PRAKTIKUM KONVERTER DC-AC INVERTER

of 22 /22
PANDUAN PRAKTIKUM PRAKTIKUM KONVERTER DC-AC INVERTER LABORATORIUM TEKNIK TENAGA LISTRIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO DAN TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA

Embed Size (px)

Transcript of PRAKTIKUM KONVERTER DC-AC INVERTER

UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
TATA TERTIB/KETENTUAN P R A K T I K U M
KETENTUAN DAN TATA TERTIB :
• Praktikan dibagi k e dalam kelo mpo k-kelo mpo k masing- masing 3 ma hasisw a. Pembagian dilaksanakan pada praktikum yang pertama.
• Tiap kelompok akan menjalani 1 unit praktikum tiap pekannya.
• Praktikum akan dibagi ke dalam 2 tahapan : a. Pre-Tes (sesuai bab praktikumnya) : 30 menit b. Pelaksanaan Praktikum (Pengambilan Data) : 150 menit
• Praktikan harus sudah hadir di tempat 10 menit sebelum praktikum dimulai, jika terlambat lebih dari 10 menit tidak diperbolehkan mengikuti pretest. Apabila terlambat lebih dari 10 menit maka praktikan diharap mengganti jadwal praktikum di hari yang lain. Kemudian jika terlambat lebih dari 15 menit maka tidak diperkenankan inhal/mengganti praktikum pada hari lain.
• Dalam pelaksanaan praktikum, praktikan harus benar- benar aktif, serius, dan memperhatikan petunjuk-petunjuk asisten demi keamanan dan keselamatan bersama.
• Laporan Praktikum harus diselesaikan dan dikumpulkan paling lambat 1 (satu) minggu setelah pelaksanaan praktikum. Keterlambatan pengumpulan laporan akan dikenai sanksi yang melekat padanya.
• Inhal hanya diizinkan untuk praktikan yang berhalangan hadir dengan alasan yang jelas dan dengan Surat Izin yang ditunjukkan kepada Kepala Laboratorium Teknik Tenaga Listrik. Inhal dilaksanakan pada hari selanjutnya sesuai
kesepakatan dengan asisten dan dengan seijin Laboran.
• Perlu diperhatikan bahwa, inhal hanya diberikan 1 kali kesempatan dan batas maksimum inhal adalah 2 kali dengan konsekuensi yang melekat di dalamnya.
• Diwajibkan memakai sepatu dan kemeja (pemakaian kaos berkerah hanya disarankan), apabila memakai kaos oblog tak berkerah dan/atau memakai sandal dan/atau sepatu sandal, serta disarankan tidak memakai jaket. Apabila praktikan menggunakan/memakai salah satunya, praktikan akan diminta menggantinya.
PENILAIAN :
b. Mengetahui metode pengendalian motor AC 3 fase menggunakan
inverter
Tujuan:
frekuensi output
2. Prinsip Teoritis Inverter 3 Fase
Pada dasarnya inverter merupakan rangkaian yang digunakan untuk
mengubah tegangan-arus DC menjadi tegangan-arus AC dan dapat
dikendalikan. Prinsip kerjanya menggunakan teknologi switching untuk
mendapatkan bentuk gelombang sinusoidal dalam tegangan-arus AC.
Teknologi switching yang biasa digunakan umumnya adalah
semikonduktor power electronic, seperti: thyristor, mosfet, dan IGBT.
Inverter ini dapat berupa konverter 1 fase dan konverter 3 fase, dapat
disesuaikan sesuai kebutuhan.
(a)
(b)
Gambar 3.1. Topologi Rangkaian Switching. (a) Inverter 1 fase. (b) Inverter 3 fase.
Adapaun proses kerja switching dari inverter 3 fase dapat disajikan dalam
Tabel 3.1. berikut.
pada Gambar 3.2. berikut.
Pada praktikum ini akan diberikan pengalaman dalam hal metode baru
dalam pengendalian motor. Salah satu langkah metode tersbut adalah
memvariabelkan frekuensi. Frekuensi variabel yang diperlukan dalam
pengendalian kecepatan motor AC 3 fase dapat diperoleh dari inverter 3
fase ini. Dan untuk menghindari Kejenuhan magnetis memperoleh
keadaan fluks yang konstan, maka Tegangan yang masuk ke motor juga
harus divariasi. Oleh karena itu Suatu inverter yang menyuplai beban
motor 3 fase harus mampu menyediakan suplai yang tegangan dan
frekuensinya variabel. Pengendalian tegangan ini dapat dilakukan dengan
2 cara, yaitu :
Dapat dilakukan dengan :
rectifier)
• Pengendalian pada inverter (PWM)
Tegangan DC input inverter biasanya diperoleh dari penyearah suplai AC
50 Hz, 220 V fase fase dengan penyearah. Penyearah dan inverter
dihubungkan dengan suatu elemen penyimpan energi yang disebut DC
link. Dalam hal ini DC link berupa rangkaian LC, dimana L akan
memperhalus arus DC keluaran penyearah sedangkan C akan menjaga
tegangan agar tetap konstan.
Hal ini diperlukan untuk inverter yang menggunakan prinsip PWM (Pulse
Width Modulation).
- Wattmeter
3.5. Langkah Praktikum
Di dalam melaksanakan praktikum unit ini ada beberapa langkah yang harus
dilaksanakan, antara lain:
2. Buatlah simulasi rangkaian yang mewakili unit praktikum ini (boleh
menggunakan Matlab, Multisim, dan PowerSIM), hasil simulasi dicetak
dan disampaikan sebelum praktikum dimulai
3. Jalankan simulasi yang telah dibuat dirumah
4. Cek kelengkapan peralatan dan alat ukur
5. Rangkailah sesuai yang ada di skema rangkaian
6. Setelah selesai merangkai, harap menghubungi asisten untuk pengecekan
7. Perhatikan lembar pengamatan, lihat apa saja data yang dibutuhkan
8. Jalankan sesuai permintaan lembar pengamatan, dan catatlah data yang
dibutuhkan
a. Besar dan bentuk gelombang tegangan output inverter terkendali
b. Besar arus input dan arus output inverter terkendali
10. Buatlah kesimpulan sementara, kemudian fotokopi lembar pengamatan
(asli untuk praktikan dan fotokopi untuk asisten)
3.6. Pertanyaan
1. Apa pengaruh frekuensi output inverter terhadap daya yang dibutuhkan
oleh motor induksi?
2. Sebutkan kegunaan inverter di dunia ketenagalistrikan?
3. Susunlah sebuah rangkaian inverter 3 fase yang menggunakan IGBT yang
menggunakan PWM sebagai control-gate-nya!
Judul praktikum disesuaikan dengan judul unit praktikum yang dilaksanakan
dan dibuat laporannya. Pada bagian ini terdiri atas:
- Cover Sampul Praktikum-harus berlogo UGM
- Judul unit praktikum
Pada bagian ini diperbolehkan dalam bentuk cetak/printing
2. Pendahuluan
Pustaka
Pada bagian Pendahuluan ini harus berupa tulisan tangan dan tidak
diperkenankan menggunakan metode cetak/printing.
- Grafik hasil pengamatan
divisualisasikan/digambarkan ke dalam suatu grafik (jumlah dan
komposisi grafik terserah praktikan)
Bagian ini merupakan bagian batang tubuh dari laporan praktikum.
Pada bagian ini harus menjelaskan apa saja yang terjadi dan penyebab
terjadinya kejadian yang muncul selama praktikum. Serta menjelaskan
hasil praktikum yang telah dilaksanakan. Penjelasan dan pembahasan
pada bagian ini harus sejelas-jelasnya namun jangan terlalu banyak.
Pada bagian ini harus ditulis dengan tangan dan tidak diperbolehkan
menggunakan metode cetak/printing.
disajikan pada bagian sebelumnya. Kesimpulan bukan merupakan
ringkasan pembahasan, sehingga simpulkan secara tepat apa yang
dibahas. Bagian ini juga harus ditulis tangan dan tidak diperkenankan
menggunakan metode cetak/printing.
5. Jawaban Pertanyaan
Pada bagian ini merupakan bagian jawaban atas pertanyaan yang
diberikan kepada praktikan yang diambil dari panduan praktikum untuk
setiap unitnya. Bagian ini harus mutlak ada dan harus berupa tulisan
tangan (tidak diperkenankan berupa hasil cetak/printing termasuk
fotokopi)
Merupakan bagian dari laporan praktikum yang menyajikan sumber
referensi yang digunakan praktikan untuk menyusun bagian pendahuluan
dan pembahasan. Bagian ini harus mutlak ada dan harus berupa tulisan
tangan (tidak diperkenankan berupa hasil cetak/printing termasuk
fotokopi)
Hasil pengamatan/laporan sementara dilampirkan sebagai bukti praktikan
telah melaksanakan praktikum sesuai unit yang dilaksanakan. Apabila
bagian ini tidak ada maka laporan praktikum dinyatakan ditolak.
Kerangka laporan ini bersifat mutlak dan harus ada pada setiap laporan
praktikum. Apabila salah satu poin di atas tidak terdapat di dalam laporan
praktikum maka laporan praktikum akan tetap diterima tetapi akan
mengalami pengurangan nilai laporan.
1. Batas pengumpulan laporan praktikum adalah 1 (minggu) tanpa ada
toleransi, apabila melanggar akan dikenakan sanksi yang berlaku.
2. Laporan praktikum adalah hasil karya individu yang dapat/bisa
merupakan hasil diskusi bersama (tapi bukan hasil karya bersama),
apabila terdapat laporan praktikum yang mem-fotokopi, menyalin,
menyadur, meng-plagiat akan dikenakan sanksi.
3. Apabila hendak menggunakan laporan praktikum praktikan lain sebagai
referensi harus mencantumkan laporan praktikum referensi. Apabila
tidak mencantumkan namun diketahui terdapat kemiripan atau
kesamaan dengan laporan praktikum praktikan lain, maka akan dicap
sebagai plagiat (lihat poin ke-2 di atas).
4. Laporan praktikum harus menggunakan kertas HVS-A4 dan menggunakan
tinta hitam, apabila tidak sesuai maka diminta untuk menyesuaikan.
5. Sanksi yang berlaku:
i. Kurang dari 1 jam : pengurangan nilai pada bagian
kedisiplinan
ii. Lebih dari 1 jam : pengurangan nilai total laporan pada unit
bersangkutan
mencapai 50% dari poin yang diperoleh
iv. Hingga akhir masa praktikum belum mengumpulkan maka
nilai praktikum tidak akan dikeluarkan hingga melengkapi
kekurangan yang ada
praktikan lain, maka:
laporan yang sama (isi dan tulisannya)
ii. Pengurangan nilai total laporan praktikum
iii. Pemberian nilai 0 (nol) pada nilai total laporan praktikum
iv. Pembatalan nilai harian untuk unit yang bersangkutan
III. CONTOH COVER PRAKTIKUM