Pleno Pemicu 1 FIX.pptx

download Pleno Pemicu 1 FIX.pptx

of 48

  • date post

    19-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    225
  • download

    6

Embed Size (px)

Transcript of Pleno Pemicu 1 FIX.pptx

Pemicu 1

Pleno Pemicu 1KELOMPOK DK 3

Nama KelompokRosa Linda I11109093Agung Priasmoyo I11112003Dina Fitri Wijayanti I11112007Aditya Islami I11112009Guntur Suseno I11112012Siska I11112019Chelsia I11112037Ardi I11112040Hendri SaputraI11112043Angga DominiusI11112063Nisa Khinanty I111120 75

Pemicu Grea tinggal di Sepakat Apartemen ( RUSUNAWA) dan juga sebagai mahasiswi Fakultas Kedokteran semester IV, Grea memiliki BB 69kg TB 158cm merasakan asam pada mulut dan air liurnya pun banyak sehingga Grea sering menelan air liurnya, suatu malam Grea bercerita pada temannya Tina bahwa dadanya terasa sesak dan rasa terbakar hampir satu bulan ini, Grea juga merasa kan nyeri di ulu hati nya, menurut Tina, Grea memiliki pola makan yang tidak teratur dan salah, terkadang Grea memakan banyak goreng-gorengan dan makan banyak coklat, namun terkadang Grea juga tidak makan seharian, yang di ketahui Tina, Grea saat ini sedang ada masalah dengan orang tuanya.

Klarifikasi dan DefinisiNyeri ulu hati : keluhan nyeri disekitar epigastriumAir liur : sekret kelenjar saliva yang mengandung enzim

Kata KunciNyeri ulu hatiDada sesakMulut asamAir liur meningkatPola makan tidak teraturBB: 69 kg, TB: 158 cm, BMI: 27,64Rasa terbakar pada dadaCoklat dan gorenganStress

Rumusan MasalahGrea, mahasiswi FK semester IV merasakan asam pada mulut, dada terasa sesak dan rasa terbakar, nyeri pada ulu hati, serta memiliki pola makan yang salah dan tidak teratur.

Analisis masalah

HipotesisGrea mengalami dispepsia dengan suspect GERD, penegakan diagnosis dengan pemeriksaan penunjang

Pertanyaan DiskusiAnatomi sistem pencernaan atasFisiologi gastroesofagusBiokimia gaster? Dispepsia GERD Gastritis Ulkus peptikumMekanisme mual dan muntah Bagaimana pola makan dapat menyebabkan gangguan pada gastrointestinal?

Hubungan antara psikis dan penyakit yang diderita Mengapa Grea merasa asam pada mulutnya? Apa yang menyebabkan rasa terbakar pada dada Grea?Apa perbedaan khas antara GERD, gastritis dan ulkus peptikum? Cara menegakkan diagnosis: (Anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang)?Bagaimana tata laksana dan pencegahan pada kasus ini?Bagaimana hubungan status gizi dengan penyakitMengapa memakan gorengan dan coklat merupakan faktor resiko dari GERD?

PEMBAHASAN

1. Anatomi Sistem Pencernaan Atas MulutFungsi dari mulut dan struktur yang berasosiasi dengan mulut adalah sebagai penerima pertama makanan, yang memulai pencernaan melalui proses mastikasi atau mengunyah kemudian menelan. Mulut, yang disebut juga oral cavity/rongga mulut dibentuk oleh pipi, bibir, palatum durum (keras), dan palatum molle (halus), dan lidah. Batas: Anterior: bibir; Lateral: pipi; Superior: palatum; Inferior: lidah; Posterior: isthmus faucium.Corwin J, Elizabeth. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta: EGC; 2009.

EsofagusEsofagus merupakan suatu organ silindris berongga dengan panjang sekitar 25cm dan berdiameter 2cm, yang terbentang dari hipofaring hingga kardia lambung. Esofagus terletak di posterior jantung dan trakea, di antara vertebra, dan menembus hiatus diafragma tepat di anterior aorta. Esofagus terutama berfungsi menghantarkan bahan yang dimakan dari faring ke lambung.

Price SA, Wilson LM. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-proses Penyakit. Jakarta: EGC; 2012. h. 406-410.

GasterGaster memiliki 3 bagian :Pars Cardiaca: Jalan masuk ke gasterCorpus Gastricum: bagian utama dengan Fundus gastricus di bagian superiorPars pylorica: tempat keluar dari gaster yang berlanjut sebagai Antrum pyloricum dan Canalis pyloricus. Canalis pyloricus dikelilingi oleh M. sphincter pyloricus.

Paulsen F, Waschke J. Sobotta Atlas Anatomi Manusia: Organ-Organ Dalam. Edisi 23. Jilid 2. Jakarta: EGC; 2012. h. 75-80.

2. Fisiologi GastroesofagusFungsi utama esofagus adalah untuk menyalurkan makanan secara cepat dari faring ke lambung. Dan pada esofagus terjadi 4 proses pencernaan dasar, yaituSekresiPencernaanPenyerapanMotilitasLauralee S. Fisiologi Manusia: Dari sel ke Sistem. Edisi 6. Jakarta: EGC; 2011. h. 548-666.

Fungsi lambung adalah 1) menampung makanan, 2) melumatkan dan mencerna makanan, 3) melanjutkan makanan 4) sebagai pertahanan terhadap mikroorganisme berbahaya melalui sekresi asam lambung dan juga 5) fungsi endokrinFungsi pencernaan dilakukan dengan mengaduk, melumatkan seolah-olah digiling menjadi adonan homogen yang lunak sampai cair.Fungsinya adalah agar bolus makanan mudah dilanjutkan melalui spinchter pylorus, mudah di cerna oleh usus kecil dan juga supaya zat nutrient serta air mudah di absorpsi.Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, dkk. Ilmu Penyakit Dalam: Gastroenterologi. Jakarta : Interna Publishing; 2009. h. 441-533.

3. Biokimia GasterLambung mengeluarkan asam klorida dan enzim yang memulai pencernaan protein. Setiap hari lambung mensekresikan sekitar 2 liter getah lambung. Permukaan luminal lambung berisi lubang-lubang kecil (foveola) dengan kantung dalam yang terbentuk oleh lipatan masuk mukosa lambung.Sel sekretorik eksokrin lambung :sel mukus ( mucous ) : mengeluarkan mukus encer.chief cell: menghasilkan prekusor enzim pepsinogen.sel parietal : mengeluarkan HCL dan faktor intrinsik.Sekresi secara kolektif membentuk getah lambungLauralee S. Fisiologi Manusia: Dari sel ke Sistem. Edisi 6. Jakarta: EGC; 2011. h. 548-666.

4. DispepsiaDefinisi Dispepsia adalah istilah yang digunakan untuk suatu sindrom/kumpulan gejala/keluhan yang terdiri dari nyeri/rasa tidak nyaman di ulu hati, kembung, mual, muntah, sendawa, rasa cepat kenyang dan perut rasa penuh/begahKlasifikasi Klasifikasi berdasarkan ada atau tidak adanya penyebab dispepsia ada 2, yaitu :Dispepsia Organik Dispepsia Fungsional

Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, dkk. Ilmu Penyakit Dalam: Gastroenterologi. Jakarta : Interna Publishing; 2009. h. 441-533.Dwijayanti H, Neneng R, Susetyowati. Asupan Natrium dan Kalium Berhubungan dengan Frekuensi Kekambuhan Sindrom Dispepsia Fungsional. Jurnal Gizi Klinik Indonesia. 2008; 5 (1): 37.

EtiologiPenyebab dispepsia antara lain :Gangguan atau penyakit dalam lumen saluran cerna: tukak gaster/ duodenum, gastritis, tumor, infeksi Helicobacter /pylori.Obat-obatan: OAINS, aspirin, beberapa jenis antibiotik, digitalis, teofilin dsb.Penyakit pada hati, pancreas, system bilier: hepatitis, pankreasitis, kolesistitis kronik.Penyakit sistemik: DM, penyakit tifoid, jantung koroner.Bersifat fungsional: dispepsia yang terdapat pada kasus yang tidak terbukti adanya gangguan/ kelainan organik/ struktural biokimia. Tipe ini dikenal sebagai dispepsia fungsional atau dispepsia non ulkus.

Djojoningrat D. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam: Pendekatan Klinis Penyakit Gastrointestinal. Jakarta: Internal Publishing. 2009.

Diagnosis dispepsia Untuk menegakkan diagnosis dispepsia, diperlukan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium sederhana dan pemeriksaan tambahan, seperti pemeriksaan radiologis dan endoskopi. Pada anamnesis, ada tiga kelompok besar pola dispepsia yang dikenal yaitu :Dispepsia tipe seperti ulkus (gejalanya seperti terbakar, nyeri di epigastrium terutama saat lapar/epigastric hunger pain yang reda dengan pemberian makanan, antasida dan obat antisekresi asam) Dispepsia tipe dismotilitas (dengan gejala yang menonjol yaitu mual, kembung dan anoreksia) Dispepsia non spesifik Dwijayanti H, Neneng R, Susetyowati. Asupan Natrium dan Kalium Berhubungan dengan Frekuensi Kekambuhan Sindrom Dispepsia Fungsional. Jurnal Gizi Klinik Indonesia. 2008; 5 (1): 37.

5. GERD Definisi Berdasarkan Konsensus Montreal tahun 2006 (the Montreal definition and classification of gastroesophageal reflux disease : a global evidence-based consensus), penyakit refluks gastroesofageal (Gastroesophageal Reflux Disease/GERD) didefinisikan sebagai suatu keadaan patologis sebagai akibat refluks kandungan lambung ke dalam esofagus yang menimbulkan berbagai gejala yang mengganggu (troublesome) di esofagus maupun ekstra-esofagus dan/atau komplikasi.Vakil N, Zanten SV, Kahrilas P, Dent J, Jones R; Global Consensus Group. The Montreal Definition and Classification of Gastroesophageal Reflux Disease: A Global Evidence Based Consensus. A Medical Journal Gastroenterol. 2006; 101: 1900-1920.

EtiologiPenyakit gastroesofageal refluks bersifat multifaktorial. Hal ini dapat terjadi oleh karena perubahan yang sifatnya sementara ataupun permanen pada barrier diantara esofagus dan lambung. Selain itu juga, dapat disebabkan oleh karena sfingter esofagus bagian bawah yang inkompeten, relaksasi dari sfingter esofagus bagian bawah yang bersifat sementara, terganggunya ekspulsi dari refluks lambung dari esofagus, ataupun hernia hiatusMakmun D. Ilmu Penyakit Dalam: Penyakit Refluks Gastroesofageal. Edisi 4. Jilid 1. Jakarta: Pusat Penerbitan Dep. IPD, FKUI; 2007. h. 315-19Kahrilas P. Gastroesophageal Reflux Disease.New England Journal of Medicine. 2008;359(16): 17001707.

PatogenesisPatogenesis terjadinya GERD menyangkut keseimbangan antara faktor defensif dari esofagus dan faktor ofensif dari bahan refluksat. Yang termasuk faktor defensif esofagus, yaitu:Pemisah antirefluksBersihan asam dari lumen esophagusKetahanan epitelial esophagus

Manifestasi Klinik Gejala klinik yang khas dari GERD adalah nyeri/rasa tidak enak di epigastrium atau retrosternal bagian bawah. Rasa nyeri dideskripsikan sebagai rasa terbakar (heartburn), kadang-kadang bercampur dengan gejala disfagia (kesulitan menelan makanan), mual atau regurgitasi dan rasa pahit di lidah. Makmun D. Ilmu Penyakit Dalam: Penyakit Refluks Gastroesofageal. Edisi 4. Jilid 1. Jakarta: Pusat Penerbitan Dep. IPD, FKUI; 2007. h. 315-19Kahrilas P. Gastroesophageal Reflux