Print Jiwa Fix

download Print Jiwa Fix

of 17

  • date post

    13-Apr-2016
  • Category

    Documents

  • view

    225
  • download

    0

Embed Size (px)

description

ajeng

Transcript of Print Jiwa Fix

[Type text]

PRESENTASI KASUS PSIKIATRI

Disusun oleh:Galuh Ajeng Firsty1410221064

Pembimbing: dr. Titis Diah Budiningwati, SpKJ

Diujikan pada tanggal: 26 Februari 2016

KEPANITERAAN KLINIK DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN JIWAFAKULTAS KEDOKTERAN UPN VETERAN JAKARTARUMAH SAKIT PUSAT ANGKATAN DARAT GATOT SOEBROTOPERIODE 8 FEBRUARI 2016 11 MARET 2016LAPORAN KASUS

I. Identitas PasienNama pasien: Ny. UUmur/ tanggal lahir: 34 tahun / 18-7-1981Agama : IslamPekerjaan: Ibu Rumah Tangga Status pernikahan: MenikahSuku bangsa: JawaPendidikan: D1Alamat: Cileungsi Gandoan, Asrama GudpusiNo RM: 805486Tanggal masuk: 16 Februari 2016, Jam 00.30 WIB, Paviliun Amino

II. Riwayat PsikiatriAlloanamnesis : 21 Februari 2016 bersama Ny R, Adik kandung pasien, Pukul 10:00 WIB di Paviliun AminoAutoanamnesis : 20-23 Februari 2016, di Paviliun Amino

A. Keluhan utama :Pasien marah-marah dan mengamuk sejak 2 hari SMRS

B. Keluhan tambahan :Pasien bicara sendiri dan kacau sehingga sulit untuk ajak komunikasi.

C. Riwayat Gangguan Sekarang:Pasien datang ke IGD RSPAD Gatot Soebroto pukul 00.30 WIB diantar oleh adik kandung, sepupu, adik ipar, dan kakak ipar pasien. Keluhan yang terdapat pada pasien yaitu marah-marah, mengamuk, bicara sendiri dan bicara kacau sejak 2 hari SMRS. Saat di IGD, pasien sempat memberontak dan melarikan diri karena tidak ingin di rawat. Pasien membantah bahwa dirinya sakit sehingga tidak ada alasan baginya untuk di bawa ke Rumah Sakit. Pasien masih menggunakan mukenah saat dibawa ke RS karena mengaku ingin sholat terlebih dahulu dan tidak mau disentuh siapapun karena takut terkena yang bukan muhrimnya . Sebelum dibawa ke RS, Senin pagi, pasien marah-marah tidak terkontrol dan mengamuk setelah sholat subuh. Marah terutama saat perkataannnya tidak didengar, dibantah atau di potong saat sedang berbicara. Seluruh keluarga di paksa untuk berpuasa dan sholat. Saat keluarga menanyakan alasannya, pasien hanya menjawab saya disuruh Allah. Merasa tidak didengar, pasien menarik ibu kandungnya kedalam kamar lalu menguci pintu kamar dan memaksa ibu kandungnya untuk berpuasa. Setelah itu, pasien membuka pintu dan memanggil adik kandungnya supaya anak adik yang sedang sakit disembuhkan dengan menggunakan air minum yang sudah dibacakan doa oleh pasien, sambil mengatakan saya saja yang menyembuhkan, saya bisa. Selain itu, pasien juga marah-marah sambil mengatakan bahwa ingin punya anak, ingin punya anak kandung supaya ada kontak batin dengan anak saya, sekarang saya nggak ada kontak batin dengan chacha.Kemudian kembali marah-marah dan berteriak bahwa semua yang ada dirumah ini selingkuh, kecuali saya. Pasien menuduh sambil menunjuk-nunjuk kearah kakak ipar dan adik iparnya. Kemudian pasien menuju kekamar dan ingin menutup pintu. Tetapi oleh kakak ipar pasien, pintu tersebut di dobrak dan mengakibatkan kepala pasien terbentur kemudian terjatuh. Lalu pasien di pegangi oleh kedua ipar nya tersebut untuk dibawa ke IGD RS. Pasien kemudian semakin mengamuk, melempar barang, dan memukul tangan adik iparnya. lalu mengatakan saya akan ingat sampai mati orang yang membawa saya ke RS dan Saya mau sholat dulu, saya belum sholat berulang hingga menuju RS. Saat di RS, pasien sempat lari dan bersembunyi dibawah pohon. Berhasil dibawa ke IGD setelah adik kandung mencoba membujuk pasien. Saat itu pasien terus-terusan menggunakan mukenahnya.Pasien mulai menunjukan gejala marah-marah saat 1 minggu SMRS hanya tidak terlalu digubris. Keluarga mengatakan sebelum gejala marah-marah, pasien sempat mengeluh sakit perut yang sangat mengganggu, dan pasien mengkonsumsi obat dengan kandungan antasida karena diakui juga bahwa pasien memiliki riwayat gastritis. 3 hari SMRS (hari Sabtu) pasien datang dari Magetan untuk membereskan rumah pasien yang di cileungsi. Kemudian hari berikutnya, pasien menginap di rumah adik pasien didaerah Tangerang. Saat di ajak ke pasar, adiknya mengatakan pasien tidak menawar dan tidak mengambil kembalian belanjaan ambil saja kembaliannya untuk bapak. Hal itu dilakukan kepada semua penjual tempat pasien membeli kebutuhannya. Adik pasien merasa aneh karena biasanya pasien mencoba menawar harga yang diberikan penjual dan tidak pernah melakukan hal yang sama sebelumnya. Saat ini, pasien tidak ingin mengingat mengapa dirinya dibawa ke RSPAD. Saat ditanyakan, pasien hanya menjawab bahwa dirinya marah tidak terkontrol, mengamuk dan memukul tangan iparnya. Pasien sadar bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang tidak normal dan salah tetapi tidak mengerti kesalahannya dimana. Pasien mengatakan sempat mendengar bisikan-bisikan tetapi pasien tidak ingin membahas hal tersebut karena hal itu sudah lewat dan pasien hanya ingin sembuh agar dapat segera pulang untuk bertemu anaknya di Magetan.Pasien ingat dirinya pernah dirawat di Paviliun amino 3 hari, karena marah-marah yang tidak terkontrol. Pasien banyak menceritakan tentang anak dan suami pasien.

D. Riwayat Gangguan Sebelumnya1. Riwayat Gangguan PsikiatriMenurut keterangan pasien dan keluarganya, pasien pernah dirawat selama 3 hari di Paviliun Amino, bulan Mei tahun 2015 dan rutin mengkonsumsi obat (keluarga dan pasien tidak tahu obat yang diminum) selama 2 bulan. Masuk dengan marah-marah, mengamuk, dan sulit untuk di ajak berkomunikasi. Saat itu pasien dibawa oleh suami pasien. Menurut adik pasien, pasien sempat mengatakan tidak suka dengan tetangga perempuan yang pernah meminta bantuan kepada suaminya, namun menggunakan pakaian yang kurang pantas atau kurang sopan menurut pasien. Saat ditanyakan dimana perempuan itu sekarang oleh adiknya, pasien terus menerus mengatakan ada disitu sambil menunjuk kearah tanah kosong. Keluarga mengatakan sebelum mengalami gejala kejiwaan pada bulan mei, pasien sempat mengeluh tidak nyaman pada bagian perutnya, persis dengan gejala awal yang dirasakan sekarang.Adik pasien mengatakan bahwa pasien mulai menunjukan keanehan semenjak pindah ke rumah dinas tentara yang berada di Cileungsi. Menurut adiknya, pasien merupakan orang yang tertutup dan jarang mengeluh kepada keluarga, dengan alasan tidak ingin merepotkan keluarga. Tetapi saat di Cileungsi, pasien sempat mengeluh tidak betah karena lingkungannya terutama tetangganya kurang nyaman dan tidak bersahabat. Berbeda dengan lingkungan rumah sebelumnya yaitu di lenteng agung, dimana pasien sangat dekat dan akrab dengan semua tetangganya. Oleh karena itu pasien merasa tidak memiliki teman dan terkesan seperti di musuhi selama di cileungsi. 6 bulan tinggal di cileungsi, pasien menjadi lebih pendiam dan sangat jarang bercerita mengenai masalahnya. Hingga kemudian mengalami gejala pertama, yaitu pada bulan Mei 2015. Setelah pulang dari perawatan, pasien langsung diajak keluarganya pindah ke kampung halamannya di Magetan. Kemudian pada bulan Januari 2016, pasien diajak suaminya untuk kembali ke Cileungsi beberapa hari. Setelah suami pasien berangkat pendidikan pada tanggal 20 Januari 2016, pasien kembali lagi ke Magetan. Pada awal bulan Februari 2016, pasien mendapat kabar bahwa rumah di Cileungsi akan di renovasi. Karena suami pasien sedang pendidikan, pasien datang ke cileungsi untuk membereskan barang-barang. 1 hari di Cileungsi, kemudian pasien menginap ke rumah adiknya dan gejala yang tidak terkontrol tersebut mulai terlihat saat itu.

2. Riwayat Medik UmumPasien menyangkal adanya riwayat Hipertensi, DM, asma, kolestrol, penyakit jantung dan ginjal. Riwayat trauma, penyakit saraf, riwayat kejang, tumor otak, nyeri kepala juga disangkal oleh pasien. Tetapi pasien mengakui riwayat gastritis yang terutama muncul saat dalam kondisi banyak pikiran.

3. Penggunaan Zat Psikoaktif dan AlkoholPasien tidak pernah mengkonsumsi alkohol, bukan perokok aktif, maupun menggunakan obat obatan terlarang yang rutin maupun penggunaan jangka panjang. Penggunaan narkoba disangkal.

E. Riwayat Kehidupan Pribadi :

1. Riwayat Prenatal dan PerinatalPasien mengaku dilahirkan secara normal oleh bidan. Pasien merupakan anak ke lima dari enam bersaudara. Pasien merupakan anak kembar. Memiliki saudara kembar perempuan.2. Riwayat Masa Kanak Awal (0-3 tahun)Pasien tumbuh dengan normal sesuai seusianya. Pasien tinggal dengan kedua orang tuanya.3. Riwayat Masa Kanak Pertengahan (3-11 tahun)Pasien bersekolah di SD Negeri di Magetan. Hubungan pasien dengan saudaranya cukup harmonis. Pasien merupakan murid yang cukup aktif dalam kegiatan sekolah. Pasien senang bermanja-manja dengan orang tua pasien. 4. Riwayat Masa Kanak Akhir dan Remaja (12-18 tahun)Pasien menjalani pendidikan di salah satu SMP Negeri di Magetan. Pasien mengaku prestasinya cukup baik dan mampu mengimbangi teman-teman sebayanya. Pasien juga melanjutkan pendidikan SMA di Magetan agar pasien dapat tetap tinggal bersama dengan kedua orang tuanya. Menurut ibu dan adik pasien merupakan orang yang suka bercanda layaknya orang lain, tetapi cenderung tertutup jika ada masalah dengan alasan tidak ingin merepotkan orang lain.5. Masa dewasaa. Riwayat PendidikanPasien melanjutkan pendidikannya di jakarta, yaitu D1 komputer dan tinggal bersama bibinya.b. Riwayat Kehidupan BeragamaPasien beragama Islam. Pasien rajin sholat lima waktu sesuai dengan waktunya. c. Riwayat Pelanggaran HukumPasien tidak pernah terlibat masalah hingga terlibat dalam proses pengadilan.d. Riwayat PernikahanPasien merupakan seorang istri tentara. Pasien menikah dengan suami tahun 2007. Pasien mengaku suaminya merupakan pacar pertamanya. Dirinya kenal dengan suami atas dasar suka sama suka, tidak dijodohkan. Hanya saja suami dikenalkan oleh bibinya yang juga merupakan istri seorang tentara. Pasien mengatakan sangat mencintai suaminya dan bangga dengan suaminya. Pasien mengaku bahagia dengan kehidupan pernikahannya. Pasien pernah mengatakan cemburu dengan suami, tetapi hal tersebut merupakan cemburu yang wajar dan saya selalu percaya dengan suami saya. Pasien belum memiliki anak kandung selama 8 tahun pernikahan. Te