PPT fitokim editan

Click here to load reader

  • date post

    06-Apr-2016
  • Category

    Documents

  • view

    238
  • download

    2

Embed Size (px)

description

PPT presentasi

Transcript of PPT fitokim editan

  • DEDE KARMILAWATI DESY APRIANI HUTRI AGUSTIN M.RIZKIE RIENALDI WINI ARIANTIAssalamualaikum wr. wbKelompok 7 desmetoksi kurkumin

  • 1. Skrining Fitokimia

  • alkaloidflavonoidtanin dan polifenolsaponinmono dan seskuiterpenSteroid dan triterpenoidkuinon

  • PembahasanSimplisia kunyit dirajang Luas permukaanDi treatment sesuai dgn masing-masing pengujianDidapat bahwa semua pengujian memberikan hasil positif.Terutama pada senyawa target yaitu desmetoksi kurkumin termasuk pada golongan Polifenol.

  • 2. Ekstraksi Cair PadatBerat simplisia= 67 gramVolume ekstrak yg diperoleh= 2200 mlBerat ekstrak kental= 12,83 gramRendemen= 19,14%Berat ekstrak= 9,59 gramKerapatan ekstrak= 0,959 gram/mlBobot jenis ekstrak= 0,959 gram/ml

  • Hasil pola dinamolisa

  • Pembahasan1. Prinsip = Cairan penyari akan masuk kedalam sel melewati dinding sel, isi sel akan larut karena adanya perbedaan konsentrasi antara larutan didalam sel dan diluar sel. Larutan yang konsentrasi tinggi akan terdesak keluar dan diganti dengan cairan penyari dengan konsentrasi rendah (difusi) peristiwa ini berulang sampai terjadi kesetimbangan konsentrasi antara larutan diluar sel dan didalam sel.

  • 2. Rimpang kunyit dirajang.3. Pelarut yang digunakan = etanol 96 %, karena etanol merupakan pelarut universal4. dan jika persentase 96% (kandungan air didalamnya semakin sedikit) kesempatan cemaran mikroba akan semakin kecil.5. Hasil rendemen 19,14 %.Berat ekstrak kental = 12,83 grBJ = 0, 959 gr/mL

    pengadukan Guna mencegah terjadinya penjenuhan / kesetimbangan ekstraksi akibatnya proses ekstraksi berhenti jika pengadukan tidak dilakukan.6.

  • 3. Pemantauan EkstrakEluen Kloroform : Metanol (9:1)Rf Literature = 0,55

    Plat KLT IRf spot 1 : 0,375Rf spot 2 : 0,587Rf spot 3 : 0,812

    Plat KLT IIRf spot 1 : 0,435Rf spot 2 : 0,741Rf spot 3 : 0,929

  • PembahasanPrinsip KLT = pemisahan berdasarkan perbedaan adsorpsi secara selektif (perbedaan daya serap) terhadap adsorben dan pelarutan komponen kimia terhadap cairan pengelusi.Aktivasi plat GF 254 = Menghilangkan Kadar air pada plat silika gel (dioven 1210C 15 menit)Penjenuhan Chamber = untuk menghilangkan uap air atau gas lain yang mengisi fase penjerap yang akan menghalangi laju eluen.

  • Didapatkan spot dengan nilai Rf mendekati 0,55 yaitu pada plat ke 1 dengan nilai Rf 0,587.

  • 4. Ekstraksi Cair Cair

  • PembahasanECC = pemisahan komponen dari suatu campuran cairan dengan cara pengontakan dengan cairan lainnya (beda kepolaran).

    Air = polarEtil asetat = semi polarN-hexana = nonpolar

    KDBJAIR80,100,998 gr/mLETIL ASETAT-0,894 gr/mLN-HEXANA1,880,670 gr/mL

  • Pada saat pencampuran terjadi perpindahan massa yaitu solute meninggalkan pelarut pertama (fase air) dan masuk ke fase kedua yaitu n-hexana. Dengan gaya gesek yang diberikan (pengocokan) terjadi tumbukan antar partikel yang memaksa partikel tersebut untuk memasuki pelarut yang disukai. (polaritas sama).Dengan adanya pengocokan = kontak bidang seluas munkin diantara kedua cairan tersebut. Terjadi pendistribusian tetes-tetes cairan kecil.

  • Pemisahan fraksi didasarkan pada perbedaan Bobot jenis. Fraksi Air memiliki Bj paling besar maka cenderung akan berada pada fase bawah, sementara fraksi dengan Bj lebih rendah akan berada pada fase atas.Setalah dilakukan pemisahan fraksi maka ketiga fraksi dipekatkan. Dan fraksi pekat di hitung rendemen nya.hasilnya adalah fraski air 25,4% ; fraksi etil asetat 56,2% ; fraski n-hexana 17,8%.

  • 5. Skrining dan Pemantauan FraksiSkrining senyawa targetFraksi air + asam borat warna merah oranye (-)Fraksi etil asetat + asam borat warna merah (+)Fraksi n-heksan + asam boratmerah orange seulas (-)

    Pemantauan KLTRf spot 1 : 0,25Rf spot 2 : 0,5Rf apot 3 : 0,81

  • PembahasanPemantauan dengan skrining menggunakan Asam borat akan menghasilkan senyawa berwarna merah untuk golongan kurkumin dan derivatnya.Hasil yang didapat adalah warna merah yang intensif adalah pada fraksi etil asetat. Namun hipotesa masih belum pasti maka dilakukan pemantauan (KLT)Nilai rf yang mendekati literature adalah fraksi etil asetat dengan Rf= 0,5

  • 6. Kromatografi Kolom

  • PembahasanKromatografi Kolom = memiliki prinsip adsorpsi komponen campuran dengan afinitas yang berbeda.Fraksi yang digunakan = F. Etil asetatPreparasi KolomFungsi Glass woll = Penyumbat/penyanga agar fase diam tidak terdorong keluar.Fungsi Pasir= untuk mendatarkan posisi agar pada saat penambahan silica, tekstur posisi silika lebih baik.

  • Selain itu juga penambahan pasir bertujuan sebagai filter (penghambat) proses elusi sehingga komponen yang terpisahkan akan lebih lama tertahan lama sehingga proses pemisahannya akan lebih optimal.

    Pencampuran silika dengan fraksi dilakukan secara kering. Dihomogenkan dengan mortir.

    Elusi dilakukan dengan eluen paling nonpolar-polar (Kloroform : Metanol). 10:0 - 0:10.

    Hasil elusi yang didapat adalah gradien warna.

  • 7. Pemantauan Sub FraksiEluen = kloroform : metanol (9:1)

    SubfraksiNILAI RF9:18:27:30,8 ; 0,6625 ; 0,5756:40,825 ; 0,675 ; 0,555:50,8 ; 0,675 ; 0,554:63:72:81:90:10

  • PembahasanDari hasil pemantauan subfraksinasi (KLT) maka didapatkan bahwa subfraksi yang menghasilkan spot adalah pada subfraksi 7:3 ; 6:4 ; dan 5:5. selain subfraksi ini tidak menghasilkan spot sama sekali. Spot yang dihasilkan dari masing-masing subfraksi memberikan 3 buah spot dengan Nilai Rf dari masing masing subfrkasi sangat dekat sekali. Sehingga kami menyimpulkan untuk mengambil subfraksi 7:3 6:4 dan 5:5.

  • 8. KLT PreparatifRf spot 1 : 0,562Rf spot 2 : 0,725Rf spot 3 : 0,812

    Eluen = Kloroform : Metanol9 : 1

  • PembahasanHasil KLT preparatif memberikan 3 buah spot dengan Rf yang berbeda.Rf yang mendekati literatur adalah spot paling bawah dengan nilai 0,562.Sehingga dilakukan pengerokan pada spot tersebut dan dilarutkan didalam etanol.Dilakukan sentrifugasi untuk memisahkan silika gel dan senyawa desmetoksi kurkumin yang larut dalam etanol.

  • Dilakukan penyaringan untuk memisahkan sentrat dan filtrat.Filtrat yang telah diambil kemudian disimpan dalam vial.

  • 9. KLT 2 DimensiTerbentuk spot tunggal dengan nilai Rf : 0,558

  • PembahasanEleun yang digunakan pada KLT 2 dimensi tetap sama yaitu kloroform dan metanol 9:1.Dilakukan elusi setelah chamber dijenuhkan.Setelah elusi mencapai batas atas, maka plat dibalikan 900 . . Dilakukan elusi kembali menggunakan eluen yang sama.Dan dihasilkan spot tunggal.

  • 10. KarakterisasiPanjang gelombang yang dihasilkan 426 nm

  • PembahasanSetelah dilakukan proses KLT 2 dimensi maka dilakukan karakterisasi menggunakan spektrofotometri Uv-vis. Menurut literatur bahwa kurkumin dan derivatnya memiliki panjang gelombang 425 nm.Setelah dilakukan analisis untuk senyawa yang telah diiolasi maka dapat diketahui panjang gelombang senyawa tersebut adalah 426 nm.

  • KesimpulanBerdasarkan hasil praktikum yang telah didapatkan bahwa isolasi senyawa desmetoksi kurkumin dan kunyit dapat dikatakan murni.