Polusi Asap kendaraan

download Polusi Asap kendaraan

of 25

  • date post

    28-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    22
  • download

    0

Embed Size (px)

description

pengetahuan lingkungan

Transcript of Polusi Asap kendaraan

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar Belakang MasalahKota Palembang adalah Ibukota Sumatera Selatan yang mempunyai luas wilayah 400,61 km2 dengan jumlah penduduk 1.438.938 jiwa, yang berarti setiap km2 dihuni oleh 3.592 jiwa. Kota Palembang dibelah oleh sungai musi menjadi dua daerah, yaitu seberang ilir dan seberang ulu. Sungai musi ini bermuara ke selat bangka dengan jarak 105 km. Oleh karena itu, prilaku air laut sangat berpengaruh yang dapat dilihat dari adanya pasang surut antara 3-5 meter.Keadaan geografis Kota Palembang terletak antara 2o 52 sampai 3o 5 LS dan 104o 37 sampai 104o 52 BT dengan ketinggian rata-rata 8 meter dari permukaan air laut. Keadaan alam Kota Palembang merupakan daerah tropis lembah nisbi, dengan suhu rata-rata sebagian besar wilayah Kota Palembang 21o 32o Celsius, curah hujan 22 428 mml per tahun. Berdasarkan data dari Stasiun Meteorologi.Pada tahun 2003 suhu udara rata-rata berkisar antara 23,9-32 Celsius, 24,04-32,60 Celsius (2004), 22,44-33,65 Celsius (2005), 26,4-28,9 Celsius (2006) dan 21,2-35,5 Celsius (2007). Pada tahun 2007, curah hujan terbesar jatuh pada bulan April dengan jumlah curah hujan 540 mm3. Sedangkan kelembaban udara tahun 2007 rata-rata 80%, kecepatan angin rata-rata 20 km/jam dengan arah terbesar dari arah barat laut, serta tekanan udara rata-rata di permukaan laut sebesar 1009 mbar dan di daratan sebesar 1007,5 mbar.Kota Palembang merupakan ibukota Propinsi Sumatera Selatan, yang terdiri dari enam belas kecamatan, yaitu Kec. Ilir Timur 1, Ilir Timur II, ILir Barat 1, Ilir Barat II, Seberang Ulu I, Seberang Ulu II, Sukarame, Sako, Bukit Kecil, Gandus, Kemuning, Kalidoni, Plaju, Kertapati, Alang-Alang Lebar dan Sematang BorangKota palembang berbatasan dengan daerah-daerah sebagai berikut :1. Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Pangkalan Benteng, Desa Gasing, dan kenten laut kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin.2. Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Bakung Kecamatan Inderalaya Kabupaten. Ogan Ilir dan Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim.3. Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Balai Makmur Kecamatan Banyuasin 1, Kabupaten Banyuasin.4. Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Sukajadi Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin.Semakin hari Kota Palembang mengalami kepadatan penduduk yang sangat besar dari tahun ke tahun hal ini juga berdampak semakin banyaknya kendaraan yang digunakan sebagai aktivitas manusia, hal ini pun bertambah parah akibat asap buangan dari kendaraan bermotor yang semakin menimbulkan polusi udara, hal itu terlihat sepanjang Jalan Sudirman di Palembang. Semakin bertambahnya jumlah kendaraan bermotor di Kota Palembang mengakibatkan semakin rusaknya kualitas udara. Padahal udara itu merupakan unsur pertama untuk kelangsungan peri kehidupan manusia di muka bumi.Banyaknya polusi udara yang diakibatkan oleh banyaknya kendaraan bermotor di Kota Palembang dapat terlihat pada tabel berikut :

Tabel Jumlah Kendaraan BermotorKendaraan bermotor berdasarkan jenis, menurut lokasi dan waktu penelitian pada simpang empat sampel di kota Palembang tahun 2011 (1 jam)

LokasiPagiSiangSoreJumlahRata-Rata

Roda2Roda4UmumRoda2Roda4UmumRoda2Roda4Umum

Sp Jakabaring708030368587164238878676202550522320043556

Sp Air Mancur9402540613261082448661458886258321338493145479

Sp Rs.Charitas4740380457045423072564766846621098307203413

Sp Sekip354620343123702257943253043402486217972422

Sp Polda714034385165550252030081364734462327963644

Sp KM 12330619624083396198038448841992312186242069

Jumlah352141968039903517817405392442474231724218

Rata-rata586932806655863290165470793862703

Sumber : Hasil penelitian Suwandi W , 2011

Kualitas lingkungan hidup yang semakin menurun telah mengancam kelangsungan perikehidupan manusia, hewan (fauna) juga tumbuh-tumbuhan (flora). Fakta ini menghadapkan kita pada urgensi melakukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup secara serius, konsisten dan konsekuen. Sebab, sebagaimana diamanatkan Pasal 65 UU 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan hidup, setiap orang berhak untuk berperan dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sesuai dengan peraturan perundang-undangan.Salah satu dimensi kerusakan kualitas lingkungan hidup adalah pencemaran udara, utamanya yang disebabkan oleh kegiatan manusia. Misalnya aktivitas transportasi, industri, dan aneka pembakaran (kompor, perokok, membakar sampah, membakar hutan dan lain-lain), yang selama ini masih belum dianggap sebagai sesuatu yang membahayakan lingkungan hidup.Padahal, tidak sedikit moda transportasi yang menyebar polusi dan berakibat pencemaran udara. Demikian juga aktivitas pembakaran yang dilakukan baik secara korporasi (industri) maupun secara individu maupun kelompok masyarakat (perokok dan membakar sampah, bahkan hutan).Akibatnya, udara yang mengandung sekitar 78 persen Nitrogen, 20 persen Oksigen, 0,93 persen Argon, 0,03 persen Karbon Dioksida (CO2) dan sisanya Neon (Ne), Helium (He), Metan (CH4) dan Hidrogen (H2) sebagai asupan kehidupan di bumi menjadi rusak. Gejalanya antara lain dapat dirasakan di kota-kota besar yang didominasi oleh asap moda otomotif, berbaur dengan aneka sisa pembakaran baik secara korporasi (industri dll), maupun secara individu dan kelompok masyarakat (perokok dan pembakaran sampah). Ada rasa tidak nyaman saat menghirup udara di lingkungan perkotaan yang ditengarai telah tercemar, terutama di Jakarta.Kita dapat membedakan antara kondisi sekarang dan masa lalu. Masa lalu, saat otomotif serta aktivitas aneka pembakaran belum membanjiri kehidupan kota, sangat kontradiksi dengan saat ini yang diwarnai dengan membanjirnya moda otomotif dan aktivitas aneka pembakaran. Bila kondisi ini tidak diupayakan pencegahannya, diyakini lingkungan hidup sebagai kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia akan semakin rusak. Kita tidak bisa lagi berharap keharmonisan aspek lingkungan hidup, sosial, dan ekonomi untuk menjamin keutuhan lingkungan hidup serta keselamatan, kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup generasi mendatang.Karenanya, demi tetap lestarinya lingkungan hidup sangat diperlukan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup secara sistematis, terpadu dan menyeluruh yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan, dan penegakan hukum. Salah satu diantaranya lewat upaya mencegah pencemaran udara di lingkungan kita masing-masing. Akhir-akhir ini banyak bermunculan kendaraan bermotor di jalan raya, dan juga semakin bertambahnya angkutan umum di jalan raya yang membawa pengaruh besar terhadap lingkungan. Terutama asap kendaraan tersebut dapat mengakibatkan pencemaran udara di lingkungan sekitar kita.Disamping itu, asap kendaraan bermotor juga membawa dampak yang membahayakan bagi kita, terutama pada proses pernapasan manusia. Karena asap tersebut mengandung CO yaitu hasil pembakaran yang tidak sempurna, sehingga dapat mengganggu proses pernapasan bagi manusia.

B. Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:1. Apa pengertian polusi udara?2. Apa bahaya polusi udara dari kendaraan bermotor?3. Bagaimana dampak polusi udara dari kendaraan bermotor?4. Bagimana cara mengatasi polusi udara akibat kendaraan bermotor tersebut?

C. Tujuan Sesuai permasalahan di atas, tujuan yang dicapai dalam penelitian ini sebagai berikut:1. Mendeskripsikan pengertian polusi udara.2. Mendeskripsikan bahaya polusi udara dari kendaraan bermotor.3. Menganalisis dampak polusi udara dari kendaraan bermotor.4. Mendeskripsikan cara mengatasi polusi udara dari kendaraan bermotor.

D. Manfaat PenelitianPenelitian ini mempunyai manfaat sebagai berikut.1. Bagi pemerintah, penelitian ini dapat dijadikan sebagai kajian untuk mengurangi aspek-aspek yang dapat menyebabkan polusi udara.2. Menjelaskan dampak yang didapat dari polusi udara kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat mengetahui dampaknya.3. Bagi peneliti, penelitian ini dapat dijadikan kajian awal tentang lingkungan kota.BAB IIPEMBAHASAN

A. Pengertian Polusi Udara1. Pengertian Pencemaran Udara secara UmumPencemaran Udara adalah kondisi udara yang tercemar dengan adanya bahan, zat-zat asing atau komponen lain di udara yang menyebabkan berubahnya tatanan udara oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam, sehingga kualitas udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya. Pencemaran udara mempengaruhi sistem kehidupan makhluk hidup seperti gangguan kesehatan, ekosistem yang berkaitan dengan manusia. Jenis-jenis pencemaran udara:a. Menurut bentuk : Gas, Pertikelb. Menurut tempat : Ruangan (indoor), udara bebas (outdoor)c. Gangguan kesehatan : Iritansia, asfiksia, anetesia, toksisd. Menurut asal : Primer, sekunder

Bahan atau zat pencemaran udara dapat berbentuk gas dan partikel. Pencemaran udara berbentuk gas dapat dibedakan menjadi :a. Golongan belerang terdiri dari Sulfur Dioksida (SO2), Hidrogen Sulfida (H2S) dan Sulfat Aerosol.b. Golongan Nitrogen terdiri dari Nitrogen Oksida (N2O), Nitrogen Monoksida (NO), Amoniak (NH3) dan Nitrogen Dioksida (NO2).c. Golongan Karbon terdiri dari Karbon Dioksida (CO2), Karbon Monoksida (CO), Hidrokarbon .d. Golongan gas yang berbahaya terdiri dari Benzen, Vinyl Klorida, air raksa uap.

Pencemaran udara berbentuk partikel dibedakan menjadi :a. Mineral (anorganik) dapat berupa racun seperti air raksa dan timah.b. Bahan organik terdiri dari ikatan hidrokarbon, klorinasi alkan, Benzen.c. Makhluk hidup terdiri dari bakteri, virus, telur cacing.

Pencemaran udara menurut tempat dan sumbernya dibedakan menjadi dua, yaitu:a. Pencemaran udara bebas (Out door air pollution), sumber pencemaran udara bebas: alamiah, berasal dari letusan gu