PPN Fasilitas

Click here to load reader

download PPN   Fasilitas

of 28

  • date post

    14-Apr-2017
  • Category

    Education

  • view

    377
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of PPN Fasilitas

BAHAN RAKORDA BIDANG P2 HUMAS

Fasilitas DalamPajak Pertambahan Nilai

Instruktur :Taripar Doly, SE.,MM

LOGO

Tujuan Pemberian Fasilitas

berhasilnya sektor kegiatan ekonomi yang berprioritas tinggi dalam skala nasional,

mendorong perkembangan dunia usaha;

meningkatkan daya saing;mendukung pertahanan nasional; danmemperlancar pembangunan nasionalTujuan dan maksud diberikannya kemudahan pada hakikatnya untuk memberikan fasilitas perpajakan yang benar-benar diperlukan terutama, untuk :Diterapkannya perlakuan yang sama terhadap semua Wajib Pajak

2

Kemudahan PerpajakanDalam Pemberian Fasilitas Kemudahan perpajakan yang diatur dalam pasal ini diberikan terbatas untuk:

mendorong ekspor yang merupakan prioritas nasional di Tempat Penimbunan Berikat, atau untuk mengembangkan wilayah dalam Daerah Pabean yang dibentuk khusus untuk maksud tersebut;menampung kemungkinan perjanjian dengan negara lain dalam bidang perdagangan dan investasi, konvensi internasional yang telah diratifikasi, serta kelaziman internasional lainnya;c. mendorong peningkatan kesehatan masyarakat melalui pengadaan vaksin yang diperlukan dalam rangka Program Imunisasi Nasional;d. menjamin tersedianya peralatan Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Republik Indonesia (TNI/POLRI) yang memadai untuk melindungi wilayah Republik Indonesia dari ancaman eksternal maupun internal;menjamin tersedianya data batas dan foto udara wilayah Republik Indonesia yang dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mendukung pertahanan nasional;

3

f. meningkatkan pendidikan dan kecerdasan bangsa dengan membantu tersedianya buku pelajaran umum, kitab suci, dan buku pelajaran agama dengan harga yang relatif terjangkau masyarakat;g. mendorong pembangunan tempat ibadah;h. menjamin tersedianya perumahan yang harganya terjangkau oleh masyarakat lapisan bawah, yaitu rumah sederhana, rumah sangat sederhana, dan rumah susun sederhana;i. mendorong pengembangan armada nasional di bidang angkutan darat, air, dan udara;j. mendorong pembangunan nasional dengan membantu tersedianya barang yang bersifat strategis, seperti bahan baku kerajinan perak;k. menjamin terlaksananya proyek pemerintah yang dibiayai dengan hibah dan/atau dana pinjaman luar negeri;l. mengakomodasi kelaziman internasional dalam importasi Barang Kena Pajak tertentu yang dibebaskan dari pungutan Bea Masuk.m. membantu tersedianya Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak yang diperlukan dalam rangka penanganan bencana alam yang ditetapkan sebagai bencana alam nasional;n. menjamin tersedianya air bersih dan listrik yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat; dan/atauo. menjamin tersedianya angkutan umum di udara untuk mendorong kelancaran perpindahan arus barang dan orang di daerah tertentu yang tidak tersedia sarana transportasi lainnya yang memadai, yang perbandingan antara volume barang dan orang yang harus dipindahkan dengan sarana transportasi yang tersedia sangat tinggi.Kemudahan PerpajakanDalam Pemberian Fasilitas

4

Contoh Dari Tujuan Pemberian FasilitasFungsi Mengatur (Regulerend)Mendorong berkembangnya jenis usaha tertentu

Diberikan pembebasan PPNImpor kertas yang digunakan sebagai bahan pembuatan buku-buku sekolah

Meningkatkan Ekspor

Tidak dipungut PPNMembentuk Kawasan Berikat, EPTE, & Kawasan Bebas (FTZ)

Membantu kesehatan masyarakatDiberikan Pembebasan PPNImpor bahan baku yang dipergunakan untuk membuat vaksin polio

Meningkatkan kesejahteraan petani, nelayanDiberikan Pembebasan PPNPenyerahan hasil pertanian, perkebunan, kehutanan

Fasilitas PPN Dari Masa Ke MasaSebelum 1 Januari 1995Penangguhan Pembayaran PPN & PPnBMPenundaan Pembayaran PPN & PPnBMPPN & PPnBM Ditanggung PemerintahPPN & PPnBM dibayar oleh PemerintahPPN Tidak DipungutPPN Dibebaskan

UU PPN Nomor 11 Tahun 1994Pajak yang terutang tidak dipungut; atauDibebaskan dari pengenaan Pajak

UU PPN Nomor 18 Tahun 2000PPN Tidak DipungutDibebaskan dari pengenaan PPN

UU PPN Nomor 42 Tahun 2009Pajak terutang tidak dipungut sebagian atau seluruhnyaDibebaskan dari pengenaan pajakBaik untuk sementara waktu maupun selamanya

Fasilitas PPNPada prinsipnya berdasarkan Pasal 16 B UU PPN fasilitas di bidang PPN hanya ada 2 macam yaitu :

Pajak terutang tidak dipungut sebagian atau seluruhnya.

PPN dibebaskan.

Perlakuan AtasPajak Masukan Terkait FasilitasPajak Masukan yang dibayar untuk perolehan Barang Kena Pajak dan/atau perolehan Jasa Kena Pajak yang atas penyerahannya tidak dipungut Pajak Pertambahan Nilai dapat dikreditkan. Pajak Pertambahan Nilai tetap terutang tetapi tidak dipungut, sehingga Pajak Masukan dapat dikreditkan.Pajak Masukan yang dibayar untuk perolehan Barang Kena Pajak dan/atau perolehan Jasa Kena Pajak yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN tidak dapat dikreditkan. Pembebasan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai mengakibatkan tidak adanya Pajak Keluaran, sehingga Pajak Masukan yang berkaitan dengan penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak yang memperoleh pembebasan tersebut tidak dapat dikreditkan.

Pasal 16 B UU PPN

Kegiatan di kawasan tertentu atau tempat tertentu di dalam Daerah Pabean;

Penyerahan Barang Kena Pajak tertentu atau penyerahan Jasa Kena Pajak tertentu;

Impor Barang Kena Pajak tertentu;Pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud tertentu dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean; danPemanfaatan Jasa Kena Pajak tertentu dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean diatur dengan Peraturan PemerintahPajak terutang Tidak Dipungut sebagian atau seluruhnya atau Dibebaskan dari pengenaan pajak, baik untuk sementara waktu maupun selamanya, untuk :Diatur Dengan Peraturan Pemerintah

9

Fasilitas PPNPajak Yang Terutang Tidak DipungutPenyerahan BKP atau JKP atau Impor BKP atau Pemanfaatan BKP tidak berwujud atau JKP dari luar di dalam Daerah Pabean yang dilakukan.Di/Ke Kawasan BerikatDasar Hukum : PP 32 Tahun 2009 Tanggal 24 Maret 2009Tentang Tempat Penimbunan Berikat.PMK 147 Tahun 2011 stdtd PMK 120 Tahun 2013 Tentang Kawasan BerikatPMK 253 Tahun 2011 stdtd PMK 177 Tahun 2013 tentang Pengembalian BM yang telah dibayar atas Impor Barang dan Bahan untuk diolah, dirakit, atau dipasang pada barang lain dengan tujuan untuk ekspor.

Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET)Dasar Hukum :PP 20 Tahun 2000 stdtd PP 147 Tahun 2000 tentang Perlakuan Perpajakan Di Kawasan Pengembangan Ekonomi TerpaduDalam rangka Kemudahan Impor untuk Tujuan Ekspor (KITE)Dasar Hukum :PMK 253 Tahun 2011 stdtd PMK 177 Tahun 2013 tentang Pengembalian BM yang telah dibayar atas Impor Barang dan Bahan untuk diolah, dirakit, atau dipasang pada barang lain dengan tujuan untuk ekspor.

Kawasan Bebas (Free Trade Zone)Dasar Hukum :PP Nomor 10 Tahun 2012 tentang perlakuan kepabeanan, perpajakan, dan Cukai serta tata laksana pemasukan dan pengeluaran barang ke dan dari serta berada di kawasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas

Perlakuan perpajakan bagi Pengusaha Kena Pajak berstatus Entrepot Produksi untuk Tujuan Ekspor (EPTE) dan Perusahaan Pengolahan Di Kawasan Berikat (KB). PP Nomor 3 Tahun 1996

Kawasan BerikatPM 147 2011 stdtd PMK-120/PMK.04/2013

Kawasan Berikat adalah : Kawasan Berikat adalah Tempat Penimbunan Berikat untuk menimbun barang impor dan/atau barang yang berasal dari tempat lain dalam daerah pabean guna diolah atau digabungkan, yang hasilnya terutama untuk dieksporTempat Penimbunan Berikat adalah bangunan, tempat, atau kawasan yang memenuhi persyaratan tertentu yang digunakan untuk menimbun barang dengan tujuan tertentu dengan mendapatkan penangguhan Bea Masuk.Pengusaha di Kawasan Berikat merangkap Penyelenggara di Kawasan Berikat, yang selanjutnya disingkat PDKB, adalah badan hukum yang melakukan kegiatan pengusahaan Kawasan Berikat yang berada di dalam Kawasan Berikat milik Penyelenggara Kawasan Berikat yang statusnya sebagai badan hukum yang berbeda.

Kawasan BerikatPM 147 2011 stdtd PMK-120/PMK.04/2013

Perusahaan yang dapat diberikan persetujuan sebagai PKB adalah perusahaan:dalam rangka Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN);dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA), baik sebagian atau seluruh modal sahamnya dimiliki oleh peserta asing;Non PMA/PMDN yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT);Koperasi yang berbentuk badan hukum; atauYayasan.

Kawasan BerikatPMK-120/PMK.04/2013

Suatu bangunan /tempat/kawasan dgn batas tertentuPengolahanRancang BangunPerekayasaanPenyortiranPemeriksaan Awal/akhirPengepakanPergudangan/PenimbunanBarang & Bahan asal impor/DPILHasilnya Terutama Untuk Ekspor

Persyaratan Kawasan BerikatPM 147 2011 stdtd PMK-120/PMK.04/2013

PMK NOMOR 147/PMK.04/2011 (Pasal 4)

Kawasan Berikat harus berlokasi di kawasan industri.Dikecualikan dari ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kawasan Berikat dapat berlokasi di kawasan budidaya yang diperuntukkan bagi kegiatan industri berdasarkan rencana tata ruang wilayah yang ditetapkan sesuai ketentuan peraturan perundangundangan, sepanjang Kawasan Berikat tersebut diperuntukkan bagi:perusahaan yang menggunakan Bahan Baku dan/atau proses produksinya memerlukan lokasi khusus;perusahaan industri mikro dan kecil; dan/atauperusahaan industri yang akan menjalankan industri di daerah kabupaten atau kota yang belum memiliki kawasan industri atau yang telah memiliki kawasan industri namun seluruh kavling industrinya telah habis.Luas lokasi untuk Kawasan Berikat di kawasan budidaya sebagaimana dimaksud pada ayat (2) paling sedikit 10.000 m2 (sepuluh ribu meterpersegi) dalam satu hamparan.Di dalam lokasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat terdiri dari 1 (satu) atau lebih PDKB.

Persyaratan Kawasan BerikatPM 147 2011 stdtd PMK-120/PMK.04/2013