PP Nonviolence & Peace Movements

download PP Nonviolence & Peace Movements

of 18

  • date post

    05-Apr-2018
  • Category

    Documents

  • view

    218
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of PP Nonviolence & Peace Movements

  • 8/2/2019 PP Nonviolence & Peace Movements

    1/18

  • 8/2/2019 PP Nonviolence & Peace Movements

    2/18

    Latar belakang

    Kool (1993) : isu2 yg berkaitan dengan anti

    kekerasan

    Danieli (2002) : perkembangan perdamaian dan

    menganjurkan kebijakan khusus dan praktek untuk

    mengaktifkan pasukan penjaga perdamaian etc

    Downie (2002) : dukungan terhdp penjaga

    perdamaian sebelum,saat & sesudah misi

  • 8/2/2019 PP Nonviolence & Peace Movements

    3/18

    Mayton, Susnjic dll (2002) => melakukan kajian alat tesyg mengukur kecenderungan terhadap kekerasanmenggunakan beberapa skala :

    - Skala kepribadian gandhian (hasan & khans, 1983)

    - Test anti kekerasan (Kool& Sens, 1984)- Skala multidimensional anti kekerasan (johnson dkk,1998)

    - Test anti kekerasan pada remaja (mayton dkk, 1999)

    Hasil :Merekomendasikan tes ini untuk digunakan sebagaialat ukur pada penelitian psikologi perdamaian.

  • 8/2/2019 PP Nonviolence & Peace Movements

    4/18

    NILAI & WATAK KEKERASAN INDIVIDU

    Mayton, Diessner &

    Granby (1996) :

    menyelidiki perbedaan

    antara individu yangmemiliki

    kecenderungan untuk

    melakukan kekerasan

    & anti kekerasan

    dengan menggunakanmetode resolusi

    konflik.

    Hasil :

    - Responden yang menyatakan

    kecenderungan untuk terlibat dalam

    strategi anti kekerasan menempatkan

    tipe-tipe nilai kebijakan & nilai-nilai

    resolusi konflik pada prioritas tinggi

    secara universal dan memberikan

    dukungan untuk filosofi Ghandhi

    tentang tindakan anti kekerasan.

    - Mereka juga menempatkan

    prioritas tertinggi pada tindakan anti

    kekerasan.

  • 8/2/2019 PP Nonviolence & Peace Movements

    5/18

    Mann (1993) meneliti beberapa faktor yangmempengaruhi sukses atau tidaknya gerakansosial dalam melakukan perubahan sosial. Faktortersebut meliputi organisasi massa, mobilisasi

    sumber daya dan protes ideologi serta taktik. Dengan menggunakan data mengenai peristiwa

    protes dari New York Times dan jumlah panggilanperang berdasarkan data pemilihan di parlemen,

    mereka menguji terhadap tiga mekanismespesifik: protes yang anarkis, pengisyaratan danpergeseran opini publik..

  • 8/2/2019 PP Nonviolence & Peace Movements

    6/18

    Partisipasi dalam Gerakan

    Perdamaian

    Teori motivasi perlindunganberpusat pada rasa takut sehingga muncul komunikasi yang merupakanupaya untuk mempengaruhi atau membujuk melalui ancaman bahayaatau kejahatan yang akan datang. Jenis komunikasi memulai prosespenilaian kognitif yang melibatkan :

    A. Kerugian atau keparahan dari peristiwa yang mengancam

    B. Probabilitas terjadinya peristiwa tersebutC. Efektivitas respon koping yang direkomendasikan dan

    D. Harapan efikasi diri (self efficacy)

    Proses-proses kognitif menengahi efek dari daya tarik rasa takut denganmembangkitkan motivasi perlindungan, dimana variabel intervening itumembangkitkan, mendukung dan mengarahkan aktivitas untuk

    melindungi diri dari bahaya. Axelrod dan Newton menunjukkan bahwa aktivisme dalam mendukung

    pencegahan nuklir mungkin menjadi respon terhadap ancaman yangdirasakan dari 'musuh' daripada respon terhadap ancaman yang diwakilioleh senjata nuklir dan persiapan untuk perang.

  • 8/2/2019 PP Nonviolence & Peace Movements

    7/18

    Cont..

    Pendekatan lain

    Edward dan Oskamp (1992) meneliti arti-pentingmasalah, keberhasilan yang dirasakan dan

    dukungan sosial sebagai komponen dari aktivismedalam gerakan anti-perang nuklir.

    Pada tingkat gerakan ada empat dimensi yangdapat membantu menjelaskan perbedaan dalam

    partisipasi antara gerakan : besarnya potensimobilisasi, komposisi bidang multiorganizationalkarakteristik organisasi dan orientasi tindakan

  • 8/2/2019 PP Nonviolence & Peace Movements

    8/18

    Motivasi dan pengalaman individual

    Gomes (1992) menilai survey yang dilakukan terhadap 74aktivis perdamaian (usia 14-80 tahun) dalam halpengalaman yang paling menguntungkan dan menimbulkanstres

    Ajzen (1988: 132-3), dalam bukunya yang berjudul sikap,kepribadian, dan perilaku, menjelaskan teori mengenaiperilaku terencana. Faktor utama adalah niat seseoranguntuk melakukan perilaku yang menarik.

    Ada tiga faktor penentu konseptual independen dari niat :

    sikap terhadap norma perilaku subjektif dan besarnyakontrol perilaku yang dirasakan. Faktor ketiga mengacupada persepsi mengenai mudah atau sulitnya melakukanperilaku dan diasumsikan merefleksikan pengalaman masalalu serta hambatan dan rintangan yang diantisipasi.

  • 8/2/2019 PP Nonviolence & Peace Movements

    9/18

    Cont

    Hinkle, Rubah-Cardamone, Haseleu, Coklat dan Irwin(1996) mengusulkan sebuah model aktivis grassrootsberdasarkan integrasi dari konsep-konsep dalamliteratur mengenai hubungan antar kelompok dan

    modifikasi dari teori Ajzen tentang perilaku yangdirencanakan.

    Kekuatan Hasil penelitian menunjukkan bahwakekhawatiran tentang sifat senjata nuklir, persepsikontrol pribadi dan nilai-nilai tanggung jawab sosial

    menyumbang porsi yang lebih besar dari varianaktivisme anti-nuklir dari sikap dan kekuatan sikap yangdigabungkan.

  • 8/2/2019 PP Nonviolence & Peace Movements

    10/18

    Cont..

    Hunt dan Benford (1994) meneliti "tentangidentitas" dalam organisasi gerakan

    perdamaian 1982-1991.

    Menggambarkan enam jenis tentangidentitas: deklarasi asosiasional, anekdot

    kekecewaan, cerita kekejaman, laporan

    politik pribadi, narasi panduan dan ceritaperang.

  • 8/2/2019 PP Nonviolence & Peace Movements

    11/18

    Ringkasan dan Kesimpulan

    Orang-orang yang mendukung anti-kekerasan dibandingkandengan mereka yang mendukung kekerasan, menempatkannilai yang lebih tinggi dari universalisme dan kebajikan danprioritas yang lebih tinggi pada menahan diri dari tindakan,kecenderungan dan impuls yang mungkin kesal atau

    merugikan orang lain. Orang yang berpartisipasi dalam aktivisme dalam

    mendukung pencegahan nuklir dapat menanggapi ancamandari "musuh" daripada respon terhadap ancaman yangdiwakili oleh senjata nuklir dan persiapan untuk

    perang. Mereka percaya bahwa protes yang menonjol,efektif dan melibatkan dukungan sosial. Ini membantu jikagerakan sosial terorganisir dengan baik.

  • 8/2/2019 PP Nonviolence & Peace Movements

    12/18

    KASUS :

    KAMPANYE ANTI KEKERASAN

    & GERAKAN PERDAMAIAN

  • 8/2/2019 PP Nonviolence & Peace Movements

    13/18

    Sejarah gerakan anti kekerasan

    Sekitar abad ke-20-an, khususnya kampanye MohandesGandhi di Afrika Selatan dan India, munculnya gerakanmembincangkan aksi anti kekerasan sebagai strategi untuktransformasi sosial.

    Gandhi yakin bahwa aksi anti kekerasan mempunyaikekuatan tersendiri, baik bagi orang-orang yang melakukanaksi maupun bagi mereka yang menjadi sasaran aksi. Diamelihat solidaritas sosial dapat memecahkan usaha-usahauntuk mendominasi, eksploitasi, atau sebaliknya menindasrakyat.

    Gandhi menulis banyak artikel yang mengembangkanidenya tentang anti kekerasan. Salah satunya adalahkebutuhan kampanye untuk menjaga disiplin antikekerasan.

  • 8/2/2019 PP Nonviolence & Peace Movements

    14/18

    Peran pecinta damai

    Sebuah organisasi anti perang di Amerika Serikat, WRI (warresisters internasional) mengakui bahwa anti kekerasansebagai hal yang prinsip. Mereka mengembangkan modelanti kekerasan aktif yang menentang system penindasandan mencari gagasan alternative.

    Dalam perjalanan sejarah, pecinta damai memerankanperan yang vital, peran inovatif gerakan sosial, dalampengembangan metode aksi anti kekerasan baik padatingkat taktik, strategi maupun dalam bentukpengorganisasian.

    Misalnya, di USA freedom rides (teriakan kebebasan)melawan pemisahan rasial pada 1940-an merupakansebuah inisiatif kelompok cinta damai

  • 8/2/2019 PP Nonviolence & Peace Movements

    15/18

    Komunitas perdamaian San Jose de

    Apartado (Kolumbia)

    Didirikan pada tahun 1997, sebagai organisasiperlawanan anti kekerasan, terletak didaerah Uraba,Kolumbia=> kepentingan ekonomi kuat sedangbermain dan konflik bersenjata dipertaruhkan antara

    gerilya (the FARC), pasukan negara, dan paramiliter(biasanya bekerja dalam persengkokolan dengannegara).

    Mempunyai > 1.000 anggota

    Sepanjang hidupnya, komunitas perdamaianmenghadapi kampanye-kampanye yangmendiskreditkannya dari level tertinggipemerintah nasional dan media, terutama dibawah pemerintah Alvaro Uribe.

  • 8/2/2019 PP Nonviolence & Peace Movements

    16/18

    Cont

    Komunitas perdamaian San Jose de Apartado aktif melakukanberbagai upaya untuk meng-kampanye-kan anti kekerasansebagai bentuk Strategi Perlawanan Sipil, meliputi 3 dimensi :

    1) Penolakan perang dan pergantian pasukan, pembuatansebuah mekanisme untuk perlindungan orang-orang sipil

    pada suasana konflik bersenjata yang kuat.2) Pembuatan suatu basis yang berkelanjutan untuk

    kohesi sosial, termasuk mengembangkan alternatif-alternatif ekonomi holistik dan berwawasan lingkungan.

    3) Membangun perdamaian setiap hari, relasi non-kekerasan di

    tingkat personal dan pada tingkat politik dengan caramengutuk penggunaan kekerasan dan mendukung solusipolitik melalui negosiasi atas konflik bersenjata serta melaluiperluasan dan penyebaran ide mengenai zona damai danpenawaran bimbingan untuk komunitas lokal lainnya.

  • 8/2/2019 PP Nonviolence & Peace Movements

    17/18

    Cont Komunitas perdamaian juga terlibat dalam aktivitas-aktivitas untuk

    mengur