Pleno Pemicu 4 Respi

download Pleno Pemicu 4 Respi

of 55

  • date post

    11-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    6
  • download

    3

Embed Size (px)

description

respirasi

Transcript of Pleno Pemicu 4 Respi

Pleno Pemicu 4

Pleno Pemicu 4DK 3 Modul RespiresiNama KelompokDede Achmad B.I11112011 Adela BrilianI11112020 Christover F.S. I11112025 Morich Kristoper ` I11112049 Yosep Andrianu L. I11112050Aprindo DonatusI11112055Elsa RestianaI11112057 Syf. Rizka Maulida I11112059 Bimo JuliansyahI11112062 Anatria Amyra I.I11112078 Tia Aditya RiniI11112082

Pemicu 4Seorang laki-laki 38 tahun datang k UGD diantar istrinya dengan keluhan sesak nafas disertai batuk-batuk berhadak berwarna jernih terutama pada saat cuaca dingin. Laki-laki tersebut juga mengeluh sesak napas disertai napas berbunyi. Pada pemeriksaan bibir terlihat berwarna kebiruan, napasnya cepat dan terlihat sesak. Istri pasien mengatakan keluhan ini sudah lama dialami suaminya dan suaminya rutin berobat ke puskesamas, suaminya biasa dibekali obat untuk sesak napas namun saat ini persediaan obat di rumah habis. Pasien merupakan perokok berat, oleh dokter puskesmas pasien dianjurkan untuk berhenti merokok, pasien pernah mencoba untuk berhenti merokok tetapi tidak berhasil.

Kata KunciSesak napasNapas berbunyiBatuk berdahak berwarna jernihPerokok beratNafas cepatBatuk saat cuaca dingin

Rumusan MsalahLaki-laki 38 th, seorang perokok berat mengeluh sesak napas disertai batuk berdahak berwarna jernih dengan keluhan lain seperti napas berbunyi, pada permeriksaan bibir terlihat berwarna kebiruan, napas cepat, terlihat sesak. Pasien sebelumnya sudah mengalami keluha ini dalam waktu lama dan rutin berobat ke puskesmas.

Analisis Masalah

HipotesisLaki-laki 38 th seorang perokok berat mengalami gejala ppok dan dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk penanganannya

Pertanyaan Diskusi1. PPOK dan AsmaDefinisi EpidemiologiEtiologi Klasifikasi Pathogenesis Pemfis dan penunjangFakktor resikoManifestasi PencegahanDiagnosis Prognosis Diagnosis banding Tatalaksana

Pengaruh cuaca dingin terhadap PPOKMengapa bibir pasien keliahatn kebiruan Apakah pemberian obat sesak napas sesuai diberikan pada kasus PPOK? Bagaimana edukasi dengan penanganan berhenti merokok? Mengapa terjadi sesak napas? Mengapa terjadi batuk dengan dahak jernih? Mengapa napasnya berbunyi? Mengapa cuaca dingin dapat menyebabkan asma?

DK 3 PEMBAHASANPPOK DefinisiPPOK adalah penyakit paru kronik yang ditandai oleh hambatan aliran udara di saluran napas yang bersifat progressif nonreversibel atau reversibel parsial.Bronchitis kronik merupakan diagnosis klinis, sedangkan emfisema merupakan diagnosis patologi PPOK Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Penyakit Paru Obstruktif Kronik ( PPOK ) Pedoman Diagnosis & Penatalaksanaan Di Indonesia. Jakarta: PDPI. 2003 Bronchitis kronik merupakan kelainan saluran napas yang ditandai oleh batuk kronik berdahak minimal 3 bulan dalam setahun, sekurang-kurangnya dua tahun berturut - turut, tidak disebabkan penyakit lainnya.Emfisema merupakan suatu kelainan anatomis paru yang ditandai oleh pelebaran rongga udara distal bronkiolus terminal, disertai kerusakan dinding alveoli.

Kemenkes. Pedoman Pengendalian Penyakit Paru Obstruktif Kronik . Jakarta: Kementrian Kesehatan Indonesia. 2008.EpidemiologiTabel 1. Prevalensi PPOK Pada negara-negara miskin, 1990.

Corless John. The Aetiology and Epidemiologi of Chronic Obstructiive Pulmonary Disease, in: Chronic Obstuctive Pulmonary Disease, Critical Debate, Blacwell Science Ltd; 2003: 1-6.Pria > wanita>> pria: 15-53% dan wanita: 8-22%WHO memperkirakan bahwa menjelang tahun 2020 prevalensi PPOK akan meningkat.>> penyakit tersering peringkatnya meningkat dari ke-12 menjadi ke-5 dan sebagai penyebab kematian tersering peringkatnya juga meningkat dari ke-6 menjadi ke-3. Corless John. The Aetiology and Epidemiologi of Chronic Obstructiive Pulmonary Disease, in: Chronic Obstuctive Pulmonary Disease, Critical Debate, Blacwell Science Ltd; 2003: 1-6Faktor ResikoKebiasaan merokokRiwayat terpajan polusi udara Hipereaktiviti bronkusRiwayat infeksi saluran napas bawah berulangDefisiensi antitripsin alfa - 1Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Penyakit Paru Obstruktif Kronik ( PPOK ) Pedoman Diagnosis & Penatalaksanaan Di Indonesia. Jakarta: PDPI. 2003 KlasifikasiPenentuan klasifikasi (derajat) PPOK sesuai dengan ketentuan Perkumpulan Dokter Paru Indonesia (PDPI)/Gold tahun 2005 sebagai berikut : PPOK Ringan PPOK Sedang PPOK Berat

Kemenkes. Pedoman Pengendalian Penyakit Paru Obstruktif Kronik . Jakarta: Kementrian Kesehatan Indonesia. 2008.PPOK Ringan Gejala klinis: Dengan atau tanpa batuk Dengan atau tanpa produksi sputum. Sesak napas derajat sesak 0 sampai derajat sesak 1 Spirometri: VEP1 80% prediksi ( normal spirometri ) atau VEP1/KVP pembesaran permanen ruang udara mulai dari distal bronkiolus terminalis, diikuti destruksi dindingnya tanpa fibrosis yang nyata.Macnee W. Chronic Bronchitis and Emphysema. In Seaton A, Seaton D, Leitch AG editors. Crofton and Douglass Respiratory Disease. Vol 1. 5th ed. London. Blackwell Science; 2000: Hal : 617-695.inflamasi >> Penyempitan saluran nafas yang besar dan kecil.metaplasia sel skuamous akan, sel-sel silia mengalami atropi dan kelenjar mukus menjadi hipertropi >> remodeling saluran nafas remodeling merangsang dan mempertahankan inflamasi shg T CD8+ dan limfosit B menginfiltrasi lesi tersebut.lesi penyempitan pada saluran nafas kecil hiperplasia sel goblet, infiltrasi sel-sel radang pada mukosa dan submukosa, peningkatan otot polos.

Honig EG, Ingram Jr RH. Chronic Bronchitis, Emphysema and Airways Obstruction. In Braunwald E, Fauci AS, Kesper DL, Hauser SL, Longo DL, Jameson JL, editors. Harrisons Principles of Internal Medicine, Vol II. 15 th Edition. New York, McGraw-Hill; 2001: hal: 1491-1499.Gambaran Epitel saluran nafas pada PPOK dan orang sehat.

Barnes.J. Peter.Chronic Obstructive Pulmonary Disease, Departement of Thoracic Medicine, National Heart and Lung Institute, Imperial College School of Medicine, London, 2000; Hal : 269 278.Bronkitis KronikInflamasi : Asap rokokEmfisemaImbalance protease and anti-protease.Defisiensi 1 antitripsin

Macnee W. ABC of Chronic Obstructif Pulmonary Disease. Pathology, pathogenesis, and phatophysiology. BMJ; 2006: Hal. 332:1202-1204.DiagnosisAnamnesisRiwayat merokokRiwayat terpajan zat iritanRiwayat penyakit keluarga. Batuk berulang dengan atau tanpa dahakSesak dengan atau tanpa bunyi mengi

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Penyakit Paru Obstruktif Kronik ( PPOK ) Pedoman Diagnosis & Penatalaksanaan Di Indonesia. Jakarta: PDPI. 2003Pemeriksaan FisikInspeksiPursed - lips breathing (mulut setengah terkatup mencucu)Barrel chest(diameter antero - posterior dan transversal sebanding)Penggunaan otot bantu napasHipertropi otot bantu napasPelebaran sela igaBila telah terjadi gagal jantung kanan terlihat denyut vena jugularis i leher dan edema tungkaiPenampilan pink pufferatau blue bloaterPalpasiEmfisema>> fremitus melemah, sela iga melebarPerkusiemfisema >> hipersonor dan batas jantung mengecil, letak diafragma rendah, hepar terdorong ke bawahAuskultasisuara napas vesikuler normal, atau melemah terdapat ronki dan atau mengi pada waktu bernapas biasa atau pada ekspirasi paksa ekspirasi memanjang bunyi jantung terdengar jauh

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Penyakit Paru Obstruktif Kronik ( PPOK ) Pedoman Diagnosis & Penatalaksanaan Di Indonesia. Jakarta: PDPI. 2003Pemeriksaan PenunjangPemeriksaan rutinFaal paru >> Spirometri & uji bronkodilatorDarah rutin >> Hb, Ht, leukosit.RadiologiEmfisema:HiperinflasiHiperlusenRuang retrosternal melebarDiafragma mendatar Jantung menggantung (jantung pendulum / tear drop / eye drop appearance)Bronkitis kronik :NormalCorakan bronkovaskuler bertambah pada 21 % kasus

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Penyakit Paru Obstruktif Kronik ( PPOK ) Pedoman Diagnosis & Penatalaksanaan Di Indonesia. Jakarta: PDPI. 2003Pemeriksaan khusus (tidak rutin)Faal paruUji latih kardiopulmonerUji provokasi bronkusUji coba kortikosteroidAnalisis gas darah RadiologiElektrokardiografiEkokardiografiBakteriologiKadar alfa-1 antitripsin

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Penyakit Paru Obstruktif Kronik ( PPOK ) Pedoman Diagnosis & Penatalaksanaan Di Indonesia. Jakarta: PDPI. 2003Manifestasi KlinisBatuk kronik Batuk BerdahakSesak nafas

Anamnesis teliti, gunakan ukuran sesak napas sesuai skala sesak .Kemenkes. Pedoman Pengendalian Penyakit Paru Obstruktif Kronik . Jakarta: Kementrian Kesehatan Indonesia. 2008.Skala SesakSkala SesakKeluhan sesak berkaitan dengan aktivitas01234

Tidak ada sesak kecuali dengan aktivitas beratSesak mulai timbul bila berjalan cepat atau naik tangga 1 tingkat Berjalan lebih lambat karena merasa sesak Sesak timbul bila berjalan 100 m atau setelah beberapa menitSesak bila mandi atau berpakaianKemenkes. Pedoman Pengendalian Penyakit Paru Obstruktif Kronik . Jakarta: Kementrian Kesehatan Indonesia. 2008.PencegahanMencegah terjadinya PPOKHindari asap rokokHindari polusi udaraHindari infeksi saluran napas berulangMencegah perburukan PPOKBerhenti merokokGunakan obat-obatan adekuatMencegah eksaserbasi berulang

Kemenkes. Pedoman Pengendalian Penyakit Paru Obstruktif Kronik . Jakarta: Kementrian Kesehatan Indonesia. 2008.PrognosisPenuruna fungsi fisiologis tubuh buruk PPOK >> eksaserbasi akut burukangka mortalitas >> pemakaian kortikosteroid oral jangka panjang, PaCO2 yang tinggi, dan usia pasien yang tua.

Groenewegen, K.H., Schols, A.M.W.J., and Wouters, E.F.M.,. Mortality and Mortality-Related Factors After Hospitalization for Acute Exacerbation of COPD. CHEST. EBSCO Publishing; 2003: Hal. 124 (2): 459-467.Diagnosis BandingAsmaSOPT (Sindroma Obstruksi Pasca tuberculososis)PneumotoraksGagal jantung kronikPenyakit paru dengan obstruksi saluran napas lain misal : bronkiektasis, destroyed lung.

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Penyakit P