Polusi Udara 3

download Polusi Udara 3

of 27

  • date post

    17-Feb-2015
  • Category

    Documents

  • view

    29
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Polusi Udara 3

Universitas Mercu Buana April 2010

BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar belakang Sebuah penelitian terkini memaparkan bahaya yang ditimbulkan dari polusi udara. pakar ekologi dari Universitas Cornell di Amerika Serikat (AS), David Pimentel, mengungkapkan selain polusi air dan polusi tanah, polusi udara memberikan kontribusi yang besar bagi bertambahnya tingkat kematian yang terjadi di seluruh dunia pada saat ini. Hal ini dibuktikan dengan data yang dikumpulkan mengenai tingkat kematian bahwa beriringan dengan factor lingkungan lain, polusi udara menjadi penyumbang alasan terjadinya 62 juta kematian atau 40 persen dari total kematian di umat manusia di dunia. Mengingat pentingnya peran serta masyarakat global dalam mengurangi penyebab timbulnya polusi udara, maka dari itu diharapkan melalui makalah ini, akan tercipta kesadaran social terhadap pentingnya menjaga kondisi lingkungan agar tetap stabil dan alami. Maka dari itu di dalam makalah ini akan dibahas mengenai dampak dari polusi udara serta sample kegiatan yang dapat dilakukan oleh masyarakat guna mengurangi timbulnya polusi udara yang lebih parah lagi.

1.2

Tujuan Pembahasan Makalah yang berjudul, Polusi Udara ini, disusun dengan maksud dan tujuan sebagai

berikut: 1. 2. 3. Memberikan penjelasan mengenai polusi udara. Memberikan pemaparan secara umum mengenai dampak dari berbagai aspek. Sebagai bentuk tanggung jawab mahasiswa/i terhadap tugas yang diberikan.

1.3

Permasalahan Topik utama yang akan dibahas di dalam makalah ini adalah pembahasan secara umum

mengenai definisi, penyebab dan dampak dari polusi Udara.

1.4

Metode Pengolahan Data Untuk membantu menganalisa permasalahan di atas, penyusun melakukan beberapa tahap

pengolahan data sebagai pendekatan dalam penyusunan makalah ini, yaitu sebagai berikut:Makalah Polusi Udara by Kelompok IV Page 1

Universitas Mercu Buana April 20101. 2. Melakukan pencarian data dengan bantuan literature buku. Melalui surfing di beberapa website yang mendukung pembahasan topic Ms. Access khususnya mengenai polusi udara ini. 3. Mengadakan diskusi antar anggota dan antar kelompok secara informal mengenai pembahasan tema makalah terkait dengan tema yang diambil.

1.5

Tinjauan Pustaka www.google.com www.wikipedia.com http://www.defra.gov.uk

1.6

Sistematika Pembahasan Makalah yang membahas tentang polusi udara ini, terbagi dalam tiga bab pokok yang

natinya akan memudahkan untuk pemahaman lebih lanjut secara sistematis. Ketiga bab tersebut akan diperinci sebagai berikut.: BAB I : PENDAHULUAN Pada bab pertama ini akan dibahas mengenai latar belakang dari dilakukannya pembahasan terhadap polusi udara tersebut. Kemudian dibahas pula mengenai tujuan dilakukannya penyusunan terhadap makalah dengan topic terkait dan pembahasan permasalahan, Serta penambahan sub bab seperti metode pengambilan data, tinjauan pustaka, dan sistematika pembahasan.

BAB II: POLUSI UDARA Selanjutnya pada bab kedua ini akan diberikan penjelasan mengenai polusi udara.

BAB II: PENUTUP Sebagai bab terakhir dalam karya tulis ini, penyusun akan menarik kesimpulan dari penyusunan data mengenai polusi udara yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya.

Makalah Polusi Udara by Kelompok IV

Page 2

Universitas Mercu Buana April 2010

BAB II POLUSI UDARA2.1 Definisi Polusi atau pencemar merupakan masuknya makhluk hidup, zat, energi, atau komponen lain kedalam lingkungan yang menyebabkan berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau proses alam. Polusi dapat juga diartikan sebagai masuknya bahan pencemar

(Polutan) sebagai akibat dari kegiatan manusia atau proses alam yang ditemukan di tempat, saat, dan jumlah yang tidak selayaknya. Pencemaran udara merupakan kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan makhluk hidup lainnya, mengganggu estetika dan kenyamanan dalam kegiatan beraktifitas manusia, serta dalam kondisi tertentu dapat merusak properti.Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun dari kegiatan manusia seperti kegiatan aktivitas pabrik dan industry industry besar. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global. Definisi lain menyebutkan bahwa polusi udara adalah penambahan komponen di udara atau pula suatu bahan kimia yang kehadirannya dalam jumlah tertentu dapat membahayakan organism suara. Sumber polusi udara dibedakan menjadi dua yakni yang tergolong pencemaran primer dan pencemaran sekunder Pencemar udara dibedakan menjadi dua yaitu, pencemar primer dan pencemar sekunder. Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. Karbon monoksida adalah sebuah contoh dari pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran. Pencemaran primer merupakan Polutan yang bentuk dan komposisinya sama dengan ketika dipancarkan, lazim disebut sebagai pencemar primer, antara lain CO, CO2, hidrokarbon, SO, Nitrogen Oksida, Ozon serta berbagai partikel.. Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. Pencemar sekunder dapat dijelaskan pula sebagai berbagai bahan pencemar kadangkala bereaksi satu sama lain menghasilkan jenis pencemar baru, yang justru lebih membahayakan kehidupan. Reaksi ini dapat terjadi secara otomatis ataupun dengan cara bantuanMakalah Polusi Udara by Kelompok IV Page 3

Universitas Mercu Buana April 2010katalisator, seperti sinar matahariPembentukan ozon (O3) dalam smog fotokimia adalah sebuah contoh dari pencemaran udara sekunder. Belakangan ini pertumbuhan keprihatinan akan efek dari emisi polusi udara dalam konteks global dan hubungannya dengan pemanasan global yg mempengaruhi;

2.2

Penyebab Polusi Udara Secara umum definisi udara tercemar adalah perbedaan komposisi udara aktual dengan

kondisi udara normal dimana komposisi udara aktual tidak mendukung kehidupan manusia. Bahan atau zat pencemaran udara sendiri dapat berbentuk gas dan partikel. Dalam bentuk gas dapat dibedakan menjadi: Golongan belerang (sulfur dioksida, hidrogen sulfida, sulfat aerosol). Golongan nitrogen (nitrogen oksida, nitrogen monoksida, amoniak, dan nitrogen dioksida). Golongan karbon (karbon dioksida, karbon monoksida, hidrokarbon). Golongan gas yang berbahaya (benzene, vinyl klorida, air raksa uap).

Sedagkan jenis pencemaran udara berbentuk partikel dibedakan menjadi tiga, yaitu: Mineral (anorganik) dapat berupa racun seperti air raksa dan timah. Bahan organik yang terdiri dari ikatan hidrokarbon, klorinasi alkan, benzene. Makhluk hidup terdiri dari bakteri, virus, telur cacing.

Sementara itu, jenis pencemaran udara menurut tempat dan sumbernya dibedakan menjadi dua, yaitu: Pencemaran udara bebas meliputi secara alamiah (letusan gunung berapi, pembusukan, dan lain-lain) dan bersumber kegiatan manusia, misalnya berasal dari kegiatan industri, rumah tangga, asap kendaraan bermotor. Pencemaran udara ruangan meliputi dari asap rokok, bau tidak sedap di ruangan.

Makalah Polusi Udara by Kelompok IV

Page 4

Universitas Mercu Buana April 20102.3 Parameter Polusi Udara Dibawah ini merupakan jenis parameter pencemar udara didasarkan pada baku mutu udara ambien menurut Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 1999 dan pengaruh zat tersebut terhadap makhluk hidup apabila keberadaan zat tersebut di lingkungan telah melebihi ambang batas, yakni meliputi: Sulfur dioksida (SO2) Pencemaran oleh sulfur oksida terutama disebabkan oleh dua komponen sulfur bentuk gas yang tidak berwarna, yaitu sulfur dioksida (SO2) dan Sulfur trioksida (SO3), yang keduanya disebut sulfur oksida (SOx). Pengaruh utama polutan SOx terhadap manusia adalah iritasi sistem pernafasan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa iritasi tenggorokan terjadi pada kadar SO2 sebesar 5 ppm atau lebih, bahkan pada beberapa individu yang sensitif iritasi terjadi pada kadar 1-2 ppm. SO2 dianggap pencemar yang berbahaya bagi kesehatan terutama terhadap orang tua dan penderita yang mengalami penyakit khronis pada sistem pernafasan kadiovaskular.

Karbon monoksida (CO) Karbon monoksida merupakan senyawa yang tidak berbau, tidak berasa dan pada suhu udara normal berbentuk gas yang tidak berwarna. Tidak seperti senyawa lain, CO mempunyai potensi bersifat racun yang berbahaya karena mampu membentuk ikatan yang kuat dengan pigmen darah yaitu haemoglobin.

Nitrogen dioksida (NO2) NO2 bersifat racun terutama terhadap paru. Kadar NO2 yang lebih tinggi dari 100 ppm dapat mematikan sebagian besar binatang percobaan dan 90% dari kematian tersebut disebabkan oleh gejala pembengkakan paru (edema pulmonari). Kadar NO2 sebesar 800 ppm akan mengakibatkan 100% kematian pada binatang-binatang yang diuji dalam waktu 29 menit atau kurang. Percobaan dengan pemakaian NO2 dengan kadar 5 ppm selama 10 menit terhadap manusia mengakibatkan kesulitan dalam bernafas.

Makalah Polusi Udara by Kelompok IV

Page 5

Universitas Mercu Buana April 2010Ozon (O3) Ozon merupakan salah satu zat pengoksidasi yang sangat kuat setelah fluor, oksigen dan oksigen fluorida (OF2). Meskipun di alam terdapat dalam jumlah kecil tetapi lapisan ozon sangat berguna untuk melindungi bumi dari radiasi ultraviolet (UV-B). Ozon terbentuk di udara pada ketinggian 30km dimana radiasi UV matahari dengan panjang gelombang 242 nm secara perlahan memecah molekul oksigen (O2) menjadi atom oksigen, tergantung dari jumlah molekul O2 atom-atom oksigen secara cepat membentuk ozon. Ozon menyerap radiasi sinar matahari dengan kuat di daerah panjang gelombang 240-320 nm.

Hidro karbon (HC) Hidrokarbon di udara