PMK 147/PMK.04/2011 TANGGAL 06 SEPTEMBER 2011 TENTANG KAWASAN BERIKAT

of 25/25
PMK 147/PMK.04/2011 TANGGAL 06 SEPTEMBER 2011 TENTANG KAWASAN BERIKAT Jakarta, 04-05 Oktober 2011
  • date post

    06-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    141
  • download

    6

Embed Size (px)

description

PMK 147/PMK.04/2011 TANGGAL 06 SEPTEMBER 2011 TENTANG KAWASAN BERIKAT. Jakarta, 04-05 Oktober 2011. LATAR BELAKANG. ADANYA PERUBAHAN UU TENTANG KEPABEANAN  UU NO 10/1995 SEBAGAIMANA DIUBAH DENGAN UU NO 17/2006 - PowerPoint PPT Presentation

Transcript of PMK 147/PMK.04/2011 TANGGAL 06 SEPTEMBER 2011 TENTANG KAWASAN BERIKAT

Slide 1

PMK 147/PMK.04/2011TANGGAL 06 SEPTEMBER 2011TENTANG KAWASAN BERIKAT

Jakarta, 04-05 Oktober 2011Integrated Logistics and Transportation System (ILTS)Direktorat Jenderal Bea dan CukaiLATAR BELAKANGADANYA PERUBAHAN UU TENTANG KEPABEANAN UU NO 10/1995 SEBAGAIMANA DIUBAH DENGAN UU NO 17/2006ADANYA PERUBAHAN PP TENTANG TEMPAT PENIMBUNAN BERIKAT PP 33/1996 DIUBAH DENGAN PP 32/2009UPAYA MENGEMBALIKAN FUNGSI KB UNTUK TUJUAN UTAMA EKSPORMENGAKOMODIR MASUKAN DARI STAKE HOLDERMENINGKATKAN PELAYANAN DAN PENGAWASAN KBMENINDAKLANJUTI DIREKTIF PRESIDEN RI (UKP4)PMK 147/PMK.04/2011CONTOH MASUKAN STAKE HOLDER : PERALIHAN DARI KITE KE KB (BARANG2 MENJADI SALDO AWAL KB)MASUKAN DARI : APKB, SEMUA KANWIL, SEMUA DIREKTORAT, RAKERTAS DJBC 2011, UKP4= UNIT KERJA PRESIDEN BIDANG PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN PEMBANGUNANPOKOK-POKOK KEBIJAKAN KBSUSUNAN PMK KAWASAN BERIKATBERISI : 15 BAB dan 59 PASAL , TERDIRI DARI:BAB I KETENTUAN UMUM : 4 Pasal BAB II PENDIRIAN KAWASAN BERIKAT : 9 PasalBAB III PERLAKUAN KEPABEANAN, CUKAI, DAN PERPAJAKAN: 5 PasalBAB IV KEWAJIBAN DAN LARANGAN: 4 PasalBAB V PEMASUKAN DAN PENGELUARAN : 14 PasalBAB VI PEMUSNAHAN DAN PERUSAKAN BARANG : 2 PasalBAB VII SUBKONTRAK : 2 PasalBAB VIII PEMINJAMAN BARANG MODAL : 2 PasalBAB IX PEMBERITAHUAN PABEAN : 1 PasalBAB X PERGUDANGAN DAN KONSOLIDASI BARANG EKSPOR: 2 PasalBAB XI PEMBEKUAN DAN PENCABUTAN IZIN : 6 PasalBAB XII PENGAWASAN : 3 PasalBAB XIII KETENTUAN LAIN-LAIN : 1 PasalBAB XIV KETENTUAN PERALIHAN : 1 PasalBAB XV KETENTUAN PENUTUP : 3 PasalGAMBARAN UMUM ISTILAH KBAAAAABPKB PT APKB merangkap PDKB PT APDKB PT BAPenyelenggara KB PT APengusaha di KB merangkap Penyelenggara di KB (PDKB) PT BPenyelenggara KB sekaligus Pengusaha KB PT AABAAAPMK 147 tahun 2011KMK No. 291 tahun 1997BAB I, Pasal 1, huruf 5,6,7MANAJEMEN RISIKOPELAYANAN DAN PENGAWASAN TPB BERDASARKAN PROFIL DAN KETERSEDIAAN IT PERUSAHAAN PROFIL BAGUS PELAYANAN MAKSIMAL, PENGAWASAN MINIMALPROFIL TIDAK BAGUS PELAYANAN MINIMAL, PENGAWASAN MAKSIMALIMPLEMENTASI BERUPA TPB YANG MENDAPAT STATUS PRIORITAS.

BAB I, Pasal 2 ayat (4).CONTOH KEMUDAHAN (PRIORITAS) : PINTU TAMBAHAN UNTUK BARANG, TIDAK ADA PENGAWASAN PEGAWAI DI LOKASI, CORPORATE GUARANTEE, DLLLOKASI KBKB HARUS BERLOKASI DI KAWASAN INDUSTRI, ATAUKB DAPAT BERLOKASI DI KAWASAN BUDIDAYA YANG DIPERUNTUKKAN BAGI KEGIATAN INDUSTRI:INDUSTRI YG MEMERLUKAN LOKASI KHUSUSINDUSTRI MIKRO & KECILINDUSTRI DI DAERAH YG BLM ADA KAWASAN INDUSTRI ATAU KAVLING INDUSTRINYA SUDAH PENUHSYARAT LUAS LOKASI KB DI KAWASAN BUDIDAYA : MINIMAL 10.000 M2 DALAM SATU HAMPARAN (dapat terdiri dari 1 atau lebih PDKB)KB (DILUAR KAWASAN INDUSTRI) YANG SUDAH ADA SEKARANG DIBERI JANGKA WAKTU SD 31-12-2014 UNTUK MENYESUAIKAN DENGAN PERSYARATAN LOKASI (Pasal 56 Huruf c.)Bab I, Pasal 4- SELARAS DENGAN PP 24/2009 TENTANG KAWASAN INDUSTRI- CONTOH LOKASI KHUSUS : INDUSTRI GALANGAN KAPAL- BELUM ADA KAWASAN INDUSTRI : CONTOH DI BANDUNG, SURAKARTA, SUKOHARJO

Utk membuktikan perusahaan mikro / kecil : diserahkan ke Instansi teknis terkait.Rujukan : UU UMKM 20 TAHUN 2008 TTG USAHA KECIL, MIKRO, MENENGAH:MIKRO : MEMILIKI KEKAYAAN BERSIH 50JT TIDAK TERMASUK TANAH & BANGUNANPENJUALAN TAHUNAN PALING BANYAK 300JUTA

KECIL :MEMILIKI KEKAYAAN BERSIH 50JT-500JT TIDAK TERMASUK TANAH & BANGUNANPENJUALAN TAHUNAN PALING BANYAK 300JUTA-2,5M

JANGKA WAKTU IZIN KBIZIN KB YANG BERLOKASI DI DALAM KAWASAN INDUSTRI BERLAKU SAMPAI DENGAN IZIN USAHA INDUSTRI DAN/ATAU IZIN KB DICABUTIZIN KB YANG BERLOKASI DI LUAR KAWASAN INDUSTRI DIBERI BATASAN JANGKA WAKTU : PENYELENGGARA KB 5 TAHUNPENYELENGGARA KB SEKALIGUS PENGUSAHA KB 3 TAHUN PENGUSAHA DI KB 3 TAHUN

BAB II, Pasal 6UTK DI KAWASAN INDUSTRI SKEP KB TIDAK DICANTUMKAN TANGGAL BERAKHIRNYA.

PERSYARATAN PERUSAHAAN/ ORANG YANG BISA MENGAJUKAN IZIN KBPerusahaan dan/atau penanggung jawab perusahaan yang pernah melakukan tindak pidana kepabeanan dan/atau cukai, dan/atau Perusahaan dan/atau penanggung jawab yang perusahaannya telah dinyatakan pailit oleh pengadilan, tidak dapat diberikan persetujuan sebagai KB selama 10 (sepuluh) tahun terhitung sejak selesai menjalani hukuman pidana dan/atau penetapan pailit.BAB II, Pasal 11Dalam perdirjen : pemohon wajib melampirkan surat pernyataan di atas materaiPERPANJANGAN IZIN KBPERPANJANGAN IZIN DIAJUKAN SEBELUM IZIN BERAKHIR.JIKA IZIN PERPANJANGAN BELUM KELUAR NAMUN IZIN TELAH BERAKHIR, TERHADAP PEMASUKAN BARANG KE KB TIDAK MENDAPATKAN FASILITAS.JIKA TIDAK DIAJUKAN PERPANJANGAN : SECARA HUKUM SAMA DENGAN IZIN DICABUT, BARANG-BARANG HARUS DISELESAIKAN FASILITASNYA.ATTENSI: BATAS WAKTU BERAKHIRNYA IZIN KB YANG TIDAK TERCANTUM JANGKA WAKTU IZINNYA (TERMASUK KB DI KAWASAN INDUSTRI YANG DITERBITKAN SEBELUM BERLAKUNYA PMK 147) YAITU TANGGAL 23 MEI 2012 (PASAL 56)

Bab II, Pasal 13Pengertian harus diselesaikan fasilitasnya : jika kb tidak mengajukan perpanjangan & izin berakhir, maka dalam waktu 30 hari berlaku Pasal 47 UU 17/2006 yaitu barang-barang harus : diekspor kembali, dipindah ke KB lain, dikeluarkan ke TLDDP dengan menyelesaikan kewajiban pabeannya, atau dimusnahkan.KATEGORI BARANG YANG MENDAPAT FASILITAS DI KBTIDAK LAGI ADA ISTILAH BARANG BERHUBUNGAN LANGSUNG & BARANG TIDAK BERHUBUNGAN LANGSUNG DENGAN PRODUKSI KATEGORI BARANG : BARANG UNTUK DIOLAH ATAU DIGABUNGKAN BAHAN BAKUBAHAN PENOLONGBARANG U/ DIGABUNGKAN DG HASIL PRODUKSI TUJUAN EKSPORBARANG MODALPERALATAN PERKANTORAN DG KRITERIA TERTENTU : MENUNJANG ADMINISTRASI BARANG, TIDAK HABIS PAKAI, MUDAH DIAWASI, JUMLAH YANG WAJAR, MEMPERHATIKAN INDUSTRI DALAM NEGERI --> DENGAN IZIN DARI KANWIL (SURAT PERSETUJUAN)

BAB III, Pasal 14, Pasal 15 (terkait perlakuan perpajakan)Contoh2 barang: Barang Utk Diolah & Penolong : Bahan baku, katalisBarang Utk Digabung : Hanger, Kaos Kaki Utk Industri Sepatu,Peralatan Perkantoran : Komputer Server , AC, MejaIzin Pemasukan Peralatan Perkantoran : Diberikan Oleh Kanwil Dengan Surat Izin (Bentuknya Bukan Skep) -> Akan Diatur Di Perdirjen.Untuk Barang Utk Diolah / Digabung, Dan Barang Modal Bisa Langsung BC 2.3.

1.PENANGGUHAN BEA MASUK, PEMBEBASAN CUKAI, DAN TIDAK DIPUNGUT PDRI ATAS PEMASUKAN DARI LDP/KB LAIN KE KBBAHAN BAKU DAN BAHAN PENOLONGUNTUK DIOLAH LEBIH LANJUTBARANG MODAL ASAL LDP DAN KB LAINDIGUNAKAN DI KBPERALATAN PERKANTORAN ASAL LDPBARANG HASIL PRODUKSI KBBARANG HASIL PRODUKSI KB LAINDIGUNAKAN OLEH PENGUSAHA KB / PDKBUNTUK DIOLAH LEBIH LANJUT/JADI BARANG MODALDIMASUKAN KEMBALI DARI LDP KE KB (REIMPOR)BARANG HASIL PRODUKSI KBBARANG JADI ASAL LDPPENGEMAS DAN ALAT BANTU PENGEMAS ASAL LDP / KB LAINDIMASUKAN KEMBALI DARI TPPB / ETP KE KBDIMASUKAN KEMBALI KE KB UTK DIGABUNGKAN DG BARANG HASIL PRODUKSI UTK EKSPORMENJADI SATU KESATUAN DENGAN BARANG HASIL PRODUKSI KBPERLAKUAN PERPAJAKAN ATAS PEMASUKAN BARANG KE KB2.TIDAK DIPUNGUT PPN ATAU PPN DAN PPnBM (EKS TLDDP)PEMASUKAN BARANG DARI TLDDP KE KBUNTUK DIOLAH LEBIH LANJUTPEMASUKAN KEMBALI BARANG DAN HASIL PRODUKSI KB LAINDALAM RANGKA SUBKONTRAK DARI KB LAIN ATAU TLDDPPEMASUKAN KEMBALI MESIN / CETAKANPEMASUKAN HASIL PRODUKSI ASAL KB LAIN ATAU TLDDPPEMASUKAN HASIL PRODUKSI KB LAIN ATAU TLDDPDALAM RANGKA PEMINJAMAN DARI KB LAIN ATAU TLDDPUNTUK DIOLAH LEBIH LANJUT OLEH KBDIGABUNGKAN DENGAN BARANG HASIL PRODUKSI KB UTK DIEKSPORPEMASUKAN PENGEMAS DAN ALAT BANTU PENGEMAS DARI TLDDP KE KBUTK MENJADI SATU KESATUAN DENGAN HASIL PRODUKSI KBCATATAN:Perlakukan perpajakan yang lain pada umumnya masih sama. Khusus untuk Mesin eks TLDDP pemasukan ke KB apabila ingin mendapatkan fasilitas PPN, harus melampirkan SKB dari Pajak

Ketentuan faktur pajak : merupakan tupoksi KPP. KEWAJIBAN KBKEWAJIBAN KB UNTUK MENDAYAGUNAKAN SISTEM IT (IT INVENTORY) UNTUK PENGELOLAAN PEMASUKAN DAN PENGELUARAN BARANG YANG DAPAT DIAKSES DJBCBATAS AKHIR KEWAJIBAN PEMENUHAN KEWAJIBAN IT : 31 DESEMBER 2012 (BAGI KB YANG SUDAH ADA)PENCACAHAN (STOCK OPNAME) PALING KURANG 1 (SATU) KALI DALAM KURUN WAKTU 1 (SATU) TAHUN(KEWAJIBAN LAINNYA TIDAK ADA PERUBAHAN)BAB IV, Pasal 20Batasan IT Inventory : minimal Bea Cukai dpt Mengetahui Saldo Persediaan Barang Di KB, real time. Untuk Pengawasan / Audit.Kriteria Sistem IT disesuaikan dengan profiling KB (Kewajiban Web Based Utk KB Dengan Prioritas)Standar Sistem It Minimal Akan Diatur Di Perdirjen

Kewajiban2 KB masih sama dengan PMK yang dulu, seperti : memasang tanda nama perusahaan & kep KB, menyediakan sarana & prasarana, dllUntuk kewajiban menyediakan IT perusahaan dan stock opname : termasuk kewajiban yg baru di atur.

Fungsi stock opname termasuk untuk menentukan / perhitungan batas pengeluaran ke TLDDPKETENTUAN LARANGANKB berlaku ketentuan larangan :pemasukan barang yang dilarang untuk diimpor; dan/atau ekspor barang yang dilarang ekspornya

BAB IV, Pasal 22Larangan diberlakukan KETENTUAN PEMBATASANPemasukan barang impor ke KB belum diberlakukan ketentuan pembatasan di bidang impor kecuali ditentukan lain berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.Pengeluaran barang impor untuk dipakai dari KB ke TLDDP berlaku ketentuan pembatasan di bidang impor, kecuali sudah dipenuhi pada saat pemasukannyaBAB III, Pasal 18Pihak yang melakukan pemenuhan kewajiban pembatasan: sesuai dengan ketentuan perundang-undangan terkait (bisa pihak KB atau pembeli di TLDDP-nya, sesuai peraturan terkait)25% dari realisasi ekspor dan realisasi antar KBDAPAT DIKELUARKAN KE TLDDPPENGELUARAN HASIL PRODUKSI DARI KB KE TLDDPBAB V, Pasal 27 ayat (7)CONTOH PERHITUNGAN PENGELUARAN HASIL PRODUKSI DARI KB KE TLDDPNilai Realisasi Ekspor = $ 2.000Nilai Realisasi Antar KB= $ 1.000Selama tahun 2012, ybs dapat mengeluarkan hasil produksi ke TLDDP senilai $ 750 25% x (2000 + 1000) = 750

KB yang baru berdiri tidak diizinkan menjual ke TLDDP pada tahun izin diterbitkan (Pasal 27 ayat 7)BAB V, Pasal 27Dengan surat persetujuan kepala KPPBC atas dasar permohonan ybs dg melampirkan laporan realisasi ekspor + antar KBPEMUSNAHAN DAN PERUSAKANPEMUSNAHAN DPT DILAKUKAN ATAS BARANG-BARANG YANG BUSUK DAN/ATAU YANG KARENA SIFAT DAN BENTUKNYA DAPAT DIMUSNAHKAN

BARANG YANG KARENA SIFAT DAN BENTUKNYA TIDAK DAPAT DIMUSNAHKAN DAPAT DILAKUKAN PERUSAKAN

HASIL PERUSAKAN DAPAT DIKELUARKAN KE TLDDP DENGAN MEMBAYAR BEA MASUK DAN PDRIBAB VI Pasal 37JENIS LAYANAN DAN KEWENANGAN KPPBC / KPUPemusnahan dan perusakan (scrapping) (Psl 38)Perubahan izin KB terkait : NPWP, alamat kantor perusahaan, Penanggung jawab (Pasal 19)Pemasukan bahan baku, barang modal, bahan penolong dlm rangka saling memenuhi kebutuhan (Psl 29)Reimpor (rperdirjen)Reekspor (rperdirjen)Izin KB memberikan subkontrak kpd perusahaan lain (Psl 39)Peminjaman mesin dalam rangka subkon dan perpanjangan izinnya (Psl 39)Peminjaman mesin bukan dalam rangka subkon dan perpanjangan izinnya (Psl 41)Perubahan tata letak (lay out) (rperdirjen)Pembekuan KB (Psl 46)Catatan tentang SUBKONTRAK:(A) KB tidak diberikan izin menerima subkon dari TLDDP, dengan alasan: 1. Mengembalikan fungsi utama KB untuk tujuan ekspor.2. Dlm pasal 19 PP 32/2009 dimungkinkan bagi KB untuk menerima pekerjaan subkontrak dari TLDDP, tapi di PMK tidak diatur, yang artinya Menteri tidak memberikan wewenang kpd DJBC / KPPBC utk memberikan ijin bagi KB utk menerima subkon dari TLDDP (identik dengan KDUB, yg PMK-nya belum diterbitkan, meskipun sudah diatur di PP).

(B) Bunyi pasal tentang Subkontrak di PP (Pasal 19 ayat 1 & 2) dengan ketentuan di PMK (Pasal 39 ayat 1 & 2) berbeda, karena tidak diinginkan terjadinya subkontrak order dimana KB tidak melakukan kegiatan apa2 (barang datang langsung dikirim ke penerima subkon dan menerima hasil akhir yg sudah di packing).KB harus tetep melakukan kegiatan : pekerjaan pemeriksaan awal, penyortiran, pemeriksaan akhir, atau pengepakanAlasan: Fasilitas itu diberikan kepada KB, jadi yg harus melakukan proses produksi juga KB, kalau seluruh proses produksi disubkontrakkan ke TLDDP, maka semestinya fasilitas diberikan kpd penerima subkon tersebut.JENIS LAYANAN DAN KEWENANGAN KANWIL / KPUPerubahan izin KB terkait Luas, hasil produksi, nama perusahaan (bukan entitas) (Psl 19 f. )Izin pemasukan peralatan perkantoran ke KB (rperdirjen)Pembebasan BM atas pengeluaran barang modal yang telah lebih dari 4 tahun dari KB ke TLDDP (Psl 32)Penambahan pintu untuk keluar/masuk karyawan dan untuk selain keluar/masuk karyawan (pintu untuk barang) (rperdirjen)Pemindahtanganan barang, bahan/sisa bahan ke TLDDP dan KB lain (Psl 30)Memberikan subkontrak lebih dari 60 hari (Psl 40)Peminjaman barang modal selain subkon melebihi jangka waktu 12 bulan (Psl 42)

UNTUK PERUBAHAN DATA IZIN KB : ATT PERUBAHAN DATABASE DI PUSATPERLU PENGATURAN DI PERDIRJEN TENTANG KEWAJIBAN PENYAMPAIAN PERUBAHAN DATA DARI KANWIL & KPPBC KE KANTOR PUSAT UTK UPDATE DATA, DISERTAI KONSEKUENSI BILA TIDAK MELAKSANAKAN KEWAJIBAN.JENIS LAYANAN DAN KEWENANGAN KANTOR PUSATPerijinan yang masih di Kantor Pusat:

Pemberian Izin KB (Psl 6, 7, 8, 9)Pencabutan KB (Psl 50)Perpanjangan izin KB (Psl 13)KB yang mendapat status Prioritas (rperdirjen)Perubahan izin KB terkait nama perusahaan (entitas baru) (Psl 19 & rperdirjen)KB Prioritas : lihat Slide No. 5Persyaratan pemberian izin KB : sama seperti yang dulu, perincian lebih lanjut diatur di Perdirjen.KEPASTIAN WAKTU PELAYANANPERIZINAN KBUntuk Perpanjangan izin KB :Di KPPBC : 7 Hari Kerja * (Psl 13)* Setelah permohonan di terima secara lengkapPasal 7,8,9, 10,13,25,29,30Peraturan Menteri Keuangan Nomor 147/PMK.04/2011 mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2012PEMBERLAKUAN PMKPasal 59

TERIMAKASIH25Integrated Logistics and Transportation System (ILTS)Direktorat Jenderal Bea dan Cukai