Presus Presbo-kaki Revised

download Presus Presbo-kaki Revised

of 32

  • date post

    04-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    8
  • download

    0

Embed Size (px)

description

Presentasi bokong

Transcript of Presus Presbo-kaki Revised

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 2015 PRESENTASI KASUS

BAB ILAPORAN KASUS

I. IDENTITASNama: Ny. SPNama Suami : Tn. RUmur : 39 tahun Umur : 40 tahunPendidikan : SDPendidikan : SMAAgama : Islam Agama : IslamPekerjaan : Ibu rumah tanggaPekerjaan : BuruhAlamat : Krapyak wetan, Yogyakarta

Tanggal Masuk RS: 11 Maret 2015 (07.40)Tanggal Pemeriksaan: 11 Maret 2015

II. SUBYEKTIFTanggal 11 Maret 2015(Autoanamnesis)1. Keluhan Utama : Seorang pasien merasa hamil 9 bulan mengeluh kenceng-kenceng2. Riwayat Penyakit Sekarang : Seorang pasien merasa hamil 9 bulan datang ke IGD mengeluhkan kenceng-kenceng. Kenceng-kenceng dirasakan sejak pukul 06.00 (1,5 jam SMRS). Ketuban telah dirasakan rembes sejak pukul 06.30 (1 jam SMRS) jumlah sedikit, warna bening, tidak berbau. Lendir (+), darah (+), gerakan janin dirasakan aktif (+). Riwayat penyakit jantung (-), hipertensi (-), DM (-), asma (-). Kontrol ANC rutin dilakukan di praktek bidan mandiri, pernah USG dipuskesmas Sewon I 2 HSMRS dan dinyatakan presentasi bayinya sungsang kemudian diedukasi jika sudah merasa kenceng-kenceng harap datang ke RSUD. Riwayat persalinan yang lalu anak I lahir spontan dengan BBL 2700 gram.

3. Riwayat MenstruasiUmur Menarke: 14 tahunSiklus: 30 hariLama: 5 hariSakit Waktu Menstruasi: (+) ketika awal menstruasiHPHT: 8 Juni 2014HPL: 15 Maret 2015UK: 39 minggu 3 hari

4. Riwayat Kehamilan, Persalinan, dan Nifas yang Lalu NOTgl/Thn PartusTempat PartusUKJenis PersalinanPenolongPenyulitJK/BBKeadaan Anak Sekarang

1.2008Praktek BidanPrematurSpontanBidanLaki-laki, 2700grHidup

5.Hamil sekarang

5. Riwayat Hamil IniHamil muda: mual (+), muntah (-), pusing (-), perdarahan (-)

6. Riwayat Penyakit DahuluRiwayat sakit asma, hipertensi, diabetes mellitus, penyakit jantung, TBC disangkal, dan belum pernah menjalani operasi sebelumnya.

7. Riwayat Penyakit Keluarga Riwayat hipertensi, asma, Diabetes mellitus, kanker, penyakit hati, penyakit jantung, epilepsy, TBC disangkal. 8. Riwayat GinekologiInfertilitas, polip serviks, infeksi virus, kanker kandungan disangkal.

9. Riwayat KBNOMetodeMulaiBerhentiAlasanKeluhan/komplikasi

TahunOlehTahunOleh

1KB suntik2008Bidan2010BidanIngin hamil-

10. Riwayat ANCKontrol ANC rutin dilakukan di bidan praktek mandiri.

11. Riwayat Psikososial Status perkawinan 1x, lama perkawinan 8 tahun. Kehamilan ini merupakan kehamilan yang diharapkan. Pengambilan keputusan dalam keluarga adalah suami.

III. OBYEKTIF (11 Maret 2015 pukul 07.40)Pemeriksaan FisikKU: BaikKesadaran: Compos MentisVital Sign AntropometriTekanan Darah : 140/90 mmHgTinggi Badan: 155 cmNadi: 86 x/menitBerat Badan: 75 kgPernapasan: 20 x/menitIMT: 31.25 kg/m2Suhu: 36.8 oC, aksilaStatus Gizi: OverweightKepala: Mesochepal, rambut hitam, distribusi merata, tidak mudah dicabut. Mata: Palpebra: Oedema - / -, conjungtiva: anemis - / -, sklera: ikterik - / - Telinga: Simetris, discharge (-)Hidung: Deviasi septum (-), discharge (-)Mulut: Bibir kering (-), lidah kotor (-)Leher: Tidak teraba pembesaran kelenjar tiroid dan kelenjar limfeThorax : Inspeksi: simetris dalam keadaan statis dan dinamis kanan dan kiri Palpasi: fokal fremitus taktil kanan = kiri Perkusi: sonor diseluruh lapang paruAuskultasi : S1 - S2 reguler, suara nafas vesikuler + / +, rhonki - / -, wheezing - / -Abdomen (Status Ginekologis) :a) Pemeriksaan Luar1) Inspeksi: Perut membesar sesuai usia kehamilan, striae gravidarum (+)2) Auskultasi: Peristaltik (+), Bising usus (+)3) Palpasi: Janin tunggal, letak memanjangLeopold I: Teraba bagian keras (kepala) Leopold II: Teraba bagian keras memanjang di sebelah kanan (puka)Leopold III: Teraba bagian lunak (bokong)Leopold IV: DivergenHIS (+) 2x/20/sedang, TFU 31 cm, DJJ 145x/menit4) Perkusi: TympaniEkstremitas: Edema (-), Varises (-)Pemeriksaan Dalam : V/U tenang, dinding vagina licin, servik tipis, letak dibelakang, 5cm, selaput ketuban (-), Air ketuban (+) jernih (+), bau (-), STLD (+), teraba telapak kaki bayi di depan portio.

IV. PEMERIKSAAN PENUNJANGPemeriksaan Darah Rutin 11 Maret 2015 pk 07.40PARAMETERHASILNILAI NORMALUNIT

HEMATOLOGY AUTOMATIC

Leukosit12.34,0 - 10,610e3/ul

Eritrosit5,093.90 - 5.5010e6/ ul

Hemoglobin13.312,0 - 16,0gr/dl

Hematokrit40.337 47%

MCV79.281 99Fl

MCH26.327 31Pg

MCHC33.233-37gr/dL

Trombosit326150-45010e3/uL

Differential Telling Mikroskopis

Neutrofil%81.650-70%

Limfosit%14.120-40%

Monosit%2.83-12%

Eosinofil%1.10.5-5.0%

Baosil%0.40-1%

Neutrofil#10.82-710^3/uL

Limfosit#1.250.5-110^3/uL

Monosit#0.360.12-1.210^3/uL

Eosinofil#0.130.02-0.5010^3/uL

Basofil#0.050-110^3/uL

Penunjang

Golongan DarahO, rhesus (+)Slide Aglutinasi

Waktu Pendarahan2 50 4 cm dan ketuban (+/-) : taksiran berat janin > 3500 gram dilakukan seksio sesarea. Pada multigravida dengan janin besar, fetal distress, ketuban (-) > 12 jam dilakukan sekseio sesarea. Jika ada kelainan his, dipacu : jika gagal seksio sesarea, dan jika berhasil partus pervaginam dengan perasat Bracht dengan atau tanpa manual aid, cara klasik yaitu Mueller atau Loevset untuk mengeluarkan lengan dan bahu setelah bokong dan kaki lahir. Untuk mengeluarkan kepala dapat dengan cara Mauriceau atau menggunakan cunam Piper.

Pilihan pertama : persalinan pervaginamSyarat partus pervaginam pada presentasi bokong- TBJ < 3500 gram- tidak ada suspek DKP- tidak ada kelainan jalan lahirJika berat janin 3500 g atau lebih, terutama pada primigravida atau multipara dengan riwayat melahirkan kurang dari 3500 g, Selaput ketuban (+) pada saat fase laten, sectio cesarea lebih dianjurkan.

a. Persalinan spontan. Janin dilahirkan dengan kekuatan dan tenaga ibu sendiri. Cara ini lazim disebut cara Bracht.Persalinan spontan pervaginam (bracht) terdiri dari 3 tahapan :1. Fase lambat pertama Mulai dari lahirnya bokong sampai umbilikus (scapula) Disebut fase lambat karena tahapan ini tidak perlu ditangani secara tergesa-gesa mengingat tidak ada bahaya pada ibu dan anak yang mungkin terjadi.2. Fase cepat Mulai dari lahirnya umbilikus sampai mulut Pada fase ini kepala janin masuk panggul sehingga terjadi oklusi pembuluh darah tali pusat antara kepala dengan tulang panggul sehingga sirkulasi uteroplasental terganggu Disebut fase cepat karena tahapan ini harus terselesaikan dalan 1-2 kali kontraksi uterus (sekitar 8 menit)3. Fase lambat kedua Mulai lahirnya mulut sampai seluruh kepala Disebut fase lambat karena tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa untuk menghindari dekompresi kepala yang terlampau cepat yang dapat menyebabkan perdarahan intrakranial.

Tehnik pertolongan presbo spontan pervaginam (Bracht)1. Pertolongan dimulai setelah bokong nampak di vulva dengan penampang sekitar 5 cm2. Suntikan oksitosin 5 IU IM dengan tujuan fase cepat pertama dalam persalinan akan terselesaikan3. Dengan menggunakan tangan yang dilapisi kain setengah basah, bokong janin dipegang sehingga kedua ibu jari penolong berada pada bagian belakang pangkal paha dan empat jari lain berada pada bokong janin.

4. Pada saat ibu meneran, dilakukan gerakan mengarahkan punggung anak ke perut ibu (hiperlordosis) sampai kedua kaki anak lahir5. Setelah kaki lahir, pegangan diubah sehingga kedua ibu jari sekarang berada dilipatan paha bagian belakang dan ke empat jari-jari berada pada pinggang janin

6. Dengan pegangan tersebut, dilakukan gerakan hiperlordosis diteruskan sedikit ke arah kiri atau kanan sesuai arah punggung anak7.Gerakan hiperlordosis dilakukan sampai akhirnya lahir mulut, hidung, dahi, dan seluruh kepala anak8. Pada saat melahirkan kepala, asisten melakukan tekanan suprasimfisis searah jalan lahir dengan tujuan untuk mempertahankan posisi fleksi kepala bayi9. Setelah anak lahir, perawatan dan pertolongan dilakukan seperti pada persalinan spontan biasa.

b. Manual Aid atau Ekstraksi Bokong Parsial. Setelah bokong lahir spontan sebatas umbilikus, lengan dan kepala dimanipulasi untuk melahirkan bayi. Penggunaan cunam untuk melahirkan kepala termasuk kriteria ini.Pelahiran sungsang menyebabkan penarikan umbilikus dan melekatkan tali pusat pada pelvis, sehingga menekan tali pusat. Karena itu begitu bokong melwati introitus vagina, abdomen, thorax, dan kepala harus segera dilahirkan. Namun jika DJJ tidak stabil sebelum saat tersebut, harus dibuat keputusan untuk melakukan ekstraksi manual atau pelahiran caesar.Pada semua pelahiran sungsang, episiotomi harus dilakukan kecuali jika diduga terjadi relaksasi perineum. Indikasi : 1. bila pertolongan secara Bracht gagal. 2. elektif, karena sejak semula direncanakan pertolongan dengan manual aid.Tahapan : Tahap pertama : lahirnya bokong sampai umbilikus, spontan.1. Pegangan pada panggul anak sedemikian rupa sehingga ibu jari penolong berdampingan pada os sacrum dengan kedua jari telunjuk pada krista iliaca anterior superior; ibu jari pada sakrum sedangkan jari-jari lain berada didepan pangkal paha.2. Dilakukan traksi curam kebawah sampai menemui hambatan jalan lahir3. Selanjutnya bahu dilahirkan dengan manuver seperti dibawah ini. Tahap kedua : lahirnya bahu dan lengan memakai tenaga penolong secara klasik (Deventer), Mueller atau Lovset.1. LovsetPrinsip : memutar badan janin setengah lingkaran (180 derajat) searah dan berlawanan arah jarum jam sambil melakukan traksi curam kebawah sehingga bahu yang semula dibelakang akan lahir didepan (dibawah simfisis)

2. Klasik/DeventerPrinsip : melahirkan lengan belakang dahulu (karena ruangan panggul sebelah belakang/sacrum relatif lebih luas dibanding ruang panggul sebelah depan) dan kemudian melahirkan lengan depan dibawah simfisis. Dipilih bila bahu tersangkut di pintu atas panggul.

3. MuulerPrinsip : Melah