Print Proposyif

download Print Proposyif

of 22

  • date post

    23-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    22
  • download

    1

Embed Size (px)

description

nj

Transcript of Print Proposyif

PROPOSALANALISIS PORTOFOLIO OPTIMAL DENGAN PENDEKATAN MARKOWITZ DAN SINGLE INDEX MODEL(STUDI KASUS PADA SAHAM INDEKS JII DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE JANUARI 2009- DESEMBER 2013)

Disusun untuk memenuhi prasyarat penyusunan skripsi

ASYIFAU CHAFIDHOH (0211U229)

JURUSAN MANAJEMEN S1FAKULTAS BISNIS DAN MANAJEMENUNIVERSITAS WIDYATAMA2014

KATA PENGANTARPuji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan proposal ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga proposal ini dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.Harapan saya semoga proposal ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, serta semoga proposal ini dapat dijadikan pengantar dalam penyusunan skripsi.Proposal ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan proposal ini.

Bandung, September 2014

Penyusun

DAFTAR ISIKATA PENGANTARiiDAFTAR ISIiiiBAB I PENDAHULUAN11.1.Latar Belakang11.2.Rumusan Masalah31.3.Tujuan Penelitian3BAB II TINJAUAN PUSTAKA42.1. Landasan Teori42.1.1 Risk dan Return42.1.2. Teori Portofolio Markowitz52.1.3. Model Indeks Tunggal (Single Index Model)52.2. Kerangka Pemikiran6BAB III METODE PENELITIAN73.1.Variabel Penelitian73.2.Populasi dan Sampel73.3.Jenis dan Sumber Data73.4.Operasional Variabel83.5.Analisis Data93.5.1.Metode Statistik Komparatif93.5.2.Metode Markowitz93.5.3.Single Index Model113.6.Hipotesis153.7.Analisis dan Pembahasan16DAFTAR PUSTAKA17

i

iii

BAB IPENDAHULUAN1.1. Latar BelakangInvestasi merupakan penanaman (dalam bentuk dana sejumlah uang ataupun barang) yang diharapkan dapat memberikan keuntungan. Investasi dalam bentuk surat berharga biasanya dilakukan di pasar modal atau pasar uang. Terdapat beberapa indeks di pasar modal salah satunya adalah indeks JII yaitu Jakarta Islamic Index. JII telah dikembangkan sejak tanggal 3 Juli 2000. Setiap periodenya, saham yang masuk ke JII berjumlah 30 (tiga puluh) saham yang memenuhi kriteria syariah.Perkembangan indeks harga saham JII di Indonesia sudah sangat baik. Bahkan terus meningkat.

Gambar 1.1. Indeks Harga Saham JII Mei 2013-September 2014Dapat dilihat di grafik pada tahun 2014 kenaikan indeks telah mencapai angka 700. Hal ini menunjukkan bahwa investasi pada saham syariah dianggap sebagai jenis investasi yang menjanjikan oleh masyarakat. Saham-saham yang terdaftar di JII pun cukup banyak, sehingga dapat membuat investor bingung harus menginvestasikan dananya ke saham perusahaan yang mana. Dalam perkembangannya berbagai metode telah dikemukakan dan diaplikasikan oleh para ahli investasi dalam upaya untuk menentukan portofolio yang optimal. Mulai dari Fundamental Analysis dari Graham dan Dodd (1934), Modern Portofolio Theory oleh Markowitz (1952), metode single index model oleh Sharpe (1963). Penggunaan Technical Analysis yang didukung penggunaan teknologi. Sampai dengan metode Black-Litterman (BL) yang dikemukakan Fischer Black dan Robert Litterman Pada tahun 1992.Menurut Bodie, Kane dan Marcus (2008) masalah pokok yang dihadapi investor adalah bagaimana memilih diantara berbagai jenis saham sedemikian rupa, sehingga diperoleh suatu portofolio saham yang optimal. Untuk mengetahui saham mana yang memiliki tingkat keuntungan yang paling tinggi dengan risiko tertentu serta meminimalkan resiko tersebut, maka penulis mencoba menerapkan analisis portofolio saham pada perusahaan yang tergabung di Jakarta Islamic Index (JII) dalam BEI dalam rangka memperoleh portofolio yang optimal.Berdasarkan penjelasan di atas, maka penulis mengambil judul penelitian Analisis Portofolio Optimal Dengan Pendekatan Markowitz Dan Single Index Model (Studi Kasus Pada Saham Indeks Jii Di Bursa Efek Indonesia Periode Januari 2009- Desember 2013)

1.2. Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang tersebut, maka masalah dalam penelitian ini adalah :1. Saham-saham yang mana saja yang dapat membentuk portofolio saham yang optimal dengan menggunakan metode portofolio optimal Markowitz dan single index model?2. Bagaimana komposisi alokasi dana pada masing-masing kandidat saham yang tergabung dalam portofolio yang dibentuk ketiga metode tersebut?3. Bagaimana kinerja portofolio yang dibentuk dengan kedua model tersebut?1.3. Tujuan PenelitianTujuan dari penelitian ini akan menjawab seluruh pertanyaan yang ada pada rumusan permasalahan antara lain :1. Mengetahui saham-saham yang mana saja yang dapat membentuk portofolio saham yang optimal dengan menggunakan metode portofolio optimal Markowitz dan single index model.2. Mengetahui komposisi portofolio pada masing-masing kandidat saham yang tergabung dalam portofolio.3. Mengetahui kinerja portofolio yang dibentuk dengan kedua model tersebut.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1. Landasan Teori2.1.1 Risk dan ReturnTerdapat lima tahapan yang dilalui dalam mengambil keputusan investasi, diantaranya menentukan tujuan investasi, menentukan kebijakan investasi, memilih strategi portofolio, memilih aset yang akan diinvestasikan, dan melakukan pengukuran serta evaluasi kinerja portofolio (Tandelilin, 2010:12)Tujuan dari investasi selalu yaitu investor ingin mendapatkan return, baik jangka panjang maupun jangka pendek. Dalam melakukan investasi, terdapat dua hal penting yang selalu diperhatikan, yaitu return dan risk. Return merupakan hasil yang diperoleh dari investasi. Risk merupakan kemungkinan perbedaan return yang aktual diterima dengan return yang diharapkan. Untuk meminimalisir risiko, biasanya investor melakukan portofolio sebagai alternatif diversifikasi risiko. Portofolio merupakan penanaman investasi di lebih dari satu perusahaan atau beberapa perusahaan. Dalam pembentukan portofolio penting dilakukan analisis terhadap risiko untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan risiko yang terjadi. Apabila bobot risiko masing-masing sekuritas telah diketahui, maka akan dipilih beberapa alternatif kombinasi yang menawarkan keuntungan tinggi dengan tingkat risiko tertentu. Kombinasi-kombinasi portofolio inilah yang termasuk dalam portofolio efisien. Portofolio-portofolio efisien inilah yang nantinya akan menjadi dasar pembentukan portofolio optimal.2.1.2. Teori Portofolio MarkowitzTeori Portofolio Markowitz ini disebut juga sebagai Mean-Varian Model, yang menekankan pada usaha memaksimalkan ekspektasi return (mean) dan meminimumkan ketidakpastian/risiko (varian) untuk memilih dan menyusun portofolio optimal. Ini berarti dapat dikatakan juga bahwa pendekatan pemilihan portofolio optimal investor didasarkan pada preferensinya terhadap ekspektasi return dan risiko masing masing pilihan investasi.Investor yang akan menanamkan dananya dalam format portofolio dapat mengunakan Model Markowitz guna membantu memilih saham-saham yang layak untuk diinvestasikan. Membentuk portofolio dengan model ini memberikan keuntungan dimana setiap investor dapat memanfaatkan semua informasi yang disediakan di pasar. Asumsi-asumsi yang mendasari pembentukan portofolio menggunakan teori Markowitz, yaitu waktu yang digunakan dalam penelitian hanya satu periode, investor mendasarkan perhitungan pada nilai return ekspektasi dan risiko portofolio, tidak terdapat pinjaman dan simpanan bebas risiko, serta tidak adanya perhitungan biaya transaksi (Hartono, 2010:312). 2.1.3. Model Indeks Tunggal (Single Index Model)Model indeks tunggal dikemukakan oleh Sharpe pada Januari 1963. Single Index Model didasarkan pada pengamatan bahwa harga dari suatu sekuritas berfluktuasi searah dengan indeks harga pasar. Secara umum dapat kita ketahui bahwa kebanyakan saham cenderung mengalami kenaikan harga jika indeks harga saham naik, begitu juga sebaliknya.Metode pembentukan portofolio optimal dengan Single Index Model dapat dilakukan dengan dengan meranking sekuritas berdasarkan excess return to beta atau berdasarkan excess return to standard deviation (metode Constant Correlation) kemudian menentukan Cut-off rate serta komposisi optimal portofolio (Brown, Goetzmann, 2007).2.2. Kerangka PemikiranBerdasarkan pendahuluan dan landasan teori yang ada maka kerangka pemikirannya adalah sebagai berikut

MODEL INDEKS TUNGGALINVESTOR PASAR MODALRISKRETURNMETODE MARKOWITZPORTOFOLIO OPTIMAL

BAB IIIMETODE PENELITIAN3.1. Variabel PenelitianVariabel sebagai gejala sesuatu yang akan dijadikan objek penelitian dan faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala yang akan diteliti dan diberi suatu simbol dan ukuran. Berikut ini adalah definisi dari variabel-variabel yangdigunakan pada penelitian ini :1. Portofolio OptimalPortofolio Optimal merupakan kombinasi atau gabungan beberapa saham, baik berupa aset riil maupun aset financial yang dimiliki oleh investor.2. Proporsi Saham Berapa besar dana yang akan diinvestasikan pada tiap perusahaan. Proporsi dana pada masing masing portofolio ditentukan secara acak dan apabila dijumlahkan haruslah sama dengan satu.3.2. Populasi dan SampelPopulasi penelitian berjumlah 30 saham perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index yang kemudian dipilih kembali berdasarkan purposive sampling dengan mempertimbangkan kriteria-kriteria, antara lain perusahaan masih terdaftar dan secara konsisten mempublikasikan laporan keuangannya pada periode Januari 2009 Desember 2013, dan perusahaan tersebut memiliki nilai PER (Price Earning Ratio) tinggi. Dengan metode pengumpulan datanya adalah metode observasi nonpartisipan.3.3. Jenis dan Sumber DataJenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif, yaitu data yang diukur dalam suatu skala numerik (angka). Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu data yang telah dikumpulkan oleh lembaga pengumpul data serta di publikasikan pada masyarakat pengguna data. Data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil publikasi data di IDX (http://www.idx.