Pres Case Hipoglikemia

download Pres Case Hipoglikemia

of 24

  • date post

    14-Apr-2018
  • Category

    Documents

  • view

    225
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Pres Case Hipoglikemia

  • 7/27/2019 Pres Case Hipoglikemia

    1/24

    1

    PRESENTASI KASUS

    HIPOGLIKEMI DAN HIPERTENSI

    Disusun Oleh :

    FITRI KEMALA SARI

    1102009116

    Pembimbing :

    dr. Donny Gustiawan, SpPD

    KEPANITERAAN KLINIK PENYAKIT DALAM

    RSUD KABUPATEN BEKASI

    2013

  • 7/27/2019 Pres Case Hipoglikemia

    2/24

    2

    Kata Pengantar

    Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan

    karunia-Nya yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menyusun tugas

    referat yang berjudul sindrom nefrotik . Penyusun mengharapkan saran dan kritik yang

    membangun dari berbagai pihak agar dikesempatan yang akan datang penulis dapat

    membuatnya lebih baik lagi.

    Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada dr. Donny Gustiawan

    Sp,PD serta berbagai pihak yang telah membantu penyelesain presentasi kasus ini.

    Semoga tugas ini dapat bermanfaat untuk kita semua.

    Bekasi, 29 September 2013

    Penulis

  • 7/27/2019 Pres Case Hipoglikemia

    3/24

    3

    I. IDENTITAS PASIENNama : Ny. S

    Usia : 67 tahun

    Jenis kelamin : Perempuan

    Alamat : Desa Mekarsari Tambun Bekasi

    Pendidikan : -

    Agama : Islam

    Status Pernikahan : Menikah

    Nomor RM : 528087

    Masuk RS : 19 September 2013

    Tgl Periksa : 20 September 2013

    II. ANAMNESISKeluhan Utama : badan lemas sejak satu hari sebelum masuk rumah sakit

    Riwayat penyakit Sekarang :

    Pasien datang ke RSUD Kabupaten Bekasi dengan keluhan badan lemas sejak satu

    hari sebelum masuk rumah sakit. Lemas dirasakan terus menerus sehingga pasien sulit

    berjalan dan sulit diajak berbicara.

    Keluhan disertai dengan nyeri kepala seperti berputar dan mata berkunang-kunang

    sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit. Keluhan disertai dengan mual tetapi tidak ada

    muntah. Pasien mengaku tidak ada demam dan tidak ada keluhan dalam BAB dan BAK.

    Pasien mengaku memiliki riwayat diabetes dan 2 hari sebelumnya meminum obat

    penurun gula darah yang diberikan oleh puskesmas. Pasien mengaku memiliki riwayat

    diabetes sejak 7 tahun yang lalu. Pasien juga memiliki riwayat hipertensi sudah 5 tahun.

    Pasien mengaku hanya meminum obat penurun darah tinggi dan tidak rutin meminum obat

    anti hipertensi.

  • 7/27/2019 Pres Case Hipoglikemia

    4/24

    4

    Riwayat penyakit Dahulu :

    Pasien mengaku sebelumnya tidak pernah mengalami gejala-gejala seperti yang

    dirasakan saat ini.

    Riwayat Penyakit keluarga :

    Pasien mengaku adik pasien juga menderita diabetes dan hipertensi.

    III. PEMERIKSAAN FISISA. Pemeriksaan Umum :

    Keadaan umum : Tampak sakit sedang

    Kesadaran : Apatis

    Tekanan darah : 180/110 mmHg

    Nadi : 80x/menit

    Frekuensi Nafas : 20x/menit

    Suhu : 36,6 C

    B. Pemeriksaan Khusus

    Kepala : Normocephal, rambut putih lurus

    Mata : sklera tidak ikhterik, konjungtiva tidak anemis.

    Leher : tidak teraba adanya pembesaran kelenjar getah bening, trakea tidakdeviasi, kelenjar tiroid tidak membesar.

    Telinga : bentuk normal, serumen

    Hidung : normal, sekret

    Tenggorok : tonsil palatina kanan=kiri T1 normal tidak membesar

    Thoraks :

  • 7/27/2019 Pres Case Hipoglikemia

    5/24

    5

    Inspeksi :

    dada datar, simetris kanan dan kiri,

    pergerakan dada simetris baik statis maupun dinamis

    iktus kordis terlihat di sela iga ke 5 linea midclavicularis kiri.

    Palpasi :

    dada tidak teraba adanya massa

    fremitus taktil dan fremitus fokal kanan dan kiri simetris.

    iktus kordis teraba di sela iga ke 5 midclavikularis kiri.

    Perkusi :

    sonor diseluruh lapang paru, peranjakan paru (+), daerah redup hepar

    (+)

    Batas jantung kanan di linea sternalis kanan sela iga ke 5

    Batas jantung kiri di linea midvlavicularis kiris sela iga ke 5

    Batas pinggang jantung di linea parasternalis kiri sela iga ke 3.

    Auskultasi :

    Suara nafas vesikuler

    Tidak ada rhonki, tidak ada wheezing

    Tidak ada bunyi tambahan jantung seperti murmur dan gallop

    Abdomen :

    Inspeksi :

    perut datar, supel

    tidak terlhat adanya massa

  • 7/27/2019 Pres Case Hipoglikemia

    6/24

    6

    Auskultasi : bising usus (+) normal

    Perkusi :

    timpani pada 4 kuadran abdomen

    shiffting dullness (-)

    Palpasi :

    hepar dan lien tidak teraba

    ballotemen ginjal (-)

    tes undulasi (-).

    Ekstermitas : akral hangat, tidak ada edema

    Refreleks patologis : babinski dan babinski group negatif

    IV. PEMERIKSAAN LABORATORIUM :

    a. Hemoglobin : 12,3 g/dl 1416

    b. Leukosit : 8.300 mm 3.50010.000

    c. LED : 40 mm/jam

  • 7/27/2019 Pres Case Hipoglikemia

    7/24

    7

    l. Trombosit : 262 ribu/mm3 150 - 400

    Kimia darah

    a. Ureum : 41 mg/dl 10 -50

    b. Kreatinin : 1,5 mg/dl 0,61,38

    c. SGOT : 17 U/l 0 - 38

    d. SGPT : 14 U/l 0 - 41

    e. Gula darah sewaktu : 35

    f. Asam urat : 6,3

    g. Natrium : 143

    h. Kalium : 5,3

    i. Klorida : 109

    RESUME

    Seorang perempuan berusia 67 tahun datang ke RSUD Kabupaten Bekasi dengan

    keluhan badan lemas terus menerus sepanjang hari sehingga sulit untuk berjalan dan

    berbicara. Pasien juga mengeluhkan pandangan berkunang-kunang sejak 1 hari sebelum

    masuk rumah sakit. Pasien juga mengeluh mual tetapi tidak ada muntah. Pasien mengaku 2

    hari sebelum masuk rumah sakit meminum obat penurun gula darah dari puskesmas.

    Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum sakit sedang, kesadaran

    komposmentis, tekanan darah 180/110 mmHg, nadi 80 x/menit, laju pernapasan 20 x/menit

    dan suhu 36,6C pada pemeriksaan fisik tidak didapatkan adanya kelainan.

    Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan hemoglobin 12,3 g/dl, LED 40 mm/jam,

    hematokrit 32,2, dan gula darah sewaktu 35.

    DIAGNOSIS KERJA:

    Hipoglikemia dan hipertensi grade II.

    FOLLOW UP :

  • 7/27/2019 Pres Case Hipoglikemia

    8/24

    8

    Tanggal dan jam Follow up

    19 september 2013

    Jam 08.05

    TD 200/100 mmHg, nadi 88 x/menit, RR 24

    x/menit, pasien datang mengeluh lemas. GDS

    35.

    Jam 12.00 TD 150/90 mmHg, nadi 80 x/menit, RR 24

    x/menit, GDS 92

    Jam 15.00 TD 140/100 mmHg, nadi 80 x/menit, RR 20

    x/menit. GDS 145.

    Jam 19.00 TD 160/100 mmHg, nadi 81 x/menit, RR 24

    x/menit, GDS 76.

    Jam 22.00 TD 150/90 mmHg, nadi 88 x/menit, RR 20

    x/menit, GDS 134.

    20 September 2013 TD 180/110 mmHg, nadi 80 x/menit, RR 20

    x/menit, GDS 102

    21 September 2013 TD 140/90 mmHg, nadi 82 x/menit, RR 22x/menit, GDS 124.

    22 September 2013 TD 130/100 mmHg, nadi 92 x/menit, RR 20

    x/menit, GDS 120.

    RENCANA PEMERIKSAAN:

    Cek gula darah sewaktu setiap jam, bila GDS 100 sebanyak dua kali, cek setiap 2 jam. Bila

    GDS100 sebanyak 2 kali pemeriksaan, cek setiap 3 jam. Bila GDS100 sebanyak 2 kali

    pemeriksaan, cek setiap 4 jam. Bila GDS100 sebanyak 2 kali pemeriksaan, sliding scale

    setiap 6 jam.

  • 7/27/2019 Pres Case Hipoglikemia

    9/24

    9

    RENCANA PENGOBATAN:

    Non farmakologis :

    o Modifikasi gaya hidup, kurangi makanan yang mengandung garam.

    o Perbanyak aktivitas dan makan makanan gizi seimbang agar dapat menjaga

    kadar gula darah dalam batas normal.

    Farmakologis :

    o IVFD dextrose 10%

    o Injeksi IV dextrose 40% bolus (25 cc) 2 flakon

    o Captopril 1,25 mg

    PROGNOSIS

    Quo at vitam : dubia ad bonam

    Quo at functionam : dubia at bonam

    Qou at sanationam : dubia at bonam

  • 7/27/2019 Pres Case Hipoglikemia

    10/24

    10

    TINJAUAN PUSTAKA

    HIPOGLIKEMIA

    A. PENGERTIANHipoglikemia adalah suatu keadaan dimana kadar gula darah (glukosa) secara

    abnormal rendah < 50 mg/dl. Dalam keadaan normal, tubuh mempertahankan kadar gula

    darah antara 70-110 mg/dL. Pada diabetes, kadar gula darah terlalu tinggi; pada

    hipoglikemia, kadar gula darah terlalu rendah. Kadar gula darah yang rendah menyebabkan

    berbagai sistem organ tubuh mengalami kelainan fungsi.1

    Otak merupakan organ yang sangat peka terhdap kadar gula darah yang rendah karena

    glukosa merupakan sumber energi otak yang utama. Otak memberikan respon terhadap kadar

    gula darah yang rendah dan melalui sistem saraf, merangsang kelenjar adrenal untuk

    melepaskan epinefrin (adrenalin). Hal ini akan merangsang hati untuk melepaskan gula agar

    kadarnya dalam darah tetap terjaga. Jika kadarnya menurun, maka akan terjadi gangguan

    fungsi otak.2

    B. PENYEBAB HIPOGLIKEMIAHipoglikemia bisa disebabkan oleh3 :

    1. Pelepasan insulin yang berlebihan oleh pankreas,

    2. Dosis insulin atau obat lainnya yang terlalu tinggi, yang diberikan kepada

    penderita diabetes untuk menurunkan kadar gula darahnya.

    3. Aktivitas berlebihan.

    4. Kelainan pada kelenjar hipofisa atau kelenjar adrenal.

    5. Kelainan pada penyimpanan karbohidrat atau pembentukan glukosa di hati.

    Secara umum, hipogklikemia dapat dikategorikan sebagai yang berhubungan dengan

    obat dan yang tidak berhubungan dengan obat. Sebagian besar kasus hipoglikemia terjadi

    pada penderita diabetes dan berhubungan dengan obat.

    Hipoglikemia yang tidak berhubungan dengan obat lebih jauh dapat dibagi lagi

    menjadi3 :

    1. Hipoglikemia karena puasa, dimana hipoglikemia terjadi setelah berpuasa.

  • 7/27/2019 Pres Case Hipoglikemia

    11/24

    11

    2. Hipoglikemia reaktif, dimana hipoglikemia terjadi sebagai reaksi terhadap