PRESUS Neurodermatitis Aditya Novita

download PRESUS Neurodermatitis Aditya Novita

of 26

  • date post

    11-Feb-2018
  • Category

    Documents

  • view

    231
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of PRESUS Neurodermatitis Aditya Novita

  • 7/23/2019 PRESUS Neurodermatitis Aditya Novita

    1/26

    PRESENTASI KASUS

    (NEURODERMATITIS)

    LIKEN SMPLEKS KRONIKUS

    Disusun Oleh :

    Aditya Novita G1A212065

    Pembimbing :

    dr. Ismiralda Oke, Sp.KK

    FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN

    UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

    SMF ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN

    RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO

    PURWOKERTO

    2013

  • 7/23/2019 PRESUS Neurodermatitis Aditya Novita

    2/26

    2

    HALAMAN PENGESAHAN

    (NEURODERMATITIS) LIKEN SIMPLEKS KRONIKUS

    Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Tugas Mengikuti

    Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin

    RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto

    Disusun oleh :

    Aditya Novita G1A212065

    Telah dipresentasikan

    Pada Tanggal : April 2013

    Menyetujui

    dr. Ismiralda Oke, Sp.KK

  • 7/23/2019 PRESUS Neurodermatitis Aditya Novita

    3/26

    3

    I. PENDAHULUANI. IDENTITAS PASIEN

    Nama : Tn. A R

    Jenis Kelamin : Laki-laki

    Usia : 43 tahun

    Pekerjaan : Karyawan Puskesmas

    Pendidikan Terakhir : D3

    Status Pernikahan : Sudah Menikah

    Alamat : Kebokoran RT 03/04

    Agama : Islam

    No. CM : 50-46-44

    II. ANAMNESISDiambil dari autoanamnesis pada tanggal 23 Maret 2013, pukul 10.00

    WIB

    Keluhan Utama : Gatal di daerah sekitar mata kaki kiri.

    Keluhan Tambahan : Kulit menjadi kasar dan tebal karena sering

    digaruk, tetapi tidak panas dan nyeri.

    Riwayat Penyakit Sekarang:

    Pasien merasakan Gatal di daerah sekitar mata kaki kiri sejak satu

    tahun yang lalu. Gatal dirasakan semakin bertambah setiap harinya

    sehingga pasien tidak tahan dan menggaruk-garuk daerah yang gatal.

    Keluhan dirasakan kumat-kumatan dan bertambah berat terutama

    saat pasien sedang memiliki masalah yang menjadi beban pikiran seperti

    pekerjaan yang menumpuk, gatal tidak diperberat dengan berkeringat

    ataupun pasien menggunakan detergen untuk mencuci. Gatal dirasakan

    saat istirahat dan hilang saat beraktivitas. Karena gatalnya tidak dapat

    ditahan, pasien secara spontan langsung menggaruk-garuk daerah yang

  • 7/23/2019 PRESUS Neurodermatitis Aditya Novita

    4/26

    4

    gatal hingga kemerahan bahkan sampai berdarah setelah itu rasa gatal

    hilang dan terasa enak. Menurut pasien daerah yang digaruk menjadi

    merah, lama kelamaan tebal dan bersisik di bagian tengah serta berwarna

    kehitaman di tepinya. Padahal sebelumnya hanya berupa benjolan kecil

    tidak terasa panas dan nyeri, tetapi setelah digaruk semakin meluas dan

    melebar.

    Sebelum datang ke Poli Penyakit Kulit dan Kelamin RS Margono

    Soekardjo, pasien pernah berobat ke puskesmas dan mendapat obat berupa

    salep yang dioleskan sebanyak tiga kali dalam sehari. Keluhan gatal

    kemudian dirasakan membaik, namun setelah obat habis dapat kembali

    timbul. Tetapi bekas garukan di daerah gatalnya menetap tidak pernah

    hilang.

    Riwayat Penyakit Dahulu :

    Tidak ada.Riwayat Alergi

    Tidak ada Riwayat Penyakit Diabetes Mellitus, Hipertensi

    Tidak ada Riwayat Penyakit Asma

    Riwayat Penyakit Keluarga :

    Tidak ada yang menderita penyakit dengan keluhan yang sama dengan

    pasien.

    Tidak ada yang menderita Alergi

    Tidak ada yang menderita Penyakit Asma pada keluarga pasien

    Tidak ada yang menderita Penyakit Diabetes Mellitus, Hipertensi

    III. STATUS GENERALISKeadaaan umum : Baik

    Kesadaran : Compos mentis

    Keadaan gizi : Baik, BB: 68 kg, TB: 168 cm

    Vital Sign : Tekanan Darah : 120/70 mmHg

    Nadi : 88 x/menit

    Pernafasan : 18 x/menit

  • 7/23/2019 PRESUS Neurodermatitis Aditya Novita

    5/26

    5

    Suhu : afebris

    Kepala : Mesochepal, rambut hitam, distribusi merata

    Mata : Konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-)

    Hidung : Simetris, deviasi septum (-), sekret (-)

    Telinga : Bentuk daun telinga normal, sekret (-)

    Mulut : Mukosa bibir dan mulut lembab, sianosis (-)

    Tenggorokan : T1T1 tenang , tidak hiperemis

    Thorax : Simetris, retraksi (-)

    Jantung : BJ III reguler, murmur (-), Gallop (-)

    Paru : SD vesikuler , ronki (-/-) , wheezing (-)

    Abdomen : Supel, datar, BU (+) normal

    Kelenjar Getah Bening: tidak teraba pembesaran.

    Ekstremitas : Akral hangat, edema ( ), sianosis ( )

    IV. STATUS DERMATOLOGIKUSLokasi : Ekstremitas Inferior

    Effloresensi : Tampak makula eritematosa, hiperpigmentasi, berbatas

    tegas, likenifikasi dengan skuama halus pada bagian tepi,

    ukuran plakat, bentuk lingkaran tidak beraturan, lokalisasi

    soliter.

    V. PEMERIKSAAN PENUNJANGTidak dilakukan pemeriksaan penunjang

    VI.

    RESUMEPasien Tn. A R, Laki-laki, usia 43 tahun datang dengan keluhan

    Gatal di daerah sekitar mata kaki kiri sejak satu tahun yang lalu. Gatal

    dirasakan semakin bertambah setiap harinya sehingga pasien tidak tahan

    dan menggaruk-garuk daerah yang gatal. Keluhan dirasakan kumat-

    kumatan dan bertambah berat terutama saat pasien sedang memiliki

    masalah yang menjadi beban pikiran seperti pekerjaan yang menumpuk.

    Gatal dirasakan saat istirahat dan hilang saat beraktivitas. Menurut pasien

  • 7/23/2019 PRESUS Neurodermatitis Aditya Novita

    6/26

    6

    daerah yang digaruk menjadi merah, lama kelamaan tebal dan bersisik di

    bagian tengah serta berwarna kehitaman di tepinya. Padahal sebelumnya

    hanya berupa benjolan kecil tidak terasa panas dan nyeri, tetapi setelah

    digaruk semakin meluas dan melebar. Pasien pernah berobat ke puskesmas

    dan mendapat obat berupa salep. Keluhan gatal kemudian dirasakan

    membaik. Pada pemeriksaan status generalis dalam batas normal. Pada

    pemeriksaan status dermatologikus Lokasi Ekstremitas Inferior tampak

    makula eritematosa, hiperpigmentasi, berbatas tegas, likenifikasi dengan

    skuama halus pada bagian tepi, ukuran plakat, bentuk lingkaran tidak

    beraturan, lokalisasi soliter.

    VII. DIAGNOSA KERJALiken simpleks kronikus ( Neurodermatitis Sirkumskripta)

    VIII. DIAGNOSIS BANDING1. Liken Planus

    Predileksi: permukaan fleksor pergelangan tangan, batang tubuh, kaki,

    glans penis, medial paha, selaput lendir dan vagina.

    UKK : lesi yang khas berupa papula kecil, datar, poligonal permukaan

    mengkilap, warna keunguan, berangulasi dengan anyaman garis

    keabu-abuan (wickhams striae) pada permukaannya. Di atasnya

    terdapat skuama halus.

    2. PsoriasisPredileksi: scalp. Tengkuk, interskapula, lumbosakral, bagian

    ekstensor lutut dan siku, areola, mamaer, lipatan mamae, umbilicus,punggung kaki dekat pergelangan

    UKK: macula eritematosa yang merata berbatas tegas dengan skuama

    tebal diatasnya. Skuama kasar berlapis-lapis, warna putih transparan,

    bentuk bulat atau lonjong, ukuran bervariasi.

    3. Dermatitis AtopikPredileksi: muka, kepala, tengkuk, lipat siku, pergelangan tangan, fosa

    poplitea

  • 7/23/2019 PRESUS Neurodermatitis Aditya Novita

    7/26

    7

    UKK: edema, vesikel/bula, dapat disertai ekskoriasi. Pada keadaan

    kronik dapat terjadi penebalan kulit/likenifikasi dan hiperpigmentasi.

    IX. PEMERIKSAAN ANJURANHistopatologi

    X. PENATALAKSANAAN1. Non Medikamentosa

    a. Menjelaskan kepada pasien mengenai penyakitnya.b. Mencegah garukan dan gosokan pada daerah yang gatalc. Istirahat yang cukupd. Hindari stress psikologise. Menjaga kebersihan kulit dengan mandif. Hindari dari gigitan serangga

    2. MedikamentosaSistemik:

    Antihistamin Loratadine 10 mg tablet 1x1

    Antidepresi Amitriptylin tab 1x1 (malam)

    Topikal:

    Inerson

    Asam Salisilat 3%

    LCD vaseline salep

    XI.

    PROGNOSISQuo ad vitam : bonam

    Quo ad kosmeticum : dubia ad bonam

    Quo ad sanationam : dubia ad bonam

  • 7/23/2019 PRESUS Neurodermatitis Aditya Novita

    8/26

    8

    Effloresensi Pada Pasien Tn. A R

  • 7/23/2019 PRESUS Neurodermatitis Aditya Novita

    9/26

    II. TINJAUAN PUSTAKALIKEN SIMPLEK KRONIKUS (NEURODERMATITIS

    SIRKUMSKRPTA)

    1.1.Definisi

    Liken simpleks kronikus adalah Penebalan kulit dengan skala variable

    yang timbul sekunder karena garukan atau gosokan berulang-ulang.

    Peradangan kulit kronis, gatal, sirkumskrip, ditandai dengan kulit tebal dan

    garis kulit tampak lebih menonjol (likenifikasi) menyerupai kulit batang kayu,

    akibat garukan atau gosokan yang berulang-ulang karena berbagai rangsangan

    pruritogenik (Djuanda Adhi, 2006; Susan Burgim, 2008; Odom RB, 2000).

    Liken simpleks kronikus merupakan proses yang sekunder ketika

    seseorang mengalami sensasi gatal pada daerah kulit yang spesifik dengan

    atau tanpa kelainan kulit yang mendasar yang dapat mengakibatkan trauma

    mekanis pada kulit yang berakhir dengan likenifikasi. Penyakit ini biasanya

    timbul pada pasien dengan kepribadian yang obsesif, dimana selalu ingin

    menggaruk bagian tertentu dari tubuhnya (Soter NA, 2003).

    1.2. Sinonim

    Nama lain dari liken simpleks kronikus adalah neurodermatitis

    sirkumskripta, istilah yang pertama kali dipakai oleh Vidal, oleh karena itu

    disebut pula liken Vidal (Djuanda Adhi, 2006).

    1.3. EtioPatogenesis & Patofisiologi

    Penyebab liken simpleks kronikus belum diketahui secara pasti.

    Namun ada berbagai faktor yang mendorong terjadinya rasa gatal pada

    penyakit ini, faktor penyebab dari liken simpleks kronikus dapat dibagi

    menjadi dua yaitu:

    a. Faktor Eksterna1)Lingkungan

    Faktor lingkungan seperti panas dan udara yang kering dapat

    berimplikasi dalam menyebabkan