PR Laporan

download PR Laporan

of 27

  • date post

    27-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    21
  • download

    7

Embed Size (px)

Transcript of PR Laporan

Tujuan Percobaan Dengan adanya percobaan panas reaksi ini kita diharapkan untuk mengetahui perubahan panas reaksi yang terjadi. Sehingga kita dapat menentukan kapasitas panas calorimeter, panas pelarutan, seta panas reaksi dari netralisasi. Menentukan besarnya kapasitas kalor kalorimeter dan perubahan entalpi suatu reaksi. Teori PercobaanReaksi kimia dibedakan menjadi reaksi eksoterm dan endoterm. Reaksi eksoterm adalah reaksi yang melepaskan panas selama reaksi berlangsung. Sebaliknya reaksi endoterm adalah reaksi yang membutuhkan panas saat reaksi berlangsung. Untuk menghitung panas reaksi yang terjadi dapat dilakukan dengan menggunaka calorimeter, yaitu dengan cara mengukur suhu awal sebelum reaksi dan suhu akhir sesudah reaksi.Kalor adalah energi dalam yang dipindahkan dari benda bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah ketika kedua benda disentuhkan (dicampur). Sedangkan energi dalam menyatakan total energi, yaitu jumlah energi kinetik dan energi potensial, yang dmiliki oleh seluruh molekul-molekul yang terdapat dalam benda.Kalor (panas) berbeda dengan suhu walaupun keduanya berhubungan erat. Misalnya suatu panci air panas lebih banyak mencairkan es daripada nyala sebuah korek api. Jadi walaupun nyala korek api mempunyai suhu yang lebih tinggi tetapi menyimpan kalor yang lebih sedikit. Pengertian kalor adalah salah satu bentuk energi yang dapat berpindah karena perbedaan suhu.Kalorimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur perubahan panas disebut dengan kalorimeter. Setiapkalorimeter mempunyai sifat khas dalammengukur panas. Ini terjadi karena kalorimeter tersebutterbuatdari berbagai jenis sepertigelas,polietena dan logam sehingga mempunyai kemampuan menyerap panas yang berbeda.Kalorimetermenyerap panas, maka tidaksemuapanas yang terukur. Untuk menentukan berapa banyaknya panas yang diserap olehkalorimeterbesertatermometernya,sebelum kalorimeter digunakan terlebih dahulu perludiketahui konstanta atau tetapan kalorimeter yang digunakan dalam percobaan.Salah satu cara untuk menentukan tetapan kalorimeter adalah dengan mencampurkan volume tertentu air dingin (massa m1dan suhu T1) dengan volume tertentu air panas (massa m2 dan suhu T2).Jikakalorimetertidakmenyerap panas dari campuran ini, maka kalor yang diberikan oleh air panas harus sama dengan kalor yang diserap oleh air dingin. Harga tetapan kalorimeter diperoleh dengan membagi jumlahkalor yang diserap oleh kalorimeter dengan perubahan temperatur .Dengan demikian tetapan kalorimeter(kapasitas panas kalorimeter) dapat ditentukan.Penentuan kalor reaksi secara kalorimetris didasarkan pada perubahan suhu larutan dan kalorimeter

dengan prinsip perpindahankalor,yaitu kalor yang diberikan sama dengan jumlahkaloryangdiserap.Kelemahan kalorimeter adalah dapat menerima panas. Karena itu kalorimeter harus dikalibrasi menggunakan tetapan yang disebut tetapan kalorimeter. Dengan menggunakan tetapan kalorimeter ini dapat diukur besarnya kalor yang diserap oleh kalorimeter sehingga perubahan kalor dalam reaksi dapat diukur secara keseluruhan.Menurut Robert Mayor kalor merupakan salahsatubentuk energi,hal ini dibuktikan ketikamngguncang-guncangbotol yang berisikan airsetelah diguncangkan naik.Pada tahun1818-1889 james joule yang namanyadigunakan sebagaisatuan SI menentukan bahwa munculnya atauhilangnyasejumlah energi termis diikuti dengan munculnya atu hilangnyaenergi mekanik yang ekiuvalen,Menurut James Joule kalor adalah salh satu bentuk energi dandibuktikan melalui percobaan airdalam calorimeter ternyatakalornya sama dengan usaha yangdilakukan.satuan kaloryangtimbul dinyatakan dalam satuan kalor danusaha yang dilakukanoleh beban dan dinyatakan dalam satuan joule . Menurut hukum Hess, karena entalpi adalah fungsi keadaan, perubahan entalpi dari suatu reaksi kimia adalah sama, walaupun langkah-langkah yang digunakan untuk memperoleh produk berbeda. Dengan kata lain, hanya keadaan awal dan akhir yang berpengaruh terhadap perubahan entalpi, bukan langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapainya.Hal ini menyebabkan perubahan entalpi suatu reaksi dapat dihitung sekalipun tidak dapat diukur secara langsung. Caranya adalah dengan melakukan operasi aritmatika pada beberapa persamaan reaksi yang perubahan entalpinya diketahui. Persamaan-persamaan reaksi tersebut diatur sedemikian rupa sehingga penjumlahan semua persamaan akan menghasilkan reaksi yang kita inginkan. Jika suatu persamaan reaksi dikalikan (atau dibagi) dengan suatu angka, perubahan entalpinya juga harus dikali (dibagi). Jika persamaan itu dibalik, maka tanda perubahan entalpi harus dibalik pula (yaitu menjadi -H).Selain itu, dengan menggunakan hukum Hess, nilai H juga dapat diketahui dengan pengurangan entalpi pembentukan produk-produk dikurangi entalpi pembentukan reaktan. Secara matematis. Harga entalpi zat sebenarnya tidak dapat ditentukan atau diukur. Tetapi H dapat ditentukan dengan cara mengukur jumlah kalor yang diserap sistem. Misalnya pada perubahan es menjadi air, yaitu 89 kalori/gram. Pada perubahan es menjadi air, H adalah positif, karena entalpi hasil perubahan, entalpi air lebih besar dari pada entalpi es.Termokimia merupakan bagian dari ilmu kimia yang mempelajari perubahan entalpi yang menyertai suatu reaksi. Pada perubahan kimia selalu terjadi perubahan entalpi. Besarnya perubahan entalpi adalah sama besar dengan selisih antara entalpi hasil reaksi dam jumlah entalpi pereaksi.Pada reaksi endoterm, entalpi sesudah reaksi menjadi lebih besar, sehingga H positif. Sedangkan pada reaksi eksoterm, entalpi sesudah reaksi menjadi lebih kecil, sehingga H negatif. Perubahan entalpi pada suatu reaksi disebut kalor reaksi. Kalor reaksi untuk reaksi-reaksi yang khas disebut dengan nama yang khas pula, misalnya kalor pembentukan,kalor penguraian, kalor pembakaran, kalor pelarutan dan sebagainya.Suatu reaksi kimia dapat dipandang sebagai suatu sistem yang terdiri dari dua bagian yang berbeda, yaitu pereaksi dan hasil reaksi atau produk. Perhatikan suatu reaksi yang berlangsung pada sistem tertutup dengan volume tetap (V = 0), maka sistem tidak melakukan kerja, w = 0.

Skema PercobaanPercobaan A. penentuan kapasitas panas calorimeter :Tahap 2 :Panaskan 100 ml aquades dalam labu bundar dengan kompor sampai suhunya 60 0C

Tahap 1 : masukkan 50 ml aquades ke dalam calorimeter, biarkan 5 menit sampai suhu calorimeter merata

Tahap 3 :Dicampur didalam kalorimeter

Tahap 4 : amati dan catat suhu air didalam calorimeter setiap 10 detik dengan thermometer selama 5 menit

Tahap 2 : masukkan aquades 100 ml dalam kalorimeter dan ukur suhunya dengan termometer sebagai suhu awal.Tahap 1 : timbang kristal NaOH sebanyak 1 grPercobaan B. penentuan panas pelarutan

Tahap 3 : campur NaOH yang sudah ditimbang dengan aquades yang ada didalam kalorimeter dan aduk sampai larut

Tahap 5 : ulangi percobaan dengan mengganti NaOH 1 gr menjadi 2, 3, 5 dan 10 gr.

Tahap 4 : catat suhu campuran setiap 10 detik mulai dari kristal NaOH dimasukkan sampai dengan menit ke -5

Percobaan C. penentuan panas reaksi netralisasi :

Tahap 2 :buat larutan NaOH 1N 50 ml dan catat suhunya. Tahap 1 : masukkan 50 ml larutan HCl 1 N kedalam calorimeter dan catat suhunya

Ulangi dengan mengganti konsentrasi larutan HCl dan NaOH menjadi 0,5 N, 0,3 N dan 0,1 N

Tahap 3 : masukkan 50 ml larutan NaOH 1 N kedalam calorimeter yang telah berisi 50 ml larutan HCl 1 N.

Tahap 4 : ukur suhu campuran dalam kalori meter setiap 10 detik sampai menit kedua sambil diaduk pelan.

Data Hasil PercobaanA. Penentuan Kapasitas Panas KalorimeterWaktu (detik)Suhu (oC)Waktu (detik)Suhu (oC)

104916048

204817048

304818048

404819048

504820047

604821047

704822047

804823047

904824047

1004825047

1104826047

1204827047

1304828047

1404829047

1504830047

B. Penentuan Panas Pelarutana. 1 gram NaOH dengan 100 mL H2OWaktu (detik)Suhu (oC)Waktu (detik)Suhu (oC)

103416034.5

203417034.5

3034.518034.5

4034.519034.5

5034.520034.5

6034.521034.5

7034.522034.5

8034.523034.5

9034.524034.5

10034.525034.5

11034.526034.5

12034.527034.5

13034.528034.5

14034.529034.5

15034.530034.5

b. 2 gram NaOH dengan 100 mL H2OWaktu (detik)Suhu (oC)Waktu (detik)Suhu (oC)

103516036

203517036

303518036

4035.519036

503620036

603621036

703622036

803623036

903624036

1003625036

1103626036

1203627036

1303628036

1403629036

1503630036

c. 3 gram NaOH dengan 100 mL H2OWaktu (detik)Suhu (oC)Waktu (detik)Suhu (oC)

103516036

203517036

303518036

4035.519036

503620036

603621036

703622036

803623036

903624036

1003625036

1103626036

1203627036

1303628036

1403629036

1503630036

d. 5 gram NaOH dengan 100 mL H2OWaktu (detik)Suhu (oC)Waktu (detik)Suhu (oC)

104316041

204217041

304118041

404119041

504120041

604121041

704122041

804123041

904124041

1004125041

1104126041

1204127041

1304128041

1404129041

1504130041

e. 10 gram NaOH dengan 100 mL H2OWaktu (detik)Suhu (oC)Waktu (detik)Suhu (oC)

104716048

204817048

304818048

404819048

504820048

604821048

704822048

804823048

904824048

1004825048

1104826048

1204827048

1304828048

1404829048

1504830048

C. Penentuan Panas Pelarutana. 50 mL HCl 1 N dengan 50 mL NaOH 1 NWaktu (detik)Suhu (oC)

1036

2037

3037

4