pleno pemicu 1 - kelompok 11

download pleno pemicu 1 - kelompok 11

of 1

  • date post

    21-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    167
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of pleno pemicu 1 - kelompok 11

Pemicu 1 Hidungku.Kelompok 11 Blok respirasi

Tutor : dr. Meilani K Budianto (405090095) Trie Arni (405100010) Leviani Tan (405100020) Florencia Irene Gunawan(405100031) Melisa Sethiono (405100068) sekretaris Felicia Faustine Fajaray (405100070) David Dwiadiputra H (405100090) Hendry Budianto (405100101) Fernando sugianto Soejono (405100165) Vivian Angelina (405100255) penulis Sylvia Djohan (405100270) Nathania Christika (405100300) ketua

Unfamiliar terms Orofaring : bagian dari faring yang terletak antara palatum mole dan tepi atas epiglotis Rinoskopi : pemeriksaan hidung menggunakan spekulum dari nares (anteriot) dan nasofaring (posterior)

Menetapkan masalah1. Mengapa pileknya tidak sembuh selama 2 bulan, hanya pagi hari saja dan keluarnya dari salah satu lubang hidung saja? 2. Mengapa hidungnya berbau dan dapat tiba-tiba mengeluarkan darah? 3. Mengapa 2 hari terakhir, pasien merasakan gatal di langit-langit mulut, bersin-bersin dan lubang hidung kanannya sakit? 4. Apa hubungan riwayat sakit kepala, batuk dan demam serta orang tuanya yang memelihara hewan peliharaab dengan keluhan yang dialami? 5. Apakah tujuan dari pemeriksaan rinoskopi?

Curah pendapat1-3

Alergen rinitis yang tidak tangani sinusitis sub akut pilek tidak sembuh Edem mukosa menyumbat salah satu lubang hidung (kanan) Hanya pada pagi hari karena pada waktu tidur malam, posisi tubuh statis sehingga mukus menumpuk saat bagun pagi, mukusnya encer Hidung bau secondary infection pertumbuhan bakteri Hidung gatal digaruk plexus kiesselbach rusak mengeluarkan darah Kemungkinan karena adanya histamin dan penjalaran infeksi bakteri sehingga langit-langit mulut terasa gatal

Curah pendapat4. Hewan peliharaan alergi rekasi inflamasi menstimulasi mediator inflamasi demam + sakit kepala batuk : respon karena adanya alergen/ benda asing 5. Untuk melihat bentuk anatomi asal, lokasi radang dan keberhasilan terapi

Mind map

Learning objective1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Anatomi sistem respirasi Histologi sistem respirasi Fisiologi sistem respirasi Reaksi imun terhadap benda asing ISPA internal dan eksternal Rinitis Sinusitis Epistaksis

LO 1Anatomi sistem respirasi

HIDUNGA. Hidung luar Sebagian besar dibentuk cartilago Terdiri : radix nasi, dorsum nasi, apex nasi, nares, alae nasi, basis nasi Kerangka hidung : bagian tulang (os nasale. Proc. Frontals ossis maxillae, pars nasalis ossis frontalis) & pars cartilaginosa (c. Nasi lateralis, c. Alaris major, c. Septi nasi, c. Alares minores) Septum nasi : pars perpendicularis ossis ethmoidalis, os vomer, cartilago septi nasi

HIDUNGA. Hidung luar Hidung luar dibentuk oleh kerangka tulang dan tulang rawan yang dilapisi kulit, jaringan ikat dan beberapa otot kecil yaitu M. Nasalis pars transversa dan M. Nasalis pars allaris. Dengan adanya kartilago tersebut maka nasi eksternus bagian inferior menjadi fleksibel. Kerja otot otot menyebabkan nares dapat melebar dan menyempit. Batas atas nasi eksternus melekat pada os frontal sebagai radix, antara radix sampai apex disebut dorsum nasi.

HIDUNG LUAR Bagian hidung yang terlihat dari luar Dibentuk oleh tulang& cartilago hyalinefleksibel. Ditutupi otot& kulit Terdiridari: 1.Radix nasi 2.Apex nasi 3.Dorsum nasi 4.Nares 5.Alae nasi 6.Basis nasi

Kerangka hidungluar 1.Bagian tulang : 1A a.Os nasale 2A b.Proc. frontalis ossis maxillae 2C c.Pars nasalis ossis frontalis1B 2B 2.Pars cartilaginosa : a.Cartilago nasi lateral b.Cartilago alaris major c.Cartilago septi nasi d.Cartilagines alares minores 2B 2C

1C

2D

(1) nostrils (2) vestibule (3) nasal valve (4) septum (central wall) (5) inferior nasal concha (6) middle nasal meatus (7) middle nasal concha (8) superior nasal concha

B. HIDUNG DALAM Rongga hidung atau kavum nasi berbentuk terowongan dari depan ke belakang, dipisahkan oleh septum nasi dibagian tengahnya Kavum nasi bagian anterior disebut nares anterior dan bagian posterior disebut nares posterior ( koana ) yang menghubungkan kavum nasi dengan nasofaring

Cavitas nasi dibagi 2 oleh septum nasi kanan & kiri Batas2 : Anterior : nares Posterior : choana Lateral :concha nasalis Atap : os nasalis, os frontalis, os ethmoidalis & os sphenoidalis Dasar :palatum durum (lamina horizontalis os palatina & proc. palatinus os maxilla)

a. Vestibulum Terletak tepat dibelakang nares anterior Dilapisi oleh kulit yang mempunyai banyak kelenjar sebasea dan rambut-rambut panjang yang disebut vibrisae b. Septum nasi Dibentuk oleh tulang dan tulang rawan. Bagian tulang : lamina perpendikularis os etmoid Vomer krista nasalis os maksila krista nasalis os palatina

Bagian tulang rawan : kartilago septum ( lamina kuadrangularis ) kolumela

c. Kavum nasi Dasar hidung Dibentuk oleh prosesus palatina os maksila dan prosesus horisontal os palatum

Atap hidung Terdiri dari kartilago lateralis superior dan inferior, os nasal, prosesus frontalis os maksila, korpus os etmoid dan korpus os sfenoid Dibentuk oleh lamina kribrosa yang dilalui filamen-filamen n. olfaktorius yang berasal dari permukaan bawah bulbus olfaktorius berjalan menuju bagian teratas septum nasi dan permukaan kranial konka superior

Dinding lateral dibentuk oleh permukaan dalam prosesus frontalis os maksila, os lakrimalis, konka superior, konka media, konka inferior, lamina perpendikularis, os palatum dan lamina pterigoideus media

Konka Pada dinding lateral terdapat 4 buah konka Yang terbesar dan hidung letaknya paling bawah ialah konka inferior, kemudian yang lebih kecil ialah konka media dan konka superior, sedangkan yang terkecil disebut konka suprema Konka suprema ini biasanya rudimenter Konka inferior merupakan tulang tersendiri yang melekat pada os maksila dan labirin etmoid, sedangkan konka media,superior dan suprema merupakan bagian dari labirin etmoid

Meatus nasi Diantara konka-konka dan dinding lateral hidung terdapat rongga sempit yang disebut meatus Meatus inferior terletak diantara konka inferior dengan dasar hidung dan dinding lateral rongga hidung, terdapat muara duktus nasolakrimalis Meatus media terletak diantara konka media dan dinding lateral rongga hidung, terdapat muara sinus maksila, sinus frontal dan sinus etmoid anterior Pada meatus superior yang merupakan ruang diantara konka superior dan konka media terdapat muara sinus etmoid posterior dan sinus sfenoid

Dinding medial Dinding medial hidung adalah septum nasi.

dinding medial septum nasi Bagian terluar dari septum dilapisi oleh kelenjar mukosa. concha inferior ditutupi epitel respirasi. Dinding lateral, chonca media chonca superior Ditutupi epitel olfaktorius khusus. Di antara concha dan dinding lateral hidung terdapat meatus.

Dinding cavitas nasi

Dinding inferior - dasar dari rongga hidung - dibentuk oleh os maxilla dan os palatum. Dinding superior dibentuk oleh lamina kribriformis yang memisahkan rongga tengkorak dari rongga hidung.

Sinus Paranasal Merupakan perluasan cavitas nasi. 1. Sinus Maxillaris 2. Sinus Ethmoidalis 3. Sinus Frontalis 4. Sinus Sphenoidalis Fungsi : Pengatur kondisi udara Penahan suhu Membantu keseimbangan kepala Membantu resonansi suara Peredam perubahan tekanan udara Membantu produksi mukus

Anatomi Sinus Paranasal

SINUS PARANASALFUNGSI: Resonansi suara Mengurangi berat tulang tengkorak Menghasilkan mukus dari mukosa sinus untuk melembabkan udara pernafasan

Sinus Frontalis 2 buah, asimetris Terletak di antara tabula eksterna dan interna os frontal Tinggi 2,8cm, lebar 2,4cm, dalam 2cm Biasanya bersekat-sekat dan tepi sinus berlekuk-lekuk Berkembang dari ekstensi sinus ethmoidalis anterior Muara di meatus nasi media

Sinus Ethmoidalis Invaginasi kecil membran mukosa meatus nasi superior dan media dalam os ethmoidale Merupakan fokus infeksi bagi sinussinus lainnya Terdiri dari sinus ethmoidalis anterior, media, posterior Muara sinus ethmoidalis anterior dan media meatus nasi media Muara sinus ethmoidalis posterior meatus nasi superior Sinus ini berongga-rongga terdiri dari sel-sel yang menyerupai sarang tawon

Sel-sel etmoidalis anterior kecil, banyak, dan letaknya di bawah perlekatan konka media Sel-sel etmoidalis posterior besar, sedikit, dan letaknya di posterior-superior perlekatan konka media Di bagian depan sinus ethnoidalis anterior terdapat bagian yang sempit recessus frontal (berhubungan dengan sinus frontalis) Sel ethmoidalis terbesar bula ethmoid Di daerah ethmoid terdapat suatu penyempitan disebut infundibulum tempat muara sinus maxilla

Sinus Sphenoidalis 2 buah, dipisahkan oleh septum intersfenoid Ukuran tinggi 2cm, lebar 1,7cm, dalam 2,3cm Volume 5-7,5ml Terletak dalam corpus ossis sphenoidalis Berasal dari sinus ethmoidalis posterior Muara di recessus sphenoethmoidalis Batas: Superior: fosa cerebri media dan kelenjar hipofisa Inferior: atap nasofaring Lateral: sinus kavernosum dan a.karotis interna Posterior: fosa serebri posterior di daerah pons

Sinus Maxilla Sinus paranasal terbesar yang berbentuk segitiga Terdapat dalam corpus maxillae Ostium pada bagian atas dinding medial Muara di meatus nasi media Berhubungan dengan gigi rahang atas (PM I, MI-III) Dinding maxilla: Dinding anterior: permukasan fasial os maksila fosa kanina Dinding posterior: permukaan infratemporal maksila Dinding medial: dinding lateral rongga hidung Dinding superior: dasar orbita Dinding inferior: proc. Alveolaris dan palatum Ostium sinus maxilla berada di sebelah superior dinding medial sinus dan bermuara ke hiatus semilunaris melalui infudibulum etmoid

PEMBEDA

S MAXILLARIS

S FRONTALIS

S SPHENOIDALIS

S ETHMOIDALIS

LETAK

Dalam corpus maxillaris

Dalam os Dalam corpus fronta