POLA KOMUNIKASI PEMBINAAN MENTAL POLRI DALAM baik di waktu bekerja maupun waktu kegiatan lain,...

download POLA KOMUNIKASI PEMBINAAN MENTAL POLRI DALAM baik di waktu bekerja maupun waktu kegiatan lain, disiplin

of 96

  • date post

    08-Jan-2020
  • Category

    Documents

  • view

    6
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of POLA KOMUNIKASI PEMBINAAN MENTAL POLRI DALAM baik di waktu bekerja maupun waktu kegiatan lain,...

  • 1

    POLA KOMUNIKASI PEMBINAAN MENTAL POLRI

    DALAM MENINGKATKAN KINERJA PERSONIL

    DI MARKAS KEPOLISIAN DAERAH

    SUMATERA UTARA

    SKRIPSI

    Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas Dan

    Memenuhi Syarat-Syarat Mencapai Gelar

    Sarjana Sosial (S. Sos)

    Oleh :

    IRFANDI CAHYONO

    NIM : 11144004

    Program Studi: Komunikasi Dan Penyiaran Islam

    FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI

    UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

    SUMATERA UTARA

    MEDAN

    2018

  • 2

  • 3

  • 4

  • i

    POLA KOMUNIKASI PEMBINAAN MENTAL POLRI

    DALAM MENINGKATKAN KINERJA PERSONIL DI

    MARKAS KEPOLISIAN DAERAH SUMATERA

    UTARA

    IRFANDI CAHYONO

    NIM : 11.14.4.004

    Fakultas : Dakwah dan Komunikasi

    Jurusan : Komunikasi dan Penyiaran Islam

    Pembimbing I : Dr. Hj. Nurhanifah, MA

    Pembimbing II : Irma Yusriani Simamora, MA

    ABSTRAKSI

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pola Komunikasi Pembinaan

    Mental Polri dalam Meningkatkan Kinerja Personil di Markas Kepolisian Daerah

    Sumatera Utara, untuk mengatahui bentuk pembinaan mental polri dalam

    meningkatkan kinerja personil di Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara dan

    untuk mengetahui hasil dan kendala pembinaan mental Polri dalam Meningkatkan

    Kinerja Personil di markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara.

    Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan kualitatif

    yang menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis atau lisan.

    Teknik pengumpulan data memakai wawancara, observasi partisipan dan

    dokumentasi. Oleh sebab itu peneliti mengumpulkan data-data yang di dapat dari

    informan penelitian. Kemudian dikembangkan didalam hasil penelitian dan

    pembahasan.

    Hasil penelitian ini menunjukkan pola komunikasi pembinaan mental ini

    adalah pola komunikasi roda dan pola komunikasi pembangunan. Bentuk

    pembinaan mental Polri yang digunakan adalah dengan cara pembinaan dalam

    administrasi, pembinaan rohani, mental dan pembinaan kesamaptaan jasmani.

    Hasil dari pembinaan mental Polri dalam meningkatkan kinerja personil adalah

    adanya gerakan penyantunan anak yatim, adanya kesadaran para Personil untuk

    melaksanakan shalat sunnah duha secara rutinitas setiap harinya, disiplin waktu

    baik di waktu bekerja maupun waktu kegiatan lain, disiplin dalam bekerja dan

    puasa sunah pada hari-hari yang telah disunahkan oleh Nabi Muhammad Saw.

    Adapun yang masih menjadi kendala dalam pembinaan mental Polri adalah

    terganggu tugas anggota Polri, belum tertarik untuk mengikuti pembinaan dan

    belum termotivasi dalam mengikuti pembinaan.

    i

  • 2

    KATA PENGANTAR

    Alhamdulillahirabbil alamin, segala puji dan syukur penulis ucapkan

    kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta taufik-Nya kepada

    penulis sehingga skripsi ini dapat diselasaikan dengan sebaik-baiknya.

    Selanjutnya shalawat dan salam terhadap junjungan kita Rasulullah SAW yang

    telah mengemban risalah Islam sebagai pedoman hidup yang paling sempurna

    untuk keselamatan bagi umat manusia dan rahmat bagi alam semesta.

    Skripsi ini dimaksud untuk memenuhi tugas-tugas dan melengakapi syarat-

    syarat dalam mencapai gelar Sarjana Sosial Islam (S.Sos) Fakultas Dakwah dan

    Komunikasi yang berjudul: Pola Komunikasi Pembinaan Mental Polri Dalam

    Meningkatkan Kinerja Personil Di Markas Kepolisian Daerah Sumatera

    Utara.

    Dalam proses pembuatan skripsi ini penulis banyak mendapat bimbingan

    dan motivasi dari berbagai pihak sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan

    sebaik-baiknya. Dalam hal ini wajar kiranya penulis mengucapkan terima kasih

    kepada:

    1. Teristimewa kepada ayahanda Aidir dan Ibunda Syamsurilas tercinta yang

    terus mendoakan dan memberikan dukungan dan semangat untuk melanjutkan

    pendidikan. Semoga Allah SWT memberikan pahala dan surganya

    dikemudian hari kelak. Amiin

    2. Kepada Bapak Rektor UIN Sumatera Utara Medan Prof. Dr. Saidurrahman

    M.A dan Wakil Rektor I, II, dan III UIN Sumatera Utara Medan serta segenap

    ii

  • 3

    jajarannya yang telah memberikan kemudahan sehingga penulis dapat belajar

    dengan baik sampai akhirnya dapat menelesaikan skripsi ini dengan baik.

    3. Kepada Bapak Dr. Soiman M.Si selaku Dekan fakultas Dakwah dan

    Komunikasi yang telah memberikan kasempatan untuk penulis meraih gelar

    sarjana di fakultas Dakwah UIN-SU.

    4. Terima kasih penulis ucapkan kepada dosen pembimbing I Ibu Dr. Hj.

    Nurhanifah, MA dan dosen Pembimbing II Ibu Irma Yusriani Simamora, MA

    yang telah meluangkan waktunya guna memberikan bimbingan, bantuan,

    pengarahan, serta perbaikan terhadap penulisan skripsi ini.

    5. Terima kasih penulis ucapkan kepada Ketua Jurusan Komunikasi Penyiaran

    Islam Bapak Dr. Muktarudin, MA dan Sekretarisnya Bapak Winda Kustiawan,

    MA yang telah memberikan kemudahan dalam pengurusan administrasi

    sehingga skripsi ini selesai.

    6. Bapak dan Ibu Dosen serta segenap Civitas Akademika Fakultas Dakwah dan

    Komunikasi UIN Sumatera Utara Medan yang selama ini telah membantu

    penulis dalam menyelesaikan Gelar Sarjana S1.

    7. Terima Kasih kepada Bapak Kombes Pol Drs. IK. Suardana sebagai Kepala

    Biro Sumber Daya Manusia Kepolisian Daerah Sumatera Utara dan berserta

    jajaran Personil yang selama ini telah mengizinkan serta membantu penulis

    untuk melakukan penelitian sehingga skripsi ini selesai.

    8. Terima Kasih kepada sahabat saya yaitu Syahriansyah, Ahmad Fahrulrozi,

    Putra Boangmanalu, Idrus Saleh Nasution yang selalu mendukung dan

    memberikan motivasi dan terima kasih kepada Keluarga Besar KPI-B

    angkatan 2014 fakultas Dakwah UIN SU yang telah banyak memberikan

    iii

  • 4

    bantuan berupa tenaga, pikiran dan selalu mewarnai hari-hari penulis dengan

    canda, tawa dan tali persahabatan yang sangat berarti dan teman-teman

    Kelompok KKN 54 Desa Kepala Sungai 2017 yang telah memberikan

    semangat kepada penulis. Terima kasih juga kepada teman-teman organisasi

    Sepak Bola Fakultas Dakwah UIN SU. Semoga Allah membalas semua

    kebaikan yang mereka perbuat kepada penulis.

    9. Terima kasih kepada Abang/Kakak Ipar yaitu Zainal Efendi dan Yuli yang

    telah sudi kiranya menerima saya untuk tinggal bersama mereka selama

    perkuliahan ini.

    Semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan bagi

    penulis pada khususnya. Sebagai buah karya yang pertama dan sembari

    mengharapkan ridho Allah SWT atas usaha-usaha baik yang sudah maupun yang

    belum kita lakukan. Amin.

    Medan, 7 November 2018

    Peneliti

    IRFANDI CAHYONO

    NIM: 11. 14.4. 004

    iv

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah

    Komunikasi adalah prasyarat kehidupan manusia. Kehidupan manusia

    tampak hampa atau tiada sama sekali apabila tidak ada komunikasi. Karena tanpa

    komunikasi, interaksi antarmanusia, baik antara perorangan, kelompok, atau

    organisasi tidak mungkin dapat terjadi. Dua orang dikatakan melakukan interaksi

    apabila masing-masing melakukan aksi dan reaksi. Aksi dan reaksi yang

    dilakukan manusia ini, baik perorangan, kelompok, ataupun organisasi. 1

    Komunikasi suatu hal yang tidak bisa terpisahkan dalam keseharian seorang

    manusia.

    Pada dasarnya manusia telah melakukan tindakan komunikasi sejak lahir.

    Tindakan komunikasi ini terus-menerus terjadi selama proses kehidupannya.

    Dengan demikian, komunikasi dapat di ibaratkan sebagai urat nadi kehidupan

    manusia. Kita tidak dapat membayangkan bagaimana bentuk dan corak kehidupan

    manusia di dunia ini seandainya saja jarang atau hampir tidak ada tindakan

    komunikasi antara satu orang, sekelompok orang dengan orang, dan kelompok

    orang lainnya.

    Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sebagai organisasi yang

    besar dan kompleks dilihat dari kedudukan, tugas pokok dan fungsinya, luas

    wilayah kepulauan, jumlah penduduk dan lain sebagainya, dituntut memiliki

    kemampuan teknis yang diperoleh melalui pendidikan dan latihan serta

    1 Rochajat Harun dan Elvinaro Ardianto, Komunikasi Pembangunan dan Perubahan

    Sosial, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2012), hlm. 19.

    1

  • 2

    pengalaman. Dalam bab III pasal 21 Undang-Undang No.2 Tahun 2002, tentang

    Kepolisian Negara Republik Indonesia, disebutkan bahwa untuk memperkokoh

    profesi dan sumber daya kepolisian perlu dirumuskan adanya kebijaksanaan

    teknis kepolisian yang mengatur dan mengikat seluruh unsur-unsur pengemban

    fungsi kepolisian, baik fungsi kepolisian umum (Polri) maupun pengemban fungsi

    kepolisian khusus. Kepolisian Khusus merupakan instansi atau badan pemerintah

    yang kuasa atas undang-undang (peraturan perundang-undangan) diberi

    wewenang untuk melaksanakan fungsi kepolisian di bidang teknisnya masing-

    mas