PKN PILKADA

download PKN PILKADA

If you can't read please download the document

  • date post

    12-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    42
  • download

    6

Embed Size (px)

Transcript of PKN PILKADA

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Salah satu ciri negara demokrasi adalah adanya pemilihan umum yang dilaksanakan secara periodik, termasuk pemilihan pejabat publik pada tingkat lokal (kepala daerah). Jadi dengan kata lain sebagus apa pun sebuah pemerintahan dirancang, ia tak bisa dianggap demokratis kecuali para pejabat yang memimpin pemerintahan itu dipilih secara bebas oleh warga negara dengan cara yang terbuka dan jujur, yaitu dengan Pilkada langsung. Dengan diadakannya Pemilihan secara langsung di Indonesia, maka diharapkan para pejabat publik yang terpilih, akan menjadi sebagai abdi rakyat bukan sebaliknya rakyat sebagai abdi pejabat.

ii

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Pasal 56(1)

Kepala daerah dan wakil kepala daerah dipilih dalam satu pasangan calon yang dilaksanakan secara demokratis berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

(2)

Pasangan calon sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diajukan oleh partai politik atau gabungan partai politik.

Pasal 57(1)

Pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah diselenggarakan oleh KPUD yang bertanggungjawab kepada DPRD.

(2)

Dalam melaksanakan tugasnya, KPUD menyampaikan laporan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah kepada DPRD.

(3)

Dalam mengawasi penyelenggaraan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah, dibentuk panitia pengawas pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah yang keanggotaannya terdiri atas unsur kepolisian, kejaksaan, perguruan tinggi, pers, dan tokoh masyarakat.

ii

(4)

Anggota panitia pengawas sebagaimana dimaksud pada ayat (3) berjumlah 5 (lima) orang untuk provinsi, 5 (lima) orang untuk kabupaten/kota dan 3 (tiga) orang untuk kecamatan.

(5)

Panitia pengawas kecamatan diusulkan oleh panitia pengawas kabupaten/kota untuk ditetapkan oleh DPRD.

(6)

Dalam hal tidak didapatkan unsur sebagaimana dimaksud pada ayat (3), panitia pengawas kabupaten/kota/kecamatan dapat diisi oleh unsur yang lainnya.

(7)

Panitia pengawas pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah dibentuk oleh dan bertanggungjawab kepada DPRD dan berkewajiban menyampaikan laporannya.

Pasal 58 Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah adalah warga negara Republik Indonesia yang memenuhi syarat:a. b.

bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; setia kepada Pancasila sebagai Dasar Negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945, dan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta Pemerintah;

c.

berpendidikan sekurang-kurangnya sekolah lanjutan tingkat atas dan/atau sederajat;

d.

berusia sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) tahun;

ii

e.

sehat jasmani dan rohani berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan menyeluruh dari tim dokter;

f.

tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau lebih;

g.

tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap;

h. i.

mengenal daerahnya dan dikenal oleh masyarakat di daerahnya; menyerahkan daftar kekayaan pribadi dan bersedia untuk diumumkan;

j.

tidak sedang memiliki tanggungan utang secara perseorangan dan/atau secara badan hukum yang menjadi tanggungjawabnya yang merugikan keuangan negara.

k.

tidak sedang dinyatakan pailit berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap;

l. m.

tidak pernah melakukan perbuatan tercela; memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atau bagi yang belum mempunyai NPWP wajib mempunyai bukti pembayaran pajak;

n.

menyerahkan daftar riwayat hidup lengkap yang memuat antara lain riwayat pendidikan dan pekerjaan serta keluarga kandung, suami atau istri;

ii

o.

belum pernah menjabat sebagai kepala daerah atau wakil kepala daerah selama 2 (dua) kali masa jabatan dalam jabatan yang sama; dan

p.

tidak dalam status sebagai penjabat kepala daerah.

ii

BAB III PROSES DAN HASIL PILKADA

3.1 Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota masa jabatan 2012-2017

1. TIBA Calon Walikota Calon Wakil Walikota Pengusung Visi Misi : Gantira Kusumah : Bambang Suprihatin : Partai Hanura dan Partai Gerindra : TIBA saatnya memimpin kota cimahi : Kesejahteraan Rakyat Cimahi

2. SAE Calon Walikota Calon Wakil Walikota Pengusung Visi Misi : Supiryadi : Encep Saepulloh : PDIP,PKS : Cimahi Asri (Agamis, Sejahtera, Responsif, Inovatif) : 1. Penguatan pengamalan Kehidupan Beragama. 2. Penguatan Kualitas Bidang Pendidikan dan Kesehatan. 3. Penguatan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat berbasis Pemberdayaan, Koperasi dan mandiri.

ii

4. Penguatan Pelayanan Prasarana Perkotaan dan dan Lingkungan Hidup. 5. Penguatan Pemberdayaan Masyarakat. 6. Pengutan danPeningkata Kulaitas Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan yang Amanah dan Profesinal. 3. PASTI Calon Walikota Calon Wakil Walikota Pengusung Visi : Atty Suharti Tochija : Sudiarto : Partai Golkar,PPP,PKB,PBB : Cerdas (Creatif, Egaliter, Responsif, Dinamis, Agamis dan Berkesinambungan) Misi : Mewujudkan kreativitas itu penting di segala bidang untuk mengangkat karakter masyarakat Cimahi

4. CEP-EMAN Calon Walikota Calon Wakil Walikota Pengusung Visi : Cecep Rustandi : Eman Sulaiman : Partai Demokrat : Percepatan pertumbuhan ekonomi menuju kota cimahi sebagai kota industri dan jasa yang maju, mandiri dan berdaya saing

ii

Misi

:

1. Peningkatan Kualitas dan Produktifitas Sumber

Daya Manusia Yang Kreatif, Maju dan Berdaya Saing;

2. Penataan Struktur Ekonomi Daerah Berbasis Ekonomi Kerakyatan, Jasa dan Industri;

3. Percepatan Pelayanan Pemerintahan yang Akuntabel, Bersih dan Profesional;

4. Peningkatan Daya Dukung Lingkungan yang Asri dan Hijau Terhadap Pembangunan Berkelanjutan;

5. Peningkatan Kualitas Kehidupan Sosial yang Berlandaskan Agama dan Kearifan Budaya Lokal.

5. ARJUNA Calon Walikota Calon Wakil Walikota Pengusung Visi Misi : Ahmad Rafli Assagaf : Jumadi : Perseorangan (Independen) : : Meningkatkan Ekonomi Mikro

ii

3.2 Profil Calon Walikota dan Wakil Walikota

ii

1.

Gantira Kusumah merupakan kader GERINDRA, yang juga sekarang menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Dapil DPRD Prov. Jawa Barat 8 yang bertugas di Badan Anggaran .

Bambang Suprihatin adalah Ketua DPC HANURA Cimahi, Anggota DPRD Kota Cimahi dari yang bertugas di Komisi I, Badan Musyawarah dan Badan Urusan Rumah Tangga .

2.

H. Supiryadi, S.Pd. I dikenal sebagai sosok yang supel, ramah dan bersahaja. Memulai hidupnya sebagai pedagang asongan di Bunderan Cibereum selanjutnya bekerja menjadi buruh pabrik PT. Mean Jaya, Cibaligo, sekaligu jadi guru honorer. Suami dari Neneng Rochmawati ini berhasil menyelesaikan studinya di jurusan PAI Unisba. Pernah menjadi Ketua RW 21 Kel. Cibereum, Ketua V AMS Distrik Cimahi dan komitmen mengikui pengajian di Pesantren Darussurur pimpinan KH. Zaenuddin Abu Tolihah. Berkat kerja kerasnya, Supiryadi dipercaya salah satu bank untuk berlatih keterampilan bisnis sampai akhirnya memiliki pabrik sendiri dan berkontribusi untuk memperbaiki kondisi sosial masyarakat sekitarnya. Anggota DPRD periode 2009-2014 ini sedang meneruskan kuliah di S2 Program Pascasarjana Ilmu Pemerintahan UNJANI. Bermanfaat untuk Masyarakat dan Bekerja Ikhlas penuh Semangat untuk Cimahi yang Lebih Baik. Supiyardi adalah anggota DPRD Kota Cimahi dari yang bertugas di

ii

Komisi II, Badan Legislasi Daerah, Badan Kehormatan dan Badan Urusan Rumah Tangga .

Drs. H. Encep Saepulloh, M.Si adalah seorang pejabat birokrat yang hidupnya bersahaja dan ramah. Terakhir, Encep menjabat sebagai SEKDA Kota Cimahi sejak 2008-sekarang. Encep merupakan sosok penting dibalik pembangunan Kota Cimahi sebab SEKDA bertugas menyusun kebijakan koordinator dinas daerah dan lembaga tekhnis daerah. Encep adalah figur yang diterima semua kalangan. Hal ini terbukti dari hubungan baik belia dengan tokoh tokoh pemerintah Kabupaten, Kota tetangga terutama Kabupaten Bandung dan KBB juga jajaran Pemerintah Provinsi Pusat. Sebelum Cimahi menjadi kota, Encep menjadi Sekretaris Kotip Cimahi dan sempat menjadi Plh Walikota Kotip Cimahhi. 26 tahun ia mengabdi di Cimahi.

3.

Hj. Atty Suharti Tochija adalah istri dari Walikota Cimahi yaitu H. Itoc Tochija. Ketua Darma Wanita, Tim Penggerak PKK Kota Cimahi.

ii

Sudiarto adalah Wakil Ketua DPRD Kota Cimahi yang bertugas di Badan Anggaran dan Badan Musyawarah .

4.

Cecep Rustandi adalah anggota DPRD Kota Cimahi dari yang bertugas di Komisi III, Badan Anggaran, Badan Musyawarah dan Badan Kehormatan.

Eman Sulaeman adalah Ketua Asosiasi Kontraktor Listrik.

5.

Ahmad Ramli Assagaf adalah seorang independen. Jumadi adalah seorang independen.

ii

3.3 Tahapan Pilwalkot Cimahi Tahun 2012 Saat ini tahapan Pemilihan Walikota Cimahi sedang berlangsung. Cawalkot Cimahi sudah diumumkan sebelumnya yaitu: 1. Gantira Kusumah Bambang Suprihatin (Tiba) yang diusung Partai Hanura, Partai Gerindra. 2. Supriyadi Encep Saepulloh (Sae) diusung PDI-P, PKS. 3. Atty Suharti Sudiarto (Pas) diusung PPP, Partai Golkar, PKB, PBB. 4. Cecep Rustandi Eman Sulaeman (Cep-Eman) diusung Partai Demokrat. 5. Ahmad Ramli Assegaf Jumadi (Arjuna) dari jalur independen. Masa kampanye akan dilakukan setelah Idul Fitri mulai 22 Agustus 2012 sampai dengan 4 Agustus 2012. Di susul kemudian oleh masa tenang, sebelum ke acara puncak, Pemungutan Suara pada