Presentasi demak

download Presentasi demak

If you can't read please download the document

  • date post

    13-Apr-2017
  • Category

    Education

  • view

    901
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Presentasi demak

Kerajaan Demak

Disusun oleh :Adhitya Putra Wijaya (MIPA 1.2/01)Bagas Putra Pramuarsa (MIPA 1.2/09)Carenina Trisnaningtyas (MIPA 1.2/10)Zahra Jihadia El Fitria Ramadhani (MIPA 1.2/30)Zahrotun Niswah Annafisah (MIPA 1.2/31)Kerajaan Demak

Peta KonsepKerajaan DemakAwal Berdirinya KerajaanSumber SejarahPerkembangan Kerajaan Kondisi PolitikKondisi Sosial-BudayaPeninggalan KerajaanKondisi Ekonomi

Awal Berdirinya Kerajaan DemakKerajaan Demak adalah kerajaan Islam pertama di Pulau JawaKerajaan Demak berdiri pada abad ke-16 M (1500 M).Kerajaan ini didirikan oleh Raden Patah setelah mampu menundukkan Kerajaan Majapahit.Dipimpin oleh beberapa raja. Raja yang terkenal dintaranya adalah Raden Patah, Adipati Unus, dan Sultan Trenggono.

Sumber SejarahSumber Sejarah Kerajaan Demak, yaitu :Babat Tanah JawiSerat Kandha

Perkembangan Kerajaan DemakAda beberapa faktor yang mendorong perkembangan Kerajaan Demak antara lain :Runtuhnya Kerajaan Majapahit oleh Raden Patah yang menyatakan kemandirian Demak sebagai kerajaan.Ekspansi wilayah yang dilakukan oleh Kerajaan Demak.Letak Geografis Kerajaan Demak

Kondisi Politik

1. Raden Patah (Memerintah 1500-1518 M)Raden patah adalah pendiri kerajaan Demak. Memerintah tahun 1500-1518. Raden Patah adalah putra Kertabhumi (Brawijaya V) dari perkawinannya dengan putri Champa (Thiongkok). Karena perkawinan Kertabhumi dan putri Champa ditentang kalangan istana, Brawijaya terpaksa memberikan putri Champa yang tengah mengandung kepada Arya Damar Adipati Palembang. Setelah melahirkan Raden Patah, Putri Champa dinikahi Arya Damar.

Babad Tanah Jawi menyebutkan, Raden Patah menolak menggantikan Arya Damar menjadi Adipati Palembang. Diam-diam Raden Patah pergi ke Pulau Jawa. Di Jawa, Ia berguru pada Sunan Ampel. Raden Patah pindah ke Jawa Tengah membuka hutan Glagahwangi menjadi sebuah pesantren. Makin lama Pesantren Glagahwangi semakin maju. Brawijaya di Majapahit khawatir kalau Raden Patah berniat memberontak.

Brawijaya mengakui Raden Patah sebagai putranya. Raden Patah pun diangkat sebagai Adipati, sedangkan Glagahwangi diganti menjadi Demak, dengan ibu kota Bintara.

Atas bantuan daerah-daerah lain yang sudah lebih dahulu menganut islam seperti Jepara, Tuban dan Gresik, Raden patah mengembangkan Demak sebagai pelabuhan dagang dan pusat penyebaran islam di Pulau Jawa. Pada saat yang sama , Majapahit melemah. Hal ini dimanfaatkan Raden Patah untuk membantu adipati-adipati melepaskan diri dari Majapahit. Namun Sunan Ampel melarang Raden Patah memberontak pada Majapahit, karena walau berbeda agama, Brawijaya tetaplah ayahnya. Namun sepeninggal Sunan Ampel , Raden Patah tetap menyerang Majapahit. Majapahit hancur, dan Raden Patah menyatakan kemandirian Demak sebagai Kesultanan Islam yang pertama di pulau Jawa dan Raden Patah sebagai raja pertamanya.

Wilayah kekuasaannya meliputi daerah Jepara,Tuban, Sedayu, Palembang, Jambi dan beberapa daerah di kalimantan. Demak juga memiliki pelabuhan pelabuhan penting seperti Jepara, Tuban, Sedayu, Jaratan, dan Gresik yang berkembang menjadi pelabuhan transit (penghubung).

Kerajaan Demak berkembang sebagai pusat perdagangan dan pusat penyebaran agama islam oleh para wali. Pada masa pemerintahan Raden Patah, dibangun masjid Demak yang proses pembangunan masjid itu di bantu oleh para wali.

Usaha Raden Patah mengembangkan Demak dibantu anaknya Adipati Unus.

2. Adipati Unus (Memerintah 1518-1521 M)

Ketika kerajaan Malaka jatuh ketangan Portugis tahun 1511 M, hubungan Demak dan Malaka terputus. Kerajaan Demak merasa dirugikan oleh Portugis dalam aktivitas perdagangan. Oleh karena itu, tahun 1513 M Raden Patah memerintahkan Adipati Unus memimpin pasukan Demak untuk menyerang Portugis di Malaka. Serangan itu belum berhasil, karena pasukan Portugis jauh lebih kuat dan persenjataannya lengkap. Atas keberanian dan usahanya itu Adipati Unus mendapat julukan Pangeran Sabrang Lor.

Selain itu, dia berhasil mengadakan perluasan wilayah kerajaan. Dia menghilangkan kerajaan Majapahit yang beragama Hindu, yang pada saat itu sebagian wilayahnya menjalin kerja sama dengan orang-orang Portugis. Adipati Unus wafat pada tahun 938 H/1521 M. Karena tidak berputra , Ia digantikan saudaranya yaitu Sultan Trenggana.

3. Sultan Trenggana (Memerintah 1521-1546 M)

Dibawah pemerintahannya, kerajaan Demak mencapai masa kejayaan. Wilayah kekuasaannya meluas sampai Jawa Barat dan Jawa Timur. Tahun 1522 M kerajaan Demak mengirim pasukannya ke Jawa Barat untuk melakukan ekspansi yang dipimpin oleh Fatahillah.

Kerajaan Pajajaran (Sunda Kelapa) cemas akan ekspansi yang dilakukan oleh Kerajaan Demak, mereka akhirnya membuat perjanjian dengan Portugis dan membiarkan Portugis untuk membuat benteng disana. Namun, Portugis tidak dapat menepati perjanjian tersebut karena ada masalah di Goa/India.

Demak merasa terancam dengan adanya persekutuan tersebut. Karena itu, sebelum Portugis mendirikan benteng, Demak terlebih dahulu menyerang Sunda Kelapa pada tahun1526 dan mampu menguasainya.

Tanpa mengetahui bahwa Sunda Kelapa telah dikuasai oleh Demak, Portugis datang untuk membangun benteng di Sunda Kelapa. Namun, Demak berhasil memukul mundur Portugis tepat pada tanggal 22 Juni 1527. Atas kemenangan itu, Fatahillah mengganti nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta (berarti Kemenangan yang Gemilang).

Sepeninggal Sultan Trenggana, Kerajaan Demak mulai mengalami kemunduran. Karena terjadi perebutan kekuasaan antara Sunan Prawoto (putra sulung Sultan Trenggana) dan Pangeran Sekar Seda Lepen (kakak Sultan Trenggana). Akhirnya Pangeran Seda Lepen dibunuh oleh Sunan Prawoto. Kemudian Sunan Prawoto menjadi raja Demak.

Tidak lama menjadi raja Demak, Sunan Prawoto dibunuh oleh Arya Penangsang untuk membalas kematian dari ayahnya Pangeran Sedo Lepen. Arya Penangsang berhasil membunuh Sunan Prawoto.

Hal tersebut membuat murka Jaka Tingkir (Ipar Sedo Lepen). Arya Penangsang kemudian dikalahkan oleh Jaka Tingkir dan tahta Kerajaan Demak jatuh kepadanya.

Jaka Tingkir (Hadiwijaya) menjadi raja Demak pada tahun 1568, dan memindahkan pusat Kerajaan Demak ke Pajang.

Jaka Tingkir wafat pada tahun 1582 digantikan Aria Pangiri putra pangeran Prawoto, sedangkan putra Jaka Tingkir sendiri, Pangeran Benowo diangkat sebagai Sultan di Jipang. Karena kecewa, Benowo meminta bantuan Sutawijaya atau Senopati (anak Ki Gede Panembahan) untuk merebut tahta Pajang.Pangeran Benowo berhasil menggulingkan Aria Panguri. Atas jasanya, Senopati diserahi kekuasaan atas Jipang, sedangkan Pangeran Benowo tetap di Pajang sebagai bupati. Oleh itu Senopati memindahkan pajang ke Mataram. Peristiwa ini menandai berakhinya Kesultanan Pajang.

Runtuhnya Kerajaan Demak

Faktor Keruntuhan Kerajaan Demak :Timbul kekacauan politik,setelah wafatnya Sultan Trenggana Negeri-negeri bagian melepaskan diri dan tidak mengakui lagi kekuasaan Demak. Di Demak sendiri timbul pertentangan di antara para waris yang saling berebut tahta. Antara Sunan Prawoto (putra sulung Sultan Trenggana) dan Pangeran Sekar Seda Lepen (kakak Sultan Trenggana)Demak pindah ke Pajang

Kondisi Ekonomi Perekonomian Demak berkembang kearah perdagangan maritim dan agraris.

Demak dalam bidang ekonomi, berperan penting Karena mempunyai daerah pertanian yang cukup luas dan sebagai penghasil bahan makanan, terutama beras. Komoditas yang diekspor, antara lain beras, madu, dan lilin.

Sebagai Negara maritim, Demak menjalankan fungsinya sebagai penghubung atau transito antara daerah penghasil rempah-rempah di bagian timur dengan Malaka, dan dari Malaka kemudian dibawa para pedagang menuju kawasan Barat.

Kondisi Sosial-BudayaKehidupan sosial masyarakat Kerajaan Demak telah diatur sesuai dengan ajaran lslam, tetapi ada pula masyarakat yang masih menjalankan tradisi lama. Sehingga, muncullah kehidupan sosial masyarakat yang merupakan perpaduan antara agama lslam dan tradisi lama (Hindu-Buddha).

Salah satu hasil peninggalan budaya Kerajaan Demak adalah Masjid Agung Demak yang terkenal dengan salah satu tiangnya yang terbuat dari pecahan kayu (tatal), Oleh karena terbuat dari pecahan kayu, maka tiang tersebut diberi nama saka tatal. Pembangunan masjid ini dipimpin oleh Sunan Kalijaga. Di pendopo masjid inilah Sunan Kalijaga meletakkln dasar-dasar perayaan sekaten yang tujuannya untuk menyebarkan tradisi lslam. Tradisi tersebut sampai sekarang masih berlangsung di Jogjakarta dan di Surakarta

Peninggalan Kerajaan

Masjid Agung Demak

Masjid ini dipercayai pernah menjadi tempat berkumpulnya paraulama (wali) yang menyebarkanagamaIslamdi tanahJawayang disebut denganWalisongo. Pendiri masjid ini diperkirakan adalahRaden Patah, yaitu raja pertama dariKesultanan Demaksekitar abad ke-15 Masehi.

Piring Campa

Piring Campa merupakan pemberian dari ibu Raden Fatah,seorang putri dari Campa. Piring ini berjumlah 65 buah,sebagian dipasang pada dinding masjid untuk hiasan,sebagian lagi dipasang di tempat imam masjid.

Pintu Bledeg/Pintu PetirDibuat oleh Ki Ageng Selo (Syekh Abdur Rohman). Pada pintu ini dilukiskan dua kebudayaan,yakni Majapahit dan Cina.Kebudayaan Majapahit digambarkan di bagian atas pintu,sedangkan kebudayaan Cina/Tiongkok digambarkan di bagian bawah pintu.

Saka TatalYaitu tiang utama masjid.Di dalam Masjid Agung Demak terdapat 4 buah tiang utama yang dibuat oleh para wali,yaitu sunan Ampel, Sunan Bonang,Sunan Kalijaga dan Sunan Gunung Jati. Tiang buatan Sunan Kalijaga dibuat dari tatal yang diikat dengan rumput rawadan. Tiang ini mengandung pelajaran persatuan.

Terima Kasih