PPT-Perbedaan Perilaku Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Lokasi Konservasi Taman...

Click here to load reader

  • date post

    06-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    70
  • download

    13

Embed Size (px)

Transcript of PPT-Perbedaan Perilaku Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Lokasi Konservasi Taman...

  • Panthera tigris yang telah dinyatakan punah :

    Panthera tigris balica (harimau Bali) tahun 1940

    Panthera tigris virgata (harimau Caspian) tahun 1970

    Panthera tigris sondaica (harimau Jawa) tahun 1970

    (IUCN 2011)

  • Panthera tigris sondaicaPanthera tigris virgata Panthera tigris balicawww.extinctanimals.org

  • Peta wilayah konservasi in-situmenurut gunungleuser.or.idTabel 1. Penyebaran konservasi ex-situ(Departemen Kehutanan RI 2007)

  • Di Kebun Binatang Surabaya (ex-situ):

    Dua hari sekali berupa daging sapi, kambing, dan ayam sebanyak 5 kg.

    Diberi tambahan vitamin untuk menambah daya tahan tubuh satu minggu sekali di hari senin.

    (Ganesa dan Aunurohim 2012)

  • Di Kebun Binatang Surabaya (ex-situ):

    Tidur, tidur-tiduran, duduk dan berdiri

    Perilaku istirahat harimau sumatera jantan sedikit lebih lama dari harimau sumatera betina.

    Pada malam hari harimau sumatera lebih banyak menggunakan waktunya untuk beristirahat.

    (Ganesa dan Aunurohim 2012)

    Menurut Resende et al (2009), perilaku istirahat merupakan kondisi saat harimau sama sekali tidak melakukan aktivitas apapun sebagai aktivitas utamanya

  • Di Taman Nasional Way Kambas (in-situ) :

    Harimau jantan dapat mengenali harimau betina dalam masa birahi dari aroma khas urin harimau betina (Lestari 2006).

    Selama masa birahi harimau betina memperlihatkan tingkah laku yang lebih agresif, banyak mengeluarkan suara dan hanya sedikit beristirahat (McDougal 1979)

    Sering terjadi perkelahian antara kedua harimau jantan untuk memperebutkan harimau betina saat masa estrus (Lestari 2011).

    Di Kebun Binatang Surabaya (ex-situ) :

    Keeper membuat harimau di kebun binatang menjadi terbiasa dengan kehadiran keeper (Pitsko dan Leigh 2003).

    Pengunjung yang banyak dapat menyebabkan harimau menjadi gugup atau gelisah.

    Ukuran kandang menyebabkan kebutuhan ruang gerak dan kesempatan bermain menjadi terbatas sehingga harimau tidak dapat melakukan kontak sosial dengan hewan lain (Ganesa dan Aunurohim 2012)

    Perilaku kawin tidak selalu berhasil (Putra 2011).

  • Menurut Ganesa dan Aunurohim (2012), di Kebun Binatang Surabaya:

    Harimau Sumatera melakukan penjagaan terhadap wilayah teritorinya dengan cara meninggalkan bau-bauan pada urin dan feses serta berupa cakaran pada lokasi tertentu di batang pohon yang disediakan dalam kandang.