Praktek Budidaya Karet yang Baik 2 - ? Â· Pola tanaman sela semangka 7. Pola tanaman sela cabai...

download Praktek Budidaya Karet yang Baik 2 -  ? Â· Pola tanaman sela semangka 7. Pola tanaman sela cabai ... Praktek Budidaya Karet yang Baik ... menanam bibit sehat. 23

of 80

  • date post

    02-Feb-2018
  • Category

    Documents

  • view

    228
  • download

    5

Embed Size (px)

Transcript of Praktek Budidaya Karet yang Baik 2 - ? Â· Pola tanaman sela semangka 7. Pola tanaman sela cabai...

  • P A N D U A N 2Praktek Budidaya Karet yang Baik

  • P A D U A NPraktek Budidaya Karet yang Baik

  • Modul 2: Praktek Budidaya Karet yang Baik - Buku PaduanModul 2: Praktek Budidaya Karet yang Baik - Buku Paduan2 INI YANG HARUS DIBACA TERLEBIH DULU Tantangan berat bagi semua orang dalam era globalisasi adalah persaingan

    yang ketat dalam hal mutu sumberdaya manusia, komoditas/produk serta

    mutu pelayanan. Persaingan tidak hanya pada tingkat lokal, nasional, tetapi

    internasional. Oleh karena itu setiap individu/organisasi harus melakukan

    upaya pembenahan atas kompetensi, usaha, atau bisnisnya secara proaktif

    supaya bisa dapat bertahan. Tidak terkecuali organisasi Petani. Organisasi

    Petani menempati posisi yang sangat penting untuk mendorong pertumbuhan

    perekonomian masyarakat Indonesia pada umumnya dan Kalbar khususnya.

    Namun fakta di lapangan sampai saat ini, sektor pertanian/perkebunan

    belum secara menyeluruh mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas

    produknya.

    Organisasi Petani pada saat ini mesti menyiapkan diri mampu bersaing di era

    pasar global. Untuk bisa bertahan di era globalisasi, maka organisasi petani

    harus berani dan berkomitmen untuk berubah secara bertahap menjadi

    organisasi yang profesional. Perencanaan adalah ciri organisasi professional.

    GIZ SREGIP Kalbar berinisiatif mengambil peran memberdayakan POKTAN

    Karet dan Lada. Buku Panduan Perencanaan Program Kerja POKTAN adalah

    salah satu kontribusi berharga yang diwariskan bagi POKTAN.

    Ada beberapa model Perencanaan yang dilakukan oleh organisasi atau

    lembaga. Model Perencanaan yang dipilih, disesuaikan dengan bobot

    organisasi atau lembaga itu sendiri. Mengingat organisasi POKTAN di

    Indonesia pada umumnya dan di Kal Bar khususnya, masih sederhana dan

    pada tahap ditumbuhkan, maka model perencanaan tingkat dasar adalah

    model yang paling tepat untuk digunakan. Oleh karena itu buku Panduan

    Perencanaan Program Kerja bagi POKTAN ini diupayakan sangat sederhana

    supaya mudah dimengerti dan dipraktekkan.

    Buku Panduan Peserta Perencanaan Program Kerja POKTAN ini, merupakan

    bagian dari paket modul Perencanaan Program Kerja Bagi POKTAN. Modul

    sudah diujicobakan kepada satu kelompok POKTAN dengan feedback yang

    cukup optimis dari peserta bahwa modul bisa diterapkan karena dari sisi

    bahasa mudah dimengerti, penyajian cukup sederhana, namun perlu

    dipertimbangankan soal alokasi waktu. Semoga dapat membantu dan

    mempermudah peserta POKTAN dalam melakukan proses Perencanaan.

  • 3BUDIDAYA KARET YANG BAIKA. PERSIAPAN LAHAN

    Persiapan lahan diawali dengan kegiatan pembukaan lahan yang dilakukan 1-2 tahun

    sebelum tanam.

    Kegiatan persiapan lahan meliputi:

    1. Pemilihan lokasi calon kebun karet. Yang harus diperhatikan adalah lahan tidakberada di daerah yang mudah terkena banjir.

    2. Pengukuran dan membuat patok-patok batas kebun, sesuai dengan luas lahan yangdimiliki.

    3. Pembabatan semak belukar, pemangkasan cabang-cabang pohon, dan penebanganpohon.

    4. Pembongkaran akar pohon (uprooting).

    5. Pembasmian rumput dan alang-alang dengan herbisida secara tepat (sistemik)dengan menggunakan herbisida seperti glifosat, Round up, Scoup, Dowpon atau Dalapon.

    6. Pembersihan sisa-sisa tanaman, pengumpulan, dan penimbunan (perumpukan).

    7. Pembakaran lahan tidak dianjurkan saat pembukaan lahan.

  • Modul 2: Praktek Budidaya Karet yang Baik - Buku Paduan48. Pengolahan tanah untuk menyiapkan lahan bidang tanaman (tanaman pokok dan

    tanaman penutup lahan) dilakukan dengan membongkar dan meratakan tanah dapatdilakukan secara manual dengan menggunakan cangkul juga dapat menggunakanhand traktor.

    9. Penataan lahan dengan membuat lahan dalam blok-blok, penataan jalan-jalan kebundan penataan saluran drainase dalam kebun.

    10. Pembuatan teras pada lahan dengan kemiringan >15o. Lebar teras 1,25 - 1,50 m tergantung kemiringan lahan.

    11. Pemancangan ajir untuk menentukan tempat lubang tanaman dengan ketentuan jarak tanaman disesuaikan dengan kondisi lahan. Pada lahan yang relatif datar jarak tanam adalah 7 m x 3 m (476 lubang/hektar) berbentuk barisan lurus mengikuti arah Timur - Barat berjarak 7 m dan arah utara - selatan berjarak 3 m. Hal tersebut supaya intensitas cahaya matahari yang masuk ke pertanaman karet lebih besar. Beberapa jarak tanam yang dapat digunakan sesuai kondisi lahan antara lain sebagai berikut: Jarak Tanam (m) Populasi/ha 3 x 7 476 batang 3,3 x 6 500 batang 3 x 6 555 batang 3 x 5 666 batang 2,5 x 6 666 batang

  • 5 Contoh jarak tanam karet pada areal yang relatif datar/landai:

    Contoh pola tanam pada areal yang berbukit:

    12. Pembuatan lubang tanam dengan ukuran panjang 60 x lebar 60 x dalam 60 cm.

  • Modul 2: Praktek Budidaya Karet yang Baik - Buku Paduan613. Lubang tanaman dibiarkan terbuka sekurang-kurangnya 3 bulan sebelum bibit karet

    ditanam. Menjelang penanaman (musim tanam), lubang ditutup.

    14. Penanaman tanaman penutup lahan (Legume cover crops= LCC) dari jenis kacang-kacangan, misalnya Calopogonium caeruleum (CC) atau Mucuna bracteata (MB), dilakukan 1 tahun sebelum tanam.

  • 7B. SELEKSI DAN PENANAmAN BIBIT.1. Dilakukan seleksi bibit untuk memperoleh bahan tanam yang memiliki sifat-sifat

    umum yang baik, antara lain produksi tinggi, responsif terhadap stimulasi hasil,resisten terhadap serangan hama dan penyakit daun dan kulit, serta pemulihan lukakulit yang baik.

    2. Beberapa syarat yang harus dipenuhi bibit siap tanam adalah antara lain:

    - bibit karet di polybag mempunyai satu atau dua daun payung,- mata okulasi benar-benar baik dan telah mulai bertunas,- akar tunggang tumbuh baik dan mempunyai akar lateral,- bebas dari penyakit jamur akar (Jamur Akar Putih).

    3. Kebutuhan bibit untuk jarak tanam 7 m x 3 m untuk tanah landai, diperlukan bibittanaman karet sebanyak 476 bibit dan cadangan untuk penyulaman sebanyak 47(10%) sehingga untuk setiap hektar kebun diperlukan sebanyak 523 batang bibitkaret.

    4. Penanaman karet di lapangan pada umumnya dilaksanakan pada musim penghujanantara September sampai Desember dimana curah hujan cukup banyak dan harihujan telah lebih dari 100 hari.

    5. Pada saat penanaman, tanah penutup lubang digunakan top soil yang telah dicampurdengan pupuk Urea 50 gram dan SP36 sebesar 100 gram sebagai pupuk dasar.C. TANAmAN SELA/PoLA TUmPANG SARI KARET

    Untuk menambah pendapatan pada kebun karet yang belum menghasilkan dianjurkan

    dilakukan penanaman tanaman sela, antara lain:

    1. Pola tanaman sela jagung

  • Modul 2: Praktek Budidaya Karet yang Baik - Buku Paduan82. Pola tanaman sela pisang

    3. Pola tanaman sela koro pedang

    4. Pola tanaman sela pepaya

  • 95. Pola tanaman sela kedelai

    6. Pola tanaman sela semangka

    7. Pola tanaman sela cabai

    8. Pola tanaman sela nenas

    9. Pola tanaman sela jahe wangi

    10. Pola tanaman sela kacang tanahC. PENYULAmAN TANAmAN KARET 1. Dilakukan dengan bibit yang sama, baik jenis, umur maupun asal pembiakan

    tanaman (klon).

    2. Penyulaman hanya sampai TBM (Tanaman Belum Menghasilkan) II dengan bibit polybag payung 2 atau 3.

    3. Menyulam pada TBM III menggunakan bibit stum tinggi (core stump) dengan umur

    tanaman antara 2-3 tahun).

  • Modul 2: Praktek Budidaya Karet yang Baik - Buku Paduan10 D. PENGENDALIAN GULmA Lahan untuk penanaman karet harus bebas dari gulma (tumbuhan pengganggu) terutama di

    sekitar tanaman, baik di piringan maupun di jalur tanaman:

    Tabel. Aplikasi pengendalian tanamanUmur Tanaman Kondisi Tajuk Aplikasi herbisida Lebar Piringan/Jalur Frekuensi Waktu2-3 tahun belum menutup 3-4 kali Maret, Juni, September, Desember 1,5-2,0 m 4-5 tahun mulai menutup 2-3 kali Maret, Juni, September 1,5-2,0 m Pengendalian gulma pada TBM I dilakukan pada piringan tanaman seperti gambar di bawah

    ini:

  • 11Pada TBM II dan seterusnya dilakukan pengendalian gulma pada barisan tanaman seperti

    gambar berikut:E. WIWILAN (PEmBUANGAN TUNAS PADA BATANG PoHoN) DAN PERANG-SANGAN PERCABANGAN 1. Pewiwilan dilakukan segera terhadap tunas liar yang tumbuh dibawah ketinggian 2,5

    m.

    2. Apabila pada ketinggian 2,5 meter keluar tunas, tidak perlu diwiwil tetapi dibiarkan tumbuh alami.

    3. Perangsangan percabangan pada tanaman yang tidak bercabang alami dilakukan

    dengan 2 cara, yaitu:

    Penyanggulan (Leaf Folding)

    - Maksud dan Tujuan: suatu teknik perlakuan dalam rangka pengelolaan percabangan tanaman karet yang bertujuan merangsang pertumbuhan cabang dan daun

    - Cara: dengan menutup/membungkus tunas utama ujung batang dengan lipatan 6 8 helai daun, kemudian diikat dengan karet gelang agar tunas tersebut tidak memperoleh sinar matahari dan merangsang tumbuhnya tunas-tunas samping dibawahnya. Setelah tunas samping muncul (mlentis), ikatan segera dibuka.

  • Modul 2: Praktek Budidaya Karet yang Baik - Buku Paduan12Pemotongan Pucuk (Topping)

    - Dengan cara memotong ujung batang di bawah karangan tangkai daun yang rapat pada payung teratas yang daunnya telah tua (pada batang coklat yang

    sudah mengeras).

  • 13F. PEmELIHARAAN TERAS DAN PEmBUATAN RoRAK 1. Pada tanah miring perlu pemeliharaan teras dan pembuatan lubang rorak (lubang

    penimbunan serasah) pemutus arus dengan ukuran 200x80x60 cm3.

    2. Setiap tahun dibuat rorak yang diisi pupuk kandang atau dipenuhi dengan seresah

    hijau atau biomassa dengan posisi bergantian sebagai berikut:Umur TBm Jarak dari pangkal Tanaman Karet Ukuran Cm Panjang x lebar x dalam PosisiTBM I 40 - 50 cm 100 x 40 x 60 Lari