Preskes Tumor Mediastinum

download Preskes Tumor Mediastinum

of 53

  • date post

    16-Jul-2016
  • Category

    Documents

  • view

    25
  • download

    1

Embed Size (px)

description

kk

Transcript of Preskes Tumor Mediastinum

Presentasi Kasus

SEORANG WANITA USIA 62 TAHUN DENGAN TUMOR MEDIASTINUM

Oleh:

Vania Nur AmalinaG99142109Bryan Pandu PermanaG99142110Nur HidayahG99142111Arga Scorpianus RenardiG99142112Deneisha Kartika P.G99142113Fila ApriliawatiG99142114Itqan GhazaliG99142115Hernowo Setyo U.G99142116Mira Rizki RamadhanG99142117Gabriella Diandra N.G99142118

Pembimbing: Dr. Reviono, dr., Sp.P (K)

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN PARUFAKULTAS KEDOKTERAN UNS/RSUD DR.MOEWARDISURAKARTA2015

BAB 1PENDAHULUAN

A. Latar BelakangTumor mediastinum didefinisikan sebagai tumor yang terdapat di dalam mediastinum yaitu rongga di antara paru-paru kanan dan kiri yang berisi jantung, aorta, dan arteri besar, pembuluh darah vena besar, trakea, kelenjar timus, saraf, jaringan ikat, kelenjar getah bening dan salurannya (Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, 2003).Prevalensi tumor mediastinum di kepustakaan luar berdasarkan penelitian retrospektif dari tahun 1973 sampai dengan 1995 di New Mexico, USA di dapatkan 219 pasien tumor mediastinum ganas yang diidentifikasi dari 110.284 pasien penyakit keganasan primer. Jenis terbanyak adalah limfoma 55%, sel germinal 16%, timoma 14%, sarkoma 5%, neurogenik 3%, dan jenis lainnya 7% .Sedangkan data frekuensi tumor mediastinum di Indonesia antara lain didapat dari SMF bedah thorax RS Persahabatan Jakarta dan RSUD Dr.Soetomo di Surabaya. Pada tahun 1970-1990 di RS Persahabatan dilakukan operasi terhadap 137 kasus, jenis tumor yang ditemukan adalah 32,2% teratoma, 24% timoma, 8% tumor saraf, dan 4,3% limfoma. Data RSUD Dr. Soetomo menjelaskan lokasi tumor pada mediastinum anterior 67% kasus, mediastinum medial 29% dan mediastinum posterior 25,5%. Dari tumor mediastinum yang memberikan gejala, setengahnya adalah maligna. Sebagian besar tumor yang asimptomatik adalah benigna (Pratama S, 2003).Kebanyakan tumor mediastinum tanpa gejala dan ditemukan saat dilakukan foto toraks. Keluhan penderita biasanya berkaitan dengan ukuran dan invasi atau kompresi terhadap organ sekitar, misalnya sesak napas berat, sindrom vena kava superior (SVKS) dan gangguan menelan.Diagnosis yang lebih dini dan tepat untuk tumor mediastinum dapat dibantu dengan pemeriksaan foto rontgen dada, CT-scan , MRI. Bersama dengan kemajuan teknik diagnostik ini, kemajuan anestesi, kemoterapi, dan terapi radiasi telah meningkatkan kelangsungan hidup dan memperbaiki kualitas hidup pasien. BAB IISTATUS PASIEN

I. ANAMNESISA. Identitas PasienNama Pasien: Ny. SUsia: 62 tahunJenis Kelamin: Perempuan Status : MenikahPekerjaan : Ibu rumah tangga Agama: IslamAlamat: Kedawung - SragenTanggal Masuk: 4 Januari 2016Tanggal Pemeriksaan: 4 Januari 2016No. RM: 01-31-95xxx

B. Keluhan UtamaBatuk

C. Riwayat Penyakit SekarangPasien datang dengan keluhan batuk (+) sejak 6 bulan SMRS. Batuk timbul kadang-kadang, tidak terus menerus. Batuk kadang bercampur dengan dengan darah. Darah keluar setiap kali batuk, berupa bercak-bercak darah.Pasien juga mengeluhkan sesak napas sejak 5 bulan SMRS. Sesak dirasakan terus menerus dan tidak dipengaruhi aktivitas maupun cuaca, mengi (-). Selain itu pasien mengeluhkan nyeri dada sebelah kiri 3 bulan SMRS. Nyeri dada tidak dirasakan menjalar ke lengan atas maupun tembus ke punggung.Tidak didapatkan demam, demam sumer-sumer (-), keringat saat malam (-), nafsu makan turun (-), mual (+) , muntah (+), rambut rontok (-). BAK dan BAB tidak ada kelainan. Saat ini pasien datang untuk melanjutkan kemoterapi ke III untuk diagnosis tumor mediastinum.

D. Riwayat Penyakit DahuluRiwayat OAT: (-) Riwayat Hipertensi: disangkalRiwayat Diabetes Melitus: disangkalRiwayat Alergi: disangkalRiwayat Penyakit Jantung: disangkalRiwayat Mondok: (+) Riwayat Kemoterapi: 18/11/2015: Kemoterapi I Cisplatin,vinkristin,siklofosfamid, doxorubisin 12/12/2015: Kemoterapi II Cisplatin,vinkristin,siklofosfamid, doxorubisinE. Riwayat Penyakit KeluargaRiwayat Sesak Napas : disangkalRiwayat Hipertensi : disangkalRiwayat Penyakit Jantung: disangkalRiwayat DM : disangkalRiwayat Asma: disangkalRiwayat Alergi Obat/makanan: disangkal

F. Riwayat Kebiasaan dan GiziRiwayat Merokok: disangkalRiwayat Minum alkohol: disangkalRiwayat Olahraga: disangkal

G. Riwayat Sosial EkonomiPasien saat ini menggunakan fasilitas kesehatan dengan BPJS. Pasien aktifitas sehari-hari hanya di rumah, sebagai ibu rumah tangga,

II. PEMERIKSAAN FISIKA. Status GeneralisKeadaan umum sakit sedang, compos Mentis E4V5M6, gizi kesan baik.B. Tanda VitalTekanan darah: 120/70mmHg.Nadi: 84 x/ menit, isi dan tegangan cukup, irama teratur.Respirasi: 26 x/menitSuhu: 37,10C per aksilerSiO2: 97% C. KulitWarna sawo matang, pucat (-), ikterik (-), petechie (-), venectasi (-), spidernaevi (-), hiperpigmentasi (-), hipopigmentasi (-).D. KepalaBentuk mesocephal, kedudukan kepala simetris, luka (-), rambut tidak beruban semua, mudah rontok, mudah dicabut, atrofi otot (-).E. MataConjunctiva pucat (-/-), sklera ikterik (-/-), refleks cahaya langsung dan tak langsung (+/+), pupil isokor (3 mm/ 3mm), oedem palpebra (-/-), sekret (-/-). F. HidungNafas cuping hidung (-/-), deformitas (-), darah (-/-), sekret (-/-).G. TelingaDeformitas (-/-),darah (-/-), sekret (-/-).H. MulutBibir kering (-), sianosis (-), lidah kotor (-),lidah simetris, lidah tremor (-), tonsil T1-T1, faring hiperemis (-), T1-T1, stomatitis (-), mukosa pucat (-), gusi berdarah (-), papil lidah atrofi (-).I. LeherSimetris, trakea ditengah, JVP tidak meningkat, limfonodi tidak membesar, nyeri tekan (-), benjolan (-), kaku (-).J. ThoraksRetraksi (-) 1. JantungInspeksi : Ictus Cordis tidak tampak.Palpasi: Ictus Cordis tidak kuat angkat.Perkusi: Konfigurasi jantung kesan tidak melebar.Auskultasi: Bunyi jantung I dan II intensitas normal, reguler, bising (-).2. Paru (anterior )Inspeksi statis: simetris, dinding dada kanan = kiriInspeksi dinamis: Pengembangan dada kanan = kiriPalpasi: Fremitus raba kanan = kiriPerkusi: sonor/ redup SIC III-IVAuskultasi:Suara dasar vesikuler (+)/Suara dasar vesikuler (+) di SIC III-IVParu (posterior )Inspek sistatis: Asimetris, pengembangan dinding dada kanan = kiriInspeksi dinamis: Pengembangan dada kanan = kiriPalpasi: Fremitus raba kanan = kiriPerkusi: sonor/ redup SIC IV-V Auskultasi: Suara dasar vesikuler (+)/Suara dasar vesikuler (+) di SIC IV-VK. AbdomenInspeksi: dinding perut sejajar dinding dada.Auskultasi: peristaltik (+) normal.Perkusi: tympani.Palpasi: supel, nyeri tekan (-), hepar dan lien tidak teraba.L. Ekstremitas

Oedem _ _ Akral dingin _ _

III. PEMERIKSAAN PENUNJANGA. Hasil Laboratorium Darah 4 Januari 2015Hemoglobin : 12 gr/dl(13,5-17,5)Hematokrit: 36% (33-45)Antal Eritrosit: 3.86 x 103/uL(4,5-5,9)Antal Leukosit : 6.1 x 103/uL(4,5-11,0)Antal Trombosit : 391 x 103/uL (150-450)Golongan Darah : AGDS : 109 mg/dL(60-140)Albumin: 4.1g/dL(3.5 5.2)Ureum : 18mg/dL(15 tahun), lebih banyak perempuan (39 orang) dibandingkan laki-laki (21 orang). Hanya 20% (12 dari 60) bersifat ganas.3Tabel 6. Klasifikasi histologis tumor saraf10Berasal dari saraf tepi (peripheral nerves)

Neurofibroma Neurilemoma (Schwannoma) Neurosarkoma

Berasal dari ganglion simpatik (symphathetic ganglia)

Ganglioneuroma Ganglioneoroblastoma Neuroblastoma

Berasal dari jaringan paraganglionik (paraganglionik tissue)

Feokromositoma Kemodektoma (paraganglioma)

Total reseksi adalah terapi pilihan, jika sel bersifat ganas atau reseksi tidak komplet maka radiasi pascabedah sangat dianjurkan. Pada jenis ganas, misalnya neuroblastoma yang sulit dibedah, kemoterapi dilakukan sebelum pembedahan.

DAFTAR PUSTAKA1. Bennisler L. Respiratory system. In: Grays anatomy. Williams PL, Bennister L, Berry LH, Collins P, Dyson M, Dussek JE, et al. Editors. 38 th ed, Churchill Livingstone, Edinburgh, 1999.p. 1627-76.2. Busroh ID. Tumor Mediastinum: tata laksana dan beberapa data. PIT IKABI , Jogjakarta, 4-6 Juli 1991.h. 1-143. Hudoyo A, Danna S, Siregar CA, Jusuf A, Yudanarso D. Tumor mediastinum di RSUP Persahabatan (1988-1992). Recent Advances in Respiratory Medicine Simposia. Konperensi Kerja Nasional VII PDPI. Bandung, 1995.4. Bacha EA, Chapelier AR, Macchiarini P, Fadel E, Dartevelle PG. Surgery for invasive mediastinal tumors. Ann Thorac Surg 1998; 66(1): 234-9.5. Temes R, Chavez T, Mapel D, Ketai L, Crowell R, Key C, et al. Primary mediastinal malignancies: finding in 219 patients. West J Med 1999; 170(3): 161-6.6. Whooley BP, Urschel JD, Antkowiak JG, Takita H. Primary tumors of the mediastinum. J Surg Oncol 1999; 70(2): 95-9.7. Marshal. Jenis dan distribusi massa mediastinum serta permasalahan operasinya di RS. Persahabatan Jakarta. Tesis program studi ilmu bedah toraks kardiovaskuler Indonesia. Jakarta, 2002.8. Strollo DC. Primary mediastinal tumors. Part I. Tumor anterior mediastinum. Chest 1997; 112: 511-22.9. Strollo DC, Rosado-dechristenson Ml, Jett JR. Primary mediastinal tumors. Part II. Tumor of the middle and posterior mediastinum. Chest 1997; 112: 1344-57.10. Pedoman Diagnosis Dan Penatalaksanan Tumor Mediastinum Non-limfoma. PDPI . Jakarta, 2002.11. Shaham D, Goitein O, Vazquez MF, Libson E, Sherman Y, Henschke CI, et al. Biopsy of mediastinal tumors: needle biopsy versus mediastinoscopy. Pro needle biopsy. Journal of Bronchoscopy 2001; 8 : 132-8.12. Yang SC. Biopsy of Mediastinal tumors: needle biopsy versus mediastinoscopy. Pro mediastinoscopy. Journal of Bronchoscopy 2001; 8 : 139-43.13. Greif J, Staroselsky AN, Gernjac M, Schawarz Y, Marmur S, Perisman M, et al. Percutaneous core needle biopsy in the diagnosis of mediastinal tumors. Lung Cancer 1999; 25(3): 169-73.14. Mujiantoro S, Soewondo W, Busroh IDI, Yunus F, Endardjo S. Penilaian restrospektif pengelolaan timoma invasif di RS. Persahabatan Jakarta Timur. J Respir Indo 1996; 16: 104-8.15. Marino M, Muller-Hermelink HK. Thymoma and thymic carcinoma: relation of thymoma epithelial cel