kepulungan Gempol Pasuruan 67155 Telp/Fax. (0343) 634844 - 635177BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan di bidang pendidikan sebagaimana halnya dalam GBHN merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam pembangunan nasional. Pembangunan nasional tersebut dilaksanakan terkait erat dengan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. Sebagaimana upaya dalam mewujudkan pembangunan kualitas sumber daya manusia, dalam era globali

Transcript of PROFIL AKBID SAKINAH

PROFIL AKADEMI KEBIDANAN SAKINAH

Jl. Raya Surabaya Malang KM.42 Kepulungan Gempol Pasuruan 67155 Telp/Fax. (0343) 634844 - 635177

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan di bidang pendidikan sebagaimana halnya dalam GBHN merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam pembangunan nasional. Pembangunan nasional tersebut dilaksanakan terkait erat dengan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. Sebagaimana upaya dalam mewujudkan pembangunan kualitas sumber daya manusia, dalam era globalisasi, era informasi dan era perdagangan bebas, Sumber Daya manusia dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi menjadi sangat sentral dan strategis dalam arti merupakan kunci pokok untuk keberhasilan atau menunjang suatu negara dalam memajukan, memakmurkan dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam memasuki abad ke-21, Indonesia akan di hadapkan kepada beberapa permasalahan secara global yang akan menyita perhatian pemarintah dan pakar dalam dunia yang di akibatkan oleh beberapa fenomena aktual yang sekarang sedang berkembang dalam masyarakat dunia, di antaranya adalah: (1) Meningkatnya taraf hidup dan pendidikan mayarakat, yang dapat meningkatkan tuntutan masyarakat (2) terjadinya perubahan mendasar dalam dinamika kependudukan, yang mendorong lahirnya transisi demografis danepidemologis; (3) munculnya temuan penting dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (4) terjadinya proses globalisasi, yang menjurus pada perdagangan bebas dan pesatnya revolusi dalam bidang informasi, telekomunikasi, dan transportasi; (5) meningkatnya kesadaran manusia terhadap hak asasi dan hukum; dan (6) terjadinya proses demokrasi, yang menuntut pemberdayaan dan kemitraan dalam pembangunan di segala bidang. Salah Satu Pembangunan yang menjadi tolak ukur dari pembangunan lainnya adalah Pembangunan di bidang kesehatan, dimana Sehat merupakan modal utama dari setiap langkah dan teknologi yang akan diciptakan. Selain itu Pembangunan Kesehatan dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satu diantaranya adalah mutu tenaga kesehatan. Tenaga Kesehatan dalam menunjang pembangunan kesehatan diharapkan dapat berperan sebagai pemikir, perencana, pelaksana serta penggerak pembangunan.

1.2. Visi, Misi dan Tujuan Pendidikan 1. Visi Terwujudnya Pendidikan Kesehatan yang berkualitas dan mampu menghasilkan Ahli Madya di Bidang Kesehatan ( Tenaga Kesehatan Profesional Pemula ) yang memiliki Sikap Profesional, Nasional dan Etik serta Jiwa Wirausaha. 2. Misi Membentuk Karakter calon Tenaga Kesehatan Setingkat Ahli Madya yang memiliki semangat belajar dan etos kerja yang tinggi, kemandirian dalam melaksanakan tugas pokoknya dan kreatif, berbudi luhur serta bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 3. Tujuan Pendidikan a. Mengembangkan Proses belajar mengajar di bidang Kesehatan b. Melakukan dan mengembangkan pengkajian IPTEK dalam bidang kesehatan di bidang kebidanan c. Melakukan dan mengembangkan pengabdian masyarakat di bidang kesehatan sesuai dengan kebutuhan. d. Melakukan dan mengambangkan kegiatan informasi dan inovasi dalam bidang kesehatan. e. Mengembangkan kerjasama dengan institusi pemerintah, swasta dan masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya yang tersedia.

1.3.

Kebijakaan Jenjang Pendidikan Tinggi Untuk pencapaian tujuan tersebut diatas, maka kebijakan pendidikan di Akademi

Kebidanan Sakinah adalah sebagai berikut : 1. Peningkatan mutu Pendidikan

Pendidikan tenaga Bidan dilakukan dengan memperhatikan perkembangan pelayanan dan program pembangunan di setiap sector Industri melalui pendekatan teknologi dan Pendekatan Pasar (User). Mutu pendidikan Tenaga Kesehatan ditingkatkan agar kelulusannya dapat siap dimanfaatkan di dalam kegiatan pembangunan masyarakat. 2. Pembinaan Pendidikan Perencanaan pendidikan tenaga kesehatan disusun berdasarkan masalah yang nyata dan kebijaksanaan pembangunan. Penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan berdasarkan rencana program pendidikan. Kurikulum dan pedoman-pedoman lainnya yang ditetapkan. Penyelenggaraan pendidikan memiliki keterkaitan erat dengan kegiatan pelayanan kesehatan. Kegiatan supervisi merupakan bagaian pembinaan pendidikan tenaga kesehatan ditingkatkan pelaksanannya. Pengendalian dan pengawasan pendidikan ditingkatkan agar penyelenggaraan yang dilakukan tetap berada pada garis kebijaksanaan pembangunan. 3. Pembinaan Tenaga pendidikan dan kependidikan lainnya Kualitas tenaga pendidik ditingkatkan guna mendukung kualitas pendidikan serta meningkatkan citra harkat dan martabat pendidikan, antara lain melalui pendidikan, pelatihan dan penyelenggaaraan yang dilakukan sebagaai proses yang berkelanjutan. 4. Pengembangan kurikulum Kurikulum disemua jenis dan jenjang pendidikan dikembangkan dan diperkaya secara berkala sesuai dengan perkembangan IPTEK, perkembangan jaman dan tuntutan pembangunan. Selain itu kurikulum diperkaya dengan muatan lokal yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan daerah setempat 5. Pengembangan material Pendidikan Penulisan dan penerjemahan serta penggadaan buku pelajaran, buku bacaan, serta buku ilmiah lainnya yang bermutu diarahkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas cakrawala berpikir serta menumbuhkan budaya baca dan belajar mandiri peserta didik. Secara berkala dilakukan penilaian terhadap bahan ajaraan. Sementara itu materi buku pelajaran terus dimanfaatkan sesuai dengan kurikulum yang berlaku. 6. Pembinaan sarana dan fasilitas pendidikan Dalam rangka upaya peningkatan kualitas dan efektifitas serta efisiensi pendidikan, penyediaan sarana dan prasarana serta fasilitas pendidikan ditingkatkan, baik jumlah maupun mutunya disemua jenis dan jenjang pendidikan. Sarana dan fasilitas pendidikaan yang telah disediakan dipelihara agar tidak cepat rusak dan dirawat dengan baik untuk meningkatkan daya guna.

7. Peningkatan peran serta masyarakat termasuk dunia usaha Peran serta masyarakat termasuk dunia usaha dalam penyelenggaraan pendidikan ditingkatkan antara lain dengan mengembangkan mekanisme kerja sama yang saling menguntungkan bagi peserta didik dan lembaga pendidikan masyarakat dan dunia usaha. Hubungan yang lebih erat antara institusi pendidikan dan masyarakat dibina dan dikembangkan, terutama dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Dunia usaha didorong untuk turut membantu penyelenggaraan pendidikan dan penyediaan beasiswa kepada peserta didik berprestasi tetapi tidak mampu memberi bantuan tenaga kerja praktek dan penelitian. 8. Peningkatan hubungan lintas program dan sektor Pendidikan tenaga kesehatan perlu didukung oleh berbagai factor dan program. Sebab pendidikan tenaga kesehatan terkait dengan kebutuhan tenaga dan pendayagunaan tenaga kesehatan. Oleh karena itu hubungan dengan sector dan program terkait juga ditingkatkan. 9. Peningkatan efisiensi, efektifitas dan produktifitas pendidikan Peningkatan efisiensi, efektifitas dan produktifitas pendidikan tenaga kesehatan ditingkatkan pada semua jenis dan jenjang pendidikan termasuk peningkatan kemampuan dan penyempurnaan perencanaan terpadu, administrasi kepegawaian, keuangan, perlengkapan, pengorganisasian, hubungan luar negeri, hukum dan ketatausahan. Penelitian dan pengembangaan kebijaksanan, pengelolaan dan penyajiaan informasi, pengembangan kurikulum, teknologi pendidikan dan pengujian ditingkatkan pula. Pendidikan tenaga kesehatan tergantung kepada semua pihak termasuk yayasan sebagai pemilik institusi pendidikan kesehatan itu sendiri. 1.4. Bentuk, Nama dan Tempat kedudukan Bentuk Perguruan Tinggi adalah Akademi Kebidanan (D3 Kebidanan), bertempat di Jl. Surabaya Malang KM.42 Kepulungan Gempol Pasuruan 1.5. Dasar Hukum Adanya Pendidikan Akademi Kebidanan Akademi Kebidanan didasarkan pada beberapa dasar hukum yang saat ini berlaku, yaitu : (a) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (b) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah.

(c) Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. (d) Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonomi. (e) Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Perguruan Tinggi (f) Keputusan Mendiknas Nomor 234/U tahun 2000 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi. (g) Keputusan Dirjen Dikti Nomor 108/DIKTI/Kep/2001 tahun 2001 tentang Pedoman Pembukaan Program Studi dan / atau Jurusan Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 234/U/2000 tentang Pendirian Perguruan Tinggi. (h) Keputusan DirJen DIKTI Nomor 35/D/O/2008 tertanggal 11 Juli 2008 tentang Ijin Penyelenggaraan Akademi Kebidanan Sakinah Pasuruan.

BAB II KOMPONEN PENDIDIKAN TINGGGI, SARANA DAN PRASARANA 2.1. Sistem penerimaan dan seleksi calon mahasiswa Penerimaan mahasiswa Akademi Kebidanan Sakinah dilakukan oleh Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) yang dibentuk setiap tahun melalui Surat Keputusan Direktur Akademi Kebidanan Sakinah. Persiapan penerimaan mahasiswa baru diarahkan pada kegiatan pemasangan spanduk, penyebaran brosur, iklan layanan masyarakat di media eletronik (radio) dan pengiriman surat himbauan ke dinas/instansi pemerintah dan sekolahsekolah menengah SMU/SMK/MA, dan lain-lain. Penerimaan mahasiswa baru dilaksanakan setiap awal tahun akademik dan dilaksanakan oleh Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) dengan persyaratan sebagai berikut: (a) (b) (c) (d) (e) Mengisi formulir pendaftaran. Menyerahkan photo copy STTB yang telah dilegalisir. Pas Photo terbaru 2 x 3, 3 x 4, 4 x 6 sebanyak 3 lembar. Surat Keterangan Kelakuan Baik. Bagi mahasiswa alih program dan pindahan agar melampirkan surat pengantar, dan transkrip nilai dari perguruan tinggi asal.

Pada sistem seleksi beberapa aspek yang diukur meliputi kualifikasi kemampuan dan kemauan calon mahasiswa untuk melanjutkan studi pada program studi. Calon mahasiswa diuji melalui ujian saringan masuk secara tertulis dengan mata uji Tes Tulis berupa tes Potensi Akademik, dan Bahasa Inggris , tes wawancara dan Tes Kesehata