Pneumonia torak

download Pneumonia torak

of 117

  • date post

    19-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    52
  • download

    0

Embed Size (px)

description

kesehatan

Transcript of Pneumonia torak

  • PNEUMONIADr. NILAS WARLEM,SpP

  • DEFINISIPneumonia adalah infeksi parenkim paru. Dulu disebut juga pneumonitis. Akan tetapi dewasa ini istilah pneumonitis dipakai untuk peradangan paru yang disebabkan oleh non mikroorganisme. Misalnya disebabkan oleh bahan kimia, radiasi, bahan toksik dll.

  • ETIOLOGIPneumonia dapat disebabkan oleh berbagai macam mikroorganisme yaitu :Bakteri, Virus, Jamur dan Protozoa.Akan tetapi tidak selalu penyebab dari pneumonia dapat diidentifikasi.Tiga puluh sampai 65% dari pneumonia tidak bisa dipastikan penyebabnya walaupun telah dilakukan kultur sputum dan darah.

  • SEAMIC Health Statistic 2001, pneumonia dan influenza penyebab kematian nomor 6 di Indonesia dan Thailand, nomor 7 di Malaysia, nomor 3 di Singapura dan Vietnam. WHO 1999, penyebab kematian tertinggi akibat penyakit infeksi di dunia adalah infeksi saluran pernapasan akut, termasuk pneumonia dan influenza. Pneumonia komuniti merupakan penyebab kematian utama akibat infeksi pada orang dewasa di Amerika Serikat, angka kematian 15%

  • Percabangan bronchus dan alveolus

  • BakteriStreptokokkus pneumoniaeStafilokokus aureusStafilokokus piogenesKlebsiella pneumonia (Friedlander bacillus)Escherichia ColiPseudomonas aeruginosa

  • 2. Virus InfluenzaPara influenzaRSV (respiratory syncytial virus)Adenovirus

  • 3. Jamur Actinomyces israeliAspergillus fumigatusHistoplasma capsulatum

  • 4. Protozoa Pneumocystis carinii(sering pada penderita AIDS)Toxoplasma gondii

  • FAKTOR RESIKO PNEUMONIAUmur > 65 tahunTinggal di rumah perawatan tertentu (panti jompo)Alkoholismus : meningkatkan resiko kolonisasi kuman, mengganggu refleks batuk, mengganggu transport mukosiliar dan gangguan terhadap pertahanan sistem seluler

  • Malnutrisi : menurunkan immunoglobulin A dan gangguan terhadap fungsi makrofag.Kebiasaan merokok juga mengganggu transport mukosiliar dan sistem pertahanan selular dan humoral.Keadaan kemungkinan terjadinya aspirasi misalnya gangguan kesadaran, penderita yang sedang diintubasi

  • Adanya penyakit penyakit penyerta : PPOK, kardiovaskuler, DM, gangguan neurologis.Trakeostomi, bedah abdominal/torak,fraktur tulang iga.Infeksi saluran nafas bagian atas : + 1/3 pneumonia didahului oleh infeksi saluran nafas bagian atas / infeksi virus

  • PATOGENESAPneumonia terjadi bila kuman masuk parenkim paru, berkembang biak dan menimbulkan peradangan. Masuknya kuman ke jaringan paru :Aspirasi sekret orofaring yang mengandung kumanInhalasi dari aerosol yang mengandung kuman

  • Penyebaran melalui aliran darah dari tempat lain di luar paru misalnya endokarditisPenyebaran langsung ke dalam paru :Intubasi trakheaLuka tembus yang mengenai paru

  • Dalam keadaan normal saluran nafas bagian bawah steril. Hal ini disebabkan sistem pertahanan tubuh :Anatomi dari saluran nafas.Cairan yang melapisi mukosa hidung, faring dan saluran nafas bagian bawah.Adanya refleks bersin dan batukSistem transportasi mukosilier dari epitel bronkusSistem pertahanan saluran nafas secara seluler dan humoral

  • Paru selalu terpapar oleh kuman kuman saluran nafas bagian atas (aspirasi) dan juga secara aerosol dari luar. Akan tetapi kenyataannya pneumonia jarang terjadi.

  • ASPIRASIDalam keadaan normal 50% orang orang mengalami aspirasi sekret orofaring pada waktu tidur, terutama pada waktu tidur yang dalam. Angka ini meningkat sampai 70% pada orang orang yang mengalami gangguan kesadaran :Alkoholismus, pecandu narkoba, kejang kejang, stroke dan anestesi umum

  • Teori yang banyak dianut sekarang menyatakan bahwa pneumonia terjadi bila kuman yang telah membentuk koloni di daerah naso orofaring teraspirasi ke dalam paru berkembang biak dan menimbulkan pneumonia.Terjadi aspirasi kuman dalam jumlah yang banyak

  • KOLONISASIUntuk terjadinya kolonisasi kuman di daerah naso orofaring, kuman yang ada disana harus melekat ke sel sel mukosa dan dalam keadaan normal hal ini tidak mudah terjadi.

  • Dalam suatu penelitian kuman kuman Gram negatif jadi mudah melekat pada sel sel mukosa bila terjadi : penurunan fibronectine (sejenis glycoprotein) pada permukaan sel mukosa yang berfungsi menghalangi melengketnya kuman pada permukaan sel mukasa meningkatnya protease (enzim yang merusak fibronectine dalam saliva)

  • BACTERIAL CLEARANCEProses yang mampu mengeliminasi kuman yang telah masuk ke dalam saluran nafas bagian bawah sebelum berkembang biak dan menimbulkan penyakit disebut bacterial clearance

  • Proses bacterial clearance meliputi :Kemampuan mengeluarkan kuman dari paruKemampuan memfagositosis dan membunuh kumanKecepatan kuman berkembang biak

  • Faktor faktor yang menentukan bacterial clearance adalah :Besarnya inokolum dari kumanVirulensi dari kumanStatus pertahanan host (tuan rumah)

    Dapat disimpulkan : terjadi atau tidaknya pneumonia tergantung kepada berhasil atau gagalnya bacterial clearance ini

  • INOKULUM KUMANBesarnya inokulum kuman yang bisa menimbulkan penyakit pada manusia belum diketahui.Percobaan binatang : S. aureus 105 akan dibersihkan dalam 4 jam. S. aureus 106 akan dibersihkan dalam 8 jam.S. aureus 108 tidak bisa dibersihkan, kuman akan berkembang biak dan akan membunuh binatang percobaan.

  • VIRULENSI KUMANKuman kuman berbeda kemampuannya dalam berkembang biak dan merusak jaringan paru, hal ini berhubungan dengan ada atau tidaknya faktor virulensi.Faktor virulensi yang paling penting adalah kapsul mukopolisakarida dari kuman; kapsul ini mencegah fagositosis oleh makrofag dan netrofil.

  • STATUS PERTAHANAN TUAN RUMAHBila kuman sudah masuk ke dalam saluran nafas bagian bawah maka yang berperanan adalah sistem transport mukosilier, makrofag, faktor humoral immunoglobulin dan surfaktan.

    Silia dari epitel mukosa bronkus makin ke perifer akan makin berkurang. Satu sel rata - rata mempunyai 200 silia. Silia bergerak 1000 kali permenit ke atas cepat, ke bawah lambat.

  • KLASSIFIKASI PNEUMONIAKlassifikasi pneumonia secara garis besar dapat dibagi :Berdasarkan klinis dan epidemiologisPneumonia komuniti (Community Acquired Pneumonia = CAP)Pneumonia Nosokomial (Hospital Acquired Pneumonia)Pneumonia AspirasiPneumonia pada penderita Immunocompromised

  • Berdasarkan bakteri penyebabPneumonia tipikal : akut, demam tinggi, menggigil, batuk produktif, nyeri dada.Radiologis lobar atau segmental, leukositosis, bakteri Gram positif. Biasanya disebabkan bakteri ekstraseluler, S. pneumonia, S. piogenes dan H. influenza.

  • Pneumonia Atipikal : tidak akut, demam tanpa menggigil, batuk kering, sakit kepala, nyeri otot, ronkhi basah yang difus, leukositosis ringan. Penyebab biasanya; Mycoplasma pneumoniae, Legionella pneumophila, Chlamydia pneumoniae Pneumonia Virus Jamur

  • Berdasarkan predileksi lokasi / luasnya infeksi :Pneumonia LobarisBronkopneumoniaPneumonia Interstitialis

    Pada umumnya klassifikasi yang banyak/sering dipakai adalah : Pneumonia Komuniti (CAP) Pneumonia Nosokomial

  • PNEUMONIA KOMUNITIPneumonia yang didapat di masyarakat (di luar rumah sakit) yang merupakan masalah kesehatan yang menimbulkan angka kesakitan dan angka kematian yang tinggi di dunia.

    Penyebab terbanyak selama ini adalah S. pneumonia.Pneumokokkus terdapat 20 40% di daerah nasofaring orang normal.

  • PATOLOGIKuman yang telah masuk ke dalam parenkim paru akan berkembang biak dengan cepat masuk ke dalam alveoli dan menyebar ke alveoli - alveoli lain melalui pori interalveolaris dan percabangan bronkus.Selanjutnya pneumonia karena pneumokokkus ini akan mengalami 4 stadium yang overlapping; Stadium engorgment, Stadium hepatisasi merah, Stadium hepatisasi kelabu dan Statium resolusi.

  • Stadium Engorgment/kongestikapiler di dinding alveoli mengalami kongesti dan alveoli berisi cairan oedem. Bakteri berkembang biak tanpa hambatanStadium Hepatisasi Merahkapiler yang telah mengalami kongesti disertai dengan diapedesis dari sel - sel eritrosit /kongesti

  • Stadium Hepatisasi Kelabualveoli dipenuhi oleh eksudat dan kapiler menjadi terdesak dan jumlah leukosit meningkat. Dengan adanya eksudat yang mengandung leukosit ini maka perkembang biakan kuman menjadi terhalang bahkan kuman kuman pada stadium ini akan di fagositosis. Pada stadium ini akan terbentuk antibodi.

  • Stadium ResolusiDicapai bila tubuh berhasil membinasakan kuman. Makrofag akan terlihat dalam alveoli beserta sisa sisa sel. Yang khas adalah tidak adanya kerusakan dinding alveoli dan jaringan interstitial. Arsitektur paru kembali normal

  • Luasnya jaringan paru yang terkena selain tergantung kepada jumlah dan virulensi kuman, daya tahan tubuh juga tergantung kepada :Kemampuan / kecenderungan kuman untuk merangsang timbulnya cairan oedem yang banyak.S. pneumoniaeCairan oedem banyakPneumonia Lobaris

  • Pada pneumonia karena :Stafilokokus piogenesKlebsiella pneumoniae (Friedlanders basillus)cenderung terjadi kerusakan jaringan nekrosis parenkim paru sehingga sering terjadi Abses paru dan empiema

  • Friedlanders pneumonia :Sering mengenai lobus atas atau lebih dari satu lobusBisa berbentuk fibrokavernosa sehingga menyerupai TB paru

  • PNEUMONIA NASOKOMIALPneumonia nasokomial hospital aquiret pneumoni (HAP) adalah pneumoni yang terjadi setelah pasien 48 jam dirawat di RS dansingkirkan infeksi sebelum masuk RSEtiologi dapat disebabkan oleh kuman multi drug resisten (MDR) seperti: pseudomonas aurogenosa, escherichia coli, acinebacter spp, metichilin resistance stapilococus aureus (MRSA),anaerob (aspirasi).

  • PATOGENESAPada prinsipnya sama dengan penumoni komuniti : AspirasiInhalasiHematogenikPenyebaran langsungAspirasi pneumoni cara terbanyak seper