Presentasi Thyroid

download Presentasi Thyroid

If you can't read please download the document

  • date post

    08-Jul-2016
  • Category

    Documents

  • view

    51
  • download

    33

Embed Size (px)

description

thyroid

Transcript of Presentasi Thyroid

Referat Bedah OnkologiCARCINOMA TIROID

OLEH:

Azis Aimaduddin.AIPembimbing:

Dr. Hengky Agung, Sp.B (K) Onk

BAGIAN BEDAH FAKULTAS KEDOKTERAN UNS

RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA

2016KELENJAR TIROID

A. EMBRIOLOGI KELENJAR TIROID

Kelenjar tiroid mulai terbentuk pada saat janin berukuran 3,4-4 cm, yaitu pada akhir bulan pertama. Kelenjar tiroid berasal dari penebalan ektoderm dasar faring antara branchial pourch pertama dan kedua. Dari bagian tersebut terbentuk divertikulum tiroid yang dikenal sebagai tuberculum impar yang kemudian membesar dan tumbuh kearah bawah mengalami desensus dan akhirnya melepaskan diri dari faring. Sebelum lepas, terbentuk sebagai duktus tirogosus yang muaranya dari foramen secum di basis lidah. Pada umumnya duktus ini akan atropi pada minggu ke enam kehidupan intra uterin dan menghilang sebelum dewasa, tetapi pada pada beberapa keadaan masih menetap atau terjadi kelenjar sepanjang antara kelenjar yang seharusnya dan basis lidah.

Devertikulum tiroid berkembang cepat membentuk 2 lobus yang tumbuh ke lateral sehingga terbentuk kelenjar tiroid dengan 2 lobus lateral dan bagian tengahnya disebut isthmus. Pada minggu ke-7 kelenjar tiroid mencapai posisi terakhirnya di ventral trakea setinggi C5,C6-Th1 bersaman dengan hilangnya ductus thyroglosus. Perkembangan selanjutnya kelenjar tiroid akan bergabung dengan ultimobrachial body yang berasal dari brachial pouch V dan membentuk C-Cell atau cell parafolikuler dari kelenjar thyroid.

Kegagalan desensus ataupun menutupnya duktus akan terjadi kemungkinan terbentuknya kelenjar tiroid yang letaknya abnormal seperti pada tabel dibawah ini: A Classification of Congenital Anomalies of the Thyroid Glanda

Both Median and Lateral Anlages

Median Anlage

Lateral Anlage

Neither Anlage

A. Variable shape and weight

A. Agenesis

A. Nonfusion with median anlage

A. Vessels

B. Symmetry

1. Isthmus: thick, thin, absent

B. Cysts with squamous epithelial lining

1. Artery

C. Total thyroid agenesis

2. Bilobed partial

C. Solid cell rests: C cells

2. Vein

D. One lobe absent

3. Unilateral

D. Agenesis: Lobdell-DiGeorge syndrome

3. Lymph

E. Pyramidal lobe

4. Pyramidal lobe

E. Pharyngeal pouches remnants

B. Muscles

1. Absent

5. Short

1. Thymic

C. Nerves

2. From the right lobe

6. Long

2. Parathyroid

3. From the left lobe

7. Right or Left

3. Ultimobranchial body

4. From the isthmus

8. Thyroglossal duct

F. Ectopic thyroid tissue in fat, muscles

B. Anomalies of descent along the thyroid line

G. Fat, muscle cartilage within the thyroid gland

1. Lingual

H. Lateral aberrant thyroid not within the capsule of medially located lymph nodes

2. Sublingual

3. Prelaryngeal

C. Accessory ectopic (i.e., outside the pathway of descent)

1. Mediastinal

2. Intratracheal

3. Lateral to jugular

4. Ovarian

5. Sella turcica

6. Retrotracheal

7. Preaortic

8. Pericardial

9. Cardiac

10. Porta hepatis

11. Gallbladder

12. Groin

13. Intralaryngeal

14. Intraesophageal

15. Intralymph node

This classification is based on the thyroid anlage(s), if any, involving the anomaly.Source: Skandalakis JE, Gray SW (eds). Embryology for Surgeons, 2nd Ed. Baltimore: Williams & Wilkins, 1994; with permission.

Kelainan Kongenital Kelenjar Tiroid

Kelainan kongenital kelenjar tiroid sudah terjadi sejak bayi lahir, tetapi secara klinis baru tampak setelah penderita tumbuh lebih besar. Kelainan kongenital kelenjar tiroid yang paling sering dijumpai adalah kista duktus tiroglosus dan tiroid ektoik.

Kista Ductus Thyroglosus

Kista ductus thyroglosus adalah suatu kista pada garis tengah yang muncul akibat kegagalan obliterasi dari ductus thyroglosus yang terbentang antara foramen cecum lidah kearah itsmus/lobus piramidalis tiroid sehingga bisa terisi sekret dan membentuk suatu kista yang tidak nyeri. Kista dan duktus penyertanya mempunyai hubungan yang bervariasi dengan os hyoideum; biasanya terletak dibelakang atau didepan atau kadang kadang bisa melewati corpus ossis hyoidea dan dapat timbul di tempat manapun dari foramen cecum sampai incisura jugularis.

Kista ductus thyroglosus timbul pada semua usia tetapi umumnya pada masa anak-anak pada saat umur 5 tahun. Biasanya timbul di garis tengah pada daerah os hyoideum, berbentuk massa kistik yang tidak nyeri dan bergerak saat menelan atau pada saat menjulurkan lidah sebagai bukti bahwa melekat ke foramen cecum. Kista ini bisa tampil dengan infeksi didalamnya. Terapi bedah melibatkan eksisi kista dan saluran penyertanya yang dapat meluas melalui os hyoideum ke basis lingual. Terapi yang tidak adekuat dapat menyebabkan kekambuhan kista, infeksi berulang atau dalam perkembangannya dapat menyebabkan sinus atau fistel eksterna. Kista yang tidak diangkat dilaporkan dapat berpotensi malignansi seperti pada tabel dibawah ini:

Reported Cases of Thyroglossal Duct-Associated Carcinomaa

Histology:

Papillary carcinoma

99

Adenocarcinoma

2

Malignant struma

1

Squamous cells carcinoma

7

Total (reported cases)

109

Female/Male

66:42 (1 unknown)

Age

6 to 81 years

History of neck radiation

3

aAdapted from LiVolsi VA. Surgical Pathology of the Thyroid. Philadelphia: WBSaunders, 1990.Source: Skandalakis JE, Gray SW (eds). Embryology for Surgeons, 2nd Ed. Baltimore: Williams & Wilkins, 1994; with permission.

Thyroid Ektopik

Kegagalan turunnya prekursor thyroidea dapat menyebabkan perkembangan kelenjar tiroid dalam senyawa lidah serta perkembangan jaringan tiroid dalam posisi ektopik. Tumor tiroid dapat timbul dalan jaringan tiroid ektopik. Kelainan kenjar tiroid ektopik yang paling sering adalah tiroid lingual. Gejala yang umum dikeluhkan penderita adalah pembengkakan lidah yang menimbulkan kesulitan menelan, kesulitan dalam bernafas atau perubahan kwalitas bicara. Pada pemeriksaan skintigrafi bisa terdeteksi bahwa kelenjar tiroid terdapat lingual sedangkan di depan trakea tidak ada. Lokasi lain yang relatif jarang ditemukan pada tiroid ektopik adalah tiroid substernal aberrant, tiroid prelaryngeal dan tiroid intra trakeal. Eksisi bedah diperlukan untuk obstruksi simtomatik yang ditimbulkannya. Autotransplantasi jaringan tiroid yang dieksisi dilakukan untuk mencegah hipotiroidisme.B. ANATOMI DAN TOPOGRAFIKata thyroid berarti organ berbentuk perisai segi empat. Kelenjar ini merupakan kelenjar endokrin yang paling banyak vaskularisasinya, dibungkus oleh capsula yang berasal dari lamina pretracheal fascia profunda. Capsula ini melekatkan thyroid ke larynx dan trachea.(4) Kelenjar thyroid terletak di leher depan setentang vertebra cervicalis 5 sampai thoracalis 1, terdiri dari lobus kiri dan kanan yang dihubungkan oleh isthmus. Setiap lobus berbentuk seperti buah pear, dengan apex di atas sejauh linea oblique lamina cartilage thyroidea, dengan basis di bawah pada cincin trachea 5 atau 6.(4)

Gambar 1. Kelenjar thyroid (tampak depan)

Berat kelenjar thyroid bervariasi antara 20-30 gr, rata-rata 25 gr.(4) Dengan adanya ligamentum suspensorium Berry kelenjar thyroidea ditambatkan ke cartilage cricoidea dari facies posteromedial kelenjar. Jumlah ligamentum ini 1 di kiri dan kanan. Fungsinya sebagai ayunan/ gendongan kelenjar ke larynx dan mencegah jatuh/ turunnya kelenjar dari larynx, terutama bila terjadi pembesaran kelenjar.(4) I. Lobus Lateralis(4) Setiap lobus kiri dan kanan terdiri dari 3 bagian yaitu :

1. Apex

2. Basis

3. 3 Facies/ permukaan dan 3 Margo/ pinggir

1. Apex(4) Berada di atas dan sebelah lateral oblique cartilage thyroidea

Terletak antara M.Constrictor inferior (di medial) dan M.Sternothyroideus (di lateral)

Batas atas apex pada perlekatan M.Sternothroideus.

Di apex A. Thyroidea superior dan N.Laringeus superior berpisah, arteri berada di superficial dan nervus masuk lebih ke dalam dari apex (polus)Ahli bedah sebaiknya meligasi arteri thyroidea sup.dekat ke apex.

Gambar 2. Topografi kelenjar thyroid (tampak depan)

2. Basis(4) Terletak setentang dengan cincin trachea 5 atau 6.

Berhubungan dengan A. Thyroidea inferior dan N. Laryngeus recurrent yang berjalan di depan atau belakang atau di antara cabang-cabang arteri tersebut. Ahli bedah sebaiknya meligasi arteri thyroidea inferior jauh dari kelenjar. 3.a. Facies Superficial/ Anterolateral(4)

Berbentuk konvex ditutupi oleh beberapa otot dari dalam ke luar : 1. M. Sternothyroideus

2. M. Sternohyoideus

3. M. Omohyoideus venter superior

4. Bagian bawah M. Sternocleidomastoideus

3.b. Facies Posteromedial(4) Bagian ini berhubungan dengan : 1. 2 saluran : larynx yang berlanjut menjadi trachea, dan pharynx berlanjut menjadi oesophagus.2. 2 otot : M. Constrictor inferior dan M. Cricothyroideus. 3. 2 nervus : N. Laryngeus externa dan N. Larungeus recurrent. 3.c. Facies Posterolateral(4) Berhubungan dengan carotid sheath (selubung carotid) dan isinya yaitu A. Carotis interna, N. Vagus, dan V. Jugularis interna (dari medial ke lateral). 4. Margo Anterior(4) Margo ini memisahkan facies superficial dari posteromedial, berhubungan dengan anastomose A. Thyroidea superior.

5. Margo Posterior(4) Bagian ini memisahkan facies posterolateral dari posteromedial, berhubungan dengan anastomose A. Thyroidea superior dan inferior. Ductus thoracicu