Preliminary Study Saponifikasi Irfanty Widiastuti 131411012 2a-Tk Kel 3

download Preliminary Study Saponifikasi Irfanty Widiastuti 131411012 2a-Tk Kel 3

of 15

  • date post

    16-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    34
  • download

    1

Embed Size (px)

description

saponifikasi

Transcript of Preliminary Study Saponifikasi Irfanty Widiastuti 131411012 2a-Tk Kel 3

  • PRELIMINARY STUDY SAPONIFIKASI

    Praktikum Satuan Proses Diajukan untuk memenuhi tugas dari dosen pembimbing

    Oleh :

    Irfanty Widiastuti

    NIM 131411012

    Kelas 2A - TK

    D3-Teknik Kimia

    PROGRAM STUDI D3 TEKNIK KIMIA

    JURUSAN TEKNIK KIMIA

    POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

    2014

  • 1. Apa itu saponifikasi ?

    Saponifikasi adalah proses hidrolisis ester dari alkali pada lemak yang disengaja, biasanya

    dilakukan dengan penambahan basa kuat (kaustik soda) membentuk alkohol dan garam dan

    sisanya asam. Atau secara singkat saponifikasi merupakan suatu reaksi yang terjadi antara

    lemak dan kaustik soda atau peristiwa hidrolisa dari ester-ester.

    Atom oksigen mengikat sodium yang berasal dari sodium hidroksida sehingga ujung dari

    rantai asam karboksilat akan larut dalam air. Garam sodium dari asam lemak inilah yang

    kemudian disebut sabun. Sedangkan gugus OH dalam hidroksida akan berikatan dengan

    molekul gliserol, apabila ketiga gugus asam lemak tersebut lepas maka reaksi saponifikasi

    dinyatakan selesai. Reaksi tersebut sebagai berikut :

    http://www.academia.edu/6376246/BAB_2_Tinjauan_Pustaka_Saponifikasi

    2. Sebutkan macam-macam sabun !

    a. Sabun keras adalah reaksi antara asam alkanoat suhu tinggi dengan NaOH yang

    menghasilkan garam natrium.

    b. Sabun lunak

    Sabun lunak adalah reaksi antara asam alkanoat dengan KOH yang menghasilkan garam

    kalium

    c. Shaving Cream

    Shaving Cream disebut juga dengan sabun Kalium. Bahan dasarnya adalah campuran

    minyak kelapa dengan asam stearat dengan perbandingan 2:1.

    d. Sabun Cair

    Sabun cair dibuat melalui proses saponifikasi dengan menggunakan minyak jarak serta

    menggunakan alkali (KOH). Untuk meningkatkan kejernihan sabun, dapat ditambahkan

    gliserin atau alcohol.

  • e. Sabun kesehatan

    Sabun kesehatan pada dasarnya merupakan sabun mandi dengan kadar parfum yang

    rendah, tetapi mengandung bahan-bahan antiseptic dan bebas dari bakteri adiktif.

    Bahan-bahan yang digunakan dalam sabun ini adalah tri-salisil anilida, tri-klor

    carbanilyda, irgassan Dp 300 dan sulfur.

    f. Sabun Chip

    Pembutan sabun chip tergantung pada tujuan konsumen didalam menggunakan sabun

    yaitu sebagai sabun cuci atau sabun mandi dengan beberapa pilihan komposisi tertentu.

    Sabun chip dapat dibuat dengan berbagai cara yaitu melalui pengeringan, atau

    menggiling atau menghancurkan sabun yang berbentuk batangan.

    g. Sabun Bubuk untuk mencuci

    Sabun bubuk dapat diproduksi melalui dry-mixing. Sabun bubuk mengandung

    bermacam-macam komponen seperti sabun, sodasah, sodium metaksilat, sodium

    karbonat, sodium sulfat, dan lain-lain.

    Berdasarkan ion yang dikandungnya, sabun dibedakan atas :

    a. Cationic Sabun

    Sabun yang memiliki kutub positif disebut sebagai kationic detergents. Sebagai

    tambahan selain adalah bahan pencuci yang bersih, mereka juga mengandung sifat

    antikuman yang membuat mereka banyak digunakan pada rumah sakit. Kebanyakan

    sabun jenis ini adalah turunan dari ammonia.

    b. Anionic Sabun

    Sabun jenis ini adalah merupakan sabun yang memiliki gugus ion negatif.

    c. Neutral atau Non Ionic Sabun

    Non ionic sabun banyak digunakan untuk keperluan pencucian piring. Karena sabun jenis

    ini tidak memiliki adanya gugus ion apapun, sabun jenis ini tidak beraksi dengan ion yang

    terdapat dalam air sadah. Non ionic sabun kurang mengeluarkan busa dibandingkan

    dengan ionic sabun.

    Berdasarkan Jenis dan Fungsi

    a. Transparant Soap

    Sabuntembus pandang ini tampilannya jernih dan cenderung memiliki kadar yang

    ringan. Sabun ini mudah sekali larut karena mempunyai sifat sukar mengering.

  • b. Castile Soap

    Sabun yang memakai nama suatu daerah di Spanyol ini memakai olive oil untuk

    formulanya. Sabun ini aman dikonsumsi karena tidak memakai lemak hewani sama

    sekali.

    c. Deodorant Soap

    Sabun ini bersifat sangat aktif digunakan untuk menghilang aroma tak sedap pada

    bagian tubuh.Tidak dianjurkan digunakan untuk kulit wajah karena memiliki kandungan

    yang cukup keras yang dapat menyebabkan kulit teriritasi.

    d. Acne Soap

    Sabun ini dikhususkan untuk membunuh bakteri-bakteri pada jerawat.Seringkali sabun

    jerawat ini mengakibatkan kulit kering Bila pemakaiannya dibarengi dengan penggunaan

    produk anti-acne lain maka kulit akan sangat teriritasi, sehingga akan lebih baik jika Anda

    memberi pelembab atau clarning lotion setelah menggunakan Acne Soap.

    e. Cosmetic Soap atau Bar Cleanser

    Sabun ini biasanya dijual di gerai-gerai kecantikan.Harganya jauh lebih mahal dari sabun-

    sabun biasa karena di dalamnya terdapat formula khusus seperti pemutih.Cosmetic

    soapbiasanya memfokuskan formulanya untuk memberi hasil tertentu, seperti pada

    whitening facial soap dan firming facial soap.

    f. Superfatted Soap

    Sabun ini memiliki kandungan minyak dan lemak lebih banyak sehingga membuat terasa

    lembut dan kenyal.Sabun ini sangat cocok digunakan untuk kulit kering karena dalamnya

    terdapat kandungan gliserin, petroleurn dan beeswax yang dapat melindungi mencegah

    kulit dan iritasi dan jerawat.

    g. Oatmeal Soap

    Dari hasil penelitian, gandum mempunyai kandungan anti iritasi. Dibandingkan

    sabunlain, sabun gandum ini lebih baik dalam menyerap minyak menghaluskan kulit

    kering dan sensitif.

    h. Natural Soap

    Sabun alami ini memiliki formula yang sangat lengkap seperti vitamin, ekstrak buah,

    minyak nabati, ekstrak bunga, aloe vera dan essential oil.Cocok untuk semua jenis kulit

    dan kemungkinan membahayakan kulit sangat kecil.

  • http://wiwinprtw.blogspot.com/2013/01/makalah-proses-pembuatan-sabun.html

    http://alfi-maysaroh.blogspot.com/2013/03/laporan-ujian-praktikum-kejuruan.html

    3. Apa itu lemak ?

    Lemak adalah sekumpulan senyawa di dalam tubuh yang memiliki ciri-ciri yang serupa

    dengan malam atau minyak (Goldstein,1996). Lemak juga ddefinisikan sebagai senyawa

    organik yang terdapat di alam dan tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik

    nonpolar seperti suatu hidrokarbon dan dietileter (Fessenden, 1981).

    Lemak adalah golongan senyawa hidrofobik yang sangat penting untuk penyimpanan

    bahan pembakaran, untuk membentuk struktur membran pembawa vitamin-vitamin yang

    larut dalam lemak, sebagai hormon dan sebagi pengemban oligisakarida. Sebagian besar

    sintesis asam-asam lemak berlangsung di sitoplasma sel-sel hati. (Vogel. 1990. Analisis

    Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro. Jakarta: Kalman Media Pusaka)

    Lemak adalah senyawa alami yang tersusun oleh rangkaian asam lemak, secara kimiawi

    lemak dapat diartikan sebagai triester gliserol yang biasa disebut gliserida atau trigliserida.

    Senyawa trigliserida dalam suhu kamar mempunyai dua bentuk, yaitu dalam bentuk cairan

    yang dikenal dengan minyak, misal : minyak jagung, minyak kelapa, dll yang secara umum

    dikenal dengan minyak nabati. Bentuk yang lain adalah bentuk padat misalnya, keju, lemak,

    babi, gajih, dll yang dikenal sebagai minyak hewani.

    Berdasarkan fungsi dan strukturnya lipid dibagi menjadi 3 macam, yaitu:

    1. Trigliserida (asam lemak)

    Berfungsi sebagai sumber energi yang tersusun atas ester gliserol dari asam lemak (asam

    karboksliat suku tinggi). Trigliserida disebut juga lemak yang terdiri atas 2 jenis. Yaitu

    lemak yang tersusun atas asam lemak yang jenuh dan minyak yang tersusun atas asam

    lemak tak jenuh. Lemak berbentuk padat sedangkan minyak berwujud cair. Rumus

    umumnya adalah:

    H C-O-C-R2

    O

    HC-O-C-R'

    H C-O-C-R2

    O

    O

    Dimana R, R dan R dapat merupakan gugus yang sejenis atau berbeda, misalnya C17H33

    atau C17H35 dan yang lainnya. Reaksi antara lemak dan basa akan menghasilkan gliserol

    dan sabun yang dikenal dengan reaksi penyabunan (saponifikasi).

  • 2. Fospolipid

    Fospolipid merupakan komponen utama pembentuk membran sel dan merupakan

    senyawa yang polar. Fospolipid merupakan ester dari gliserol yang mengandung ester

    asam posfat dengan rumus umum :

    H C-O-C-R2

    O

    HC-O-C-R'

    2

    O

    O

    H C-O-P-O-R"

    OH Dimana Gugus R adalah kolin (disebut fosfatidilkolin), etanolamin (fosfatidil etanolamin),

    serin (fosfatidil serin), dan inositol (fosfatidil inositol). Membran sel yang tersusun atas

    fospolipida merupakan senyawa polar dimana bagian luar adalah hidrofil sedangkan

    bagian dalam adalah hidrofob.

    3. Steroid

    Steroid merupakan lipid yang berperan dalam proses-proses biologis dalam organisme

    hidup. Misalnya kolesterol, asam-asam empedu, testoteron dan lain-lain. Strukturnya

    adalah:

    CH3

    CH3

    R

    Steroid tidak mengandung komponen asam lemak ataupun gliserol dan tidak dapat

    mengalami penyabunan.

    https://www.scribd.com/doc/239847028/uji-lemak

    4. Apa itu trigliserida ?

    Kata trigliserida berasal dari tiga (tri-) molekul asam lemak yang dikombinasikan

    dengan molekul gliserol alkohol (-gliserida). Trigliserida yang lebih dikenal dengan sebutan

    triasilgliserol merupakan gliserida dimana gliserol diestrerifikasi dengan 3 asam lemak.

    Rumus kimia trigliserida adalah CH2COOR-CHCOOR'-CH2-COOR", dimana R, R' dan R" masing-

    masing adalah sebuah rantai alkil yang panjang. Ketiga asam lemak RCOOH, R'COOH and

  • R"COOH bisa jadi semuanya sama,