Presus Tenggelam

of 23/23
  • date post

    01-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    221
  • download

    0

Embed Size (px)

description

preskas drowning

Transcript of Presus Tenggelam

  • Nama: Tn. SJenis kelamin: laki-lakiUmur: 21 tahunAlamat: SekernanTanggal pemeriksaan: 14 maret 2015Jam pemeriksaan: 16.00

  • Dari kerabat yang membawa :Diketahui jatuh ke dalam kolam pada pukul 14.00 saat itu sedang bersama teman dan kakaknya. Pasien diketahui dari kecil tidak bisa berenang dan tenggelam sekitar 15 menit lebih. Setelah berhasil diangkat, pasien langsung dibawa ke puskesmas. Setelah tidak ada perbaikan pasien baru dibawa ke RS Ahmad Ripin

  • Keadaan Umum: Tampak Sakit BeratKesadaran: Tidak SadarTanda-tanda vital: Nadi: tidak terabaRespirasi: -Suhu: tidak diukurTekanan Darah: tidak teraba

  • Kepala: Bentuk: normocephali, simetrisMata: konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-, pupil dilatasi, reflex cahaya langsung dan tidak langsung-/-Mulut: kering terlihat pucat

  • Leher: tidak tampak deformitas, trakea di tengah, pembesaran KGB (-)Thoraks:Jantung: tidak ada terdengar suara jantungParu: tidak ada terdengar suara nafasAbdomen: Datar, supel, bising usus (-), Hepar dan lien tidak terabaEkstremitas: dingin, edema (-)

  • Pemeriksaan PenunjangTidak diperiksa pemeriksaan penunjang

    DiagnosisKerjaDOA ec tenggelam

  • Tenggelam diakibatkan kegagalan respirasi primer masuknya cairan dalam jumlah yang cukup ke saluran pernapasan. Secara umummasuknya air melalui membran kapiler-alveoli dan akan mencapai sirkulasiTenggelam dapat pula diartikan sebagai pembekapan lubang hidung dan mulut oleh karena air. Di mana pembekapan yang dimaksud adalah penutupan lubang hidung dan mulut oleh air.

  • Banjir cairan pada alat pernapasan yang menimbulkan gangguan fungsi paru-paru serta mencegah terjadinya pertukaran gas. Kematian akibat tenggelam disebabkan oleh obstruksi jalan nafas oleh cairan yang kebanyakan adalah air.

  • Mekanisme dari tenggelam kompleks dan bervariasi bahkan sedikit bermasalah. Ini tidak sederhana seperti aspiksia yang disebabkan oleh suffokasi di dalam air. Hidung dan mulut minimal berada di bawah air namun biasanya seluruh tubuh masuk ke dalam air. Cairan yang biasanya menyebabkan tenggelam adalah air namun dapat juga terjadi pada jenis-jenis cairan yang lainnya misalnya bir, wine, minyak tanah, aspal, pewarna, cat atau berbagai jenis cairan kimia yang lainnya.

  • eksperimen terhadap anjing Pada tenggelam di air tawar dan air payau (dengan salinitas berkisar 0,5%) penambahan dari volume darah, hemodelusi dan hemolisis. Setelah tiga menit hemodelusi akan meningkat dan mencapai 72%. Sirkulasi yang berlebih, hiponatremia dan ketidakseimbangan sodium/potasium hipoksia miokardial kolaps fibrilasi ventrikel

  • Pada tenggelam di air asin (salinitas 3-4%), menyebabkan penarikan dari sirkulasi di paru ke ruang alveolus dihasilkan dari perbedaan tekanan osmotik dimana saat bersamaan elektrolit (sodium, klorin, magnesium) masuk ke dalam darahhemokonsentrasi perubahan dalam keseimbangan sodium/potasium. Tekanan darah menurun secara perlahan dan diikuti dengan dissosiasi A-V tetapi tidak fibrilasi ventrikel. Lebih dari 42% jumlah cairan dari sirkulasi darah diserap ke alveolus.

  • Pada kedua keadaan tenggelam di atas terjadi udem paru yang terminal. Terjadi pemindahan cairan dalam dua arah antara jarak alveolus dan darah udem paru yang berkembang secara simultan dengan proses difusi.

  • Sebagian kasus asfiksia merupakan penyebab umum terjadinya kematianAir yang masuk ke paru-paru akan bercampur dengan udara dan lendir buih-buih halus yang memblok udara di vesikula. Kematian dapat terjadi dari asfiksia obstruktif kejang laring yang dibentuk oleh sejumlah kecil air yang memasuki laring.

  • Terutama pada sistem pernapasan, busa halus putih dapat mengisi trakhea dan cabang-cabangnya, air juga dapat ditemukan, demikian pula halnya dengan benda-benda asing yang ikut terinhalasi bersama air. Benda asing dalam trakhea: pasir, lumpur, binatang air, tumbuhan air dan sebagainya. Sedangkan yang tampak secara mikroskopik diantaranya telur cacing dan diatom.

  • Sejenis ganggang yang mempunyai dinding dari silikat. Diatom dijumpai di air tawar, air laut, sungai, sumur, dan lain-lain. Pasien mati tenggelam diatom akan masuk ke saluran pernafasan dan saluran pencernaan, karena ukurannya yang sangat kecil, ia di absorpsi dan mengikuti aliran darah.Diatom ini dapat sampai ke hati, paru, otak, ginjal, dan sumsum tulang. Bila diatom positif berarti korban masih hidup sewaktu tenggelam.

  • Pasir Sering ditemukan, pada umumnya kejadian tenggelam terjadi di sungai maupun di laut yang pada bagian dasarnya seringkali ditemukan pasir. Pasir ini juga sering muncul pada pemeriksaan pada esofagus dan lambung.Diatom (Gold Standard)Aspek forensik yang paling signifikan dari diatom adalah kemampuannya untuk menyelimuti dirinya dengan dinding seperti silika yang dinamakan frustule.

  • Alga (Chlorophyceae) Penemuan dari alga dapat lebih informatif pada kasus tenggelam pada air yang memiliki sedikit diatom. Telur cacing Telur cacing mungkin saja diketemukan bila di tempat korban tenggelam airnya terkontaminasi oleh kotoran yang mengandung ini

  • False PositifKontaminasi Ante mortemPenyerapan diatom pada gastrointestinal mungkin terjadi sebagai akibat dari makan makanan seperti salad dll yang masih terdapat diatom didalamnya atau pada minuman, karena pada beberapa negara penduduknya minum air yang berasal dari sungai maupun sumur.

  • Komtaminasi Post mortemPenetrasi diatom pada post mortem mungkin terjadi selama adanya perendaman tubuh jenazah pada tekanan hidrostatik yang tinggiTulang yang direndam dalam jangka waktu lama dapat membuat suatu kesalahan dalam menentukan sebab kematian karena diatom dapat masuk melalui foramen nutricium atau pori-pori yang lain.

  • False NegatifRendahnya jumlah diatom pada tempat tenggelam, jumlah air yang terhirup sedikit dan berkurangnya jumlah diatom selama pembuatan preparat.