Pleno Kelompok 10 - Pemicu 1

download Pleno Kelompok 10 - Pemicu 1

of 59

  • date post

    04-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    230
  • download

    0

Embed Size (px)

description

ke

Transcript of Pleno Kelompok 10 - Pemicu 1

  • *

  • Thomas khosashiKetua405080111Daniel Junius LSecretaris405080156Chyntia WijayaPenulis405080147Johan YapAnggota405080063Winda Levita SlametAnggota405080076Monika AndrianiAnggota405080131Cicilia YunitaAnggota405080132Rainhard OctoviantoAnggota405080184Fressy TheresiaAnggota405080202Ray LeonardAnggota405080203Andre PutraAnggota405080204Kartikasari PratiwiAnggota405080213

    *

  • Sihipo yang Rewel

    Sihipo 3 tahun, dibawa ibunya ke dokter, dengan keluhan rewel, makan dan minum susah, Penambahan berat badan tidak sesuai dengan umur. Berat badan lahir = 3kg. Dari pemeriksaan fisik didapat. Berat badan =12kg. Conjungtiva anemis, sklera tidak ikterik, bibir pucat. Dari hasil pemeriksaan laboratorium didapat hasil : Hb = 10 g/dL, Jumlah Eritrosit =4.5 juta/l ; LED = 8 mm/jam, Ht = 35 Vol%, Jumlah Lekosit = 7000/l, Jumlah Trombosit 200.000/l, VER = 78 fl, HER = 22 pg, KHER = 28.5 g/dL ;Hitung jenis lekosit : Basofil : 1% ; Eosinofil : 9% ; sel batang : 3% ; Sel Segmen : 33% ; Limfosit : 52% ; Monosit : 2%Apa yang dapat dipelajari dari kasus Sihipo?

    *

  • 1.Menjelaskan pembentukan eritropoesis2.Menjelaskan proses pembentukan, fungsi dan biosintesa Hb3.Menjelaskan definisi dan gejala klinis anemia4.Menjelaskan klasifikasi anemia berdasarkan etiologi dan morfologi dan patofisiologinya5.Menjelaskan test lab dan cara pembacaan6.Menjelaskan komplikasi anemia7.Menjelaskan penatalaksanaan (farmako dan gizi)

    *

  • Menjelaskan pembentukan eritropoesis

    *

  • Sel darah dewasa dengan fungsi spesifik masa hidup tertentu:

    granulosit beberapa jamtrombosit beberapa harieritrosit beberapa mingguSetiap hari: 1013 sel darah memerlukan penggantianProses pemeliharaan yang terkontrol hemopoeisis atau hematopoeisisHemopoiesis:Proses pembentukan & perkembangan sel darah.

    *

  • *

  • Jenis SelProduk UtamaFungsi UtamaEritrositHemoglobinTranspor CO2 dan O2Leukosit Netrofil (sel terminal)Granul spesifik dan lisosom termodifikasi (granul azurofilik)Fagositosis bakteri Eosinofil (sel terminal)Granul spesifik, zat yang aktif secara farmakologisPertahanan terhadap parasit cacing; modulasi proses inflamasi Basofil (sel terminal) Granul spesifik yang mengandung histamin dan heparinPelepasan histamin dan mediator inflamasi lainnya Monosit (bukan sel terminal)Granul dengan enzim lisosomGenerasi sel sistem fagosit-mononuklear di jaringan; fagositosis dan pencernaan protozoa, virus dan sel-sel yang berumur tua

    *

  • Limfosit BImunoglobulinGenerasi sel terminal penghasil anti-bodi Limfosit TZat yang membunuh sel. Zat yang dapat mengendalikan aktivitas leukosit lainnya (interleukin)Penghancuran sel yang terinfeksi virusSel pembunuh alami (tanpa adanya penanda sel-T dan sel-B)Menyerang sel yang terinfeksi virus dan sel kanker tanpa adanya stimulus sebelumnyaPenghancuran sejumlah sel tumor dan sel yang terinfeksi virusPlatelet Faktor pembekuan darah Pembekuan darah

    *

  • Definisi eritropoiesis

    Semua proses dimana sel darah merah di produksi di sumsum tulang belakang dan mengalami maturisasi.

    Faktor yang berperan dalam eritopoiesis 1.oksigenasi jaringan : untuk produksi eritropoietin. 2.eritropoietin : hormon pengatur eritropoiesis yang dihasilkan di ginjal dan 10% di hati dan tempat lain. 3.besi : untuk pembentukan hemoglobin. 4.vitamin B12 dan asam folat : untuk metabolisme intraseluler.

    *

  • Kadar oksigenertropoietin darah sumsumtulang belakang mengadakan eritropiesis maturisasi sel darah merah pengangkutan oksigen normal sekresi eritropoietin dihentikan

    *

  • ERITROSIT

    - Berfungsi mengangkut hemoglobin agar berkontk erat dengan jaringan dn agar pertukaran gas berhasil.- Berdiameter : 8 m Untuk mempertahankan hemoglobin dalam keadaan tereduksi(ferro). mempertahankan keadaan osmotik walaupun konsentrasi hb tinggi dalam sel.Massa hidup : 120 hari Bentuk bikonkaf fleksibel.

    *

  • Maturisasi eritrosit

    Stem cellRubiblas : anak inti 2-4Prorubrisit : di temukan sedikit hemoglobinRubrisit : sitoplasma merah.Metarubrisit : inti mulai mengecil Eosinofil basofil diffuse : inti menghilangEritosit : bentuk bulat bikonkaf dan ada hemoglobin.

    Pembentukan eritrositPerinatal : yolk sac = 0-2 bulan Postnatal : 1. tibia limpa = 2-7 bulan 2. femur hati = 2 bln lahir 3. costae 4. sternum 5. vertebra

    *

  • Metabolisme eritrositJalur embden meyerhof setiap molekul glukosa di metabolisme untuk menghasilkan 2 molekul ATP.ATP digunakan untuk : - pemeliharaan hb sebagai pigmen respirasi - pemeliharaan gradien elektrolit antar plasma dan sitoplasma eritrosit. - pemeliharaan jalur-jalur metabolik oksidasi-reduksi - sintesis lipid dan nukleotida.

    Jalur pentosa fosfat - glukosa 6 fosfoglukonat oleh glukosa 6 fosfat dehidrogenase. - NADP NADPH + H+ (potensial pereduksi ion hidrogen untuk sengyawa glutation (reservoar utama potensial pereduksi)) - ggn produksi glutation dan NADP menyebabkan stres oksidatif di membran eritrosit. globin pada HB mengalami oksidasi dan kehilangan kemampuan untuk menjaga ferro dalan keadaan tereduksi HB labil usia eritrosit memendek.

    *

  • Menjelaskan proses mekanisme dan fungsi Hb

    *

  • *

  • Embryonic hemoglobin :Gower 1 (22)Gower 2 (22)Portland (22)Fetal hemoglobin :Hemoglobin Fetal / HbF (22)Adult hemoglobin :Hemoglobin A (22)Hemoglobin A2 (22)Hemoglobin F (22)

    *

  • Fungsi Mengedarkan O2 dan mengeluarkan CO2 dan Hidrogen (H+)

    *

  • 1. Pengikatan OksigenEritrosit mengikat O2 dari paru-paru secara difusi

    (Eritrosit memiliki 250 juta hemoglobin Hemoglobin dapat mengikat 4 mol O2 Eritrosit dapat mengikat 100 juta mol O2)Eritrosit masuk ke dalam sirkulasi arteri dan melepas O2 pada sel yang membutuhkan

    *

  • 2. Pengikatan CO2Ikatan Hb dengan CO2CO2 hasil metabolisme akan diikat oleh HbHb akan memasuki sirkulasi vena menuju paru-paru untuk penukaran CO2 dengan O2 secara difusi.

    *

  • II.Carbonic AnhydraseDengan menggunakan enzim Carbonic Anhydrase pada Hb, CO2 dikonversi menjadi HCO3- dan H +

    H2O + CO2(Carbonic Anhydrase)HCO3- + H+

    HCO3- masuk ke dalam plasma darah, dan pada paru2 HCO3- akan kembali bereaksi dengan H+ membentuk H2O dan CO2 untuk dikeluarkan sebagai hasil pernafasan.

    HCO3- + H+H2CO3 H2O + CO2

    *

  • Glisin + suksinil Ko A ALA (asam aminolevulinat) ~ enzim yang mengkatalisasi = ALA sintetase (penentu kecepatan metabolik) ~ koenzim = piridoksal fosfat (Vitamin B6) ~ hormon perangsang = eritropoietin2 mol ALA menyatu proforbilinogen4 mol proforbilinogen uroporfirinogen koprofirinogen protoporfirinProtoporfirin bersatu dengan besi dengan bantuan enzim ferokatalase HemeKoproforfirinogen dan uroporfirinogen disekresikan melaluui urin dan feses.

    *

  • Dikendalikan oleh eritropoietin Dipicu oleh heme bebas.Terjadi di eritrosit dini atau basofil dan berlanjut bahkan sampai retikulosit tak beriinti.Sintesa rantai globin di kromosom 16 dan dengan 146 as.amino. ~ globin ~ globinSintesa rantai non globin di kromosom 11 dengan 141 as.amino. ~ globin ~ globin ~ globin ~ globin

    *

  • Menjelaskan definisi dan gejala klinis anemia

    *

  • Definisi anemia

    penurunan jumlah massa eritrosit sehingga tidak dapat memenuhi fungsi nya untuk membawa oksigen dalam jumlah yang cukup ke jaringan perifer. ditunjukkan dengan penurunan hematokrit,hemoglobin dan eritrosit.

    Nilai normal eritrosit

    Hb (g/dl) = 13,5 17,5 = 11,5 15,5Ht (%) = 40 52 = 36 - 48Hit.eritro (x 1012/l) = 4,5 -6,5 = 3,9 5,6 HER 24 37 %VER80 95 %KHER30 35 %Hit.retikulo25 125 %

    *

  • Pucat = akibat volume darah, Hb, dan vasokontriksi u/ memaksimalkan pengiriman O2 ke organ vital. Periksa pada bantalan kuku, telapak tangan, membran mukosa mulut dan konjungtiva.Takikardia dan bising jantung = akibat kec aliran darahAngina pektoralis = khusus orang tua dgn stenosis koroner, sebab iskemia miokardium

    *

  • Dispnea (kesulitan bernafas), nafas pendek, dan cepat lelah wkt melkukan aktivitas jasmani = manifestasi pengiriman O2Sakit kepala, pusing, dan tinitus (telinga berdengung) = O2 pd sistem syaraf pusat.

    *

  • Menjelaskan klasifikasi anemia berdasarkan etiologi dan morfologi dan patofisiologinya

    *

  • Anemia hipokromi mikrositer - anemia defisiensi besi - anemia akibat penyakit kronik - anema sideroblastik - thalasemia

    Anemia normokromi normositer - anemia pasca perdarahan - anemia aplastik (terpajan infeksi dan toksin) - anemia hemolitik didapat (ggn yg berkaitan dengan memendeknya usia sel darah merah ) - anemia akibat penyakit kronik - anemia pada penyakit gagal ginjal kronik - anemia pada sindrom mielodisplastik - anemia pada keganasan hematologik

    *

  • Anemia makrositer a. Bentuk megaloblastik - anemia defisiensi asam folat - anemia defisiensi B12 b. Bentuk non megaloblastik - anemia pada penyakit hati kronik - anemia pada hipertiroidisme - anemia pada sindrom mielodisplastik

    *

  • Peningkatan hilangnya eritrosit - disebabkan oleh perdarahan atau penghancuran sel (hemolisis) 2. penurunan atau kelainan pembentukan sel.

    *

  • Morfologi Normokromik normositikUkuran kecilbentuk kecilMCV = MCHC = Makrositi