Presentation Pr Progress

Click here to load reader

download Presentation Pr Progress

of 24

  • date post

    05-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    45
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Presentation Pr Progress

PITIRIASIS ROSEAPresentasi Laporan Kasus ini dibuat untuk melengkapi persyaratan Kepaniteraan Klinik Senior Di Bagian Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin RSU Dr PIRNGADI MEDAN

Presentator : Muhammad Riezki Pratama (0710070100169)

Pembimbing : dr. Remenda Siregar, SpKK

PIRNGADI GENERAL HOSPITEL

SMF ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN RSU dr. Pirngadi Medan 2012

Pendahuluan

Pitiriasis rosea ialah kelainan kulit yang bersifat akut, dengan gambaran berupa papuloskuamosa yang dapat hilang dengan sendirinya. umumnnya penyakit ini menyerang anak-anak dan dewasa muda, walaupun sebenarnya dapat ditemukan pada semua umur.

Secara epidemiologi kurang lebih 75% kasus pitiriasis rosea didapatkan pada usia antara 10-35 tahun Bagaimanapun juga penyakit ini bisa muncul dari usia 3 bulan sampai dengan 83 tahun Insidensnya meningkat terutama pada musim semi, musim gugur, dan musim dingin

Etiologi masih belum diketahui

Beberapa penelitian menyebutkan pitiriasis rosea disebabkan oleh Virus HHV 6 dan HHV 7

Pitiriasis rosea tidak disebabkan langsung oleh infeksi virus herpes melalui kulit, tapi disebabkan infiltrasi kutaneus dari infeksi limfosit yang tersembunyi pada waktu replikasi virus sistemik

.

Karena penyakit ini juga berhubungan dengan sistem imun penderitanya, sehingga disebut Self Limiting Illnes

Gejala KlinisLesi yang muncul akan mengikuti garis kulit dan sejajar kostae, jarang mengenai lengan bawah,tungkai bawah dan wajah. Dengan gambaran seperti pohon cemara terbalik atau inverted christmas tree appearance

Diawali gejala prodromal : sakit kepala, demam, malaise,dll.

Lesi pertama kali muncul soliter berupa makula eritema atau papul eritema pada batang tubuh. Disebut Herald Patch

Kemudian lesi ini bertahan hingga satu minggu atau lebih dan saat lesi ini akan mulai hilang, muncul lesi baru yang menyebar dengan cepat. Biasanya berupa makula eritem dengan pinggir yang meninggi, skuama, dan papul.

Herald Patch

Inverted Christmas Tree Appearance

Diagnosis pitiriasis rosea ditegakkan berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik. Dari anamnesa bisa didapatkan keterangan mengenai awal munculnya erupsi kulit, pengobatan yang telah dilakukan, serta gejala prodromal yang mungkin ikut menyertai. Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan : Makula berbentuk oval atau sirkuler. Skuama menutupi hampir semua lesi. Terdapatnya koleret pada tepi lesi dengan bagian tengah yang lebih tenang. Pemeriksaan penunjang bisa dilakukan berupa Pemeriksaan KOH 10 %

Diagnosis Banding

Pitiriasis versikolor Sifilis stadium II

Dermatitis numularis Dermatitis Seboroik

Tinea Korporis

Penatalaksanaan

Penatalaksanaan dapat dilakukan secara umum dan khusus. Penatalaksanaan secara umum : a. Edukasi pasien b. Menghindari garukan Penatalaksanaan Khusus : A. Topikal * Lotion kocok putih non-alkohol atau Calamine lotion digunakan 2 kali sehari. * Terapi UVB B. Sistemik * Antihistamin jika ada keluhan gatal. * Eritromisin 250 mg, diberikan 2 kali sehari selama 2 minggu, dosis 25-40 mg/kgBB dibagi dalam 4 dosis untuk anak-anak

PrognosisBaikDapat sembuh sempurna setelah 3-8 minggu Bersifat Self limiting illnes

Laporan Kasus

Telah datang seorang pasien laki-laki bernama Fathur Rahman Nasution, berumur 12 tahun, bangsa Indonesia, suku Batak, agama Islam, pekerjaan pelajar, ke Poliklinik Kulit dan Kelamin RSU DR.Pirngadi Medan pada tanggal 19 Oktober 2012, dengan keluhan utama bercak berwarna kemerahan disertai rasa gatal didaerah dada dan punggung yang dialami sejak 2 minggu yang lalu.

Awalnya muncul gelembung-gelembung berisi cairan yang terasa gatal yang awalnya muncul didaerah dada, sebelah kanan sejak 2 minggu lalu. Karena gatal, Os menggaruknya, sehingga gelembung tersebut pecah dan menjadi bercak merah dan bersisik. Ibu Os sudah pernah memberikan bedak herosin dan betadine salep, untuk mengurangi bercak tersebut, namun tidak ada perubahan. Malah kemudian bercak tersebut semakin hari semakin banyak sampai ke punggung, sehingga akhirnya ibu Os memutuskan untuk berobat ke Poliklinik Kulit dan Kelamin RSU DR.Pirngadi Medan.

Dari anamnesa, riwayat penyakit keluarga tidak dijumpai, riwayat penyakit terdahulu tidak dijumpai, riwayat pemakaian obat dijumpai berupa bedak herosin dan betadine salep. Dari pemeriksaan fisik dijumpai keadaan umum dan status gizi baik. Pada pemeriksaan dermatologi dijumpai ruam berupa macula eritem dengan pinggir yang aktif, papula, dan plak di regio infraclavicularis, regio mammalia, regio sternalis, regio scapularis ,regio suprascapularis, regio infrascapula, regio vertebralis.Pada pemeriksaan kerokan kulit KOH 10%,hasilnya spora(-) dan hifa (-). Hal ini dilakukan untuk menyingkirkan penyakit yang disebabkan oleh jamur. Berdasarkann anamnesis dan pemeriksaan fisik, maka diagnosis banding pasien ini adalah pitiriasis rosea , tinea korporis, dan dermatitis seboroik. Diagnosis sementaranya adalah pitiriasis rosea.

Penatalaksanaan pasien ini secara umum adalah menjaga keberisihan badan serta menghindari garukan. Penatalaksanaan secara khusus yaitu terapi topikal dan sistemik. Terapi secara topikal diberkan berupa bedak smersel yang mengandung menthol 0,5 %, acid salysil 3 %, Oxyd zinc 3%, talk venetum 20%, gliserin 10 % dalam aquadest 20cc. dipakai 1 kali sehari. Dan untuk sistemik diberikan eritromisin 250 mg 3 kali sehari dan mebhidrolin napadisilat (innteristin) 1 kali sehari.

Diskusi

Diagnosis pitiriasis rosea pada pasien ini ditegakkan berdasarkan anamnesis dan gambaran klinis yang khas pada pemeriksaan fisik, dimana dijumpai bercak kemerahan berbentuk oval dan anular pada badan serta lengan atas yang susunannya sejajar dengan kosta, hingga menyerupai pohon cemara. Pada pasien ini juga terdapat lesi inisial (herald pacth) pada daerah punggung. Hal ini sesuai dengan kepustakaan yang menyatakan gejala umum dari pitiriasis rosea adalah dijumpai bercak kemerahan berbentuk oval dan anular yang berlokasi terutama pada tempat yang tertutup pakaian yang menyerupai gambaran pohon cemara, serta terdapatnya lesi inisial (herald pacth) pada daerah dada, punggung, lengan atas dan atau paha.

Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan klinis maka diagnosis banding dari kasus ini adalah pitiriasis rosea, tinea korporis, dermatitis seboroika dan psoriasis vulgaris. Hal ini sesuai dengan kepustakaan yang menyebutkan bahwa diagnosis banding dari Pitiriasis rosea adalah Tinea korporis, Dermatitis seboroika dan Psoriasis vulgaris.

Penatalaksanaan secara umum pada pasien ini ialah melalui pemberian konseling bahwa penyakit ini dapat sembuh sendiri. Sedangkan secara khusus adalah dengan pengobatan yang bersifat simptomatik. Penatalaksanaan pada pasien ini dapat diberikan terapi topikal yaitu : bedak kocok yang mengadung menthol 0,5 %, acid salysil 3 %, Oxyd zinc 3%, talk venetum 20%, gliserin 10 % dalam aquadest 20cc, dioleskan sesudah mandi 1 kali sehari. Secara sistemik diberikan Eritromisin 250 mg 3 kali sehari dan mebhidrolin napadisilat (innteristin) 1 kali sehari.

Hal ini sesuai dengan kepustakaan yang menyebutkan bahwa pengobatan dari kasus ini bersifat simptomatik, karena dapat sembuh sendiri. Untuk gatal dapat diberikan antihistamin, sedangkan sebagai obat topical dapat diberikan bedak kocok. Dan dapat pula diberikan eritromisin pada pasien pitiriasis rosea ini. Prognosis dari pasien ini adalah baik. Hal ini sesuai dengan kepustakaan yang menyatakan bahwa progosis dari kasus ini adalah baik, karena pitiriasis rosea dapat sembuh spontan biasanya dalam waktu 3-8 minggu.

Foto Pasien

Terimakasih