presen ok

download presen  ok

of 51

  • date post

    28-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    215
  • download

    0

Embed Size (px)

description

presen ok

Transcript of presen ok

  • ANALISIS PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN SELF-EFFICACYTERHADAP KOMITMEN ORGANISASIONAL PEGAWAI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA SURABAYA SAWAHAN

    THESIS

    Disusun oleh :RAHMAD PURWANTAHADI090710470

  • I. PendahuluanA. Latar BelakangOrganisasi kerja sebagai himpunan manusia yang bekerja bersama-sama dengan tujuan bersama memerlukan pengelolaan tidak saja atas kegiatan yang dilaksanakan, namun juga atas mereka yang bekerja di dalamnya. Manusia dalam organisasi merupakan unsur utama (factor sentral)Sebagai penyeimbang apa yang dilakukan oleh organisasi kepada pegawainya, maka pegawai harus mampu bekerja secara efisien, efektif dan produktif sehingga mampu mendukung pencapaian tujuan organisasi. Agar tujuan organisasi mendapat dukungan dari orang-orang yang ada di dalam organisasi yaitu para pimpinan dan karyawan maka dalam pelaksanaannya diperlukan komitmen yang kuat untuk mengutamakan kepentingan organisasi walaupun mungkin berlawanan dengan kepentingan pribadinya. Seorang individu akan memiliki kinerja yang baik apabila mereka memiliki komitmen untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Karyawan dengan komitmen organisasi yang tinggi lebih memberikan perhatian mereka untuk mencapai tujuan organisasi sedangkan karyawan dengan komitmen yang rendah cenderung memberikan perhatian yang rendah terhadap pencapaian tujuan organisasi

  • Komitmen organisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah kepuasan kerja dan self efficacy (Brown dan Kristena 2000). Kepuasan Kerja adalah sebagai sikap menyeluruh mengenai suatu pekerjaan maupun gabungan sikap-sikap dari fase-fase kepuasan intrinsik, kepuasan ekstrinsik dan kepuasan umum spesifik dari suatu pekerjaan (Weiss et Al, 1996 pada Kelner et al., 2004:5). Hubungan self-efficacy dan komitmen organisasi adalah keyakinan seseorang untuk dapat berprestasi dengan baik dalam suatu situasi sehingga tujuan organisai tercapai ( Gibson, 1996:164)

  • Sekilas KPP Pratama Surabaya SawahanPenerimaan Nasional dari sektor perpajakan sebesar Rp. 658 trilyun atau sebesar 74 % dari total penerimaan dalam pos (APBN) tahun 2009. Penerimaan Pajak KPP Pratama Surabaya Sawahan dari tiga kecamatan sebesar Rp. 537,09 Milyar. Untuk tahun anggaran 2009 target yang dibebankan dalam satu tahun adalah Rp. 537,09 Milyar atau sebesar Rp.44,76 milyar perbulan atau kalau dihitung perhari dengan 20 hari kerja/bulan penerimaan pajak yang harus dicapai adalah Rp.1.12 milyar. Untuk dapat melaksanakan tugas dengan baik dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan harus disertai dengan upaya yang optimal untuk meningkatkan penerimaan di sektor pajak melalui intensifikasi dan ekstensifikasi dan diperlukan adanya komitmen organisasional yang tinggi dari seluruh pegawai khususnya yang ada di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Surabaya Sawahan.

  • Perumusan Masalah :Apakah kepuasan kerja ekstrinsik, intrinsik dan self efficacy secara parsial berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi afektif pegawai KPP Pratama Surabaya Sawahan ? Apakah kepuasan kerja ekstrinsik, intrinsik dan self efficacy secara simultan berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi afektif pegawai KPP Pratama Surabaya Sawahan ?Apakah kepuasan kerja ekstrinsik, intrinsik dan self efficacy secara parsial berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi kontinuan pegawai KPP Pratama Surabaya Sawahan ? Apakah kepuasan kerja ekstrinsik, intrinsik dan self efficacy secara simultan berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi kontinuan pegawai KPP Pratama Surabaya Sawahan ?

  • Perumusan Masalah :Apakah kepuasan kerja ekstrinsik, intrinsik dan self efficacy secara parsial berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi normatif pegawai KPP Pratama Surabaya Sawahan ?Apakah kepuasan kerja ekstrinsik, intrinsik dan self efficacy secara simultan berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi normatif pegawai KPP Pratama Surabaya Sawahan ?

  • Tujuan dan Kegunaan PenelitianI. Tujuan PenelitianUntuk menguji signifikansi pengaruh secara simultan dari kepuasan kerja ekstrinsik, kepuasan kerja intrinsik dan self efficacy pada komitmen organisasi pegawai KPP Pratama Surabaya Sawahan.Untuk menguji signifikansi pengaruh secara parsial dari kepuasan kerja ekstrinsik, kepuasan kerja intrinsik dan self efficacy pada komitmen organisasi pegawai KPP Pratama Surabaya Sawahan.

    II. Kegunaan Penelitian Diharapkan dapat memberikan masukan kepada organisasi dalam mengembangkan dan menyempurnakan kebijakan-kebijakan di bidang SDM.Memberikan pengetahuan kepada peneliti untuk membandingkan sekaligus mengimplementasikan teori-teori keilmuan yang telah didapat selama ini pada dunia nyata.Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan masukan yang berguna untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan memberikan kepustakaan hasil penelitian dalam ilmu perilaku organisasi

  • II. Tinjauan PustakaA. Penelitian TerdahuluMeyer et. al (1999)Brown and Kristena (2000) S. Pantja Djati & M Khusaini (2003)Penelitian A. Adi Wahyono (2004)

  • Landasan Theorya. Komitmen OrganisasiAllen dan Meyer (1993) mengemukakan bahwa komitmen organisasi terdiri dari tiga komponen, yaitu : Affective Commitment adalah seseorang menjadi anggota organisasi karena ia menginginkannya (want to); Continuance Commitment adalah seseorang menjadi anggota organisasi karena ia membutuhkannya (need to); Normative Commitmentt adalah seseorang menjadi anggota organisasi sebab ia merasa harus melakukan sesuatu (ought to do).

  • komitmen pada dasarnya merupakan peristiwa dimana individu sangat tertarik pada tujuan, nilai-nilai dan sasaran organisasi tempat ia bekerja. Pegawai yang mempunyai komitmen terhadap organisasi akan menunjukkan kesediaan untuk mempertahankan keanggotaannya dalam organisasi, terlibat aktif dalam organisasi, merasa memiliki dan merasa sebagai bagian dari organisasi.

  • c. Kepuasan Kerjakepuasan kerja adalah sikap yang positif dari tenaga kerja meliputi perasaan dan tingkah laku terhadap pekerjaannya melalui penilaian salah satu pekerjaan sebagai rasa menghargai dalam mencapai salah satu nilai-nilai penting pekerjaan.

  • Sumber kepuasan kerja dapat berasal dari dalam diri pegawai (intrinsik) dan dari luar diri pegawai (ekstrinsik). Kepuasan kerja intrinsik merupakan motivasi yang berasal dari rangsangan di dalam diri setiap individu dan terdiri dari dorongan serta minat individu untuk melakukan suatu aktivitas tanpa mengharap ataupun meminta ganjaran. Kepuasan kerja ekstrinsik diwujudkan dalam bentuk rangsangan dari luar yang bertujuan menggerakkan seseorang untuk melakukan suatu aktivitas yang membawa manfaat kepada orang itu sendiri dan organisasi

  • b. Kemampuan Diri (self-efficacy)Self-efficacy merupakan salah satu dasar untuk melakukan evaluasi diri yang berguna untuk menilai diri. Self-efficacy merupakan salah satu aspek pengetahuan tentang diri atau self-knowledge Menurut teori efficacy bahwa self-efficacy didefinisikan sebagai keyakinan yang dimiliki individu tentang kemampuan atau ketidakmampuan yang dimiliki untuk menunjukan suatu perilaku atau sekumpulan perilaku tertentu. Sehingga konsep self-efficacy berkaitan dengan sejauh mana individu mampu memiliki kemampuan, potensi, serta kecenderungan yang ada pada dirinya untuk dipadukan menjadi tindakan tertentu dalam mengatasi situasi yang mungkin akan dihadapi di masa yang akan datang (Bandura, 1977).

  • Model Analisis

    Model Analis dalam diagram berikut merupakan pemikiran penelitian yang telah dilakukan oleh Brown dan Kristena (2000,17). Dalam penelitiannya Brown dan Kristena (2000) mempelajari pengaruh kepuasan kerja dan self-efficacy terhadap komitmen organisasional.

  • Kerangka PemikuiranKerangka pemikiran atau model yang digunakan dalam penelitian ini merupakan kerangka pemikiran penelitian yang telah dilakukan oleh Brown dan Kristena (2000,17). Dalam penelitiannya Brown dan Kristena (2000) mempelajari pengaruh kepuasan kerja dan self- efficacy terhadap komitmen organisasi.Dalam penelitian ini akan dianalisis pengaruh faktor kepuasan kerja ekstrinsik, kepuasan kerja intrinsik dan self efficacy terhadap komitmen organisasi yang terdiri dari komitmen afektif, komitmen kontinuan dan komitmen normatif

  • Gambar 1. Model AnalisKepuasan KerjaEkstrinsik (X1)Self Efficacy (X3)KomitmenOrganisasionalAfektif (Y1)Kepuasan KerjaIntrinsik (X2)

  • Kepuasan KerjaEkstrinsik (X1)Self Efficacy (X3)KomitmenOrganisasionalKontinuan (Y2)Kepuasan KerjaIntrinsik (X2)

  • Kepuasan KerjaEkstrinsik (X1)Self Efficacy (X3)KomitmenOrganisasionalNormatif (Y3)Kepuasan KerjaIntrinsik (X2)

  • E.HipotesisHipotesis 1Ada pengaruh yang signifikan dari kepuasan kerja ekstrinsik, intrinsik dan self-efficacy secara parsial terhadap komitmen organisasi afektif pegawai KPP Pratama Surabaya Sawahan.Hipotesis 2Ada pengaruh yang signifikan dari kepuasan kerja ekstrinsik, intrinsik dan self-efficacy secara simultan terhadap komitmen organisasi afektif pegawai KPP Pratama Surabaya Sawahan.Hipotesis 3Ada pengaruh yang signifikan dari kepuasan kerja ekstrinsik, intrinsik dan self-efficacy secara parsial terhadap komitmen organisasi kontinuan pegawai KPP Pratama Surabaya Sawahan.

  • Hipotesis 4Ada pengaruh yang signifikan dari kepuasan kerja ekstrinsik, intrinsik dan self-efficacy secara simultan terhadap komitmen organisasi kontinuan pegawai KPP Pratama Surabaya Sawahan.Hipotesis 5Ada pengaruh yang signifikan dari kepuasan kerja ekstrinsik, intrinsik dan self-efficacy secara parsial terhadap komitmen organisasi normatif pegawai KPP Pratama Surabaya Sawahan.Hipotesis 6Ada pengaruh yang signifikan dari kepuasan kerja ekstrinsik, intrinsik dan self-efficacy secara simultan terhadap komitmen organisasi normatif pegawai KPP Pratama Surabaya Sawahan.

  • III.