Ppk Endokrin

download Ppk Endokrin

of 25

  • date post

    03-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    67
  • download

    8

Embed Size (px)

Transcript of Ppk Endokrin

BAB IIDENTITAS PASIEN

I. Anamnesis Identitas PasienNama : Ny. DalyumniJenis Kelamin : PerempuanUmur : 35 th.Alamat : Depan pasar sokaPekerjaan : PetaniStatus : KawinAgama : Islam

Keluhan Utama Benjolan di Leher, mudah lelah, lemas Riwayat Penyakit SekarangPasien mengeluh timbul benjolan di leher sekitar 14 tahun yang lalu. Benjolan muncul secara perlahan, semakin membesar dan ukurannya menetap hingga sekarang. Benjolan tersebut sebesar telur bebek yang ikut bergerak saat menelan. Benjolan tidak terasa nyeri jika ditekan. Pasien mengeluh mudah lelah, lemas, pelupa, tidak tahan terhadap udara dingin. Pasien mengeluh nafsu makannya menurun.pasien tidak merasa berdebar-debar,sesak nafas ataupun kesulitan dalam menelan. Anamnesis Sistem Sistem Saraf : Pusing(-), demam(-) Sistem Respirasi : pilek (+), batuk(+),sesak nafas(-) Sistem Kardiovaskular : Berdebar-debar(-),nyeri dada(-) Sistem Digestiva : Nafsu makan menurun(+), BAB normal, mual(-), muntah(-) Sistem Urogenital: BAK normal. Integumentum : gatal(-), bercak merah(-), oedem(-),Kulit teraba dingin dan kering(+) Reproduksi : Hipermenore(-) Mukuloskeletal : Nyeri sendi(-) Riwayat penyakit dahulu Pernah opname karena fraktur Riwayat hipertensi (-) Riwayat diabetes mellitus (-)

Riwayat penyakit keluarga Ibu dan kakak kandung perempuan menderita penyakit yang sama (benjolan di leher) Ibu mengalami hipertensi Riwayat diabetes mellitus (-)

Kebiasaan dan lingkungan Pasien sering mengkonsumsi kol Pasien menggunakan garam batangan(rendah yodium) Pasien tidak merokok dan minum alkohol Jarang olahraga Tetangga ada yang mengalami gejala serupa(benjolan di leher) Lingkungan tempat tinggal di daerah pegunungan( gondok endemik)

KesimpulanBerdasarkan hasil anamnesis kemungkinan diagnosisnya adalah hipotiroidisme,tumor jinak, goiter non toksis. karena pada pasien terdapat keluhan mudah lelah, lemas, intoleransi terhadap dingin, kulit terasa kering dan dingin, bicara lamban, mudah lupa, rambut mudah rontok, nafsu makan berkurang, otot lembek, kurang kuat. Daerah tempat tinggal pasien merupakan daerah endemic goiter yang kandungan yodiumnya sedikit. Pasien juga mengkonsumsi garam batangan(rendah yodium) dan cara penyimpanan garam tidak ditutup rapat sehingga kandungan yodiumnya menguap dan sering mengkonsumsi kol yang merupakan goitrogenik .

II. Pemeriksaan fisik Keadaan Umum : lemasKesadaran : Compos Mentis Vital sign Tekanan Darah : 110/80 mmHg Suhu Tubuh : 370 C Frek. Nadi : 59x/menit Frek. Nafas : 16x/menit AntropometriTinggi Badan :156 cmBerat Badan :41kg

BMI :

Pemeriksaan Kepala : Rambut rontok(+),sklera Ikterik (-),konjungtiva anemis (-),eksoftalmus (-),kelopak mata tertinggal (-) Pemeriksaan Leher : Terdapat benjolan di leher,teraba hangat,konsistensi kenyal, benjolan ikut bergerak saat menelan, tidak nyeri,bising di atas tiroid(-)

Pemeriksaan ThoraxInspeksi : -Perkusi : -Palpasi : -Auskultasi : -

Pemerikaan AbdomenInspeksi : -Perkusi : -Palpasi : -Auskultasi : - Ekstremitas: Tidak ada edema, tidak ada sianosis Px Syaraf: tidak ada Tremor halus (gemetaran) Kulit: Telapak tangan teraba dingin dan kering

III. Daftar Masalah Pasien A. Masalah Aktif Benjolan di leher teraba hangat,Cepat lelah,Nafsu makan menurun. lemas, intoleransi terhadap dingin, bicara lamban, mudah lupa.

B. Masalah Pasif Tidak mau diobati, kurangnya sosialisasi tentang asupan dan pola makan yang benar(yodium dan kol)

IV. Pemeriksaan penunjangPasien ini tidak pernah melakukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan kadar T3,T4,Free T4,TSH karena masalah ekonomi dan karena pasien tidak merasa terganggu dengan gejala tersebut. Bila ke puskesmas pasien tidak diberi obat-obatan hanya diedukasikan untuk mengkonsumsi garam beryodium. Pemeriksaan yang seharusnya dilakukan : Tes fungsi tiroid: kadar tiroksin (T4) yang menurun dan peningkatan kadar TSH plasma Pemeriksaan darah rutin, cek apakah terdapat penurunan Hb yang merupakan tanda anemia yang bisa disebabkan oleh hipermenorhea Antibodi tiroid: antibodi tiroglobulin positif pada tiroiditis Hashimoto sehingga kadar T3&T4 darah turun Pemeriksaan histopatologiV. DIAGNOSIS KERJADari hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik kita menyimpulkan bahwa pasien ini menderita hipotiroidisme et causa defisiensi yodium.

VI. Rencana Penatalaksanaan Pemberian hormon tiroid dan yodium dalam jangka panjang Pengaturan pola makan dengan asupan yodium yang mencukupi dan menghindari makanan goitrogenik Tiroidektomi jika kelenjar tiroid menggangu saluran pernafasan

PEMBAHASANDefinisi lama bahwa hipotiroidisme disebabkan oleh faal hati berkurang sudah tidak tepat lagi. Kini dianut keadaan dimana efek hormon tiroid di jaringan kurang, misalnya pada keadaan defisiensi yodium tiroid justru bekerja keras. Secara klinis dikenal: Hipotiroidisme sentral, karena kerusakan hipofifis / hipotalamus Hipotiroidisme primer, apabila yang mengalami kerusakan adalah kelenjar tiroid. Hipotiroidisme sebab lain, contohnya karena defisiensi yodium, kelebihan yodium, sebab farmakologis dan resistensi perifer.Oleh karena itu, umumnya diagnosis ditegakkan berdasar atas TSH meningkat dan T4 menurun. Dalam kasus ini kemungkinan penyebab dari hipotiroidisme adalah gondok endemik yang disebabkan defisiensi yodium. Seperti yang kita ketahui yodium merupakan salah satu unsur alam. Meskipun kadar yodium dalam air laut dan udara sedikit, tetapi merupakan sumber utama yodium alam. Karena yodium larut dalam air, maka erosi karena sebab apapun akan mengikisnya dari permukaan tanah dan membawanya ke laut. Hal ini terlihat jelas bahwa banyak daerah gondok endemik terjadi pada daerah pegunungan, berkapur dan daerah yang banyak mengalami erosi.(Sudoyo,2007)Defisiensi yodium merupakan sebab utama terjadinya gondok endemik. Gondok adalah cara adaptasi manusia terhadap kekurangan unsur yodium dalam makanan dan minumannya. Mekanisme timbulnya gondok endemik yang besar itu adalah sebagai berikut: kekurangan yodium mencegah produksi hormon tirosin dan triiodotironin. Akibatnya, tidak tersedia hormon yang dapat dipakai untuk menghambat produksi TSH oleh hipofisis anterior. Hal ini menyebabkan kelenjar hipofifis banyak sekali menyekresi TSH. Selanjutnya TSH merangsang sel-sel tiroid menyekresi banyak sekali koloid tiroglobulin ke dalam folikel, dan kelenjarnya tumbuh semakin besar. Tetapi oleh karena yodiumnya kurang, produksi T3 dan T4 tidak meningkat dalam molekul tiroglobulin, dan oleh karena itu tidak ada penekanan normal pada produksi TSH oleh kelenjar hipofisis.(Guyton,2007)Manifestasi klinis hipotiroidisme baik disebabkan tiroiditis, gondok koloid endemik, rusaknya kelenjar tiroid akibat radiasi maupun disebabkan tindakan operasi pengangkatan kelenjar tiroid ternyata adalah sama. Gejalanya antara lain rasa mengantuk yang sangat sehingga pasien tidur selama 12-14 jam sehari, suara parau, tidak tahan dingin, keringat berkurang, kulit dingin dan kering, aktivitas motorik dan intelektual lambat, kulit bersisik dan pada kasus yang parah, seluruh tubuhnya bengkak yang disebut miksedema.(Price,2006)

1. Interpretasi hasil anamnesis Benjolan terdapat di leher sebesar telur bebek ikut bergerak pada saat menelan menandakan bahwa benjolan tersebut terletak pada kelenjar tiroid Pasien mengalami pembesaran kelenjar tiroid sejak berumur 21 tahun, muncul secara perlahan, semakin membesar dan ukurannya menetap hingga sekarang Menandakan bahwa benjolan tersebut tidak progresif bukan merupakan keganasan Benjolan tidak terasa sakit dan tidak ada kesulitan menelan menandakan tidak ada infiltrasi dan tidak ada hambatan pada kerongkongan Benjolan tidak menyebabkan sesak nafas menandakan tidak ada hambatan pada saluran pernafasan. Pasien mengeluh lebih senang udara panas( intoleransi dingin) ini karena proses metabolisme tubuh pasien berkurang, sehingga pasien lebih merasa senang jika udara panas Keringat berkurang menandakan pasien mengalami hipometabolisme akibat gangguan kelenjar tiroid yang disebabkan defisiensi yodium. Nafsu makan menurun karena hipometabolisme Ibu dan kakak mengalami pembesaran tiroid kemungkinan goiter endemik Banyak tetangga mengalami gangguan serupa kemungkinan ini merupakan goiter endemik Pasien tinggal di daerah pegunungan kadar mineral yodium di dalam air rendah. Pasien sering mengkonsumsi kubis Kubis merupakan salah satu zat goitrogenik yang mengganggu oksidasi yodium Pasien menggunakan garam batangan & cara penyimpanan tidak ditutup rapat yodium pada garam akan menguap defisiensi yodium

2. Interpretasi hasil pemeriksaan Keadaan Umum : lemas akibat hipometabolismeKesadaran : Compos Mentis Vital sign Tekanan Darah : 110/80 mmHg Suhu Tubuh : 370 C Frek. Nadi : 59x/menit bradikardi Frek. Nafas : 16x/menit AntropometriTinggi Badan :156 cmBerat Badan :41kg

BMI :

Pemeriksaan Kepala : Rambut rontok(+),sklera Ikterik (-),konjungtiva anemis (-),eksoftalmus (-),kelopak mata tertinggal (-) Rambut rontok merupakan gejala hipotiroidisme Pemeriksaan Leher : Terdapat benjolan di leher,teraba hangat,konsistensi kenyal,benjolan ikut bergerak saat menelan, tidak nyeri,bising di atas tiroid(-) Gejala benjolan tereaba hangat dan ikut bergerak saat menelan menyingkirkan adanya diagnosis keganasan dan tumor

Pemeriksaan ThoraxInspeksi : -Perkusi : -Palpasi : -Auskultasi : -

Pemerikaan AbdomenInspeksi : -Perkusi : -Palpasi : -Auskultasi : - Ekstremitas: Tidak ada edema, tidak ada sianosis Menyingkirkan kemungkinan hipermetabolisme Px Syaraf: tidak ada Tremor halus (gemetaran) Menyingkirkan kemungkinan hipermetabolisme Kulit: Telapak tangan teraba dingin dan kering Merupakan gejala dari hipometabolisme

Index wayne

Gejala subyektifAngkaHasilGejala obyektifAdaTidakHasil

Sesak bila bekerja+1-Tiroid teraba+3-3+

Berdebar-debar+2-Bising di atas tiroid+2-2-

Kelelahan+2+Eksoftalmus