Presentasi Tirta Moedal_2011.doc

download Presentasi Tirta Moedal_2011.doc

of 28

  • date post

    08-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    117
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of Presentasi Tirta Moedal_2011.doc

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah PDAM Tirta Moedal Kota Semarang | Perusahaan Daerah Air Minum yang beralamat di jalan Kelud Raya No 60 Semarang memiliki beberapa sumur bor dan instalasi pengolahan air bersih (IPA) di beberapa lokasi. Data statistik PDAM Tirta Moedal Kota Sematang Kelud (2010) menunjukkan Total Kapasitas Terpasang : 176.682 liter/dtk dengan jumlah pelanggan 148.054. Program Efisiensi Pemakaian Listrik yang dicanangkan dalam tahun 2011 oleh Direktur Utama PDAM Tirta Moedal tahap I adalah menghilang denda biaya beban kVAr pada 9 lokasi sumur pompa, 1 lokasi tangki pengumpulan dan 1 lokasi IPA sehingga berjumlah 10 lokasi. Tabel 1. Daftar Lokasi Diusulkan Pemasangan Kapasitor BankN O ID PELANGGAN KAPASITA S TERPASAN G (KVA) 131 82,5 82,5 82,5 82,5 53 BIAYA BEBAN Kvarh BULAN TERAKHIR (Rp) 6,914,250 2,632,875 3,577,875 4,202,625 1,990,625 191,625

LOKASI

1 2 3 4 5 6

Ds. Campurejo Boja, Sumur Pompa W4 Ds. Kalilengko, Sumur Pompa C10/W5 Ds. Cangkiran Mijen, Sumur Pompa C9/W6 Ds. Jatikalangan, Sumur Pompa C6/W8 Ds. Kuncen Mijen, Pompa Air C1/W12 Kp. Karang Anyar, Sumur

52-310005816-1 52-310004792-4 52-310183132-2 52-310188154-2 52-310183129-2 52-353-

2

7 8 9 10

Pompa W14 Ds. Blanten Genuk Sumur Pompa E7 Dk. Plalangan, Collection Tank Ds. Paramasan, sumur pompa C3/W13 Sendang Mulyo Pucanggading, IPA TOTAL ...

021066-6 52-353020933-2 52-353021068-2 52-310033203-4 52-303048065-2

16,5 23 66 131

723,625 195,125 5,493,250 25,921,875

Mengingat Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2011 Tanggal 7 Februari 2011, Pasal 1 bahwa Tarif Tenaga Listrik yang disediakan oleh Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara dinyatakan dalam Tarif Dasar Listrik (TDL) berdasarkan Golongan Tarif Dasar Listrik mengalami penyesuasi (kenaikan) maka Program Efisiensi Pemakaian Listrik yang dicanangkan oleh Dirut PDAM Tirta Moedal sangat tepat untuk dijabarkan dan direalisasikan . Menurut Pasal 2.d TDL untuk keperluan Industri, berlaku untuk 10 Lokasi Sumur/ IPA dalam Tabel 1 adalah Golongan tarif I-2/TR : Industri Sedang pada Tegangan Rendah dengan Daya diatas 14 kVA s/d 200 kVA. Mempertimbangkan selalu diberlakukan Penyesuaian TDL dari waktu ke

waktu maka jumlah Tagihan Rekening Listrik Bulanan PDAM Tirta Moedal akan meningkat dari tahun ke tahun, yang disebabkan adanya juga peningkatan biaya tidak dipasangnya Alat Panel

denda beban kVAr, yang belum dihilangkan akibat

Kapasitor Bank . Oleh karena itu sudah selayaknya Pemasangan Panel Kapasitor Bank merupakan program yang mendesak untuk segera dilaksanakan.

B. Identifikasi Masalah

3

Selanjutnya, Penulis akan memperjelas permasalahan yang telah dikemukakan diatas, dengan identifikasi masalah sebagai berikut : 1. Bagaimana pengaruh adanya Panel Kapasitor Bank untuk memperbaiki Nilai

terhadap Faktor Daya (Cos phi) pada suatu Instalasi/ Panel Listrik.? 2. Bagaimana Nilai Cos phi yang sudah diperbaiki akan menghilangkan Biaya Beban kVAr (daya reaktif) sehingga memaksimalkan Pemakaian Daya Total (kVA) ? 3. Bagaimana Perbaikan Arus Listrik (menurun) setelah dipasang Panel Kapasitor memberi Manfaat ?

C. Fungsi Panel Kapasitor Bank Dari latar belakang masalah hingga perumusan masalah, jelaslah bahwa Pemasangan Panel Kapasitor Bank pada 10 Lokasi Sumur Pompa Air/ IPA yang diusulkan memiliki Fungsi yang dipakai sebagai suatu Solusi bagi Pencapaian Tujuan dari Program Efisiensi Pemakaian Listrik di PDAM Tirta Moedal Kota Semarang yang dicanangkan tahun 2011, yaitu: 1. Menghilangkan Biaya Beban kVAr bulanan pada Tagihan Rekening Listrik Bulanan setiap tanggal 20 (Denda kVAr bulan terakhir, Januari 2011 sebesar Rp 25.921.875,- ). 2. Mengurangi Jumlah Pembayaran Tagihan Rekening Listrik Bulanan secara keseluruhan ( kVAh = kWh + kVArh). 3. Memberi Peluang Memaksimalkan Pemakaian Daya Total (kVA) di masing-masing Sumur Pompa Air/ IPA.

4

4. Memberi tambahan Daya tersedia (kW). 5. Mengurangi Biaya Perawatan Peralatan/ Instalasi Listrik.

BAB II LANDASAN TEORI DAN KERANGKA BERPIKIR

A. Landasan Teori 1. Pengertian Kapasitor Kondensator atau sering disebut sebagai kapasitor adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan

ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Kondensator memiliki satuan yang disebut Farad dari nama Michael Faraday. Kondensator juga dikenal sebagai "kapasitor", namun kata "kondensator" masih dipakai hingga saat ini. Kondensator diidentikkan mempunyai dua kaki dan dua kutub yaitu positif dan negatif serta memiliki cairan elektrolit dan biasanya berbentuk tabung.

Lambang kondensator (mempunyai kutub) pada skema elektronika.

Sedangkan jenis yang satunya lagi kebanyakan nilai kapasitasnya lebih rendah, tidak mempunyai kutub positif atau negatif pada kakinya, kebanyakan berbentuk

5

bulat pipih berwarna coklat, merah, hijau dan lainnya seperti tablet atau kancing baju.

Lambang kapasitor (tidak mempunyai kutub) pada skema elektronika.

2. Pengertian Faktor Daya Faktor daya atau faktor kerja adalah perbandingan antara daya aktif (watt) dengan daya semu/daya total (VA), atau cosinus sudut antara daya aktif dan daya semu/daya total (lihat gambar 1). Daya reaktif yang tinggi akan meningkatkan sudut ini dan sebagai hasilnya faktor daya akan menjadi lebih rendah. Faktor daya selalu lebih kecil atau sama dengan satu. Secara teoritis, jika seluruh beban daya yang dipasok oleh perusahaan listrik memiliki faktor daya satu, maka daya maksimum yang ditransfer setara dengan kapasitas sistim pendistribusian. Sehingga, dengan beban yang terinduksi dan jika faktor daya berkisar dari 0,2 hingga 0,5, maka kapasitas jaringan distribusi listrik menjadi tertekan. Jadi, daya reaktif (VAR) harus serendah mungkin untuk keluaran kW yang sama dalam rangka meminimalkan kebutuhan daya total (VA). Faktor Daya / Faktor kerja menggambarkan sudut phasa antara daya aktif dan daya semu. Faktor daya yang rendah merugikan karena mengakibatkan arus beban tinggi. Perbaikan faktor daya ini menggunakan kapasitor.

6

Gambar 1. Segitiga Daya.

3. Segitiga Daya Teori Cos Phi adalah parameter dasar untuk pengukuran daya suatu instalasi listrik. Ini meruapakan perbandingan antara Daya Aktif dan Daya Reaktif. Cos Phi = P(kW) / S (kVA). Daya Reaktif timbul karena Beban Listrik yang tidak murni resitif, bisa induktif atau kapasitif. Mayoritas beban pada jaringan listrik adalah beban induktif. Beberapa beban induktif yang ada pada sebuah jaringan listrik, mulai dari Bola Lampu, Heater, Transformer, dan yang paling banyak adalah Motor Listrik (Pompa Air). menghilangkan / mengurangi Kapasitor/ Kapasitor Bank. Hubungan antara Daya S (kVA), Daya Aktif (kW) dan Daya Reaktif (kVAr) adalah sebagai berikut : S = P + R Untuk

Daya Induktif ini diperlukan kompensator, yaitu

7

4. Fungsi Panel Kapasitor Bank Panel Capasitor Bank (Panel Kapasitor Bank) adalah peralatan eletrikal yang sangat membantu dalam memperbaiki COS Phi dalam sebuah instalasi jaringan listrik, yang berarti sangat membantu dalam penghematan pemakaian listrik di pabrik, industri dan kantor anda. Penghematan pemakaian listrik di pabrik akan sangat berpengaruh dalam efiesiensi industri. Umumnya beban pada jaringan listrik adalah beban induktif. Beberapa beban induktif yang ada disebuah jaringan listrik, seperti Heater, Neon, Motor listrik, dan lain-lain sehingga beban listrik kebanyakan adalah beban induktif. Untuk

menghilangkan/ mengurangi komponen daya induktif yaitu kapasitor/ Kapacitor Bank. kVArh pada pelanggan,

ini diperlukan kompensator

PLN membebankan biaya kelebihan pemakaian

jika rata-rata faktor dayanya (Cos phi) kurang dari 0.85.

Untuk memperbaiki faktor daya sehingga tidak membayar denda, harus menggunakan Aplikasi Panel Kapasitor Bank.

8

BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Panel Kapasitor Bank untuk Memperbaik Faktor Daya dan Menurunkan Arus Listrik Faktor daya dapat diperbaiki dengan memasang kapasitor pengkoreksi faktor daya pada sistim distribusi listrik/instalasi listrik di pabrik/industri, termasuk pada 10 Lokasi Sumur Air / IPA yang diusulkan oleh PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Propinsi Jawa Tengah. Kapasitor bertindak sebagai pembangkit daya reaktif dan oleh karenanya akan mengurangi jumlah daya reaktif, juga daya semu yang dihasilkan oleh bagian utilitas. Sebuah contoh yang memperlihatkan perbaikan faktor daya dengan pemasangan kapasitor ditunjukkan dibawah ini: Contoh 1. Sebuah pabrik kimia memasang sebuah trafo 1500 kVA. Kebutuhan parik pada mulanya 1160 kVA dengan faktor daya 0,70. Persentase pembebanan trafo sekitar 78 persen (1160/1500 = 77.3 persen). Untuk memperbaiki

9

faktor daya dan untuk mencegah denda oleh pemasok listrik, pabrik menambahkan sekitar 410 kVAr pada beban motor. Hal ini meningkatkan faktor daya hingga

0,89, dan mengurangi kVA yang diperlukan menjadi 913 kVA, yang merupakan penjumlahan vektor kW dankVAr. Trafo 1500 kVA kemudian hanya berbeban 60 persen dari kapasitasnya sehingga pabrik akan dapat menambah beban pada trafonya dimasa mendatang (Studi lapangan)

10

Contoh 2. Sekelompok lampu pijar dengan tegangan 220V/58 W, digabungkan dengan 12 lampu TL 11 W, ada 30 buah lampu pijar dan lampu TL. Faktor daya terukur sebesar cos alpha1= 0,5. Hitunglah daya semu dari beban dan besarnya arus I1 sebelum kompensasi, Jika diinginkan faktor kerja menjadi cos alpha2 = 0,9. hitung besarnya arus I2 (setelah kompensasi). a) Besarnya daya lampu gabungan PG = (58 W x 18) + (11 W x 12) = 1176 watt = 1,176 kW Cos phi1 = PG/S1 ->> S1 = Pg/Cos phi1 = 1,176kW/0,5 = 2,352 kVA. I1 = S1/U = 2,352 kVA/220 V = 10,69 ampere (A)--> sebelum ko