Praktikum farmako

of 55

  • date post

    04-Jun-2018
  • Category

    Documents

  • view

    223
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Praktikum farmako

  • 8/13/2019 Praktikum farmako endokrin.ppt

    1/55

    Laporan Praktikum Farmakologi

    " Farmakoterapi Obat Sistem

    Endokrin

    Kelompok IV

    FAKULTAS KEDOKTERAN

    UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

  • 8/13/2019 Praktikum farmako endokrin.ppt

    2/55

    Kelompok IV

    Rahmanita Fildzah Nur Amalina (09020002) Ahmad Hati Nurwanto (09020005)

    Beatta Meidini Rahmat (09020007)

    Aliya (09020035)

    Riyan Pujianto (09020059)

    Mayda Resalya (09020062)

    Roro Febriana Ratna W. (09020063)

    M. Bilal (09020064)

    Restu Kusuma Putri (09020065)

    Nasrul An Nafieq (09020074)

    Carla Dora Calista (09020076)

  • 8/13/2019 Praktikum farmako endokrin.ppt

    3/55

    Kasus I

    Seorang pria ,48 tahun,datang ke dokter

    untuk kontrol DM nya.Beberapa bulan ini ia

    sudah berusaha mengontrol kadar gula

    darahnya dengan mengatur diet dan

    olahraga,namun kontrol glikemiknya tidak

    pernah optimal,walaupun sudah minum obat

    antidiabetik.Hasil pemeriksaan laboratoriummenunjukkan gula darah puasa 220 mg/dl ,

    gula darah 2 jam setelah makan 285 mg/dl.

  • 8/13/2019 Praktikum farmako endokrin.ppt

    4/55

    1.Jelaskan bagaimana sekresi insulin dari

    beta pancreas dan factor apa saja yang dapat

    mempengaruhi pelepasannya?

  • 8/13/2019 Praktikum farmako endokrin.ppt

    5/55

  • 8/13/2019 Praktikum farmako endokrin.ppt

    6/55

    Sintesis insulin dimulai dari bentuk preproinsulin

    (prekursor insulin) di retikulum endoplasma sel beta

    pankreas. Dengan bantuan enzim peptidase maka

    preproinsulin akan dipecah menjadi proinsulin yang

    kemudian dihimpun dalam gelembung gelembungsekresi (secretory vesicles) dalam sel tersebut. Di sini,

    sekali lagi dengan bantuan enzim peptidase,

    proinsulin akan diurai menjadi insulin dan peptida-C

    (C-peptide) yang siap disekresikan secara bersamaanmelalui membran sel apabila diperlukan.

  • 8/13/2019 Praktikum farmako endokrin.ppt

    7/55

    Produksi dan sekresi insulin oleh sel beta pankreas

    terutama dipengaruhi oleh meningkatnya kadar glukosa

    darah. Ketika glukosa terdapat dalam darah, untuk dapatmasuk ke sel melewati membran sel, glukosa harus berikatan

    dengan senyawa lain sebagai kendaraan pembawanya.

    Senyawa ini disebut GLUT (Glucose Transporter). Pada sel beta

    pankreas terdapat GLUT 2 yang diperlukan untuk membawaglukosa dalam darah melewati membran sel dan masuk ke

    dalam sel. Proses tersebut merupakan langkah yang penting

    karena selanjutnya glukosa yang masuk ke dalam sel beta

    pankreas akan mengalami glikolisis dan fosforilasi sehingga

    menghasilkan ATP.

  • 8/13/2019 Praktikum farmako endokrin.ppt

    8/55

    Faktor lain yang dapat mempengaruhi pelepasan hormone

    insulin :

    1.Stimulator Glukosa

    Aktivitas saraf otonom : parasimpatis, simpatis 2

    Preparat farmakologi :

    - sulfonil urea :sekresi insulin >>

    - tolbutamide :pelepasan insulin >>

    Senyawa lain :

    - asam amino , FFA, ketones

    - hormon:

    Epinefrin (meningkatkan cAMP intrasel) sekretin, GIP, gastrin,

    CCK

    (kolesistokinin), VIP, enteroglucagon

  • 8/13/2019 Praktikum farmako endokrin.ppt

    9/55

    2.Inhibitor

    -neural : efek adrenergic alfa dari katekolamin

    -humoral : somatostatin

    -obat-obatan : diazoxide, thiazides, ethacrynic

    acid, furosemid, phenytoin, 2 agonis

  • 8/13/2019 Praktikum farmako endokrin.ppt

    10/55

    2.Jelaskan golongan obat antidiabetik apa

    saja yang dapat digunakan pada kasus

    tersebut!Apakah perbedaan antara masing-

    masing golongan dalam hal

    farmakodinamik,efek penurunan glukosa

    darah,penggunaannya pada DM,dan efeksamping utama.Jelaskan!

  • 8/13/2019 Praktikum farmako endokrin.ppt

    11/55

  • 8/13/2019 Praktikum farmako endokrin.ppt

    12/55

    Obat golongan sulfonilurea bekerja dengan cara :

    menstimulasi pelepasan insulin yang tersimpan

    menurunkan ambang sekresi insulin

    meningkatkan sekresi insulin sebagai akibat rangsangan glukosaPenggunaan sulfonilurea, umumnya selalu dimulai dengan

    dosis rendah untuk menghindarikemungkinan hipoglikemia .Untuk

    menghindari resiko hipoglikemia berkepanjangan pada berbagai

    keadaan seperti orang tua, gangguan ffaal ginjal dan hati,

    kurang nutrisi serta penyakit kardiovaskular, tidak dianjurkanpenggunaan sulfonilurea kerja panjang .

    Efek samping sulfonylurea umumnya ringan dan frekuensinya

    rendah, antara lain gangguan saluran cerna dan gangguan

    susunan saraf pusat .Klorpropamid kurang dianjurkan ada keadaan

    insufisiensi renal dan orang tua karena risiko hipoglikemia yangberkepanjangan, demikian juga glibenkamid. Untuk orang tua

    dianjurkan preparat dengan waktu kerja pendek. Glikuidon juga

    diberikan pada pasien DM dengan gangguan fungsi ginjal atau hati

    ringan .

  • 8/13/2019 Praktikum farmako endokrin.ppt

    13/55

    2. Golongan Glinid

    Meglitinide merupakan bagaian dari kelompok

    yan gmeningkatkan produksi insulin (selainsulfonilurea). Maka dari itu ia membutuhkan

    sel beta yang masih berfungsi baik. Repaglinid

    dan Nateglinid termasuk dalamkelompok ini, mempunyai efek kerja cepat,

    lama kerja sebentar, dan digunakan untuk

    mengontrol kadar glukosa darah setelah

    makan. Repaglinid diserap secara cepat segera

    setelah dimakan, mencapai kadar puncak di

    dalam darah dalam 1 jam.

  • 8/13/2019 Praktikum farmako endokrin.ppt

    14/55

    B. Meningkatkan kerja insulin (sensitivitas terhadap insulin)

    1. Biguanid

    Metformin adalah satu-satunya biguanid yang tersedia saat ini. Metformin berguna

    untuk penyandang diabetes gemuk yang mengalami penurunan kerja insulin.Alasan penggunaan metformin pada penyandang diabetes gemuk adalah karena

    obat ini menurunkan nafsu makan dan menyebabkan penurunan berat badan.

    Sebanyak 25% dari penyandang diabetes yang diberikan metformin dapt mengalami

    efek samping pada saluran pencernaan, yaitu rasa tak nyaman di perut, diare dan

    rasa seperti logam di lidah. Pemberian obat ini bersama makanan dan dimulai

    dengan dosis terkecil dan meningkatkannya secar perlahan dapat meminimalkan

    kemungkinan timbulnya efek samping. Obat ini tidak seharusnya diberikan pada

    penyandang dengan gagal ginjal, hati, jantung dan pernafasan.

    Metformin dapat digunakan sebagai obat tunggal atau dalam kombinasi. Obat-obatan

    oral mungkin gagal untuk mengontrol gula darah setelah beberapa saatsebelumnya berhasil (kegagagalan sekunder) akibat kurangnya kepatuhan

    penyandang atau fungsi sel beta yang memburuk dan / atau terjadinya gangguan

    kerja insulin (resistansi insulin). Pada kasus-kasus ini, terapi kombinasi metformin

    dengan sulfonilurea atau penambahan penghamba-glucosidase biasanya dapat

    dicoba. Kebanyakan penyandang pada akhirnya membutuhkan insulin.

  • 8/13/2019 Praktikum farmako endokrin.ppt

    15/55

  • 8/13/2019 Praktikum farmako endokrin.ppt

    16/55

    C. Penghambat enzim alfa glukosidase

    Penghambat kerja enzim alfa-glukosidase seperti

    akarbose, menghambat penyerepankarbohidrat dengan menghambat enzim

    disakarida di usus (enzim ini bertanggung

    jawab dalam pencernaan karbohidrat). Obatini terutama menurunkan kadar glukosa darah

    setelah makan. Efek sampingnya yaitu

    kembung, buang angin dan diare. Supaya lebihefektif obat ini harus dikonsumsi bersama

    dengan makanan.

  • 8/13/2019 Praktikum farmako endokrin.ppt

    17/55

    Obat ini sangat efektif sebagai obat

    tunggal pada penyandang diabetes melitus

    tipe 2 dengan kadar glukosa darah puasanyakurang dari 200 mg/dL (11.1 mmol/l) dan

    kadar glukosa darah setelah makin tinggi.

    Obat ini tidak mengakibatkan hipoglikemia,dan boleh diberikan baik pada penyandang

    diabetes gemuk maupun tidak, serta dapat

    diberikan bersama dengan sulfonilurea,metformin atau insulin.

  • 8/13/2019 Praktikum farmako endokrin.ppt

    18/55

    3. Ada perbedaan antara sulfonylurea

    generasi pertama dan kedua jelaskan?

    Perbedaan 1st generation 2nd generation

    Obat Tolbutamide, tolazamide, chlorpropamide,

    asetoheksimid

    Gliclazid, glipizide, glyburide/glibenclamid,

    glikasid

    Potensi Waktu paruh 4-7 jam 100x lebih potensial (waktu paruh pendek 3-5

    jam)

    Toksisitas Relatif lebih rendah (3-5%) Lebih tinggi

    Efek

    samping

    Insidennya sekitar 4% < 4%

  • 8/13/2019 Praktikum farmako endokrin.ppt

    19/55

    4. Ada beberapa obat yang mengadakan

    interaksi dengan oral hypoglycemic agents,

    sebutkan dan jelaskan !

  • 8/13/2019 Praktikum farmako endokrin.ppt

    20/55

    SULFONILUREA

    turunan sulfanilamid tetapi tidak mempunyai aktivitas

    antibakteri. Golongan ini bekerja merangsang sekresi

    insulin di pankreas sehingga hanya efektif bila sel b-

    pankreas masih dapat berproduksi.

    BIGUANIDES

    Obat biguanides memperbaiki kerja insulin dalam tubuh,

    dengan cara mengurangi resistensi insulin. ALPHA-GLUCOSIDASE INHIBITORS

    Termasuk obat golongan ini kita kenal dengan Acarbose

    dan Miglitol. Acarbose ada di pasaran dengan nama

    Glucobay, dalam kemasan 50 mg dan 100 mg, yangdiminum bersamaan dengan makanan, ditujukan terutama

    untuk mengatasi kenaikan glukosa darah sesudah makan.

  • 8/13/2019 Praktikum farmako endokrin.ppt

    21/55

    MEGLITINIDES

    Obat ini secara su