PKPU nomor 7 tahun 2015 tentang Kampanye Pilkada

download PKPU nomor 7 tahun 2015 tentang Kampanye Pilkada

of 49

  • date post

    19-Jul-2015
  • Category

    Law

  • view

    186
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of PKPU nomor 7 tahun 2015 tentang Kampanye Pilkada

  • - 2 -5. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang

    Penyelenggara Pemilihan Umum (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2011 Nomor 101, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5246);

    6. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang PenetapanPeraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati danWalikota menjadi Undang-Undang (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2015 Nomor 23, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5656)sebagaimana telah diubah dengan Undang-UndangNomor 8 Tahun 2015 (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2015 Nomor 57, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 5678);

    7. Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 05 Tahun2008 tentang Tata Kerja Komisi Pemilihan Umum, KomisiPemilihan Umum Provinsi, dan Komisi Pemilihan UmumKabupaten/Kota sebagaimana telah beberapa kalidiubah, terakhir dengan Peraturan Komisi PemilihanUmum Nomor 01 Tahun 2010;

    8. Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 06 Tahun2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata KerjaSekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, SekretariatKomisi Pemilihan Umum Provinsi, dan Sekretariat KomisiPemilihan Umum Kabupaten/Kota sebagaimana telahdiubah dengan Peraturan Komisi Pemilihan UmumNomor 22 Tahun 2008;

    9. Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 2 Tahun 2015tentang Tahapan, Program, dan Jadwal PenyelenggaraanPemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati danWakil Bupati dan/atau Walikota dan Wakil Walikota;

    MEMUTUSKAN:Menetapkan: PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM TENTANG

    KAMPANYE PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR,BUPATI DAN WAKIL BUPATI DAN/ATAU WALIKOTA DANWAKIL WALIKOTA.

    BAB I . . .

  • - 3 -BAB I

    KETENTUAN UMUM

    Pasal 1Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan:1. Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan

    Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota,selanjutnya disebut Pemilihan, adalah pelaksanaankedaulatan rakyat di wilayah provinsi dankabupaten/kota untuk memilih Gubernur dan WakilGubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikotadan Wakil Walikota secara langsung dan demokratis.

    2. Komisi Pemilihan Umum, selanjutnya disingkat KPU,adalah lembaga penyelenggara pemilihan umum yangbersifat nasional, tetap, dan mandiri sebagaimanadimaksud dalam undang-undang penyelenggarapemilihan umum dan diberikan tugas dan wewenangdalam penyelenggaraan Pemilihan berdasarkan ketentuanyang diatur dalam undang-undang Pemilihan.

    3. Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Komisi IndependenPemilihan Aceh, selanjutnya disebut KPU Provinsi/KIPAceh, adalah lembaga penyelenggara pemilihan umumsebagaimana dimaksud dalam undang-undangpenyelenggara pemilihan umum yang diberikan tugasmenyelenggarakan Pemilihan Gubernur dan WakilGubernur berdasarkan ketentuan yang diatur dalamundang-undang Pemilihan.

    4. Komisi Pemilihan Umum/Komisi Independen PemilihanKabupaten/Kota, selanjutnya disebut KPU/KIPKabupaten/Kota, adalah lembaga penyelenggarapemilihan umum sebagaimana dimaksud dalam undang-undang penyelenggara pemilihan umum yang diberikantugas menyelenggarakan Pemilihan Bupati dan WakilBupati atau Walikota dan Wakil Walikota berdasarkanketentuan yang diatur dalam undang-undang Pemilihan.

    5. Panitia Pemilihan Kecamatan, selanjutnya disingkat PPK,adalah panitia yang dibentuk oleh KPU/KIPKabupaten/Kota untuk menyelenggarakan Pemilihan ditingkat kecamatan atau nama lain.

    6. Panitia . . .

  • - 4 -6. Panitia Pemungutan Suara, selanjutnya disingkat PPS,

    adalah panitia yang dibentuk oleh KPU /KIPKabupaten/Kota untuk menyelenggarakan Pemilihan ditingkat desa atau sebutan lain/kelurahan.

    7. Badan Pengawas Pemilihan Umum, selanjutnya disebutBawaslu, adalah lembaga penyelenggara pemilihanumum yang bertugas mengawasi penyelenggaraanpemilihan umum di seluruh wilayah Negara KesatuanRepublik Indonesia sebagaimana dimaksud dalamundang-undang yang mengatur mengenai penyelenggarapemilihan umum yang diberikan tugas dan wewenangdalam pengawasan penyelenggaraan Pemilihanberdasarkan ketentuan yang diatur dalam undang-undang Pemilihan.

    8. Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi, selanjutnyadisebut Bawaslu Provinsi, adalah lembaga penyelenggarapemilihan umum yang bertugas mengawasipenyelenggaraan pemilihan umum di wilayah provinsisebagaimana dimaksud dalam undang-undang yangmengatur mengenai penyelenggara pemilihan umum yangdiberikan tugas dan wewenang dalam pengawasanpenyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan WakilGubernur berdasarkan ketentuan yang diatur dalamundang-undang Pemilihan.

    9. Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten/Kota, selanjutnyadisebut Panwas Kabupaten/Kota, adalah panitia yangdibentuk oleh Bawaslu Provinsi yang bertugas untukmengawasi penyelenggaraan Pemilihan di wilayahkabupaten/kota.

    10. Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan, selanjutnyadisebut Panwas Kecamatan, adalah panitia yang dibentukoleh Panwas Kabupaten/Kota yang bertugas untukmengawasi penyelenggaraan Pemilihan di wilayahkecamatan atau nama lain.

    11. Partai Politik adalah Partai Politik nasional pesertaPemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat,Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan RakyatDaerah terakhir dan Partai Politik lokal Aceh pesertaPemilihan Umum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Acehdan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten/Kota.

    12. Gabungan Partai Politik adalah gabungan dua atau lebihPartai Politik nasional, atau Gabungan Partai Politik lokal

    atau . . .

  • - 5 -atau Gabungan Partai Politik nasional dan Partai Politiklokal peserta Pemilihan Umum Anggota DewanPerwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan DewanPerwakilan Rakyat Daerah, yang secara bersama-samabersepakat mencalonkan 1 (satu) Pasangan CalonGubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati,dan/atau Walikota dan Wakil Walikota.

    13. Pasangan Calon adalah Bakal Pasangan Calon Gubernurdan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atauWalikota dan Wakil Walikota yang telah memenuhi syaratdan ditetapkan sebagai peserta Pemilihan.

    14. Pemilih adalah penduduk yang berusia paling rendah 17(tujuh belas) tahun atau sudah/pernah kawin yangterdaftar dalam Pemilihan.

    15. Kampanye Pemilihan, selanjutnya disebut Kampanye,adalah kegiatan menawarkan visi, misi, dan programPasangan Calon dan/atau informasi lainnya, yangbertujuan mengenalkan atau meyakinkan Pemilih.

    16. Tim Kampanye adalah tim yang dibentuk oleh PasanganCalon bersama-sama dengan Partai Politik atauGabungan Partai Politik yang mengusulkan PasanganCalon atau oleh Pasangan Calon perseorangan yangdidaftarkan ke KPU Provinsi/KIP Aceh atau KPU/KIPKabupaten/Kota.

    17. Penghubung Pasangan Calon adalah tim yang ditugaskanoleh Pasangan Calon untuk menjadi penghubung ataumembangun komunikasi antara Pasangan Calondan/atau Tim Kampanye dengan KPU Provinsi/KIP Acehatau KPU/KIP Kabupaten/Kota.

    18. Petugas Kampanye adalah seluruh petugas yangmemfasilitasi penyelenggaraan Kampanye yang dibentukoleh Tim Kampanye dan didaftarkan kepada KPUProvinsi/KIP Aceh atau KPU/KIP Kabupaten/Kota sesuaitingkatannya.

    19. Peserta Kampanye adalah anggota masyarakat atauWarga Negara Indonesia yang memenuhi syarat sebagaiPemilih.

    20. Alat Peraga Kampanye adalah semua benda atau bentuklain yang memuat visi, misi, dan program PasanganCalon, simbol, atau tanda gambar Pasangan Calon yangdipasang untuk keperluan Kampanye yang bertujuan

    untuk . . .

  • - 6 -untuk mengajak orang memilih Pasangan Calon tertentu,yang difasilitasi oleh KPU Provinsi/KIP Aceh dan KPU/KIPKabupaten/Kota yang didanai Anggaran Pendapatan danBelanja Daerah.

    21. Bahan Kampanye adalah semua benda atau bentuk lainyang memuat visi, misi, program Pasangan Calon, simbol,atau tanda gambar yang disebar untuk keperluanKampanye yang bertujuan untuk mengajak orangmemilih Pasangan Calon tertentu, yang difasilitasi olehKPU Provinsi/KIP Aceh dan KPU/KIP Kabupaten/Kotayang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerahdan dibiayai sendiri oleh Pasangan Calon.

    22. Iklan Kampanye adalah penyampaian pesan Kampanyemelalui media cetak dan elektronik berbentuk tulisan,gambar, animasi, promosi, suara, peragaan, sandiwara,debat, dan bentuk lainnya yang dimaksudkan untukmemperkenalkan Pasangan Calon atau meyakinkanPemilih memberi dukungan kepada Pasangan Calon,yang difasilitasi oleh KPU Provinsi/KIP Aceh dan KPU/KIPKabupaten/Kota yang didanai Anggaran Pendapatan danBelanja Daerah.

    23. Pemberitaan dan Penyiaran Kampanye adalahpenyampaian berita atau informasi yang dilakukan olehmedia massa cetak, elektronik dan lembaga penyiaranyang berbentuk tulisan, gambar, video atau bentuklainnya mengenai Pasangan Calon, dan/atau kegiatanKampanye.

    24. Lembaga Penyiaran Publik adalah lembaga penyiaranyang berbentuk badan hukum yang didirikan olehnegara, bersifat independen, netral, tidak komersial danberfungsi memberikan layanan untuk kepentinganmasyarakat.

    25. Lembaga Penyiaran Swasta adalah lembaga penyiaranyang berbentuk badan hukum Indonesia, yang bidangusahanya khusus menyelenggarakan siaran radio atausiaran televisi.

    26. Hari adalah hari kalender.

    Pasal 2Penyelenggara Pemilihan berpedoman pada asas:a. mandiri;

    b. jujur . . .

  • - 7 -b. jujur;c. adil;d. kepastian hukum;e. tertib;f. kepentingan umum;g. keterbukaan;h. proporsionalitas;i. profesionalitas;j. akuntabilitas;k. efisiensi;l. efektivitas; danm. aksesibilitas.

    Pasal 3(1) Kampanye diselenggarakan di seluruh wilayah provinsi

    atau kabupaten/kota.(2) Pasangan Calon mempunyai hak, kesempatan, dan

    perlakuan yang adil dan setara dalam Kampanye.

    Pasal 4(1) Kampanye dilaksanakan berdasarkan prinsip:

    a. jujur;b. terbuka; danc. dialogis.

    (2) Kampanye sebagaimana dimaksud pada ayat (1),merupakan wujud dari pendidikan politik masyarakatyang dilaksanakan secara bertanggung jawab.

    (3) Pendidikan politik sebagaimana dimaksud pada ayat (2),di