Praktikum VI & X.doc

download Praktikum VI & X.doc

of 22

  • date post

    13-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    237
  • download

    12

Embed Size (px)

Transcript of Praktikum VI & X.doc

PENDAHULUAN

TINJAUAN PUSTAKA

A. Aksi Integrasi Saraf

Sistem saraf adalah suatu infrakstruktur seluler yang sangat sempurna, hubungan bercabang yang mengahsilkan kerja dengan kecepatan tinggi dan sangat cepat dan di dalam sistem saraf ini terdapat sel saraf. Sel saraf ini biasa disebut dengan neuron yang merupakan unit fungsional dan struktural sistem saraf pada semua hewan multisel yang akan menerima berbagai informasi dari dalam dan dari luar tubuh dan mengkoordinasikan semua aktivitas organ di dalam tubuh sehingg a memegang peranan dalam tingkah laku subjektif suatu makhluk hidup. Neuron mempunyai struktur dan ukuran yang bervariasi, namun memiliki struktur umum yang sama yaitu (Rachman, 2007) :1. Dendrit merupakan bagian dari neuron yang khusus menerima rangsangan baik rangsangan dari lingkungan maupun dari sel lain. Dendrit yang menjulur masuk ke badan sel berfungsi untuk menghantar impuls listrik ke badan sel.

2. Akson merupakan bagian yang menjulur keluar dari badan sel melalui akson hilock yang berfungsi untuk menghantarkan impuls yang berasal daribadan sel. Akson diselubungi oleh selubung myelin yang berfungsi untuk mempercepat penghataran impuls, oleh karena mempunyai resistensi yang tinggi, dimana hanya pada Nodus of Ranvier aktifitas listrik membran dapat terjadi mengakibatkan proses depolarisasi.3. Badan sel merupakan bagian dari sel yang mempunyai nukleus berfungsi untuk pemeliharaan metabolis dan pertumbuhan sel saraf

4. Telodendrion merupakan alat distribusi.

Gambar 29. Sel Saraf dan Bagian-bagiannya

Mekanisme penghantar impuls dapat dihantarkan melalui beberapa cara, di antaranya melalui sel saraf dan sinapsis. Berikut ini akan dibahas secara rinci kedua cara tersebut (Suprayitno dan Rahmawati, 2009) :

1. Penghantaran Impuls Melalui Sel Saraf

Penghantaran impuls baik yang berupa rangsangan ataupun tanggapan melalui serabut saraf (akson) dapat terjadi karena adanya perbedaan potensial listrik antara bagian luar dan bagian dalam sel. Pada waktu sel saraf beristirahat, kutub positif terdapat di bagian luar dan kutub negatif terdapat di bagian dalam sel saraf. Diperkirakan bahwa rangsangan (stimulus) pada indra menyebabkan terjadinya pembalikan perbedaan potensial listrik sesaat. Perubahan potensial ini (depolarisasi) terjadi berurutan sepanjang serabut saraf. Kecepatan perjalanan gelombang perbedaan potensial bervariasi antara 1 sampai dengart 120 m per detik, tergantung pada diameter akson dan ada atau tidaknya selubung mielin.

Bila impuls telah lewat maka untuk sementara serabut saraf tidak dapat dilalui oleh impuls, karena terjadi perubahan potensial kembali seperti semula (potensial istirahat). Untuk dapat berfungsi kembali diperlukan waktu 1/500 sampai 1/1000 detik. Energi yang digunakan berasal dari hasil pemapasan sel yang dilakukan oleh mitokondria dalam sel saraf.

Gambar 30. Penghantaran Impuls Melalui Sel Saraf

2. Penghantaran Impuls Melalui Sinapsis

Titik temu antara terminal akson salah satu neuron dengan neuron lain dinamakan sinapsis. Setiap terminal akson membengkak membentuk tonjolan sinapsis. Di dalam sitoplasma tonjolan sinapsis terdapat struktur kumpulan membran kecil berisi neurotransmitter; yang disebut vesikula sinapsis. Neuron yang berakhir pada tonjolan sinapsis disebut neuron pra-sinapsis. Membran ujung dendrit dari sel berikutnya yang membentuk sinapsis disebut post-sinapsis. Bila impuls sampai pada ujung neuron, maka vesikula bergerak dan melebur dengan membran pra-sinapsis. Kemudian vesikula akan melepaskan neurotransmitter berupa asetilkolin. Neurontransmitter adalah suatu zat kimia yang dapat menyeberangkan impuls dari neuron pra-sinapsis ke post-sinapsis. Neurontransmitter ada bermacam-macam misalnya asetilkolin yang terdapat di seluruh tubuh, noradrenalin terdapat di sistem saraf simpatik, dan dopamin serta serotonin yang terdapat di otak. Asetilkolin kemudian berdifusi melewati celah sinapsis dan menempel pada reseptor yang terdapat pada membran post-sinapsis. Penempelan asetilkolin pada reseptor menimbulkan impuls pada sel saraf berikutnya. Bila asetilkolin sudah melaksanakan tugasnya maka akan diuraikan oleh enzim asetilkolinesterase yang dihasilkan oleh membran post-sinapsis.

Gambar 31. Penghantaran Impuls Melalui SinapsisGerakan merupakan pola koordinasi yang sangat sederhana untuk menjelaskan penghantaran impuls oleh saraf. Gerakan pada umumnya terjadi secara sadar, namun ada pula gerak yang terjadi tanpa disadari yaitu gerakan refleks. Impuls adalah gerakan sadar melalui jalan panjang yaitu dari reseptor ke saraf sensori dibawa ke otak untuk selanjutnya diolah oleh otak, kemudian hasil dari olahan oleh otak berupa tanggapan dibawa oleh saraf motorik sebagai perintah harus dilaksanakan oleh reseptor (Ganong, 2003).

Gambar 32. Jalannya Rangsangan pada Gerak

Pada pergerakan refleks berjalan sangat cepat dan tanggapan terjadi secara otomatis terhadap rangsangan tanpa memerlukan kontrol otak. Jadi dapat dikatakan gerakan terjadi tanpa dipengaruhi kehendak atau tanpa disadari terlebih dahulu. Contoh gerakan refleks misalnya berkedip, bersin atau batuk. Sedangkan gerakan refleks dengan impuls melalui jualan pendek atau jalan pintas, yaitu dimulai dari reseptor penerima rangsangan kemudian diteruskan oleh saraf sensori ke pusat saraf, diterima oleh sel saraf penghubung tanpa diolah di dalam otak langsung dikirim tanggapan ke saraf motorik untuk disampaikan ke efektor yaitu otot atau kelenjar jalan pintas ini disebut lengkung refleks (Tambayong, 2001).

Gambar 33. Alur Kerja dari Gerak Refleks

Berdasarkan fungsinya neuron terbagi menjadi tiga golongan yaitu neuron deria yang berfungsi untuk menerima rangsangan dari reseptor-reseptor pada kulit, alat-alat indera dan reseptor lain serta menyalurkan impuls dari ujung reseptor menuju badan sel. Badan sel terdapat pada ganglion di bagian dorsal sumsum tulang belakang, dari badan sel saraf ini impuls menjalar melalui akson ke sel saraf lain yaitu sel saraf motorik. Neuron motorik yang akan menerima impuls dari saraf sensorik secara langsung atau melalui interneuron atau menerima impuls dari otak kemudian impuls diteruskan melalui akson ke efektor badan sel saraf terdapat pada pusat saraf. Neuron konektor/perantaraan merupakan sel saraf berkutup banyak yang mempunyai banyak dendrit dan akson (Yawah, 2007).

Gambar 34. Jenis-jenis NeuronSistem saraf terdiri dari beberapa yaitu sistem saraf pusat mencakup otak dan korda spinalis, dimana otak terletak di dalam bagian kranial tengkorak sedangkan korda spinalis terletak di dalam kolom vertebral. Sistem saraf perifer yang terdiri dari saraf kranial yang keluar melalui foramen kranial tengkorak dan saraf spinal yang keluar melalui foramen inverterbral. Sistem saraf otonom akan memelihara kestabilan lingkungan bagian dalam tubuh terhadap perubahan-perubahan eksternal, dan sistem saraf ini dibedakan menjadi dua yaitu sistem saraf simpatis dan sistem saraf parasimpatis. Perbedaan struktur antara saraf simpatik dan saraf parasimpatik yaitu terletak pada posisi ganglion. Saraf simpatik mempunyai ganglion yang terletak sepanjang tulang belakang menempel sehingga mempunyai urat pra ganglion yang panjang karena ganglion menempel pada organ yang dibantu (Watson, 2002).

Gambar 35. Skema Sistem Saraf Pusat dan TepiSistem saraf pusat merupakan pusat pengaturan atau koordinasi yang mengolah dan menterjemahkan semua impuls saraf yang diterima. Sistem saraf pusat terdiri dari otak (ensefalon) dan sumsum tulang belakang (medulla spinalis), otak dibagi menjadi tiga bagian yaitu otak depan (proensefalon), otak tengah (mesensefalon) dan otak belakang (rombensefalon). Otak belakang menjadi otak kecil serebelum dan sumsum tulang lanjutan (medulla oblongata) (Guyton, 1995).

Sistem saraf tepi terdiri dari sistem saraf sadar dan sistem saraf tak sadar (sistem saraf otonom). Sistem saraf sadar mengontrol aktivitas yang kerjanya diatur oleh otak, yang disusun oleh saraf otak (saraf kranial), yaitu saraf-saraf yang keluar dari otak, dan saraf sumsum tulang belakang, yaitu saraf-saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang. Sedangkan saraf otonom mengontrol aktivitas yang tidak dapat diatur otak antara lain denyut jantung, gerak saluran pencernaan, dan sekresi keringat. Sistem saraf otonom disusun oleh serabut saraf yang berasal dari otak maupun dari sumsum tulang belakang dan menuju organ yang bersangkutan, dimana sistem saraf otonom dapat dibagi atas sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik. Perbedaan struktur antara saraf simpatik dan parasimpatik terletak pada posisi ganglion (Suprayitno dan Rahmawati, 2006).

Gambar 36. Saraf Tepi dan Aktivitas yang dikendalikan

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat perbedaan antara saraf simpatik dengan saraf parasimpatik pada gambar sebagai berikut :

Gambar 37. Saraf Simpatik dan Saraf ParasimpatikSistem saraf manusia meliputi seluruh badan kita, yang berfungsi mengkoordinasi dan menyelaraskan gerak badan terhadap suatu rangsangan, penyelarasan & kawalan sistem-sistem lain, dan pusat kawalan aktiviti badan meliputi intelek, ingatan, kuasa kemahuan, kuasa deria : dengar, lihat, bau, rasa, sentuh (Yawah, 2007). Pada Ampibi, sistem saraf sadar disusun oleh saraf otak (saraf kranial), yaitu saraf-saraf yang keluar dari otak, dan saraf sumsum tulang belakang, yaitu saraf-saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang. Pada amphibi saraf cranial berjumlah 10 pasang yaitu (Iqbal, 2007) :

1. Tiga pasang saraf sensori, yaitu saraf nomor 1, 2, dan 8

2. Lima pasang saraf motor, yaitu saraf nomor 3, 4, 6, 11, dan 12

3. Empat pasang saraf gabungan sensori dan motor, yaitu saraf nomor 5, 7, 9, dan 10.B. System Sirkulasi DarahSistem peredaran darah yang terdapat di dalam tubuh manusia merupakan sebuah perangkat transportasi yang paling sempurna dan menakjub