prasana dasar ipal komunal

Click here to load reader

  • date post

    04-Aug-2015
  • Category

    Environment

  • view

    122
  • download

    13

Embed Size (px)

Transcript of prasana dasar ipal komunal

1. TUGAS PERENCANAAN PRASARANA DASAR PERMUKIMAN PROGRAM PASCA SARJANA TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS HASANUDDIN 2. PRASARANA DASAR INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) KOMUNAL DISUSUN OLEH LUKMAN HAKIM/P2304214002 3. DASAR HUKUM PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR: 16/PRT/M/2008 TENTANG KEBIJAKAN DAN STRATEGI NASIONAL PENGEMBANGAN SISTEM PENGELOLAAN AIR LIMBAH PERMUKIMAN (KSNP-SPALP) 4. PENGERTIAN : Air Limbah adalah air buangan yang berasal dari rumah tangga termasuk tinja manusia dari lingkungan permukiman. IPAL KOMUNAL adalah Instalasi Pengolahan Air Limbah terpusat skala lingkungan minimal 50 kk 5. HASIL KUNJUNGAN LAPANGAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) KOMUNAL LOKASI KELURAHAN KALUKKUANG RW5 MAKASSAR 6. PETA KELURAHAN KALUKKUANG 7. GAMBARAN UMUM Geografis Kelurahan Kalukuang berada di sebelah utara kota Makassar dengan luas wilayah kurang lebih 25,45 Ha atau 0,24 km2 dengan batas-batas sebagai berikut : Sebelah Utara : Kel. Suangga Sebelah Barat : Kel. Lembo Sebelah Timur : Kel. Lalatang Sebelah Selatan : Kel. Timongan Lompoa 8. Demografi Jumlah penduduk Kelurahan Kalukuang Tahun 2013 adalah 5.312 jiwa dengan kepadatan 0,0217/m2 tersebar di 5 ORW dan 26 ORT, sementara penduduk tergolong miskin + 366 kepala keluarga. Suku yang paling dominan di Kelurahan Kalukuang adalah suku Bugis Makassar, sedangkan penganut agama mayoritas adalah islam. Penduduk Kelurahan Kalukuang sebagian besar bermata pencaharian buruh/swasta, Pegawai Negeri, Dosen, Pengusaha swasta, TNI/Polri pertukangan, bengkel serta usaha produktif lainnya. 9. Permasalahan Lingkungan Kelurahan kalukkuang Kondisi lingkungan permukiman sebagian warga masyarakat Kelurahan Kalukuang masih tergolong kumuh. Terdapat sejumlah rumah tidak layak huni. Sebagian selokan/sanitasi lingkungan belum memadai. Kurangnya tempat pembuangan sampah. 10. BERDASARKAN RPJM KELURAHAN 2011-2015 MISI Meningkatan Sarana Prasarana ekonomi, sanitasi dan air bersih PERMASALAHAN Sebagian selokan/sanitasi lingkungan belum memadai ISSU STRATEGIS Masih kurangnya kesadaran sebahagian kecil masyarakat untuk BAB di jamban PROGRAM PRIORITAS Pembangunan Isntalasi Pengolahan Limbah 11. IPAL KOMUNAL KALUKKUANG DIBANGUN TAHUN ANGGARAN 2012 Rp. 350 JUTA MENGGUNAKAN DANA USRI HANYA ADA 1 UNIT DIKELURAHAN KALUKKAUNG ADA PERENCANAAN BANGUN BARU TAPI TERKENDAL LAHAN 12. PERMASALAHAN SAAT PROSES PEMBANGUNAN IPAL KOMUNAL AWALNYA RESPON WARGA BANYAK TIDAK SETUJU, ALASAN CUKUP DENGAN SEPTIC TANK TAHAP AWAL DIKERJA OLEH MASYARAKAT YANG BUKAN TUKANG MASA PENGERJAAN KURANG LEBIH SETAHUN KARENA DIKERJA PADA SAAT MUSIM HUJAN 13. PASANGAN DINDING IPAL RUNTUH KRN AIR MUKA TANAH, AKHIRNYA DI COR = 20 CM DLM 3 MTR TAHAP AWAL DIKERJA OLEH MASYARAKAT MASA PENGERJAAN KURANG LEBIH SETAHUN KARENA DIKERJA PADA SAAT MUSIM HUJAN 14. KONDISI EKSISTING IPAL KOMUNAL HANYA 30 SAMBUNGAN RUMAH DARI TARGET 60 SAMBUNGAN KPP TIDAK BERJALAN KWALITAS POMPA BURUK 15. IURAN Rp. 10.000/BULAN HANYA TERBAYAR 2X BIAYA OPERASIONAL LISTRIK Rp.50.000/BULAN ADA METERAN LISTRIK SENDIRI 16. METERAN DAN PANEL LISTRIK 17. PIPA EFFLUEN IPAL 18. SAMBUNGAN RUMAH YANG MASIH TERPASANG 19. KONDISI BANGUNAN IPAL 20. ANALISA KEBERLANJUTAN BIAYA INVESTASI BIAYA OPERASIONAL BIAYA PEMELIHARAAN PROYEKSI PENDAPATAN MANFAAT EKONOMI 21. BIAYA INVESTASI BIAYA INVESTASI PEMERINTAH Dana APBN yang bersumber sari dana hibah Urban Rural Sanitation Infrastructure (USRI) Program Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM) BIAYA INVESTASI MASYARAKAT Kontribusi masyarakat dalam bentuk incash (uang) hampir dipastikan tidak ada. Sebagian masyarakat berkontribusi dalam bentuk tenaga atau material berupa konsumsi dan peralatan pertukangan. 22. BIAYA OPERASIONAL BIAYA PEMAKAIAN LISTRIK YANG DIGUNAKAN SELAMA SEBULAN AKIBAT PENGGUNAAN POMPA Rp. 50.000 Rp.70.000 / BULAN BIAYA TES EFFLUEN LABORATOIUM Rp. 300.000/ 6 BULAN BIAYA INSPEKSI SALURAN Rp. 50.000 / BULAN 23. BIAYA PEMELIHARAAN BIAYA PERTEMUAN / RAPAT KPP Rp. 100.000/BULAN BIAYA PEMBERSIHAN SARINGAN Rp. 30.000/MINGGU BIAYA PERBAIKAN SAMBUNGAN Rp. 50.000 /BULAN 24. PROYEKSI PENDAPATAN JUMLAH SAMBUNGAN = 50 SR IURAN /BULAN = Rp. 10.000 BULAN INCOME = Rp. 500.000 / BULAN KEMAMPUAN OPERASIONAL KEUANGAN = PENDAPATAN BIAYA OPERASIONAL = Rp. 500.000 Rp. 440.000 = Rp. 60.000 25. MANFAAT EKONOMI MANFAAT YANG DAPAT DIUKUR DENGAN UANG Manfaat Langsung Pengurangan biaya pengolahan (penjernihan) air baku Peningkatan biaya akibat sumur penduduk tidak dapat digunakan karena tercemar air limbah Peningkatan nilai jual properti Manfaat Tidak Langsung Manfaat ekonomi berupa peningkatan produktivitas Manfaat lingkungan berupa pengurangan derajat pencemaran air limbah dan terjaganya kelestarian sumber daya air Manfaat sosial berupa penruan derajat konflik yang disebabkan oleh pencemaran air limbah 26. MANFAAT YANG TIDAK DAPAT DIUKUR DENGAN UANG Penurunan tingkat kematian bayi Penurunan rasio penyakit, infeksi, dll. 27. Sekian dan Terima kasih