Pleno Pemicu 2 (Fix)

Click here to load reader

  • date post

    02-Jun-2018
  • Category

    Documents

  • view

    226
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Pleno Pemicu 2 (Fix)

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    1/54

    PLENO PEMICU 2

    TOKSOPLASMOSIS KONGENITAL

    DISKUSI KELOMPOK 3

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    2/54

    KELOMPOK DK 3

    Afnindy Leo Putra I11108041 Andari Putri Wardhani I11110053

    Ariza Zakia Imani I11110009 Citra Kristi Melasari I11110029

    Deasy Mirayashi I11110003 Gandra Wahyudi I11110064

    Hardianto I11109066 Jenri Sutrisno I11110037

    Minar Nur Cahyani I11110014 Novianus Erik Gibson I11110063

    Rosalinda I11109093 Sulastri I11110066 Tajul Anshor I11110024 Umar Syarif Assifa I11110045

    Wahyu Azhari I11108062

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    3/54

    Pemicu 2 : Toksoplasmosis Kongenital

    Seorang Bayi laki-laki berusia 8 bulan, berat badan 6 kg danpanjang badan 68 cm dibawa berobat dengan keluhanbelum bisa tengkurap. Dari anamnesis diketahui bahwa

    berat lahir 3 kg dengan panjang lahir 50 cm. Saat ini bayi diberi ASI dan susu formula, sedangkan makanan tambahanbelum diberikan. Bicara hanya cooing (mengeluarkansuara aaa..., ooo..., uuu.... pada pemeriksaan ditemukanmikrosefali, headlag, hepatomegali, limfadenopati, dankhorioretinitis. Pada pemeriksaan CT scan kepaladitemukan kalsifikasi intraserebal. Pada pasien kemudiandilakukan pemeriksaan antibodi terhadap toksoplasma dandidapatkan hasil IgM (+), IgG (+).

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    4/54

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    5/54

    Klarifikasi dan Definisi

    Kalsifikasi : Mengerasnya jaringan organ akibat garam-garam kalsium

    Koreoretinitis : Peradangan pada retina dan khoroid

    Headlag : Kondisi pada saat menarik bayi dari posisi

    telentang ke posisi duduk, kepala bayi tertinggal dibelakang batang kepalanya atau seperti melipatkebelakang.

    IgG : Suatu bentuk antibodi penghalang yang dihasilkantubuh yang bertugas menangkap semua bibit penyakit

    untuk menghambat penyebarannya. IgM : Suatu bentuk antibodi tubuh yang timbul setelah

    perkembangan penyakit dihambat, yang bertugas untukmenangkap sisa bibit penyakit yang tertinggal.

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    6/54

    Keyword

    Bayi laki-laki 8 bulan

    Berat Badan : 6 kg, Panjang badan : 68 cm

    Belum bisa tengkurap

    Berat badan lahir : 3 kg, Panjang badan lahir : 50 cm

    Mikrosefali Hepatomegali

    Limfadenopati

    Khoreoretinitis

    Kalsifikasi Intraserebral Hanya bicara coiing

    Pemeriksaan antibodi toksoplasma IgM (+) dan IgG (+)

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    7/54

    Rumusan Masalah :

    Gangguan tumbuh dan kembang pada bayi

    usia 8 bulan.

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    8/54

    Analisis Masalah

    Berat Lahir : 3 kgPerlakuan :

    -Diberi ASI

    -Susu Formula tanpa makanan

    tambahan

    Bayi laki-laki 8 bulan

    Kondisi sekarang :

    BB: 8 Kg

    PB : 68 cm

    Keluhan :

    -tidak bisa tengkurap

    -bicara hanya coing

    Pemeriksaan umum :-Limfadenopati

    - Mikrosefali

    -Khoreoretinitis

    -Hepatomegali

    - Headlag

    Pemeriksaan Antibodi :

    -IgG (+)

    -IgM (+)

    Penatalaksanaan

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    9/54

    Hipotesis

    Gangguan tumbuh kembang yang terjadi pada

    bayi berusia 8 bulan tersebut disebabkan oleh

    toksoplasmosis kongenital

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    10/54

    Learning Issues

    1. Definisi Pertumbuhan dan Perkembangan

    2. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan danperkembangan

    3. Pertumbuhan dan Perkembangan normal pada bayi4. Toksoplasmosis Kongenital

    Definisi Epidemiologi

    Etiologi Patogenesis

    Faktor Resiko Gejala Klinis

    Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Penatalaksanaan

    Prognosis Komplikasi

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    11/54

    Learning Issues

    5. Pertumbuhan dan Perkembangan Neurologis Bayi

    6. Studi Kasus

    a. Hasil Pemeriksaan

    - Mikrosefali -Headleag- Hepatomegali -Limfadenopati

    - Khorioretinitis

    b. CT Scan

    - Kalsifikasi Intracerebralc. Pemeriksaan Antibodi

    - IgM dan IgG

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    12/54

    PEMBAHASAN

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    13/54

    1. Definisi Pertumbuhan dan Perkembangan

    Pertumbuhan bertambahnya ukuran danjumlah sel serta jaringan intraseluler, berartibertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh

    dalam arti sebagian atau keseluruhan. Perkembangan bertambahnya kemampuan

    struktur dan fungsi tubuh yang lebihkompleks, jadi bersifat kualitatif yangpengukurannya jauh lebih sulit daripadapengukuran pertumbuhan.

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    14/54

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    15/54

    Faktor-faktor yang mempengaruhi

    pertumbuhan dan perkembangan

    Faktor lingkungan pada masa prenatal

    meliputi : Gizi ibu, Mekanis(trauma), toksin,

    endokrin, radiasi, infeksi, stress, imunitas, dan

    anoreksia embrio.

    Faktor lingkungan pada masa postnatal

    meliputi : Lingkungan biologis, faktor fisik,

    faktor psikososial, dan faktor keluarga danadat istiadat.

    Sumber : Narendra Moersintowati B., Sularyo Titi S., Soetjiningsih, dkk. 2002. Buku Ajar 1Tumbuh Kembang Anak dan Remaja. Sagung Seto: Jakarta.

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    16/54

    3. Pertumbuhan dan Perkembangan

    Bayi Normal

    Pertumbuhan Pada Bayi

    Berat Badan

    Tinggi Badan

    Lingkar Kepala

    Organ Penglihatan

    Organ Pendengaran

    Sumber :(Pengantar Ilmu Kesehatan Anak (2008))

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    17/54

    Perkembangan Pada Bayi

    Perkembangan Motorik Halus

    Perkembangan Motorik Kasar

    Perkembangan Bahasa

    Perkembangan Perilaku/Adaptasi Sosial.

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    18/54

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    19/54

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    20/54

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    21/54

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    22/54

    4. Toksoplasmosis Kongenital

    a. Definisi

    Toxoplasmosis merupakan penyakit zoonosis yaitu penyakit

    pada hewan yang dapat ditularkan ke manusia. Penyakit ini

    disebabkan oleh protozoa yang dikenal dengan namaToxoplasma gondii, yaitu suatu parasit intraseluler yang

    banyak terinfeksi pada manusia dan hewan peliharaan.

    Toksoplasmosis kongenital adalah infeksi pada bayi baru

    lahir yang berasal dari penularan lewat plasenta pada ibuyang terinfeksi.

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    23/54

    b. Epidemiologi

    Survey serologi memperlihatkan bahnwa prevalensi infeksitoksoplasma berbeda berdasarkan umur, geografi dan kebiasaanmakan.

    Di Inggris: - 10% penduduk mempunyai antibodi toksoplasma

    - 20% pada umur 20 tahun- 70% pada umur 70 tahun

    Angka yang sama juga ditemukan di amerika serikat dan lebih lagi diperancis 80% pada usia 20 tahun, orang prancis suka makan dagingmentah atau tidak sempurna memasaknya.

    Di Indonesia uji serologi positif dari tiga survey berbeda 2-51%. Adaasosiasi antara prevalensi toksoplasmosis pada manusia dengankeberadaan kucing. Antibodi toksoplasmosis jauh lebih tinggifrekuensinya di kepulauan pasifik yang berpenghuni dengan yangtidak. Fenomena yang sama juga ditemukan di irian jaya.

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    24/54

    c. Etiologi

    Toxoplasmosis disebabkan oleh parasit obligat intraseluler yaitutoxoplasma gondii. Parasit ini merupakan golongan protozoa yanghidup bebas di alam, dimana pertama kali di temukan pada limpa.

    Toxoplasma ini biasanya bebentuk bulat dan oval. Penyakit ini bisa

    menular ke manusia akibat termakan parasit obligat intraselular(T.gondii). misalnya makan daging mentah atau daging yang belummatang.

    T.gondii bisa berkembang biak di semua mamalia seperti ternakatau hewan peliharaan. Hospes definitive toxoplasma gondii adalahkucing dan binatang sejenisnya. Hospes perantara adalah manusia,mamalia dan burung. Parasit inilah yang menyebabkantoxoplasmolisis congenital.

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    25/54

    d. Patogenesis

    Takizoit /bradizoit

    Invasi ke usus (sel endotel)

    Fagositosis oleh

    makrofag

    Sel pecah

    Parasit mati Parasit invasi ke sel lain

    Penyebaran scr hematogen Penyebaran scr limfogen

    Invasi ke jaringan (kista jaringan)

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    26/54

    e. Faktor Resiko

    Resiko Transmisi ke Janin

    tidak di terapi- berhubungan langsung dengan usiakehamilan saat infeksi maternal.

    ex: studi di prancis sebelum terapi antitoksoplasma

    yang terinfeksi memperlihatkan transmisi verticalmeningkat dari

    1) trimester I: 25%,

    2) trimester II: 54%,

    3) trimester III: 65%

    Ini menunjukkan resiko terinfeksi fetus meningkatselama kehamilan dan keseluruhan resikonya adalah 40-50% tanpa pengobatan

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    27/54

    Resiko Kerusakan pada Janin

    Derajat berat ringan dari infeksi konginital tergantung usiajanin saat di infeksi maternal, makin dini makin berat.

    infeksi maternal sebelum20 minggu,diperkirakan 25% janinakan mendapatkan infeksi berat (terkadang abortusspontan atau Intra Fetal Death), 15% infeksi ringan dan 60%infeksi subklinis.

    Resiko tertinggi melahirkan anak dengan infeksi konginital

    bila infeksi terjadi di antara minggu ke 10-minggu ke 24.Bila infeksi maternal terjadi pada akhir kehamilan, biasanyamenghasilkan bayi asymptomatic dengan infeksi latent(90%) atau gangguan ringan (10%)

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    28/54

    f. Manifestasi Klinis

    Secara umum manifestasi klinis daritoxoplasmosis dibagi menjadi 2 yaitu :

    1. Manifestasi sistemik : demam,

    hepatosplenomegali, anemia, serta pneumonitisyang terjadi karena adanya parasitemia.

    2. Manifestasi neurologi : korioretinitis,hidrosefalus, serta serangan kejang yang terjadi

    karena adanya invasi parasit melewati barierotak, maupun deposit dari kista parasit di

    jaringan otak.

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    29/54

    g. Pemeriksaan Penunjang

    1. Pemeriksaan Serologis

    a. Tes Sabin Feldman : mengukur antibodi IgG

    b. Tes Indirect Flouroscence AntibodyIgG

    (IgG-IFA) : mengukur antibodi IgG.

    c. Tes Indirect Flouroscence AntibodyIgM(IgM-IFA) : mengukur antibodi IgM.

    d. Tes Double SandwichEnzyme-linkedimmunosorbent assay (DS-ELISA-IgM):mengukur antibodi IgM.

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    30/54

    2. Polymerase Chain Reaction (PCR)

    Penggunaan PCR dapat membuat diagnosis diniyang cepat dan tepat untuk toksoplasmosiskongenital prenatal dan postnatal dan infeksi

    toksoplasmosis akut pada wanita hamil danpenderita imunokompromais.

    3. Pemeriksaan CT Scan

    Pada pemeriksaan CT Scan akan menunjukangambaran menyerupai multiple ring atau lesitunggal. Lesi tersebut terutama berada padaganglia basal dan corticomedullary junction.

    Sudoyo, Aru.W.et all. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid III, Edisi V. Jakarta: Interna Publishing FKUI.

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    31/54

    h. Penatalaksanaan

    Terapi maternal pada ibu yang terinfeksi:

    spiramycine 3 gram/hari.

    Terapi bila fetus terinfeksi:

    terapi maternal diganti dengan kemoterapi anti-Toxoplasma kombinasi,

    regimen yang digunakan: pyrimethamine 50 mg/hari &sulfadiazine 3 gram/hari setelah usia kehamilan 24 minggu.

    Preparat asam folat juga dapat diberikan untukmencegah timbulnya efek samping akibat pemberianpyrimethamine.

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    32/54

    Terapi bagi BBL, kemoretapi anti-Toxoplasma

    kombinasi:

    pyrimethamine 1mg/kgBB per hari selama 2 bulan

    dilanjutkan dengan 1 mg/kgBB tiap 2 hari selama10 bulan, sulfadiazine 50 mg/kgBB per hari, serta

    asam folat 5-10 mg 3 kali seminggu untuk

    mencegah efek samping dari pyrimethamine.

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    33/54

    i. Prognosis

    Terapi maternal untuk wanita yang

    memperoleh infeksi toxoplasma selama

    kehamilan mengurangi peluang terjadinya

    transmisi kongenital hingga 70%.

    Bayi yang terinfeksi toxoplasma sejak lahir

    apabila tidak dirawat akan memiliki prognosa

    yang buruk.

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    34/54

    j. Komplikasi

    Pada beberapa kasus yang tidak mendapatkan

    perawatan, didapatkan perkembangan

    menjadi korioretinitis, kalsifikasi serebral,

    serangan kejang, dan retardasi psikomotor.

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    35/54

    k. Penatalaksanaan

    Bertujuan untuk mencegah penularan ibu ke anak:

    Menjaga Kebersihan

    Mencuci tangan setelah memegang daging

    mentah

    Menghindari feces kucing

    Ibu hamil trimester pertama sebaiknya diperiksa

    secara berkala

    Pengobatan pada ibu yang terinfeksi

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    36/54

    5. Pertumbuhan dan Perkembangan

    Neurologis Bayi

    Sistem Neurologis Bayi

    Pada saat lahir sistem saraf belum terintegrasi

    sempurnasudah cukup untuk bertahan dalam

    lingkungan ekstrauterin.

    Dapat menjalankan fungsi pada tingkat batang

    otak.

    Kontrol saraf dari pusat yang lebih tinggi secarabertahap berkembangmemungkinkan prilaku

    yang kompleks dan bertujuan.

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    37/54

    Fungsi neurologis awal berupa refleks primitif,

    yaitu :

    1. Refleks Rooting

    Departemen Kesehatan Anak, Fakultas

    Kedokteran UI 2009

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    38/54

    2. Refleks Moro

    3.Placing and Walking

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    39/54

    4. Palmar dan Plantar Grasp

    5. Asymmetrical Tonic Neck Reflex

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    40/54

    Refleks Postural muncul pada usia 6-7 bulanmerupakan langkah awal untuk berdiri dan berjalan

    1. Parasut 2. Sideway Protective Reaction

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    41/54

    Respons terhadap tarikan

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    42/54

    Horizontal suspension Kekuatan batang tubuh

    Vertical susupension Kekuatan Bahu

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    43/54

    Posisi abnormal yang dijumpai pada bayi

    1. Frog posture

    kedua lengan lemas disamping tubuh, kedua tangan terbukadisertai abduksi dan eksternal rotasi sendi pingul.

    2. Hemiplegiekstremitas satu sisi yang fleksi, sedangkan sisi lain ekstensilemah.

    3. Opisthotonusbila dujumpai opisthotonus yang disertai dengan ekstensispastik pada keempat ekstremitas. Dicurigai adanya cerebralpalsy.

    4. Hipotoni

    bayi terbaring lurus tertelungkup dengan posisi kedua lengandan tungkai diletakkan lurus dimeja, biasanya memilikikelainan pada sistem saraf pusat.

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    44/54

    6. Studi Kasus

    a. Hasil Pemeriksaan

    - Mikrosefali : Didefinisikan sebagai lingkar

    kepala yg berukuran lebih dari tiga standar

    deviasi di bawah mean menurut usia dan jenis

    kelamin.

    Dibagi menjadi 2 :

    Mikrosefali primer (genetika)

    Mikrosefali sekunder (non-genetika)

    Ilmu Kesehatan Anak Nelson, Vol. 3. Richard E. Behrman. Jakarta : EGC. 2000

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    45/54

    - Headlag

    Ketika kita menarik bayi dari posisi telentang keposisi duduk, dan kepala bayi tertinggal di

    belakang batang kepalanya atau seperti melipatkebelakang.

    Head Lag terjadi pada bayi baru lahir karena otot-otot lehernya masih lemah, tetapi saat mencapai

    usia 3-4 bulan seharusnya Head Lag inimenghilang karena bayi sudah dapatmenegakkan kepalanya.

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    46/54

    - Hepatomegali

    Pembesaran di hati lebih dari ukuran

    normalnya.

    Karena hati terlibat di banyak fungsi-fungsi

    tubuh, hal ini berpengaruh juga dengan

    banyak kondisi yang menyebabkan

    Hepatomegali

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    47/54

    -LimfadenopatiKelenjar getah bening yang teraba danmembesar.

    Dibagi 2 :

    Limfadenopati Umum : Infeksi Bakteri otitismedia, Jamur aktinomikosis, Virus cat scratchfever

    Limfadenopati Khusus : Infeksi Bakteri brusellosis,Protozoa Toksoplasmosi, Penyakit peradangannon infeksi, reaksi obat

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    48/54

    - Khorioretinitis

    Peradangan pada retina

    yang menyerang

    tempat apa saja di

    retina. Sering

    disebabkan oleh infeksi,

    seperti histoplasmosis.

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    49/54

    b. CT Scan

    - Kalsifikasi Intraserebral

    Sejumlah besar agen infeksi mungkin melibatkan sistemsaraf pusat janin di dalam rahim. Yang paling umum dariinfeksi-infeksi yang terjadi adalah TORCH agen sepertitoksoplasmosis, rubella, Cytomegalovirus (CMV) danHerpes simplex virus (HSV).

    Infeksi HSV kongenital menunjukkan kerusakan otak yang

    luas, multicystic encephalomaciadan kalsifikasi yangtersebar. Toksoplasmosis kongenital umumnya terkaitdengan hidrosefalus dan kalsifikasi acak nodular diperiventrikular, ganglia basalis dan daerah kortikal serebral

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    50/54

    Aksialunenhanced CTmenunjukkanthalamic bilateral

    yang luas danperiventrikularkalsifikasi terkaitdengan dilatasi

    ventrikel asimetridalamtoksoplasmosiskongenital.

    Kalsifikasi

    Krolu,Ylmaz & Cem all. 2010. Intracranial calcifications on CT.Journals inTurkish Society of

    Radiology 2010on Diagnose Interventions of Radiology; Vol.16 Page. 263269

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    51/54

    c. Pemeriksaan Antibodi-IgG dan IgM

    IgG adalah antibodi yang paling banyakditemukan dalam tubuh manusia. IgG ditemukandi semua cairan tubuh dan berfungsi melindungitubuh manusia terhadap serangan bakteri danvirus, sementara IgM ditemukan terutama dalamcairan getah bening dan darah. IgM merupakan

    antibodi pertama yang dihasilkan oleh janinmanusia serta antibodi pertama yang dihasilkandalam kasus penyakit tertentu.

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    52/54

    IgG (+) dan IgM (-) : infeksi sudah lama terjadi. IgG (-) dan IgM (+) : infeksi baru saja terjadi.

    IgG (+) dan IgM (+) : infeksi sedang berada pada tahapmanifest, yaitu sudah terjadi infeksi namun waktunya

    belum terlalu lama. Untuk itu, pada kasus IgG dan IgM dua-duanya positif

    sebaiknya juga dilakukan pemeriksaan aviditas IgG antitoksoplasmosis.

    Bila nilai aviditas IgG rendah, hal itu menunjukkaninfeksi tersebut baru terjadi, dan bila aviditas IgG tinggimerupakan tanda adanya antibodi lampau (infeksisudah lama terjadi).

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    53/54

    KESIMPULAN

    Gangguan tumbuh kembang yang terjadi pada

    bayi 8 bulan tersebut disebabkan oleh

    toksoplasmosis kongenital.

  • 8/11/2019 Pleno Pemicu 2 (Fix)

    54/54

    TERIMA KASIH