Presentasi Alkohol

Click here to load reader

download Presentasi Alkohol

of 31

  • date post

    08-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    214
  • download

    12

Embed Size (px)

Transcript of Presentasi Alkohol

ALKOHOL

ALKOHOL Keppres No. 3 tahun 1997 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol. mengandung etanol (etil alkohol), menekan susunan syaraf pusat. Merupakan gaya hidup atau bagian dari budaya.

GOLONGAN MINUMAN ALKOHOLA : etanol 1-5%, (Bir) B : etanol 5-20%, (Jenis-jenis minuman anggur) C : etanol 20-45%, (Wiski, Vodka, Manson House, Johny Walker, Kamput) Jenis alkohol laino metanol: spiritus desinfektan, zat pelarut atau pembersih disalahgunakan berakibat fatal meskipun dalam konsentrasi rendah.

KATEGORI DAN DEFINISI POLA PENGGUNAAN ALKOHOLKATEGORI PEMINUM SEDANG DEFINISI : 2 minuman/hari : 1 minuman/hari Usia > 65 tahun: 1 minuman/hari : > 14 minuman/minggu atau > 4 minuman/kesempatan : > 7 minuman/minggu atau >3 minuman/kesempatan Berisiko mengalami konsekuensi simpang alkohol Alkohol menyebabkan kerugian fisik atau psikologis

PEMINUM BERISIKO PEMINUM BERBAHAYA PEMINUM MERUGIKAN

PENYALAHGUN AAN ALKOHOL

1 peristiwa berikut dalam setahun: Penggunaan berulang yang megakibatkan kegagalan memenuhi kewajiban peran utama Penggunaan berulang dalam situasi yang berbahaya Masalah hukum terkait alkohol berulang Penggunaan berlanjut meski mengalami masalah sosial atau interpersonal yang disebabkan atau dieksaserbasi oleh alkohol

3 peristiwa berikut dalam setahun: Toleransi; peningkatan jumlah untuk mencapai efek yang sama Keadaan putus zat Menghabiskan banyak waktu untuk memperoleh, menggunakan atau pulih dan efeknya KETERGANTUNG Merelakan atau mengurangi aktivitas penting karena AN ALKOHOL alkohol Minum lebih banyak atau lebih lama dari diniatkan Hasrat persisten atau tidak berhasilnya upaya untuk mengurangi atau mengendalikan penggunaan alkohol Tetap menggunakan walaupun mengetahui adanya masalah psikologis yang disebabkan atau dieksaserbasi oleh alkohol

KOMORBIDITASGANGGUAN KEPRIBADIAN ANTISOSIAL Lazim ditemukan pada pria dengan gangguan terkait alkohol dan dapat mendahului berkembangnya gangguan terkait alkohol.

GANGGUAN MOOD 30-40% orang dengan gangguan terkait alkohol memenuhi kriteria gangguan depresi mayor. Depresi:o > , depresi cenderung terjadi pada pasien dengan gangguan terkait alkohol yang memiliki tingkat konsumsi alkohol harian yang tinggi serta riwayt keluarga dengan penyalahgunaan alkohol o Berisiko tinggi untuk bunuh diri dan cenderung memiliki gangguan zat yang lain

GANGGUAN ANSIETAS Digunakan untuk mengobati ansietas 25-50% orang dengan gangguan terkait alkohol memenuhi kriteria gangguan ansietas. Fobia dan gangguan panik menjadi diagnosis komorbid

BUNUH DIRI 10-15 % prevalensi bunuh diri pada orang dengan gangguan terkait alkohol Faktor yang dikaitkan dengan bunuh diri:o o o o o Episode depresi mayor Sistem pendukung psikososial yang lemah Kondisi medis serius yang terjadi bersamaan Pengangguran Diri sendiri

ETIOLOGIRIWAYAT MASA KANAK-KANAK Faktor predisposisi: o Salah satu atau kedua orang tua mengalami masalah terkait alkohol o Gangguan pemusatan perhatian/ hiperaktivitas o Gangguan perilaku o Gangguan kepribadian (terutama kepribadian antisosial)

TEORI PSIKODINAMIK Hipotesis: Superego yang terlalu keras dan fiksasi pada fase oral perkembangan psikoseksual. Superego terlaku keras: Hukum diri berpaling ke alkohol sebagai cara mengurangi stres bawah sadar. Ansietas pada orang terfiksasi fase oral: Diredakan dengan konsumsi zat melalui oral

FAKTOR PERILAKU DAN PEMBELAJARAN Alkohol menginduksi perasaan sehat dan euforia, mengurangi rasa takut dan ansietas mendorong untuk minum

TEORI GENETIK Risiko mengalami masalah alkohol 3-4 kali lipat pada kerabat dekat

ABSORPSI

EFEK ALKOHOLSekresi mukus, katup pilorik menutup Absorpsi lambat, mencegah alkohol masuk usus halus

Konsentrasi puncak alkohol dalam darah tercapai dalam 30-90 menit (45-60 menit)Konsentrasi alkohol lambung tinggi

Mual dan muntah

Spasme pilorus

Sejumlah besar alkohol tidak diabsorpsi

Jaringan yang mengandung proprosi air tinggi mendapat alkohol dalam konsentrasi tinggi Efek intoksikasi lebih besar ketika konsentrasi alkohol meningkat dibanding bila sedang menurun ( efek Mellanby)

METABOLISME 90% alkohol diabsopsi dimetabolisme di hepar, 10% diekskresi

ADH dalam tubuh wanita lebih sedikit lebih cenderung intoksikasi

EFEK PADA OTAK

BIOKIMIAWIEFEK PERILAKU

Fluiditas membran meningkat Membran rigid & kaku (jangka panjang) Gangguan fungsi neurotransmitt er, kanal ion

-

Berfungsi sebagai depresan Mempengaruhi pusat primitif otak (kontorl pernafasan dan denyut jantung)

EFEK TIDUR

-

Lebih mudah tidur Episode terbangun tidur lebih lama & lebih banyak

EFEK FISIOLOGIS LAIN1

HEPAR Kerusakan hepar: Dikaitkan dengan timbulnya hepatitis alkoholik & sirosis hepatis

2

SISTEM GASTROINTESTINAL Jangka panjang: Esofagitis, gastritis, tukak lambung, pankreatitis, kanker pankreasSISTEM TUBUH LAIN Hipertensi, disregulasi metabolisme lipoprotein & trigliserida, peningkatan risiko infark miokardium dan penyakit serebrovaskuler UJI LABORATORIUM Kadar asam urat, trigliserida, aspartat aminotranferase, aminotransferase meningkat

3

4

Gangguan penggunaan alkohol Ketergantungan alkohol

Penyalahgunaan alkoholGangguan terinduksi alkohol Intoksikasi alkohol Keadaan putus alkohol Tentukan apakah: Delirium pada putus alkohol Demensia persisten terinduksi alkohol

Dengan gangguan persepsi

Delirium pada intoksikasi alkohol

Gangguan amnesik persisten terinduksi alkoholGangguan psikotik terinduksi alkohol dengan waham Tentukan apakah: Dengan onset saat intoksikasi Dengan onset saat putus zat Gangguan psikotik terinduksi alkohol, dengan halusinasi Tentukan apakah: Dengan onset saat intoksikasi Dengan onset saat putus zat

Sembungan.. Gangguan mood terinduksi alkohol Tentukan apakah: Dengan onset saat intoksikasi Dengan onset saat putus zat

Gangguan ansietas Tentukan apakah: Gangguan seksual Tentukan apakah: Gangguan tidur Tentukan apakah:

Dengan onset saat intoksikasi Dengan onset saat putus zat Dengan onset saat intoksikasi Dengan onset saat putus zat Dengan onset saat intoksikasi Dengan onset saat putus zat

Gangguan alkohol yang tidak tergolongkanDari American Psychiatric Assosiation. Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 4th edition.

INTOKSIKASI ALKOHOL Awitan intoksikasi:o Banyak omong, suka bergaul o Menarik diri, merajuk, berkelahi o Mood labil, episode intermiten menangis dan tertawa

A. B.

Kriteria diagnosis DSM-IV-TR untuk intoksikasi alkoholBaru-baru ini mengonsumsi alkohol Perubahan perilaku atau psikologis maladaptif yang secara klinis bermakna (cth: perilaku agresif atau seksual yang tidak pada tempatnya, labilitas mood, daya nilai terganggu, fungsi sosial atau okupasional terganggu) yang timbul selama atau segera setelah ingesti alkohol. Satu atau lebih tanda berikut, yang timbul selama atau segera setelah penggunaan alkohol:1. 2. 3. 4. 5. 6. Pembicaraan meracau Inkoordinasi Gaya berjalan tidak stabil Nistagmus Hendaya atensi atau memori Stupor atau koma

C.

D.

Gejala tidak disebabkan oleh kondisi medis umum dan tidak lebih baik diterangkan oleh gangguan mental lain

KEADAAN PUTUS ALKOHOL Tanda klasik geadaan putus alkohol: Gemetaro Muncul 6-8 jam setelah penghentian alkohol o Dapat = tremor fisiologis (tremor kontinu amplitudo besar & > 8Hz) atau tremor familial (tremor lebih lambar dari 8 Hz)

Gejala putus zat lain:o Iritabilitas umum o Gejala gastrointestinal (mual dan muntah) o Hiperaktivitas otonom simpatis (ansietas, berkeringat, muka memerah, midriasis, takikardia, hipertensi ringan)

Kejang:o Bersifat stereotip, umum dan tonik-klonik o >1 kejang dalam 3-6 jam setelah kejang pertama

Pengobatan:o Pengobatan primer: Benzodiazepin

Kriteria diagnosis DSM-IV-TR untuk keadaan putus alkoholA. Penghentian (atau pengurangan) penggunaan alkohol yang sebelumnya berat dan berkepanjangan B. 2 atau lebih hal berikut, yang timbul dalam beberapa jam sampai beberapa hari setelah kriteria A: 1. Hiperaktivitas otonom (berkeringat, atau nadi>100) 2. Peningkatan tremor tangan 3. Insomnia 4. Mual atau muntah 5. Halusinasi atau ilusi visual, taktil atau auditorik sesaat 6. Agitasi psikomotor 7. Ansietas 8. Kejang grand mal C. Gejala pada kriteria B menyebabkan penderitaan atau hendaya yang secara klinis bermakna dalam fungsi sosial, okupasional atau area fungsi penting lain. D. Gejala tidak disebabkan oleh kondisi medis umum dan tidak lebih baik diterangkan oleh gangguan mental lain. Tentukan apakah: Dengan gangguan persepsi

DELIRIUM Delirium terjadi dalam 1 minggu setelah berhenti minum Gambaran lain:o Hiperaktivitas otonom o Tingkat aktivitas psikomotor yang berfluktuasi dari hipereksabilitas sampai letargi

Biasanya mulai usia 30-40-an tahun setelah 5-15 tahun menjadi peminum berat, biasanya peminum saat pesta Penanganan:o Mencegah menjadi peminum berat o Psikoterapi suportif

GANGGUAN AMNESIK PERSISTEN TERINDUKSI ALKOHOL Nama klasik untuk gangguan amnesik persisten terinduksi alkohol: ensefalopati Wernicke (kumpulan gejala akut) & sindrom Korsakoff (kondisi kronik) Gambaran esensial: Gangguan memori jangka pendek. Jarang ditemukan pada usia