Ppt Pterigium Edit

download Ppt Pterigium Edit

of 19

  • date post

    02-Jun-2018
  • Category

    Documents

  • view

    231
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Ppt Pterigium Edit

  • 8/10/2019 Ppt Pterigium Edit

    1/19

    Pterigium

    Gheanita Ariasthapuri

    Ruth Yoknaem

    Pembimbing : dr. Erin Arsianti. Sp.M

  • 8/10/2019 Ppt Pterigium Edit

    2/19

    Anatomi Konjungtiva

  • 8/10/2019 Ppt Pterigium Edit

    3/19

    Definisi Pterigium

    Pterygium merupakan pertumbuhan fibrovaskuler konjungtiva yang bersifat

    degeneratif dan invasif.

    Pterigium berbentuk segitiga dengan puncak di bagian sentral atau di daerah kornea,

    pertumbuhan ini biasanya terletak pada celah kelopak bagian nasal

    ataupun temporal konjungtiva yang meluas ke daerah kornea.

  • 8/10/2019 Ppt Pterigium Edit

    4/19

    Epidemiologi

    Pterigium tersebar di seluruh dunia, tetapi lebih banyak

    di daerah iklim panas dan kering.

    Prevalensi juga tinggi di daerah berdebu dan kering.

    Insiden pterigium cukup tinggi di Indonesia

    yang terletak di daerah ekuator, yaitu 22%.

  • 8/10/2019 Ppt Pterigium Edit

    5/19

    Faktor Risiko

    1. Usia

    2. Pekerjaan

    3. Tempat tinggal

    4. Jenis kelamin

    5. Herediter

    6. Faktor resiko lainnya

  • 8/10/2019 Ppt Pterigium Edit

    6/19

    Klasifikasi Pterigium (Youngson)

    Derajat 1 : jika pterigium hanya terdapat pada limbus kornea

    Derajat 2 : jika sudah melewati limbus kornea

    tetapi tidak lebih dari 2 mm melewati kornea.

    Derajat 3 : sudah melebihi derajat 2 tetapi tidak melebihi pinggiran

    pupil mata dalam keadaan cahaya normal

    ( diameter pupil dalam keadaan normal sekitar 3 -4 mm)

    Derajat 4 : pertumbuhan pterigium melewati pupil

    sehingga mengganggu penglihatan

  • 8/10/2019 Ppt Pterigium Edit

    7/19

  • 8/10/2019 Ppt Pterigium Edit

    8/19

    Etiologi

    Etiologi pasti belum diketahui, diduga disebabkan

    oleh:

    Cahaya Matahari (paparan sinar UV)

    Iritasi kronik dari lingkungan (angin, debu, polutan)

  • 8/10/2019 Ppt Pterigium Edit

    9/19

    Patofisiologi

    Merusak

    membran bowman+

    Peradangan

    regulasi

    kolagen

    migrasi selangiogenesis

    TGF-

    VEGF

    Pelepasan

    sitokinberlebihan

    - Paparan UV

    -Iritasi kronikmata

    Degenerasi kolagen

    elastoid

    +Jaringan fibrovaskular

    subepithelial

  • 8/10/2019 Ppt Pterigium Edit

    10/19

    Gejala Klinis

    AsimptomatisMata tampak merah dan sering berair

    Merasa seperti ada benda asing

    Pada pterigium grade 3 dan 4 terjadi

    penurunan tajam penglihatan

  • 8/10/2019 Ppt Pterigium Edit

    11/19

    Penegakkan Diagnosis

    1. Anamnesis

    Pada anamnesis didapatkan adanya keluhan penderita seperti matamerah, gatal, mata sering berarir, gangguan penglihatan. Selain itu perlu

    juga ditanyakan adanya riwayat mata merah berulang, riwayat banyak

    bekerja diluar ruangan pada daerah dengan pajanan sinar matahari yang

    tinggi.

    2. Pemeriksaan Fisik

    Pada inspeksi pterigium terlihat sebagai jaringan fibrovaskular pada

    permukaan konjungtiva. Pterigium dapat memberikan gambaran yang vaskular

    dan tebal tetapi ada juga pterigium yang avaskular danflat.

    3. Pemeriksaan Penunjang

    - Topografi Kornea

  • 8/10/2019 Ppt Pterigium Edit

    12/19

    Diagnosis Banding

    Pseudopterigium

    Pinguekula

  • 8/10/2019 Ppt Pterigium Edit

    13/19

    Penatalaksanaan

    Penatalaksanaan

    Konservatif Operatif

  • 8/10/2019 Ppt Pterigium Edit

    14/19

    Konservatif

    Penanganan pterigium pada tahap awal adalah

    berupa tindakan konservatif seperti

    penyuluhan pada pasien untuk mengurangi iritasi

    maupun paparan sinar ultraviolet dengan menggunakankacamata anti UV dan pemberian air mata buatan/topical

    lubricating drops.

    pterigium derajat 1-2 yang mengalami inflamasi,

    pasien dapat diberikan obat tetes mata kombinasi

    antibiotik dan steroid 3 kali sehari selama 5-7 hari.

  • 8/10/2019 Ppt Pterigium Edit

    15/19

    Operatif

    Pada pterigium derajat 3-4 dilakukan tindakan bedah

    dengan sisi jaringan fibrovaskular tersebut.

    Ada berbagai macam teknik operasi yang digunakan dalam

    penanganan pterigium di antaranya adalah:

    Bare sclera

    Simple closure

    Sliding flap

    Rotational flap

    Conjungtival graft

  • 8/10/2019 Ppt Pterigium Edit

    16/19

  • 8/10/2019 Ppt Pterigium Edit

    17/19

    Komplikasi

    Komplikasi yang dapat timbul pada pterygium, adalah :

    1. Astigmatisma

    2. Penglihatan berkurang

    3. Mata merah

    4. Iritasi

    5. Scar (jaringan parut) kronis pada konjungtiva dan kornea

    6. Pada pasien yang belum exicisi, scar pada otot rectus medial dapat

    menyebabkan terjadinya diplopia.

  • 8/10/2019 Ppt Pterigium Edit

    18/19

    Prognosis

    Penglihatan dan kosmetik pasien setelah dieksisi adalah baik.

    Kebanyakan pasien dapat beraktivitas lagi setelah 48 jam post operasi.Pasien dengan pterigium rekuren dapat dilakukan eksisi ulang

    dangraftdengan konjungtiva autograftatau transplantasi membran amnion.

  • 8/10/2019 Ppt Pterigium Edit

    19/19