Pneumonia Case

download Pneumonia Case

of 29

  • date post

    04-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    28
  • download

    1

Embed Size (px)

description

bahan tentang pneumonia

Transcript of Pneumonia Case

Case Report SessionPneumonia

Oleh :

Yeap Chen Pan0810314161Preseptor :

Dr. Gustina Lubis, Sp.A(K)BAGIAN ILMU KESEHATAN ANAK

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS

RSUP DR M DJAMIL PADANG

2015BAB I

PENDAHULUANA. Latar Belakang

Pneumonia (infeksi pada parenkim paru) pada anak-anak umumnya ditemui dalam praktek sehari-hari, dan anak-anak yang sehat biasanya melakukannya dengan baik dengan pengobatan rawat jalan. Hal ini penting, namun, untuk mengenali anak-anak yang berisiko atau yang sudah mengalami pneumonia berat atau rumit dan untuk memonitor dan memperlakukan mereka. Pneumonia biasanya dapat didiagnosis secara klinis, meskipun radiografi mungkin berguna untuk menguatkan temuan klinis atau mengidentifikasi komplikasi. Pilihan antibiotik adalah penting, dan dokter yang merawat harus mempertimbangkan organisme lazim, usia anak, dan adanya faktor risiko untuk organisme atipikal atau resisten. Kadang-kadang, dalam kasus yang lebih berat atau rumit, rawat inap mungkin diperlukan untuk menyediakan intravena (IV) antibiotik, cairan, oksigen, dan langkah-langkah pendukung lainnya dan untuk memfasilitasi prosedur invasif diperlukan untuk mendiagnosa dan mengobati komplikasi. Untungnya , imunisasi yang tepat dan kebersihan pribadi yang tepat dapat pergi jauh dalam mencegah pneumonia.1 Pneumonia merupakan salah satu indikator keberhasilan program pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan seperti tertuang dalam Rencana Strategis Kementrian Kesehatan tahun 2010-2014. Dan ditargetkan presentase penemuan tatalaksana penderita pneumonia balita pada tahun 2014 adalah sebesar 100%.

Tujuan Pembangunan Milenium (MDG) ke- 4 (mengurangi Angka Kematian Anak) hanya dapat dicapai melalui upaya-upaya intensif yang fokus pada penyebab utama kematian anak, yaitu: pneumonia, diare, malaria, kekurangan gizi, dan masalah neonatal. Diperkirakan dari 8,8 juta kematian anak di dunia pada tahun 2008, 1,6 juta adalah akibat Pneumonia dan 1,3 juta karena diare. Kematian karena penyakit ini sangat terkait dengan kekurangan gizi, kemiskinan dan kurangnya akses perawatan kesehatan. Lebih dari 98% kematian pneumonia dan diare pada anak-anak terjadi di 68 negara berkembang.2BAB IIPNEUMONIA

2.1 DEFINISI

Menurut WHO (2009), Pneumonia adalah proses infeksi akut yang meliputi alveolus dan jaringan interstitial. Pneumonia didefinisikan berdasarkan gejala dan tanda klinis, serta perjalanan penyakitnya. World Health Organization (WHO) mendefinisikan pneumonia hanya berdasarkan penemuan klinis yang didapat pada pemeriksaan inspeksi dan frekuensi pernafasan. Berbagai mikroorganisme dapat menyebebkan pneumonia, antara lain virus, jamur, dan bakteri.3Menurut Widagdo (2012), pneumonia adalah suatu proses inflamasi pada alveoli paru-paru disebabkan oleh mikroorganisme dan non-mikroorganisme yaitu aspirasi makanan, isi lambung, hidrokarbon, bahan lipoid, reaksi hipersansititas, imbas obat dan radiasi.42.2 ETIOLOGISebagian besar pneumonia disebabkan oleh mikroorganisme (virus/bakteri) dan sebagian kecil disebaban oleh hal lain misalnya bahan kimia (hidrokarbon, lipoid sistances)/ benda asing yang teraspirasi.

Pola kuman penyebab pneumonia biasanya berbeda sesuai dengan distribusi umur pasien. Sebagian besar kasus pneumonia disebabkan oleh virus, sebagai penyebab tersering adalah respiratory synctial virus (RSV), parainfluenza virus, influenza virus dan adenovirus. Secara umum bakteri yang berperan penting dalam pneumonia adalah Streptococcus pneumonia, Haemophillus influenze, Staphyloccocus aureus, Streptococcus group B, serta kuman atipik lamidia dan mikroplasma. 5Pada masa neonatus Streptococcus group B dan Listeriae monocytogenes merupakan penyebab pneumonia paling banyak. Virus adalah penyebab terbanyak pneumonia pada usia prasekolah dan berkurang dengan bertambahnya usia. Selain itu Streptococcus pneumonia merupakan penyebab paling utama pada pneumonia bacterial. Mycoplasma pneumoniae dan Chlamydia pneumoniae merupakan penyebab yang sering didapatkan pada anak diatas 5 tahun. 5Table 1. Mikroorganisme penyebab pneumonia menurut umurUsia Etiologi yang sering Etiologi yang jarang

Lahir 20 hari Bakteri Bakteri

E. colli Bakteri anaerob

Streptoccus group B Streptoccous group D

Listeria monocytogenes Haemophilllus influenzae

Streptococcus pneumoniae

Ureaplasma urealyticum

Virus

Virus sitomegalo

Virus Herpes simpleks

3 minggu 3 bulan Bakteri Bakteri

Chlamydia trachomatis Bordetella pertusis

Streptococcus pneumoniae Haemophilus influenzae tipe B

Virus Moraxella catharalis

Virus Adeno Staphylococcus aureus

Virus Influenza Ureaplasma urealyticum

Virus Parainfluenza 1,2,3 Virus

Respiratory Syncytial Virus Virus sitomegalo

4 bulan 5 tahun Bakteri Bakteri

Chlamydia pneumoniae Haemophillus influenzae tipe B

Mycoplasma pneumoniae Moraxella catharalis

Streptococcus pneumoniae Neisseria meningitidis

Virus Staphylococcus aureus

Virus Adeno Virus

Virus Influenza Virus Varisela-Zoster

Virus Parainfluenza

Virus Rino

Respiratory Syncytial virus

5 tahun remaja Bakteri Bakteri

Chlamydia pneumoniae Haemophillus influenzae

Mycoplasma pneumoniae Legionella sp

Streptococcus pneumoniae Staphylococcus aureus

Virus

Virus Adeno

Virus Epstein-Barr

Virus Influenza

Virus Parainfluenza

2.3 KLASIFIKASI1. Berdasarkan klinis dan epidemiologis 8a. Pneumonia Komuniti (community-acquired pneumonia)

Jenis yang paling umum dari pneumonia , disebabkan oleh bakteri, virus, dan organisme lain yang didapat dari luar rumah sakit atau layanan kesehatan lainnya.

b. Pneumonia Nosokomial (hospital-acquired pneumonia/Nosocomial pneumonia).Pneumonia Nasokomial ( HAP ) terjadi setidaknya 48 jam setelah seseorang telah dirawat di rumah sakit . Hal ini dapat disebabkan oleh bakteri dan organisme lain yang biasanya berbeda dari Pneumonia Komuniti. HAP biasanya lebih serius daripada CAP karena bakteri dan organisme bisa lebih sulit untuk mengobati , dan karena orang-orang yang mendapatkan HAP sudah sakit

c. Pneumonia Aspirasi.Pneumonia aspirasi terjadi ketika cairan atau iritasi lainnya yang terhirup ke paru-paru. Jenis yang paling umum dari pneumonia aspirasi disebabkan oleh menghirup isi perut setelah muntah . Orang-orang dengan masalah medis (misalnya stroke, ALS) yang mempengaruhi menelan berada pada peningkatan risiko dari jenis pneumonia.

d. Pneumonia pada penderita immunocompromised.Pneumonia oportunistik terjadi pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah (misalnya orang dengan AIDS, kanker , transplantasi organ). Organisme yang biasanya tidak berbahaya bagi orang dengan sistem kekebalan tubuh yang sehat menyebabkan suatu infeksi.

2. Berdasarkan agen penyebaba. Pneumonia Bakterial / tipikal adalah pneumnia yang dapat terjadi pada semua usia. Beberapa kuman mempunyai tendensi menyerang seorang yang peka misalnya klebisela pada penderita alkoholik dan staphylococcus pada penderita pasca infeksi influenza.b. Pneumonia atipikal adalah pneumonia yang disebabkan oleh Mycoplasma, Legionella dan Chlamydia

c. Pneumonia virus

d. Pneumonia jamur adalah sering merupakan infeksi sekunder. Predileksi terutama pada penderita daya tahan tubuh lemah (immunocompromised)3. Klasifikasi pneumonia berdasarkan predileksi infeksia. Pneumonia lobaris adalah pneumonia yang terjadi pada satu lobus atau segmen dan kemungkinan disebabkan oleh adanya obstruksi bronkus, misalnya pada aspirasi benda asring atau adanya proses keganasan. Jenis pneumonia ini jarang terjadi pada bayi dan orang tua dan sering pada pneumonia bakterial.b. Bronkopneumonia adalah pneumonia yang ditandai dengan adanya bercak-bercak infiltrat pada lapang paru. Pneumonia jenis ini sering terjadi pada bayi dan orang tua, disebabkan oleh bakteri maupun virus dan jarang dihubungkan dengan obstruksi bronkus.c. Pneumonia interstisial2.4 PATOFISIOLOGI Sebagian besar pneumonia timbul melalui aspirasi kuman atau penyebaran langsung kuman dari saluran respiratorik atas. Hanya sebagian kecil merupakan akibat sekunder dari viremia/bakteremia atau penyebab dari infeksi intra abdomen. Dalam keadaan normal saluran respiratorik bawah mulai dari sublaring hingga unit terminal adalah steril. Paru terlindung dari infeksi melalui beberapa mekanisme termasuk barier anatomi dan mekanik diantaranya adalah filtrasi partikel di hidung, pencegahan aspirasi dengan refleks epiglottis, ekspulsi benda asing melalui refleks batuk, pembersihan kearah kranial oleh lapisan mukosilier. Sistem pertahanan tubuh yang terlibat baik sekresi lokal immunoglobulin A maupun respon inflamasi sel-sel leukosit, komplemen, sitokin, immunoglobulin, alveolar makrofag dan cell mediated immunity.

Pneumonia terjadi bila satu atau lebih mekanisme diatas mengalami gangguan sehinga kuman patogen dapat mencapai saluran nafas bagian bawah. Inokulasi patogen penyebab pada saluran nafas menimbulkan respon inflamasi akut pada penjamu yang berbeda sesuai dengan patogen penyebabnya.Virus akan menginvasi saluran nafas kecil dan alveoli, umumnya bersifat patchy dan mengenai banyak lobus. Pada infeksi virus ditandai lesi awal berupa kerusakan silia epitel dengan akumulasi debris ke dalam lumen, respon inflamasi awal adalah infiltrasi sel-sel mononuklear ke dalam submukosa dan perivaskular. Sejumlah kecil sel-sel PMN akan didapatkan dalam saluran nafas kecil. Bila proses ini meluas, dengan adanya sejumlah debris dan mucus serta sel-sel inflamasi yang meningkat dalam saluran nafas kecil maka akan menyebabkan obstruksi baik parsial maupun total. Respon inflamasi ini akan diperberat dengan adanya edema submukosa yang mungkin bi